
Tidak ada kepanikan dari para NPC begitu pilar-pilar cahaya hitam menembus langit. Impian yang sudah memperingatkan disetiap area sudah bertindak tepat.
Akan tetapi, masih ada beberapa pemain yang tidak menghiraukan kata-kata Impian menjadi heboh dibeberapa tempat. Mereka yang masih saja membunuh para monster berhenti dan berteriak-teriak, bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Ditengah area pertempuran sendiri, meski tidak se-intens diawal, gumpalan-gumpalan hitam naik dari bumi di tempat mayat-mayat monster pernah berada. Mulai membentuk identitas mayat hidup yang mengindentifikasikan itu adalah undead.
"apa yang terjadi!?"
"kenapa undead bermunculan!?"
"hey! cari tahu apa yang sebenarnya terjadi!"
Pemain-pemain yang tidak mengindahkan peringatan Impian dan masih bertarung dengan monster-monster hutan bertanya-tanya. Mereka kebingungan dengan apa yang terjadi.
"para pendeta dan druid telah datang!"
"minta berkah kepada mereka jika ada yang tidak memiliki elemen light untuk menghadapi undead"
"jangan bergerak sendiri dan tetap berada didekat pendeta dan druid!"
Berbeda dengan para NPC yang sudah mempersiapkan persiapan mereka sendiri. Mereka mendengarkan peringatan Impian dan telah bersiap untuk menghadapi masalah yang muncul kedepannya.
"sudah muncul huh?"
"tuan Impian, kami akan memberi anda elemen cahaya agar menyelimuti tubuh anda. Hal itu dapat membantu untuk menghadapi para undead"
"haha, tidak perlu paman, bantu saja mengeliminasi mereka"
Bukan berarti Impian menyombongkan diri, dengan memiliki berkah dari dewi Lorena sendiri sudah merasa cukup menghadapi undead-undead yang muncul. Skil [The Great One Who's Order The Life]-lah yang membuat Impian percaya diri karenanya.
Undead yang diciptakan ditempat oleh Necromancer adalah tekhnik pemaksaan pada roh makhluk yang telah dikalahkan untuk kembali kedunia ini dan memaksa mereka dalam kendalinya. Dengan skil [The Great One Who's Order The Life], Impian dapat melepas kekangan kendali dari para undead tanpa usaha berlebih.
[Jumlah monster yang dieliminasi : 294]
Begitu Impian mengarahkan tangannya ke tubuh undead dan menyentuh secara langsung, skil [The Great One Who's Order The Life] aktif, lalu tubuh undead bersinar dan kembali menghilang. Hanya satu proses saja, Impian dapat mengeliminasi undead dengan mudah.
Setelah hal itu dilakukan, pengumuman sistem akan jumlah mengeliminasi monster bertambah dari [Kristal Perekam Kebenaran]. Meskipun Gerald telah pergi dan monster yang harus dieliminasi berbeda dalam taruhan mereka, tetapi sistem masih menghitung hal tersebut dan taruhan Impian dengan Gerald masih berjalan.
"hoooo, jika begini maka lebih menguntungkan-ku! hihihi"
Impian tersenyum kegirangan, karena jumlah monster yang dieliminasi [Kristal Perekam Kebenaran] masih berjalan, sedangkan Gerald sendiri sudah pergi dan berfokus pada musuh utama yang memiliki jumlah lebih sedikit ketimbang di tempat ini. Tujuannya awal telah berubah yang harusnya terfokus dalam mengeliminasi monster-monster hutan yang menyerang menjadi mengeliminasi undead yang muncul, keadaan yang ada malah menguntungkan Impian seorang.
"seperti yang diharapkan dari tuan ksatria suci Saintess"
"kami benar-benar bangga terhadap anda!"
Dua pendeta Lorena yang mendampingi Impian terkagum-kagum sendiri melihat Impian yang tidak perlu berusaha keras mengeliminasi para undead yang ada. Terlihat begitu mudahnya Impian mengeliminasi para undead, membuat kedua pendeta Lorena menjadi lebih bersemangat dan lebih berusaha mengeliminasi undead yang ada di samping Impian.
----------------
__ADS_1
"Garleon Charge!"
*BOOOMMM!
Tubuh besar dan berototnya Gerald menerjang kearah lich dengan kecepatan tinggi. Benturan kekuatan itu menciptakan suara keras yang menggema di sekitar tempat kejadian.
Orang lain yang melihatnya akan merasa ngeri jika kemampuan yang ditunjukan Gerald mengarah langsung kepada mereka. Sayangnya, hempasan super keras Gerald yang mengarah pada lich tidak mencapai tubuh lich sendiri.
Prisai tranparan yang tercipta akibat sihir lich menghalangi kapak besar Gerald menyentuh tubuh lich secara langsung. Serangan Gerald terhenti dan tidak melukai tubuh lich itu.
*Craaakk!
Meski begitu, perisai sihir yang diciptakan sang lich tersebut tidak bisa menahan tekan berat serangan Gerald terlalu lama. Retakan terbentuk pada perisai sihir lich!
"makhluk fana sepertimu berani menggangguku!?"
"Storm Edge!"
Mengangkat kapaknya, Gerald kembali mengayunkan kapak besar itu kearah lich.
*BANG!
"apa!?"
*CRAK... BLARRRR
"kau tetap tidak bisa melakukan lebih dari ini-"
*Dar! Dar!
Dua sihir suci menghantam tubuh lich yang tengah berbicara. Mengganggu dirinya dalam merapal mantra perisai sihir sekali lagi.
"serangan seperti ini tidak akan bekerja pada-"
*BANG!
"Kaaaarrrgggggjhhhhh!"
Sihir-sihir suci yang dilepaskan oleh kedua pendeta Lorena memang tidak memberikan dampak apapun terhadap lich meskipun serangan itu mengandung sihir suci yang dapat merusak tubuh lich, tetapi hal tersebut sudah cukup untuk menggagalkan sihir perisai yang berusaha digunakan oleh lich dan cukup membeli waktu untuk Gerald kembali melancarkan serangan.
Kapak besarnya menabrak tubuh lich. Sekali lagi menerbangkan tubuh lich itu beberapa meter kebelakang.
"BANHSAT! DATANGLAH PELAYAN-PELAYANKU!"
Begitu penyihir hitam lich dapat menyeimbangkan tubuhnya ditanah, dirinya langsung memanggil dua makhluk pengikutnya. Dua ksatria armor hitam penuh muncul dari udara kosong dan berdiri disampingnya.
*Bang!
*Bang!
__ADS_1
"serahkan yang disini pada kami!"
"hantam makhluk jelek itu tuan Gerald!"
Beberapa orang muncul dan langsung menghantam dua pelayan ksatria armor hitam penuh yang dipanggil oleh lich. Tidak hanya satu atau dua dari mereka, tetapi ada tujuh dari mereka yang merangkul ksatria armor hitam penuh.
Mereka adalah para pemain yang mengikuti Gerald dari belakang ke tempat ini. Begitu peluang mereka dapat masuk untuk membantu, para pemain langsung menyergap dua pelayan lich yang terpanggil.
*BANG!
Tidak menyia-nyiakannya, Gerald langsung kembali menghantam lich dengan kapak besarnya dan sang lich kembali terpental kebelakang.
"DaSar MakhLuk-MakhLuk RenDAhAn!!!!"
*Dar!
*Duar!
*Blar!
Rentetan sihir kembali membombandir tubuh lich. Tidak hanya kedua pendeta, tetapi para pemain juga menyerang tubuh lich yang terpental oleh Gerald.
Tidak terlihat serangan-serangan itu berdampak pada lich, tetapi itu sudah cukup membuat sang lich geram.
*Tap!
Penyihir hitam lich terbang keudara dan melepaskan sihir-sihir es-nya. Jarum-jarum es membonbandir para pemain.
*Shu! Shu! Shu!
"tuan Gerald!"
Seorang pemain yang memegang perisai besar berdiri di depan Gerald dan mengarahkan perisai besarnya kedepan. Pemain itu berteriak dan memberikan kode agar menggunakan dirinya sebagai tumpuan untuk melompat.
Gerald-pun melompat kearah pemain itu dan menghentakan kakinya pada perisai besar tersebut. Mengangkat kapak besarnya, Gerald menyerang tubuh lich yang berada diudara.
*BANG!!
Tubuh penyihir hitam lich jatuh dan terpantul beberapa kali ditanah!
Serangan itu tersambung dengan bantuan para pemain. Mereka membantu Gerald menghadapi penyihir hitam lich tanpa rasa takut sedikitpun.
Pemain-pemain ini memang pemain-pemain hebat. Bahkan dalam pertarungan bersama sosok besar seperti Gerald, mereka dapat melakukan dukungan tanpa perlu berkoordinasi terlebih dahulu.
Mereka membantu apa yang mereka bisa dan tidak dalam menghalangi Gerald sama sekali.
"kemarilah anak-anak, akan kuberikan berkah sihir cahaya kepada kalian!"
Dua pendeta berteriak pada para pemain yang ingin membantu. Penambahan pada buff sihir cahaya akan sangat berguna dalam menghadapi makhluk gelap seperti penyihir hitam lich.
__ADS_1