INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 21 : DESA PEMULA - MASALAH BAU BADAN


__ADS_3

Banyak dari pemain yang telah mengalahkan Bos kelinci kembali melaporkan misi khusus tersebut untuk mendapatkan hadiah mereka. Begitu pula dengan Impian dan Togay.


[MISI SELESAI]


[MEMBUNUH KELINCI TANDUK SUPER 1/1]


[MENDAPATKAN 1000 EXP]


Tiba-tiba exp Impian meningkat pesat dari 78/1600, menjadi 1078/1600. Hanya butuh beberapa exp lagi untuk di kumpulkan hingga dia mencapai level 5. Level yang di butuhkan untuk misi prasyarat dari Pastor Pe’rgi yang telah ia dapatkan.


Tidak hanya mendapat exp yang di dapat dari misi khusus, Impian juga mendapatkan 1 gold coin dari petugas NPC yang mengurus masalah misi.


Masalah misi dari papan misi harian telah di selesaikan, sekarang Impian kembali ke tujuan awalnya dimana ia kembali kedesa, yaitu mengumpulkan kembali bahan-bahan keperluan berburu. Impian dan Togay mengunjungi toko-toko di desa untuk membeli keperluan.


“hey Togay”


“ya?”


“entah kenapa, ekspresi yang di tunjukan oleh para NPC kurang sedap”


Meski melayani pembelian mereka dengan baik dan tidak ada masalah dengan itu, wajah yang di tunjukan oleh para NPC pedagang sangat datar. Seakan-akan menginginkan transaksi yang mereka lakukan cepat terselesaikan.


“mungkin karena kita bau?”


Seakan tanpa rasa bersalah dan Nampak baik-baik saja, Togay berbicara sambil tersenyum menjawab pertanyaan Impian.


“bau? Huf..huf… yuck! Kau benar”


“INK FANTASI menerapkan system bau badan. Kita belum mandi sejak kemarin di game ini, selain itu banyak darah monster terciprat di tubuh kita”


Dalam INK FANTASI yang mengedepankan ke realistis-an permainan, banyak dari hal-hal keseharian di terapkan di dalam dunianya. Contohnya adalah bau badan yang timbul dan hanya akan hilang jika pemain membersihkan badannya atau log off dari permainan.


Karakter pemain yang log off membutuhkan waktu 1 jam untuk masuk kembali kedalam permainan. Berbeda denga Togay yang memiliki 2 akun karakter dapat berganti tanpa perlu terputus langsung dengan permainan.


Dan pemain yang masuk kembali kedalam permainan akan secara otomatis bersih seperti semula tanpa sedikitpun bau yang muncul di tubuhnya. Itupun jika pemain tidak menerima debuff yang menempel pada dirinya.


Dengan perbedaan waktu antara game dan dunia nyata, 1 jam yang di butuhkan untuk masuk kembali ke dalam permainan cukup membuang waktu di dalam dunia game. Hal tersebut selalu di hindari oleh pemain yang tidak ingin membuang waktu percuma hanya untuk masalah bau badan semata.


“apa kita harus mandi di dalam game?”


“ah, kau bisa, hanya saja pemain tidak dapat melepaskan pakaian dalam mereka. Rata-rata pemain menghilangkan bau tubuh mereka dengan sihir harian atau parfum”


“sihir? Kurasa pilihan tersimpel kita membeli parfum saat ini”

__ADS_1


Karena Impian belum tau cara menggunakan sihir dan tidak ada skill sihir yang bisa di pelajari saat ini, pilihan yang tersisa tanpa membuang waktu yang dapat di pikirkan Impian hanyalah membeli barang parfum dari NPC.


“itu akan mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli terus menerus”


 “lalu? Mandi? Dimana? Sungai?”


“haha kau lucu, kita beli skill book [clean] saja di gereja”


“sudah ada skill yang bisa di beli di desa? Untuk pemula?”


“ya, hanya skill book dari sihir sehari-hari saja”


“kenapa kamu tidak memberitahukannya sejak awal!”


“kukira kau akan mempelajari sendiri seperti skill-skill dasar lainnya. Hahaha”


“gendut sial!”


Menuju satu-satunya gereja yang ada di desa keoropi, Impian mengutuk Togay sepanjang jalan menuju gereja. Sesampainya di sana, Impian berpapasan dengan pastor Pe’rgi yang kebetulan berada di depan pintu masuk gereja.


“kamu belum memenuhi syarat yang kuberikan, kenapa kamu datang?”


Pastor menghampiri Impian dan bertanya kepadanya.


Togay "pfft, kakek.. dia seorang pastor kau tahu"


Pator “hoho kenapa? Apa karna tubuhmu bau?”


Seakan tidak mempermasalahkan omongan Impian dan Togay, pastor Pe'rgi menjawab dengan pertanyaan.


“….ya”


“kukira orang-orang sepertimu tidak mempermasalahkan hal sepele seperti itu”


“yah, kukira beberapa penduduk desa mempermasalahkannya”


“sungguh? Kukira mereka akan tetap melayanimu dalam beberapa hal tanpa masalah”


“ya itu benar, hanya saja kukira muka mereka tidak menggambarkan seperti itu”


Setiap kali Impian membeli barang ataupun mendekat secara tidak sengaja kepada beberapa NPC, meski mereka tidak menggambarkan gerakan menjauh dari Impian, muka mereka akan sedikit mengernyit yang terlihat oleh Impian.


“hohoho begitukah?”

__ADS_1


“yah meski mereka masih tetap baik, tetap saja, aku tidak enak kepada mereka karna bau badanku”


“tidak mungkin mereka tidak akan baik kepada kalian para pendatang dari dunia lain yang telah melindungi mereka dari monster-monster di sekitar desa”


Pertama-tama, penduduk asli dunia ini, atau yang sering di sebut NPC oleh para pemain menganggap pemain sebagai pendatang dari dunia lain yang tiba-tiba muncul satu-persatu, banyak, dari mereka.


Beberapa kali di awal permainan sempat terdapat masalah karena hal ini. Bayangkan, dimana duniamu di datangi orang-orang yang muncul entah dari mana di duniamu dan itu tidak hanya beberapa, tapi banyak dari mereka.


Penduduk asli dunia ini akan menganggap orang-orang seperti itu sebagai penjajah. Apalagi orang-orang seperti mereka memiliki kemampuan yang membuat mereka kembali dari kematian, seakan kematian bukan hal yang ada pada konsep hidup mereka.


Oracle datang dari dewa-dewa penjaga mereka. Orang-orang ini akan membantu membunuh monster-monster yang mengancam sehingga hidup orang di dunia ini lebih aman.


Dan benar saja, setelah oracle yang di sebar luaskan dan orang-orang ini di mana mereka sebenarnya adalah pemain, membunuh monster-monster yang ada dengan sangat rajin bahkan dengan imbalan yang tidak seberapa, orang-orang di dunia ini menerima pemain seakan mereka pahlawan yang di kirim oleh dewa mereka.


Meski banyak juga dari pemain yang mendapatkan hukuman dari NPC karena kelakuan mereka yang buruk, pemain yang melakukan hal baik dan membantu NPC lebih banyak lagi.


Jadi jika terdapat masalah sepele seperti bau badan melekat pada pemain, NPC tidak akan terlalu mempermasalahkannya, sebab mereka akan berpikir bahwa bau badan yang mereka derita di karenakan pemain yang dengan giatnya membunuh monster-monster di luar sana.


“murid magang Kael! Bisakah kamu mengantar mereka ketempat pendistribusian pelayanan pendeta?”


Pastor Pe’rgi memanggil salah satu pendeta magang yang kebetulan berada di dekat mereka.


“baik pastor. Mari ikuti saya”


Pedeta magang Kael membungkuk atas perintah pastor Pe’rgi dan menyarankan Impian beserta Togay untuk mengikutinya.


“woah, biasanya pemain membeli skill book tidak di tempat itu, tapi sekarang kita berbeda”


“benarkah?”


“ya, mungkin karena kamu. Hasilnya jadi berbeda”


Gereja memiliki beberapa tempat terpisah untuk kegiatan yang biasa mereka lakukan. Gereja itu sendiri memiliki bangunan luas dan besar, karena tidak hanya di gunakan untuk berdo’a para penduduk desa dan rumah sakit desa, tetapi juga banyak kegiatan lainnya dilakukan di gereja itu sendiri.


Pada awalnya, desa keoropi tidak begitu besar. Ini hanya salah satu tempat terpencil dari kerajaan suci Lorena.


Hanya saja, pemain yang tiba-tiba muncul dan banyak dari mereka membuat lingkup desa mau ‘tak mau berubah. Mulai dari ruang desa yang di perluas, bangunan-bangunan yang bertambah besar dan luas, dan NPC yang bertambah untuk mengurus keperluan desa.


Bayangkan dimana pemain yang berkumpul di satu tempat secara bersamaan dan dalam jangka waktu yang sangat dekat, tempat itu akan penuh sesak dan kepengurusan akan banyak terabaikan. Tempat itu akan berubah menjadi ‘chaos’ jika di biarkan begitu saja.


Meski pemain dapat memilih tempat pertama mereka memulai, tetap saja, dengan ketenaran INK FANTASI yang terus menerus naik dan tempat teraman dari server Asia Tenggara berada di kerajaan suci Lorena, tidak sedikit yang memilih tempat pertama mereka memulai di tempat desa keoropi.


Dengan alasan itu saja perubahan harus terjadi di tempat ini dan itu pulalah alasan mengapa terdapat gereja yang besar meski berada di desa.

__ADS_1


__ADS_2