INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 83 : BOS LANTAI


__ADS_3

"kalau tidak salah, elemen bos tanaman dan air benar?"


"dua elemen?"


Mendengar komentar Jackfruit, Impian bertanya kepadanya. Dari awal dan setahu Impian, setiap monster hanya memiliki satu elemen yang di miliki. Tidak pernah sekalipun Impian mengetahui monster memiliki elemen ganda.


"ya, bos memiliki dua fase. Fase pertama bos memiliki elemen tanaman, setelahnya bos akan berganti elemen menjadi air"


"itulah mengapa setiap pemain yang memasuki dungeon Greates Land kesulitan di awal - awal permainan"


IKILUA menjelaskan kepada Impian, lalu di tambahkan oleh Michel.


Tentu saja pemain akan kesulitan menghadapi bos. Saat perlengkapan yang di kenakan pemain memiliki elemen api untuk menghadapi bos, dimana api akan sangat merusak elemen tanaman yang di miliki bos. Sayangnya, para pemain yang telah bersiap, menghadapi kesulitan saat bos memasuki fase keduanya.


Elemen api tidak akan berguna saat melawan elemen air yang di miliki bos di fase ke dua. Jumlah kerusakan pemain akan sangat berkurang karenanya. Hal itulah yang membuat para pemain kesulitan menghadapi bos di awal - awal permainan.


"lalu, elemen apa yang harus di persiapkan?"


"kalau bisa elemen petir, tetapi jika tidak ada, jangan menggunakan elemen yang tidak akan berguna menghadapi bos"


"dewi Michel, kenapa kamu menggunakan senjata berelemen api?"


Saat Impian bertanya dan di jelaskan tentang rencana, Togay bertanya kepada Michel karena melihat tombak yang di pegang Michel memiliki api yang menyelimuti tombaknya.


"aku hanya tinggal mengganti senjataku di tengah pertarungan"


"orang kaya memang hebat, kamu memiliki berbagai perlengkapan di gudang milik-mu"


"hmph!"


"kalau begitu, kita masuk?"


"ayo"


Di depan mereka, telah berdiri pintu besar yang menghalangi untuk menuju ruangan bos. Begitu besar hingga bahkan dapat menampung lima orang secara bersamaan.


*Creakk...


*Bung!


Setelah pintu di buka, terlihat sosok ratu tanaman yang duduk mematung di atas singgasananya. Sosoknya tidak begitu tinggi, hanya sekitar 3 setengah meter.


Saat seluruh orang yang berada dalam kelompok memasuki ruangan, Sang ratu berdiri dari singgasananya.


...Queen Druid Vines...


...Lvl 120...


...HP 50000000/50000000...


Saat Sang ratu berdiri, mahkota besar yang seperti daun hias mengembang dan membesar. Memperlihatkan kemegahan dari sosoknya yang berdiri di sana.


Pakaiannya yang seperti susunan kelopak bungan, terbuka, seakan menyerupai sayap yang siap untuk mengepak. Batang - batang berduri bergerak dan mengitari tubuh sang ratu.


*Kyaaaaaaggggghhhh!!!


Saat semua fenomena dari tubuh Sang ratu berhenti bergerak, ia berteriak keras, seakan menandakan bahwa Sang ratu sudah siap untuk bertempur.


"Wahai pelindung dunia yang penuh kasih, lindungilah sosok yang gagah berani! [Belaian sayap sang tertinggi]!"


Sarah mengeluarkan sihir berkahnya kepada dua tank yang telah berlari kedepan. Cahaya putih bersih bersinar dan menyelimuti Togay dan RonaldoMessi.

__ADS_1


"[Berkah Sang Pelindung]!"


Saat RonaldoMessi telah tiba di depan Sang Ratu, Ia mengeluarkan spell untuk memperkuat dirinya. Kedua orang itu, telah mengeluarkan skil yang belum pernah di gunakan hingga saat ini.


*Kuang!


Tinjuan yang di lancarkan dari tangan kanan Sang ratu yang berbentuk seperti bor dari lilitan daun dan batang berduri menghantam perisai besar RonaldoMessi. Dampak yang di timbulkan membuat hembusan angin besar dari benturan tersebut.


Meski begitu, hanya 10% dari HP RonaldoMessi yang hilang. Pertahanannya masih kokoh tak tertembus dari serangan pukulan Sang ratu.


Berbeda dengan saat - saat sebelumnya, dimana penyerang menunggu RonaldoMessi memberi sinyal, saat ini seluruh tim telah melancarkan apapun yang mereka bisa untuk mengalahkan Sang ratu.


"serang saja! bos tidak akan pernah terkena provoke!"


IKILUA berteriak ke arah Impian yang masih bengong mematung. Impian masih menunggu sinyal dari para tanker, tetapi sayangnya tidak pernah datang.


Mendengar teriakan dari IKILUA, Impian tersadar dan maju kedepan.


"jangan berkumpul Impian! cari posisi lain!"


Michel berteriak ke arah Impian yang mendekat. Biasanya, posisi yang di miliki Impian berada di samping Michel. Karena hanya ada 4 penyerang utama jarak dekat, setiap posisi telah di ambil dan hanya Michel yang menyerang dan masih memiliki ruang sela untuk satu orang lagi menyerang.


Di teriaki Michel, Impian kebingungan mengambil langkah kemana ia akan berada. Posisi mana yang pas untuk menyerang Sang ratu.


Tidak ingin mengambil pusing, Impian melompat keudara dan melangkah pada lingkaran - lingkaran sihir yang di ciptakannya. Menyerang di mana posisi yang akan selalu kosong tanpa ada seorang-pun ikut menyerang di dekatnya.


-187600


-187290


-188100


*Lebih cepat!


-187971


Masih kurang, lebih cepat lagi*!


-188210


-188176


-187980


Impian memantul dari setiap lingkaran sihir yang tercipta dan menyerang Sang ratu. Kecepatannya semakin bertambah dengan dorongan dari lingkaran sihir tersebut, kakinya semakin lincah dari paduan sihir angin yang di terapkan, dan tangannya semakin cepat dalam menusuk atau-pun menebas.


Apa yang di lakukan Impian sangat gila, tidak hanya menghindari serangan teman satu kelompoknya yang mengarah pada tubuh Sang ratu, tetapi juga kecepatan yang di tunjukan tidak menurun sedikitpun.


"serang saja! jangan perdulikan dia!"


Entah bercanda atau percaya kepada Impian, IKILUA berteriak kepada yang lain saat melancarkan serangan mereka. Tingkah Impian yang menyerang bebas seperti itu, membuat yang lain panik akan serangan mereka terkena Impian bukannya tubuh Sang ratu.


Di teriaki oleh IKILUA, akhirnya seluruh penyerang tetap melancarkan serangan mereka.


Terlihat angin kencang berhembus dari arah IKILUA. Anak panah yang menempel pada busur yang di pegangnya telah terselimuti angin besar dan berputar - putar di sekitar anak panah.


"menjauh sebentar Impian!"


Michel yang melihat IKILUA telah mempersiapkan serangan besarnya, berteriak ke arah Impian. Kemudian Michel mengeluarkan berbagai gulungan dari inventarisnya.


"[Earth Spike Bruth]!"

__ADS_1


Redbullos menghantamkan kapak besarnya ketanah, hal itu menyebabkan paku - paku tanah muncul menusuk - nusuk tubuh Sang ratu. Seakan penjara tanah telah mengunci pergerakan.


"[Ice Ground Bind]!"


Reynold bahkan menambahkan sihir es pada tempat Sang ratu berpijak. Tidak hanya paku - paku tanah yang telah membatasi, tetapi sihir beku mengikat tubuh Sang ratu agar tetap di tempat.


*Wong! Nguaong! Wuoong!


Deru angin dari anak panah IKILUA semakin menderu. Hembusan yang tercipta, bahkan dapat terasa hingga di tempat Impian berdiri saat ini.


*Wuooossssuuuuooonnnngggggg!


Akhirnya anak panah itu di lepaskan dari busurnya. Melesat lurus dengan deruan angin yang merusak setiap tanah yang telah di lalui.


*Wrreeeeeaaakkk


Terdengar suara robekan dari kertas gulungan yang di keluarkan Michel sebelumnya.


*Wreeeeaaakkk


Sekali lagi, kertas gulungan di robek. Api biru besar yang entah dari mana muncul di depan Michel.


"Go!"


Michel menunjuk arah di mana anak panah itu sedang melesat. Api biru super besar berubah menjadi seperti ular dan terbang ke arah anak panah itu. Kecepatannya bahkan lebih cepat dari anak panah yang telah di lepaskan IKILUA.


Api itu melilit anak panah, seakan menyatu dengan deruan angin yang berputar di sekitar anak panah. Yang tadinya hanya ada angin berputar - putar di sekitar anak panah, sekarang telah berubah menjadi tornado api berwarna biru. Terbang melesat ke tubuh Sang ratu.


*KYAAAAKKKKKKKKK


Jeritan keras dapat di dengar keluar dari mulut Sang ratu. Anak panah tornado api itu seperti mengkoyak - koyak dan membakar tubuh Sang ratu.


-71208


-71208


-71208


-71208


....


....


Bahkan angka kerusakan, hasil dari api yang membakar, masih melayang di tubuh Sang ratu saat ini.


"Jangan buang - buang uang-mu Adik! simpan untuk situasi kritis!"


"tidak mau!"


Reynold yang melihat hal tersebut, berteriak ke arah Michel, yang di balas dengan menjulurkan lidahnya, menolak perintah yang ada dari kakaknya.


Serangan gabungan itu hampir tidak mungkin untuk di lakukan. Pemain biasanya hanya mengganti - ganti sihir dan memberi jeda untuk menerapkan hasil yang lebih baik.


Sihir atau skil yang masih melayang, akan mendapati mana yang berputar dan meliuk - liuk aktif di dalamnya. Jika terdapat mana lain yang berusaha menyatu, akan mengganggu pergerakan mana yang ada.


Sehingga akhirnya, membuat sihir atau skil tersebut meledak karena percobaan penggabungan.


Melihat dari hal ini saja, hal itu pasti di sebabkan oleh gulungan yang di robek oleh Michel. Karena perbuatan itu mustahil, gulungan tersebut pastilah sangat mahal.


Reynold yang melihat hal itu, memarahi adiknya karena membuang - buang uang hanya untuk melancarkan serangan di awal fase bos monster ini.

__ADS_1


"bos memasuki fase ke dua!"


__ADS_2