
[Mendapatkan mana Ether dalam jumlah besar]
[Mendapatkan mana Ether dalam jumlah besar]
[Mendapatkan mana Ether dalam jumlah besar]
[Mendapatkan mana Ether dalam jumlah besar]
[Mendapatkan mana Ether dalam jumlah besar]
Dalam prosesnya, pemberitahuan demi pemberitahuan dari sistem muncul satu persatu. Begitu pula dengan rasa sakit yang didapat begitu mana Ether memasuki tubuh dan bentrok dengan mana Faith.
"kamu menyerap terlalu banyak bocah"
"apa boleh buat bukan? mana Ether yang terkandung dalam lempengan batu terlalu banyak. Memang apa yang kamu harapkan?"
"berpikirlah secara logis, meski kamu dapat mengendalikannya, saat ini energi itu tetap saja membebani tubuhmu"
"berpikir logis? jalan apa lagi yang bisa dilakukan? melenyapkan mana Ether?"
Terlalu sayang untuk melenyapkan energi geratis didepan mata yang bisa didapat bagi Impian. Bagaimanapun, dirinya masih seorang player.
Menyia-nyiakan energi yang bisa didapat bagi seorang pemain untuk meningkatkan kekuatan, tidak akan dilepas begitu saja. Meski terdapat beberapa konsekuensinya, Impian tidak ingin melepas begitu saja.
"..tunggu, untuk saat ini?"
Impian memutar otaknya. Memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa diambil hanya untuk penyelesaian.
Berpikirlah!
Memaksakan kerja otak untuk berpikir berbagai opsi yang ada yang bisa diambil.
Isi dari quest saat ini...
Quest dadakan yang muncul dari sistem. Menyatakan untuk menghentikan kemunculan Asmodius dari ritual pemanggilannya.
Syarat dari kemunculannya...
Proses pemanggilan Asmodius tidak sepele. Kebutuhan dari mana Ether yang begitu besar dan ditampung oleh lempengan batu yang dijadikan sebagai media pusat.
Kebutuhan pasokan mana Ether yang begitu besar yang menjadi alasan bagi Impian untuk menyerapnya. Jika kandungan mana Ether pada lempengan batu habis, maka lempengan batu akan berhenti bekerja dan Asmodius tidak akan dapat terpanggil ketempat ini.
Kalau begitu bagaimana cara kerjanya...
Dengan ritual yang dilakukan dan mana Ether sebagai pondasi, sihir pemanggilan dilakukan. Sihir pemanggilan sudah bekerja dan berbagai portal yang berbentuk seperti cacing hitam tercipta.
__ADS_1
Dari sanalah Asmodius dan berbagai antek-antek monsternya datang. Meski saat ini masihlah monster-monster yang bisa dihadapi dan Asmodius yang keluar dari cacing hitam masih bagian jarinya saja.
Portal? cara kerja portal!?
Cara kerja portal selama ini yang Impian tahu dari berbagai portal yang telah dirinya temui, sudah tercatat dalam buku penelitinya. Begitupula dengan portal yang muncul saat ini.
Cara kerja portal membutuhkan sumber daya mana yang konsisten setiap saat. Penentuan kordinat, membuka ruang portal, kemudian mempertahankan keseimbangan bentuk portal dengan mana.
Jika saat ini portal telah terbuka, artinya proses kedua sudah berjalan. Hanya butuh untuk menyeimbangkan bentuk portal dengan mana Ether.
Maka dari sanalah monster-monster itu berhasil keluar. Lalu bagaimana dengan Asmodius yang masih hanya jarinya saja yang keluar?
Artinya pembukaan ruang portal masih dalam proses...
Berbeda dengan monster-monster lainnya, tubuh Asmodius pastilah lebih besar jika jari yang keluar sudah sebesar itu. Untuk dirinya melewati lubang cacing, dibutuhkan portal yang lebih besar agar Asmodius dapat melewatinya.
Dikarenakan Impian yang menyerap mana Ether pada lempengan batu, proses penyempurnaan portal menjadi terganggu. Hanya masalah waktu saja hingga Impian tidak lagi dapat menyerap mana Ether dan proses pembukaan portal oleh lempengan batu kembali berjalan.
"Hancurkan prosesnya! jika tidak bisa kacaukan saja!"
"Hahaha akhirnya kamu dapat berpikir jernih!, tetapi masih saja payah! menghancurkannya!? memangnya siapa dirimu? tidak mungkin dengan kemampuanmu saat ini dapat melakukan hal itu! kamu pikir proses yang sedang bekerja untuk memanggil makhluk yang hampir sekuat Diaval bisa kamu hancurkan? tidak mungki!"
Origin tertawa terbahak-bahak, bahkan mengolok-olok Impian dari hanya mendengar sepatah dua patah kata darinya saja.
sekuat Diaval? berarti jari itu memiliki lvl diatas seribu!?
Saat Impian berbicara dalam hatinya, Origin menyaut seakan dapat mengetahui apa yang Impian pikirkan. Memperingatkannya seberapa kuat makhluk-makhluk dari dunia lain di utara sana.
"kalau begitu mengacaukannya?"
"akhirnya kamu menggunakan otakmu!"
"bagaimana? sihir sudah bekerja, koordinat sudah ditetapkan, dan masalah waktu sebelum mana Ether membuka portal sepenuhnya... tunggu, membuka portal!?"
"apa? kau ingin menutup portal? tidak mungkin kamu bisa melakukannya, menutup portal dari sihir tingkat tinggi yang sudah bekerja"
"tidak... jika aku bisa, aku mungkin sudah menjadi seorang arcmage. Ini adalah sihir, cara kerja sihir adalah membuat jembatan. Lalu bagaimana jika jembatan itu dibuat bercabang? tambahkan bagian ujungnya, itu akan lebih mudah dilakukan, sehingga sihir tidak terpusat pada satu arah. Mana Ether tidak akan terfokus pada portal Asmodius, tetapi terbagi keberbagai arah. Buka sebanyak mungkin, hingga mana Ether habis karenanya"
"membuka banyak portal? apa kamu pikir makhluk itu akan senang? dia akan mengirimkan banyak pasukannya melewati portal yang kamu buat, mereka yang ada diluar harus menghadapi banyak monster-monster itu"
"itu lebih baik ketimbang menghadapi Asmodius dalam wujud penuhnya. Mereka saat ini bisa membantai monster-monster itu, hanya tambahkan saja lebih sedikit"
"HuaHuaHua, kamu tidak perduli dengan mereka untuk bekerja lebih keras huh? kurasa patut dicoba"
"sekarang, sekarang, bagaimana kita bisa menentukan titik kordinat untuk membuka portal"
__ADS_1
"gunakan kemampuan [The Great One Who's Order The Life] untuk memindahkan kesadaranmu dan memasuki portal, kemudian hubungkan mana Ether dari lempengan batu ketitik yang kamu tentukan"
"itu bisa dilakukan? akan aku coba!"
Atas rencana yang telah dibuat dan saran dari Origin, Impian memfokuskan skil [The Great One Who's Order Life]-nya. Mencoba memisahkan kesadarannya dari tubuhnya sendiri.
"bagaimana melakukannya?"
"fokus saja dan bayangkan menggunakan kemampuan [The Great One Who's Order The Life]!"
"hey, itu hanya teori, tidak ada dalam duniaku kemampuan seperti itu! bagaimana aku tahu caranya yang bahkan belom pernah aku coba!"
"fokus saja bocah!"
Membayangkan dan memfokuskan [The Great One Who's Order Life] agar dapat memisahkan kesadaran dari tubuh asli, seperti angan-angan yang terucap bagi Impian yang bahkan tidak tahu bagaimana melakukannya. Melihat saja belum pernah, apalagi harus melakukan untuk pertama kali.
apakah seperti roh yang meninggalkan tubuh?
Perlahan-lahan, pandangan Impian seperti menjauh dari tempatnya. Tubuhnya tetap diam, tetapi pandangan itu seperti tertarik dan berpindah dari tempatnya.
oh.....!?
Impian melihat dirinya sendiri yang sedang menyerap mana Ether dari lempengan batu. Melihat suutuhnya sosoknya sendiri seakan melihat tubuh orang lain dari pandangannya.
"*rasanya bekerja begitu saja?"
"tentu saja! kamu pikir kemampuan yang kuberikan selembeknitu?"
"ya, ya, entah kenapa aku bisa melakukannya semudah bernafas"
"fokus untuk melakukan apa yang harus kamu lakukan bocah"
"oke, oke..."
"fokus untuk memasuki portal!"
"aye, ye, sir*!"
Seperti sebuah hantu ataupun roh, kesadaran Impian melewati dan memasuki portal yang berbentuk cacing hitam. Mengabaikan yang lainnya yang sedang bertempur menghadapi mereka yang keluar dari cacing hitam.
Saat kesadaran Impian meninggalkan tubuhnya dan melewati yang lain untuk memasuki poratal, seseorang melihat kearah kesadaran Impian yang berbentuk seperti roh.
"ada apa penatua Feanor?"
"apa yang dilakukan tuan Impian? kenapa dia memasuki lubang cacing?"
__ADS_1
"hah? bukankah dirinya berada disana? aku tidak melihat apapun"
Penatua Feanor tidak berbicara dan menjelaskan apapun lagi. Fokus untuk menghabisi monster-monster yang ada dihadapannya.