INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 132 : DIBALIK PORTAL


__ADS_3

Tubuh Impian yang sekarang melayang dengan tampilan rohnya, terbang memasuki lubang cacing hitam. Meninggalkan tubuhnya yang berada disebelah lempengan batu dan orang-orang yang sedang bertempur.


Tampilan ruang seketika berubah. Lingkungan berbatu berwarna ungu super besar dapat dilihat dimana-mana.


Tampilan ruang gua, sarang dari dark elf yang dikelilingi hijaunya rimbunan daun hutan telah berganti menjadi tampilan lembah berbatu super besar berwarna ungu.


Setibanya Impian ditempat ini, tidak ada satupun pengumuman sistem yang memberitahu bahwa dirinya telah berpijak di dunia lain. Dunia Chaos tempat para monster-monster ini berasal.


Apakah itu karena Impian hanya berwujud kesadarannya saja?


Sehingga sistem tidak memberikan prestasi apapun maupun pengumuman seperti saat Impian menginjakan kaki di tempat Pine. Dunia yang berbeda dengan dunia utama, para pemain hidup saat ini.


Mengabaikan hal itu, saat ini Impian tercengang melihat banyaknya monster yang berkumpul disana. Pemandangan horor dari jumlah monster yang berbaris untuk melewati portal-portal yang ada.


"ini gila! berapa banyak dari mereka!?"


Ratusan? tidak, itu mencapai hingga ribuan monster yang berdiri disana. Puluhan monster super besar bahkan tercampur dan terlihat paling menonjol diantara ribuan monster-monster yang berkumpul itu.


Besarnya bahkan dapat menyamai sebuah gunung. Berdiri diantara ribuan monster yang menunggu di depan portal kecil yang terbentuk.


Saat Impian melihat pemandangan yang mengerikan di depannya, yang terlihat seperti seluruh pasukan kerajaan telah bersiap untuk menginvasi dengan kekuatan penuhnya. Sementara itu, di daerah tertentu dari pasukan monster yang berkumpul, pusat dari monster-monster itu, tekanan kuat dari makhluk yang memiliki kekuatan besar menekan dan mengguncang tubuh roh Impian.


Tidak seperti kutukan ataupun efek yang merugikan tubuh, tetapi perasaan dari kekuatannya yang sangat besar untuk menunjukan bahwa dirinyalah penguasa di tempat ini. Berbeda dengan efek kutukan yang dapat tertangkal oleh kemampuan kelas Avatar Origin Impian, perasaan dari tekanan kuat yang mendominasi itu hanya memang menunjukan sosok dirinyalah yang terkuat ditempat ini.


Mahkluk super besar lainnya yang berdiri tepat di depan portal dengan satu tangannya yang telah melewati lubang portal tersebut.


"lari bodoh! segera lakukan tugasmu!"


Suara keras Origin memperingatkan Impian yang sedang tercengan diam membeku ditempatnya.


Mata makhluk itu mengarah ketubuh Impian. Melihat dan memelototi Impian yang sedang mengamati lingkungan di tempat ini.


Makhluk itu yang terlihat seperti Gargoyle super besar dengan tubuh berwarna ungu dan merah yang bercampur menjadi perpaduan dari perwujudan super seram bagi makhluk modern.


Penampilan itu menunjukan seberapa ganas makhluk itu bahkan hanya dari diam ditempatnya. Dengan lima tanduk super besar yang mencuat dari kepalanya, menghiasi penampilan mahkluk tersebut dari penampilan seram yang didapat.


Dibelakang tubuhnya, terdapat duri-duri tajam yang membentuk seperti sebuah sayap super besar. Dengan ke-enam matanya melihat ke-arah tempat Impian berada.


"sial! makhluk itu sudah mengunci keberadaanku! kenapa dia bisa melihatku!?"


Mendengar peringatan dari Origin, Impian mengutuk kesialan dari keadaan yang menimpanya. Wujud roh saat ini membuat Impian lengah karenanya, merasa tidak akan ada satupun keberadaan saat ini yang akan dapat melihatnya.


Sehingga begitu dirinya melewati portal dan melihat apa yang disajikan di depannya saat ini, membuat Impian ingin lebih mengamati setiap makhluk yang ada di sini. Begitu tekanan dari kekuatan besar mengarah padanya dan mendengar peringatan Origin, Impian terbangun dari kecerobohannya bahwa ada keberadaan yang dapat melihat dirinya saat ini.


"tenang bocah! makhluk itu tidak akan beranjak dari tempatnya, lihat kembali apa yang sedang 'ia lakukan. Paling-paling makhluk itu hanya akan menyerangmu dari jauh, dengan [The Great One Who's See The Truth] kamu bisa memprediksi proyektil serangannya. Hanya makhluk itu yang saat ini melihat dirimu! fokus saja menempatkan titik kordinat portal!"


"aye, ye sir!"


Impian yang begitu merasakan tekanan kuat dan melihat makhluk tersebut memelototinya, langsung berlari dan menjauh karena panik. Begitu kata-kata Origin terdengar, hati Impian yang tertekan menjadi lebih tenang karenanya.


Makhluk super besar itu yang memiliki tekanan kuat dan dapat dirasakan oleh Impian diposisinya saat ini, yang sedang melakukan sesuatu pada portal dihadapannya, hanya dapat ditarik satu kesimpulan dari itu, dia adalah Asmodius! makhluk yang dikatakan Origin dan memiliki kemampuan setara dengan Diaval! makhluk dengan level yang sudah mencapai angka 1000!


Tidak mungkin Impian akan tetap tenang setelah makhluk itu memelototi dirinya saat ini. Makhluk yang memiliki level lebih dari 10 kali-nya Impian, sedang melotot dan mengancam Impian yang sedang berdiri dan mengamati keadaan saat ini.


"tentukan saja kordinat secara acak, tidak perlu memikirkan posisi portal. Yang terpenting saat ini adalah membuka portal sebanyak-banyaknya. Tenang saja, portal yang akan terbuka tidak akan dapat dilewati makhluk-makhluk yang lebih kuat dari makhluk yang sudah keluar di tempat sana"

__ADS_1


"kamu cukup banyak bicara hari ini huh? tetapi, siap laksanakan! ...meski begitu, masih ada yang kurang saat ini... monster-monster itu berjumlah lebih banyak dari perkiraan. Mereka yang ada diluar hanya akan terbantai dengan jumlah yang lebih besar seperti ini. Aku mengira jumlahnya hanya akan puluhan, paling banyak ratusan dari mereka.. Aku tidak tahu jika akan mencapai ribuan dari monster-monster ini"


"kukira kamu tidak akan perduli pada mereka yang berada diluar? ternyata kamu masih menghawatirkan mereka huh?"


"tidak, kamu salah paham. Aku tidak perduli jika mereka dalam posisi sulit dan tertekan, bukan dalam posisi kekalahan. Kemenangan masih harus dibutuhkan. Jika tidak hadiah quest yang didapat tidak akan maksimal"


"quest?"


"sesuatu yang dicari oleh kami, para pemain"


Sembari berbincang dengan Origin, Impian berlari dan meletakan kordinat portal yang akan dibukanya. Hanya berlari dan meletakan titik portal disetiap sepuluh langkah dirinya berlari.


"dia datang!"


"sialan!"


Mendengar peringatan dari Origin, Asmodius menunjuk kearah Impian dan menembakan berbagai sihir hitam dari jarinya. Kecepatan proyektil sihir begitu cepat!


Jika tidak ada peringatan garis lurus berwarna merah dari skil [The Great One Who's See The Truth], Impian tidak akan sempat menghindarinya.


*Boom!


*BOMM!


"Aaaaaaa!"


Begitu proyektil sihir terkena dataran tempat Impian awalnya berpijak, ledakan besar mengikuti setelahnya. Berbagai lubang dan retakan dapat terlihat dari hasil proyektil sihir Asmodius.


-28120


Impian yang menghindari proyektil sihir, terpental beberapa meter dari guncangan ledakan serang sihir itu. Angka kerusakan berwarna merah muncul meski hanya terkena hempasan angin dari ledakan.


"apa kamu bodoh!? serangan makhluk kuat seperti itu memangnya selemah apa!? kenapa juga kamu hanya menghindari serangannya dengan jarak setipis itu!? hindari lebih jauh!"


*BOOOMMM


*BOOOOMMM!


"Aaaaaaaaaaaaaa! lagipula apa-apaan itu!? serangannya sudah seperti rudal saja!"


Berbagai puluhan proyektil sihir menyerang Impian secara bertubi-tubi. Ledakan demi ledakan bergema setiap kali proyektil sihir itu menghempaskan tanah.


Impian masih bisa menghindarinya dan mengikuti saran Origin dengan menghindar dan melompat lebih jauh dari sebelumnya. Hanya saja, serangan itu terus-menerus dilepaskan oleh Asmodius meski jarak antara mereka masih puluhan meter jauhnya.


Melihat Asmodius yang menyerang tempat kosong berkali-kali dan ledakan yang tercipta karenanya, membuat seluruh monster yang ada disekitarnya terganggu. Mereka semua melihat dan bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan oleh pemimpin mereka, kenapa dirinya tiba-tiba menyerang tempat yang kosong.


"AsMosSuArDiGu JaDeRoTaDi!"


Asmodius berteriak dengan bahasa yang tidak dipahami oleh Impian. Teriakannya membangunkan para monster yang ada ditempat ini.


Empat monster dengan penampilan paling berbeda dengan monster-monster umum yang lainnya, mulai melantunkan berbagai sihir ataupun serangan jarak jauh dengan sasaran yang sama dengan Asmodius. Berbagai serangan dilancarkan ketempat kosong yang tidak dapat dimengerti oleh monster-monster lainnya.


"sialaaaannnnn! adalagi yang ikut menyerang! apa mereka juga bisa melihatku!"


"tenanglah bocah! hanya mahkluk itu yang saat ini bisa melihatmu!"

__ADS_1


Memang benar apa yang dikatakan oleh Origin. Serangan-serangan jarak jauh yang dilancarkan oleh monster-monster disamping Asmodius hanya serangan yang mengikuti.


Seakan serangan itu menunggu kemana Asmodius akan menyerang dan melancarkan serangan lanjutan dari mereka. Mereka masih menunggu dimana mereka harus menyerang tempat yang mereka tidak dapat lihat sasarannya.


*Booommm


*Booooommm!


*BOOOOMMMM!


*BOOOOOMMMMM!


"Lalu kenapa ada dua serangan yang terbang bersamaan dengan serangan Asmodius!"


"perhatikan dirinya, hanya satu monster saja yang melakukannya. Dia melihat kemana arah mata Asmodius memandang dan mengerahkan serangannya kesana. Sudah-ku bilang, hanya makhluk itu yang dapat melihatmu saat ini"


*Booommm


*Beeedduuuuuuummmmm!


Berbagai serangan dan ledakan setelahnya menggempur tempat ini. Monster-monster lainnya yang terlihat seperti bawahan tercengan dengan apa yang terjadi. Para pemimpin mereka seperti sedang marah dan menyerang serta memporak-porandakan lingkungan yang tidak ada siapapun disana.


Bahkan saat Impian berlari dan berkerumun diantara pasukan monster yang sedang berbaris, Asmodius dan ke-empat lainnya tidak segan-segan menyerang dengan serangan jarak jauhnya. Serangan dan ledakan itu ikut melukai para monster yang ada.


"Hahaha! kalau begini aku bisa mengurangi jumlah mereka dengan mudah!"


Serangan Asmodius dan empat bawahannya tidak memperdulikan teman mereka sama sekali yang terkena dampak serangan itu. Keheningan menunggu giliran untuk memasuki portal yang terbuka pecah. Kerusuhan timbul dimanapun Asmodius dan ke-empat bawahannya melancarkan serangan.


Saat serangan ke-enam dari kelima orang itu dilancarkan dan memporak-porandakan barisan monster, Impian menunggu serangan lanjutan datang.


...


...


Sayangnya, hanya saat Impian menunggu serangan lanjutan datang dari Asmodius, Tidak ada pergerakan lebih darinya, tidak ada serangan lanjutan yang datang dan menghempaskan Impian. Asmodius kembali berteriak dan kembali berfokus pada portal dihadapannya.


Serangan itu berhenti dan tidak ada kelanjutan darinya, mereka kembali fokus pada portal yang sudah terbuka dihadapan mereka.


"apa!? mereka berhenti!? masih terlalu banyak monster ditempat ini! hey, ayo serang kembali!"


Seberapa keras-pun Impian berteriak, Asmodius mengabaikan Impian dan berfokus pada portal dihadapannya saja. Ke-empat bawahannya yang ikut menyerang juga tidak dapat berbuat apapun jika tidak bisa melihat apa yang mereka harus serang.


"cih! harus memikirkan jalan lainnya! ayolah cepat, cepat! bekerjalah otakku!"


Rencana dadakan demi mengurangi jumlah monster yang ada karena serangan Asmodius dan ke-empat bawahannya sudah tidak dapat bekerja. Meski monster-monster yang ada tidak dapat melihat wujud Impian yang berbentuk roh saat ini, Impian tidak dapat menyerang monster-monster disekitarnya dengan wujudnya saat ini.


Seakan dirinya hanya bisa melakukan penempatan titik koordinat portal yang akan dibuka. Seberapa keras Impian mencoba menyerang, tidak berguna sama sekali dan hanya menembus tubuh mereka begitu saja.


"huahuahua, sudah hentikan saja. kamu tidak bisa melukai mereka dengan wujudmu saat ini. seonggok roh ingin melukai tubuh fana!? kamu hanya bisa berminpi, saat ini kamu hanya berwujud kesadaran saja"


"bukankah tidak adil!? mereka dapat melukaiku, tetapi aku tidak bisa melukai mereka!"


Berbagai uji coba Impian lakukan hanya demi dirinya dapat mengurangi jumlah monster yang ada. Akan tetapi semua itu terlihat percuma dan sia-sia saja, tidak ada satupun percobaan Impian yang berhasil bahkan melukai monster-monster yang tersebut.


Diiringi tawa Origin yang terus-menerus terdengan dikala Impian mencoba melukai monster-monster ini yang berjumlah ribuan. Tidak ada satupun pergerakan dan rencana Impian yang berhasil.

__ADS_1


Monster-monster yang menunggu untuk melewati portal masih berjumlah sangat banyak. Seakan seluruh pasukan kerajaan siap untuk menginvansi.


"tunggu! seakan suluruh pasukan kerajaan!? pilihan terakhir yang bisa aku gunakan! semoga mereka sempat datang!"


__ADS_2