INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 151 : KEMENANGAN DIAWAL?


__ADS_3

"tunggu, bukankah dia orang yang ada di streaming dua hari yang lalu!?"


"orang yang sedang viral itu?"


"tentu saja! memang siapa lagi yang membuat event saat ini menjadi begitu terkenal!"


Melihat pergerakan Impian yang begitu luar biasa melawan monster-monster hutan yang ada, tentu saja akan membuat kehebohan disekitarnya. Salah satu pemain yang melihat kearah Impian, mengenali wajahnya yang telah terkenal hanya dalam semalam dan baru saja terjadi beberapa hari lalu.


"dengan pergerakan seperti itu?"


"benar! tidak mungkin seorang pemain memiliki kemampuan seperti itu saat ini"


"Ada beberapa ksatria kerajaan yang ikut dalam pertempuran. Mungkin saja dia salah satu ksatria yang dikirim ketempat ini"


Akan tetapi, penyangkalan itu masih terbentuk di pikiran mereka. Bahkan dot hijau kecil di atas kepala Impian sebagai penanda seorang pemain dihiraukan oleh mereka.


"terserah kamu percaya atau tidak! orang itu benar-benar mirip dengan orang yang ada di streaming 2 hari lalu"


Menghiraukan tanggapan dari para pemain, Impian masih tetap melanjutkan membantai monster-monster yang ada. Skil [Menghiraukan Pertahanan] sudah dapat dipakai kembali, itulah sebabnya kekuatan yang di tunjukan sangat luar biasa.


Bahkan monster-monster yang berkulit tebal ataupun memiliki pertahanan tinggi, dibuat oleh Impian seakan bukan hal yang besar.


Hanya seorang diri saja, Impian telah menghabisi hampir setengah dari monster yang ada di arah timur. Tidak berhenti, bahkan Impian melaju hingga ke bagian utara.


Tidak tetap bertarung di wilayah ini dan menghabisi seluruh monster di timur. Tujuan Impian hanyalah mengeliminasi sebanyak mungkin, karena itulah Impian bergerak hingga kebagian utara dan menargetkan monster yang memiliki level tidak begitu tinggi saja.


Saat sedang fokus mengeliminasi monster-monster yang ada, didepannya Impian melihat sesosok besar yang menghajar tubuh monster dengan kapak besarnya. Sama seperti Impian yang membantai-bantai monster yang ada, sosok itu tidak berbeda jauh, setiap tebasan kapak besarnya, tubuh monster terbelah dua begitu saja.


"ho... aku melihat disana masih terdapat banyak monster, apa yang kamu lakukan disini bocah?"


Sosok pemegang kapak besar itu berhenti di depan Impian.


"hahaha, paman Gerald, bukankah tidak berbeda denganmu? masih banyak monster disana juga?"


Impian membalas kata-kata sosok pemegang kapak besar itu yang ternyata Gerald. Seorang beastman singa yang bertubuh besar dan kekar.


"ah, HaHaHa, aku tidak sadar tiba-tiba sudah berada disini. Lalu berapa total angka yang sudah kau bunuh?"


"247"


"apa!? jangan berbohong!"


Impian yang dengan polosnya menyatakan kepada Gerald, membuat Gerald tidak percaya dengan yang Impian ucapkan.


"kau bisa melihatnya sendiri"

__ADS_1


Impian menyerahkan [Kristal Perekam Kebenaran] kepada Gerald.


"kurgh, hanya berbeda beberapa angka saja!-"


Setelah melihat angka yang ditunjukan [Kristal Perekam Kebenaran] Impian, Gerald menyerahkan [Kristal Perekam Kebenaran] kembali kepada Impian.


"aku akan segera menyusulmu!"


"benarkah? aku melihat jumlah monster disana jauh lebih banyak dibanding tempatku"


"krrh, kita lihat saja, aku akan menyusulmu dan memperlihatkan seberapa jauh perbedaan kekuatan kita!"


Gerald semakin tertekan atas ledekan Impian. Kesal dengan pencapaiannya yang tertinggal dari orang yang memiliki level jauh dibawahnya, dirinya langsung kembali menyerang monster-monster yang ada untuk mengeliminasi mereka.


Tentu saja dirinya akan tertinggal beberapa nomer dalam jumlah keseluruhan yang dirinya eliminasi. Dengan mode berkserk-nya yang tidak dapat digunakan dan cara dirinya mengelimanasi dengan memilih-milih monster yang tidak dihadapi siapapun, waktu yang diperlukan akan semakin lama.


Berbeda dengan Impian yang menyerang monster manapun, baik sedang dihadapi orang lain dengan cara mencuri pembunuhan terakhir, ataupun mengeliminasi monster yang memiliki level terkecil diantara monster lainnya. Gerald akan merasa malu dan harga dirinya terpukul jika menghadapi monster lemah, hal itu membuat perbedaan karena Impian akan membutuhkan satu atau dua kali serangan, sedangkan Gerald akan membutuhkan beberapa pukulan yang menyebabkan waktu mengeliminasi lebih lama.


Melihat Gerald yang tertekan, Impian mengepalkan lengannya penuh kemenangan dan kembali menghabisi monster-monster disekitarnya. skil [Mengabaikan Pertahanan] masih aktif dan Impian belum perlu kembali untuk pemulihan, tidak ingin membuang-buang waktu pengaktifan skil yang masih berjalan, dirinya melanjutkan.


"itu seorang pemain"


"apa yang kau bicarakan Goirela?"


Tiga orang pemain yang berada di wilayah utara dari penyerbuan monster melihat Impian yang sedang berbicara berdua dengan Gerald. Dikarenakan Impian yang sedang diam saat berdiri berbicara dengan Gerald, dot hijau diatas kepalanya terlihat jelas.


Melihat bahwa Impian sudah dipastikan seorang pemain, Jester menunjuk Impian dan memberitahu teman-temannya. Lebih menjelaskan apa yang dimaksud Jester, teman lainnya memberitahu bahwa wajah Impian sama dengan wajah orang yang melakukan streming dua hari lalu dan orang yang menyebabkan event saat ini menjadi besar.


"ah, kau benar Xeper!. ...tunggu, ada yang aneh. Aku mengikuti siarannya hingga akhir"


"lalu apa yang aneh dari situ"


"biar aku menjelaskan dulu! kau berhenti menontonnya setelah dia dibawa ke garis belakang! hanya dengarkan!"


Sewaktu Impian melakukan live, dirinya memang sempat lupa mengakhiri stream-nya. Memang masih banyak penonton yang menonton hingga akhir hanya untuk berharap terdapat informasi yang terlewat selama Impian stream, tetapi dari energi bola hitam meledak hingga Impian dibawa ke barak pemulihan hanya tontonan yang membosankan, jadi wajar saja jika Xeper berhenti menonton Impian ditengah jalan.


Berbeda dengan Bolang yang menonton hingga akhir. Hanya saja, saat dirinya bersemangat ingin menjelaskan lebih jauh, Xeper memotongnya-


"orang itu terkena kutukan dan harus disembuhkan oleh para penyembuh dibarak pemulihan. Aku datang kesana dan tidak dapat menemukan dia sama sekali. Aku bertanya kepada beberapa orang disana, kutukan yang diterimanya begitu parah dan tidak dapat disembuhkan oleh penyembuh di barak pemulihan. Kabar yang aku dapat, dirinya dibawa kembali ke istana kerajaan Onteral untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Dari informasi itu, ada kejanggalan disini.."


"apa itu?"


"apa kamu tahu, bahwa kerajaan Onteral mengirim penuh pasukan mereka ketempat ini. Seluruh orang dengan kemampuan terhebat Onteral dikirim, jadi jika ditempat ini tidak ada yang dapat memulihkannya, siapa di istana yang dapat memulihkan dia hanya dalam dua hari?"


"tentu saja orang-orang istana? raja mereka mungkin?"

__ADS_1


"Tidak ada satu informasipun raja elf memiliki kemampuan penyembuhan tingkat tinggi. Bahkan aku melihat ksatria druid terhebat mereka yang memegang posisi Daun Borneo ada ditempat ini. Dia orang yang berada disebelah orang itu saat melakukan penyembuhan sewaktu stream sedang berlangsung, dan ksatria druid elf itu bahkan tidak mampu memulihkan kutukan orang itu"


Yang dimaksud Bolang dengan penyembuh ksatria druid elf itu adalah Nowe. Nowe yang memegang salah satu posisi ksatria tertinggi di Onteral, tentu saja setiap pemain yang mengumpulkan informasi mengenai kehebatan orang-orang kerajaan Onteral akan mengetahui keberadaannya.


Dalam stream Impian, Nowe berada disana dan berusaha menyembuhkannya. Hanya saja gagal dan tidak berhasil, sehingga Impian dibawa kembali ke istana kerajaan.


"mungkin masih ada penyembuh hebat di istana kerajaan. Tunggu! dia dibawa ke istana!? belum ada kabar satu-pun pemain yang dapat memasuki istana kerajaan dimanapun kerajaan itu berasal!"


"kamu tepat dalam satu kecurigaan. Selain itu, tidak ada satu informasi-pun yang mengatakan bahwa ada penyembuh yang lebih hebat dari deuid Nowe itu, tetapi apa yang kita lihat saat ini, dia ada disana dan terlihat sudah pulih"


"...."


Xeper tidak bisa membalas kata-kata Bolang sama sekali. Dalam kelompok mereka, pengumpul informasi dan investigasi adalah Bolang, kemampuannya sangat dipandang pada kelompok mereka. Jika Bolang sudah mengatakan seperti itu, mau tidak mau Xeper akan mempercayainya.


Padahal, apa yang dikatakan Bolang adalah informasi tingkat tinggi kerajaan Onteral. Kemampuan orang-orang mereka yang yang hanya memiliki penyembuh terhebat mereka, yaitu Nowe, tanpa ada orang lain yang memiliki penyembuh lebih hebat.


Jika Nowe, sebagai druid penyembuh terhebat kerajaan Onteral berada disini dan tidak dapat memulihkan Impian, maka untuk apa mereka membawa dirinya kembali ke istana kerajaan. Hal tersebut yang dicurigai Bolang tidak bisa dibantah kembali oleh Xeper.


"aku dengar dia sudah menjadi salah satu ksatria suci Lorena. Mungkin Sang Saintess ada disana?"


"tidak, Saintess masih di Lorena. Lorena sendiri hanya mengirim beberapa pendeta tinggi mereka ketempat ini. Dan itu juga, tidak dapat memulihkan orang itu, lalu untuk apa dia dibawa ke istana?"


"lupakan tentang itu, masih banyak yang kita tidak tahu. Kita bisa bertanya padanya sendiri. Aku juga berniat untuk berdagang informasi padanya, kelas-ku yang membutuhkan 'mana hitam' dimana dia dapat mengendalikan mana 'itu' sepenuhnya. Aku butuh informasi darinya"


Goirela yang diam dan hanya mendengarkan sedari tadi, berbicara dan memotong pembicaraan mereka berdua.


"ah, kelas epic-mu!, ya, orang itu mungkin tahu sesuatu. Lagipula aku juga ingin mengetahui informasi banyak hal darinya"


"sekarang? apa kamu lihat dengan siapa dia sedang berbicara? Beastman Gerald dari WildManoor!"


Yup, Impian sedang berbicara berdua dengan Gerald. Mereka yang mengetahui informasi mengenai NPC-NPC hebat di server asia tenggara, tentu mengetahui siapa sosok yang sedang berbicara dengan Impian.


Mengganggu pembicaraan sosok sehebat itu?


ah, mereka tidak akan berani mengganggu. Urusan mereka dengan orang dihadapan Gerald, seorang pemain yang menurut mereka tidak lebih penting dari Gerald dan lebih mudah dihadapi.


"aku tahu! maka dari itu kita tunggu agar tidak mengganggu beastman itu!"


"ah, Gerald sudah pergi. Ayo kita hampiri!"


Saat mereka telah memutuskan untuk mendekati Impian dan berjalan beberapa langkah dari tempatnya, Impian telah selesai berbicara dengan Gerald dan melanjutkan menyerang monster-monster yang ada.


Mereka bertiga berhenti melangkah, terdiam ditempatnya. Mereka terpana dengan pergerakan Impian.


"apa kamu yakin dia seorang pemain dan bukan NPC?"

__ADS_1


__ADS_2