
"hey Togay, Impian bilang stat AGI dan DEX yang kamu miliki tinggi, lalu kenapa kamu menjadi tanker?"
Saat ini, Alice, IKILUA, dan Togay sedang menunggu Impian yang sedang menuju tempat pembendaharaan skil ksatria suci. Sembari menunggu Impian, Alice bertanya kepada Togay.
"ah, Impian yang menyarankan untuk meningkatkan stat AGI dan DEX cukup tinggi. Setelah mencapai kecepatan gerak yang sesuai, sisa poin stat, aku masukan kedalam VIT, WIS, dan INT. Perbandingannya adalah 3:1:1 dewi Alice"
"lalu berapa tinggi stat AGI dan DEX yang harus kamu tingkatkan?"
Mendengar pembicaraan itu, IKILUA ikut nimbrung dan bertanya kepada Togay.
"100 di Dex dan 50 di AGI. Jika menemukan musuh umum yang tidak bisa di ikuti dalam menghindar kedepannya, Impian mengatakan untuk menambah stat DEX kembali"
"sangat tinggi untuk seorang tanker memasukan poin selain VIT, lalu mengapa kamu masih dapat bertahan dari serangan bos waktu di dengeon?"
"ah, tentu saja perlengkapan-ku yang OP! Saat ingin mengawal Saintess, Impian membawa-ku ke tempat gudang senjata para ksatria Lorena. Karena jabatan yang di miliki Impian sebagai calon ksatria suci dan entah mengapa para penjaga tempat itu mengetahui aku sebagai pengikut Impian, mereka memperbolehkanku mengambil beberapa perlengkapan begitu saja. Mereka bilang bahwa pengawal yang mengawal Saintess menuju tempat pertemuan antar pemimpin kerajaan tidak boleh terlihat lusuh dan harus terlihat kuat dari segi penampilan. Maka dari itu, aku dapat mengimbangi dalam pertahanan sebagai tanker"
Di dalam INK START FANTASI, peralatan umum yang beredar dalam permainan, tidak memiliki batasan penggunaan. Kecuali itu perlengkapan khusus seperti gelang accessoris Impian, setiap pemain dapat menggunakan perlengkapan OP meski memiliki level rendah.
Tentu saja, sebagus apapun perlengkapan umum yang di kenakan pemain, tidak akan sebanding dengan perlengkapan khusus yang memiliki batasan penggunaan. Contohnya saja gelang yang di pakai Impian, mengabaikan 100% pertahanan musuh seutuhnya, efek yang di berikan sangat tidak masuk akal untuk para permainan.
Pengembang game INK START FANTASY pernah bilang, hal tersebut untuk menyeimbangkan peralatan yang sulit di dapat dari jarahan monster. Pemain yang bergantung pada peralatan yang di buat sepenuhnya, akan lebih terbantu dengan banyaknya peralatan yang tidak memiliki batasan pemakaian.
Di awal permainan, memang sempat terjadi kericuhan. Pemain yang bermain dengan Free-to-Play akan kalah saing dengan pemain Pay-to-Win. Tidak adanya batasan peralatan yang di kenakan pemain, seorang Pay-to-Win akan memimpin jauh di depan.
Sayangnya, seiring waktu berjalan, pemain menemukan banyak faktor di dalam INK START FANTASY. Pemain yang berbakat-lah yang sering memimpin di depan, bukan perbandingan F2P atau P2P lagi.
Meski peralatan umum dapat menunjang game-play pemain, tetapi tambahan kelas, pekerjaan, skil, sihir, dan stat yang dimiliki pemain, berpengaruh besar dalam permainan. Seorang pemain F2P yang bekerja keras, akan memimpin di depan dari pada pemain P2P.
Yah, meski umumnya, pemain P2P yang menghabiskan banyak uang dalam permainan, akan memimpin jauh pemain F2P yang hanya memainkan INK START FANTASY sesekali. Seseorang yang tidak berusaha keras akan selalu tertinggal dengan seseorang yang telah memiliki privilege dalam kehidupannya. Uang banyak sebagai contohnya.
"kukira kamu mendapatkan peralatan bagus dari akun utamamu sebagai pedagang"
__ADS_1
"haha itu rencana awalnya, tetapi Impian memberikanku jalan, sehingga lebih mudah saat ini"
"lalu, ingin menjadi tanker seperti apa kamu? pertahanan yang tidak terlalu tinggi, juga menaikan stat sihir dan mana... apa sebagai paladin?"
"ya, Impian berkata bahwa paladin adalah kelas yang tidak memerlukan tekhnik tinggi. Karena aku yang tidak berpengalaman dalam bertarung, menahan dan mensupport akan lebih baik. Jadi tujuan awal adalah seorang paladin, tetapi jika ada kelas yang lebih cocok untukku, aku akan mengambil kelas itu ketimbang kelas paladin"
"aku setuju dengan Impian, cara bertarungmu waktu di dalam dungeon, lebih cocok sebagai paladin jika mengabaikan gaya menghindar-mu dari serangan bos. Aku masih aneh dengan pemikiran untuk menaikan stat AGI dan DEX bagi seorang tanker"
"lalu, beberapa sihir penyembuhan yang kamu miliki, apa itu dari kelas Priest-mu?"
"ah! benar! aku lupa mengambil kelas kedua-ku! padahal aku sudah melewati level 50! aaaaaa bagaimana ini!?"
Saat Alice menanyakan sihir penyembuhan yang berkali - kali Togay keluarkan waktu bertarung di dalam dungeon, Togay mengingat bahwa dirinya belum mengambil kelas keduanya.
Bagi Togay yang memiliki tujuan sebagai paladin, kelas ksatria dan pendeta harus di dapatkan terlebih dahulu. Kelas ksatria adalah tingkatan yang lebih tinggi dari kelas warior, sedangkan kelas pendeta pendeta merupakan tingkatan yang lebih tinggi dari kelas priest(imam).
Untuk mengambil kelas kedua untuk seorang pemain, level 50 di haruskan untuk tercapai terlebih dahulu. Hal tersebut merupakan sesuatu yang umum untuk para pemain.
"pergilah, aku akan memberitahu Impian untuk menunggumu"
"cepatlah gendut!"
"ya, ya, elf! tunggu aku, aku pergi!"
...----------------...
Di salah satu gedung dengan banyak buku dan lembaran gulungan yang di tata rapi pada rak - rak yang berjejer, Impian sedang di pandu oleh seorang NPC. Beberapa skil yang dapat di pelajari terbagi kedalam beberapa kelompok.
Tempat ini, merupakan area khusus bagi para ksatria yang telah memiliki ijin untuk memasukinya. Tidak sembarang orang dapat keluar masuk begitu saja.
Pemandu tersebut yang telah mengenal Impian sebagai calon ksatria suci, memandu dengan ramah. Berbagai penjelasan akan di bagikan saat Impian bertanya tentang isi dari buku ataupun gulungan skil yang di tanyakan Impian.
__ADS_1
"saya mendengar tentang kehebatan anda dari para ksatria, jika anda masih bingung, bisakah saya memberi rekomendasi kepada anda?"
"ah, mungkin itu lebih baik! apa ada rekomendasi untukku?"
"kalau begitu, silahkan melihat sendiri skil yang saya rekomendasikan kepada anda, mari saya tunjukan jalannya"
NPC itu berkata dan memimpin jalan menuju lantai atas. Impian mengikutinya dari belakang.
"saya mendengar anda adalah seorang 'Chosen One', baik dalam gerakan lincah anda, maupun sihir anda yang tanpa rapalan"
Sembari berjalan menuju lantai paling atas, NPC tersebut mengembor - gemborkan keahlian Impian yang di dengarnya dari rumor.
"saya juga mendengar dari tuan Saron sendiri, bahwa anda sangat ahli dalam pengendalian mana. Jika apa yang saya dengar itu benar..."
NPC itu berhenti di depan rak-rak yang berwarna keperakan. Meski rak tersebut berwarna sama dengan rak lain yang ada di lantai ini, ukiran rak tersebut terlihat berbeda dengan yang lainnya.
"anda lebih baik memilih skil-skil yang ada di sini. Yang ada di sini merupakan skil turun temurun dari ksatria suci sebelumnya. Meski skil-skil ini di kabarkan belum sempurna, tetapi perkembangan skil-skil ini akan sangat hebat jika di sempurnakan"
"belum sempurna? maksudnya?"
"ya, skil-skil yang ada di sini belum sempurna menurut penciptanya. Para ksatria suci yang menciptakan skil-skil ini, belum berhasil menyempurnakannya karena usia mereka-"
Apa yang di jelaskan oleh NPC pemandu ini cukup panjang. NPC pemandu menjelaskan tentang latar belakang kenapa ksatria suci sebelumnya menciptakan skil dan penerusnya yang gagal menyelesaikan skil yang di ciptakan.
Tidak hanya skil itu sendiri yang sulit di pelajari, tetapi batasan tubuh manusia, entah itu usia ataupun elemen yang terikat di dalam dirinya sejak lahir, membatasi diri mereka dalam menyempurnakan skil.
"ah, jadi skil - skil disini adalah skil eksklusif?"
"tepat seperti yang anda katakan. Sebagai 'Chosen One', pengembara dari dunia lain, orang yang tidak terikat dengan kematian dan orang yang ahli dalam pengendalian mana. Saya percaya anda dapat menyelesaikan skil yang belum sempurna ini. Maka dari itu, saya menyarankan anda untuk mempelajari skil yang ada di sini"
Apa yang di tawarkan oleh NPC pemandu memang sangat masuk akal. Pemain yang sejak kehadiran pertama mereka hampir tidak berubah sama sekali, dan lagi pemain sendiri tidak terikat akan kematian itu sendiri, akan memiliki banyak waktu untuk mempelajari skil yang belum di sempurnakan itu.
__ADS_1
Apalagi tubuh pemain yang terus saja termodifikasi. Elemen dari tubuh pemain semakin berkembang, berbeda dengan manusia yang hidup di dunia ini, mereka terikat akan elemen yang mereka miliki sejak lahir.
Pemain dapat melangkah lebih jauh jika dibandingkan dengan manusia di dunia ini. Ketidak terikatan pemain akan elemen yang ada dalam diri mereka, membuat pemain bisa menjadi apa saja sesuai dengan tujuan mereka bermain.