INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 85 : PERUBAHAN YANG MULAI TERJADI


__ADS_3

"wooooooaaaahhhhhhh..... apa itu, apa itu, apa itu?"


Semenghilangnya tubuh bos terakhir dan munculnya pemberitahuan sistem atas penyelesaian dungeon yang mereka jarah, Jackfruit heboh menghampiri Impian. Serangan sebelumnya dengan meminjam petir dari gulungan yang di robek Michel, memberikan jumlah kerusakan yang luar biasa.


Tidak hanya Jackfruit yang heboh, meski yang lainnya tidak menyuarakan keributan seperti dirinya, tetapi satu persatu dari mereka mendekat.


"kamu bisa memanfaatkan sihir seseorang seperti itu?"


Alice bertanya pada Impian. Sebagai seorang penyihir, tentu saja rasa keingintahuannya tergelitik.


Tidak hanya Alice yang merasa penasaran, bahkan wajah Reynold dapat terlihat keingintahuan terpancar dari matanya. Berdiri di samping bersama yang lainnya, seperti anak kecil yang menunggu cerita dari ayahnya.


Mereka bahkan tidak memperdulikan hasil dari jarahan yang di dapat dari bos terakhir, Queen Druid Vines.


"haha yah... itu berbeda dari sihir yang lainnya, mana yang menjalankan sihir itu berdiri sendiri"


"apa maksud-mu?"


"entahlah, tetapi mana yang tersambung pada sihir itu seperti tidak ada"


"aaaaaaaahh, aku bingung dengan penjelasanmu!"


"intinya sihir yang di ciptakan dari penyihir langsung tidak dapat kamu manipulasi, tetapi hal itu berbeda dengan sihir dari gulungan sihir"


"woahh woahh, seperti yang di harapkan dari Michel"


Atas penjelasan dari Michel, yang menganggukan kepala mereka, setiap orang yang mendengarkan seakan mengerti cara kerja kemampuan Impian. Lebih mengerti ketimbang penjelasan yang di utarakan oleh Impian sendiri.


"kalau begitu, kita keluar dulu dari sini?"


"ayo"


"kamu benar"


"lalu bagaimana dengan pembagian jarahan?"


Sesaat yang lainnya menyetujui inisiatif dari IKILUA, Togay mempertanyakan tentang pembagian hasil. Mereka bahkan belum mendiskusikan satu-pun masalah tentang pendistribusian kepada anggota.


"hmm? tentu saja hasilnya di bagi rata"


"ah, kamu belum pernah ikut dalam penjarahan dungeon gendut?"


Sekali lagi, Jackfruit menyimpulkan dan meledek Togay di depan mata.


"memang apa bedanya?"


"karena jarahan yang di jatuhkan dalam INK FANTASY dari monster hampir mustahil menjatuhkan peralatan atau senjata, jarahan yang hanya bahan pembuatan biasa di jual dan hasilnya di bagikan secara rata pada setiap anggota kelompok"


"ah, jadi begitu"


...----------------....


Disisi lain, dimana saat ini setiap calon ksatria suci Lorena sedang berkumpul. Tempat dimana lapangan latihan dari bangunan yang di miliki kota H'rden.


*Klang!

__ADS_1


*Wus!


*Tak!


"apa yang terjadi dengan anak itu?"


Harnm Joredal bertanya pada Lara yang sedang mengasah senjata - senjatanya di pinggir lapangan. Melihat Ardan yang melatih dirinya begitu keras saat ini, ia merasa terheran dengan tingkah lakukanya.


"dia hanya tergerak akibat bocah baru"


"Impian?"


"ya, kalau begitu aku permisi dulu"


Setelah mengucapkan itu, Lara pergi menuju lapangan dan meninggalkan Harnm sendirian.


"kelihatannya bukan hanya bocah itu yang tergerak"


Melihat Lara yang juga mulai berlatih di lapangan, Harnm tersenyum atas tingkah penerus - penerus mereka.


"kemana Phelipe? aku tidak melihatnya di sini"


Harnm berbicara sendiri. Hanya ada dua dari calon ksatria suci di sini. Dia mengetahui bahwa Impian sedang pergi ke tempat teman - temannya saat ini, hanya Phelipe yang tidak kelihatan dari tadi.


"dia meminta pelatihan pada para elf"


Tiba - tiba Saron menjawab pertanyaan yang di ajukan pada diri Harnm sendiri. Saron datang dan menghampiri Harnm.


"oh... apa dia juga tergerak setelah bersama Impian?"


"sepertinya begitu. Sepertinya masa depan kerajaan akan semakin cerah"


"kamu benar"


"lalu, kenapa kamu kemari? apa urusan Saintess telah selesai?"


"ya, aku butuh bantuan-mu"


"apa itu?"


"sebaiknya kita bicarakan di tempat lain"


Keduannya-pun pergi meninggalkan tempat ini dan menuju suatu tempat yang tidak di ganggu siapa-pun.


...----------------....


"apa kalian tidak mengenalinya? dia salah satu dari ras kalian bukan?"


Seorang elf bertanya pada Oliver dan Janeth. Mereka berdua merupakan pemain yang memilih ras elf dan mendapatkan kesempatan dalam pengawalan rombongan Saintess sebelumnya.


Meski kedua orang ini memilih ras yang sama pada siapa yang bertanya kepadanya, tetapi para elf menyebut mereka sebagai ras yang berbeda dengannya. Mereka di anggap sama dengan pemain, siapa yang datang dari dunia lain dan memiliki kemampuan untuk tidak terikat pada kematian.


"sayangnya tidak. Dunia kami juga luas, kau tahu? tetapi dari berita yang tersebar di dunia kami, mereka nampaknya cukup terkenal baru - bari ini"


Oliver menjawab atas pertanyaan elf tersebut. Dilihat dari pakaian yang di kenakan dan tingkah Oliver dan Janeth yang bersikap hormat, posisi elf tersebut lebih tinggi dari mereka berdua.

__ADS_1


"sayang sekali. Padahal Yang Mulia sangat tertarik padanya dan mengundang orang tersebut secara langsung"


"apa!?"


"apakah itu benar?"


Oliver dan Janeth sama - sama terkejut dan mempertanyakan kebenaran. Jika hanya tertarik saja itu masih mungkin, karena mereka sama - sama orang dari dunia lain, bukan orang asli dunia ini, seorang pemain, tetapi sampai di undang langsung oleh raja elf, hal tersebut membuat rasa ketidak percayaan mereka terusik.


"ya, perjanjian damai tercipta akibat kehadiran orang itu. Maka dari itu aku bertanya pada kalian berdua"


"maaf pemimpin, tetapi kami berdua tidak mengenal orang tersebut"


"mungkin, masih mungkin untuk kami lebih dekat dengan orang itu jika anda memberi kami kesempatan"


...----------------....


"bagaimana Gondolf? apa kamu sudah percaya padaku?"


Ditempat lainnya, Gerald dan Gondolf sedang bersama. Mereka saat ini sedang bersantai di pemandian umum.


"kau nampak bahagia sekali, padahal baru saja di marahi oleh raja elf"


"hmph! urusan sudah di selesaikan saat itu, DAN! jangan kamu memutar balikan pembicaraan kita!"


"tapi memang itu yang terjadi"


"apanya? bahkan kamu belum menjawab pertanyaanku"


"apa yang musti di jawab? bukankah dia sudah membuktikan sendiri denganmu?"


"BUAHAHAHA jadi kamu sekarang setuju denganku? Buahaha"


Sembari tertawa, Gerald memukul pundak Gondolf yang berada di sampingnya. Dia tertawa keras hingga bahkan terdengar sampai seluruh ruang pemandian.


"lalu bagaimana lukamu? aku tahu kau terluka di dalam sana, aku juga tahu kamu bahkan mengeluarkan darah dari mulutmu"


Sepertinya Gondolf tengah mengenal Gerald cukup dalam. Gerald yang bahkan bersikap tidak terjadi apa - apa sesaat yang lalu, di tanya bagaimana keadaannya oleh Gondolf.


"Buahaha kamu mengenalku dengan baik bukan Gondolf? masa aku menunjukan sisi lemahku pada orang baru. Lagipula aku sudah di sembuhkan oleh pendeta yang di utus Sang Saintess langsung"


"sepertinya tidak ada yang tidak bisa di lihat oleh orang tersebut"


"jika tidak, wanita itu tidak di sebut sebagai utusan dewa bukan?"


"ya, aku tahu. Sayangnya dewa yang di layani bukanlah dewa yang aku sembah"


"kamu dan aku memiliki ras yang berbeda, berhentilah menyayangkan hal tersebut"


"cih!"


Mereka berdua bercengkrama bersama di dalam pemandian. Membicarakan orang yang tidak berada di tempat ini.


...----------------....


Impian sendiri, bersama teman - teman kelompoknya, menyelesaikan dungeon Greates Land berkali - kali. Mereka meningkatkan tingkat kesulitan dungeon menjadi Hard.

__ADS_1


Dengan masih rendahnya level yang di miliki ketimbang monster rata - rata yang di miliki dungeon, berkali - kali level mereka naik. Exp yang di dapat sangat besar atas hasil dari penjarahan mereka berkali - kali.


Impian yang selalu bermain hanya bersama Togay dari awal permainan, menikmati waktunya saat ini menjarah bersama teman - temannya. Seperti itu waktu berlalu hingga akhirnya diskusi antar pemimpin kerajaan mencapai hasil kehebohan sekali lagi.


__ADS_2