
"lihat? baru saja dibicarakan kabarnya sudah muncul. Impian memberitahu untuk kembali ke istana"
Togay berkata saat melihat pesan chat yang tampil di layar transparannya.
"kenapa dia hanya memberitahumu!?"
"ah, dewi Alice, Impian chat di pesan party, apa kamu belum mengeceknya?"
Merasa bahwa Alice yang berteman lebih lama dari Togay, terlihat cemburu merasa hanya Togay yang diberitahu lewat chat. Setelah dijelaskan oleh Togay, Alice merasa malu karena dia tidak memeriksa chat party selama ini karena keasika menikmati suasana ibu kota.
Setelah melihat kabar dari Impian, mereka berempat memutuskan untuk menuju istana saat ini. Kedua saudara elf memiliki wajah cerah mendengar kabar tersebut, seakan apa yang dibicarakan Togay merupakan sebuah kebenaran.
...----------------...
Di dalam sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang rapat strategi, terdapat beberapa orang. Total terdapat 8 orang di ruangan ini termasuk Impian dan IKILUA.
"bunda alam telah memutuskan langkah yang akan di ambil. Dengan adanya tuan Impian sebagai poros kami melakukan operasi ini. Seperti yang di sebutkan di awal, Ararik telah bergerak bersama 12 kapten yang telah di bawa, mereka bergerak disetiap hilir target dan tugas kita adalah memasuki jantung secara langsung. Begitu kita menemui pasukan musuh, Istina dan Galadriel akan melindungi tuan Impian hingga ke pusat sisanya akan menahan pengganggu mengintervensi. Paham!!?"
"siap tuan"
"kita bergerak!"
Di depan mereka, terdapat meja yang memperlihatkan peta hutan besar beast glaide. Terdapat beberapa titik hitam yang merupakan targen operasi mereka.
Yang berbicara dan memberikan instruksi saat ini adalah Penatua Feanor, orang yang akan memimpin operasi penyerbuan dark elf.
Lima orang yang ada di ruangan ini merupakan 3 Ranting Borneo. Astaresee yang memegang posisi pertama Ranting Borneo. Istina yang memegang posisi Ranting ke-tiga, dan yang terakhir adalah Galadriel yang memegang posisi ke-4 Ranting Borneo.
Dua orang sisanya merupakan ksatria Daun Borneo. Teleri yang terkenal dengan sihir pelacak tingkat tingginya dan Nowe yang terkenal dengan sihir druidnya.
Setiap orang yang ada di ruangan ini merupakan orang-orang 'top notch' dari ibu kota kerajaan Onteral, Borneo.
Dari tindakan ini, para elf telah serius memutuskan untuk melawan balik serangan dark elf yang terjadi. Pusat atau ibu kota akan melakukan tindakan dan membantu kota Cilvsi dalam penyerangan.
"Impian!"
Di luar istana, tepatnya di pintu gerbang, Togay, Alice, dan 2 saudara elf telah menunggu. Alice yang melihat Impian datang berteriak menyapa.
"kita akan mengikuti mereka ke kota Cilvsi. Aku sudah menjelaskan situasinya kepada kalian benar?"
__ADS_1
Tidak berbasa-basi, Impian langsung menyatakan kepada mereka berempat dengan berjalan mengikuti rombongan.
"sebaiknya kamu tetap di dekat mereka, biar aku yang menjelaskan lebih lanjut"
IKILUA menyarankan kepada Impian.
Operasi yang di lakukan saat ini, semua tergantung dengan Impian. Pusat dari keberhasilan misi atau tidaknya ada di tangan Impian dan mereka yang sedang berjalan bersama Impian dan IKILUA adalah orang-orang besar di kerajaan ini, jadi IKILUA menyarankan kepada Impian untuk bertindak koperatif agar tidak menyinggung mereka.
Impian mengerti dan melakukan apa yang disarankan IKILUA. Di sisi lain, Alice yang terlihat sedikit bingung, sebaliknya Togay terlihat mengagumi ke enam orang elf ini. Begitu pula dengan kedua saudara yang mengikuti, mereka terlihat terkejut karena akan mengikuti orang-orang besar ini.
Rombongan pindah ke kota Cilvsi menggunakan portal teleportasi antar kota. Berbeda sewaktu melakukan pengawalan sang Saintess, kali ini efisiensi waktu di perlukan, sehingga perjalanan dengan kecepatan tercepat akan di lakukan.
"kenapa elf memutuskan untuk bertindak kali ini?"
"dewi mereka telah menemukan kejanggalan dari para dark elf di penyerangan ini. Untuk memastikan hal itu, Impian akan berperan sebagai manusia detektor"
"pfftt... pilahan katamu lucu"
Togay yang bertanya penasaran di jawab oleh IKILUA. Jawaban IKILUA yang terdengar aneh oleh Janeth, tidak kuasa menahan tawa dari kata-kata itu.
"apa hubungannya Impian dengan semua ini?"
"kurasa karena kelas Impian. Sang dewi berkata bahwa kemampuan Impian mirip dengannya. Kamu bahwa selama ini letak persembunyian dark elf tidak diketahui oleh elf Onteral benar?"
Keempat orang yang mendengarkan IKILUA menganggukan kepala mereka, mengkonfirmasi bahwa mereka mengetahui itu.
"keberan yang ada kebalikannya, elf Onteral telah mengetahui letak tempat tinggal dark elf. Hal ini hanya karena masalah suku, perpecahan yang terjadi karena ideologi mereka berbeda sehingga elf Onteral tidak membalas. Sayangnya, kali ini hasil penyelidikan yang ada dari penyerangan sekarang, ditemukan bahwa ada pihak ketiga yang ikut campur. Kebenarannya akan terungkap begitu Impian memastikan hal tersebut"
"jadi itu yang kamu maksud dengan manusia detektor"
...----------------...
Tidak butuh waktu lama, perjalanan hanya memakan beberapa menit untuk berpindah kota.
Sesampainya di kota Cilvsi, rombongan tidak menuju bangunan pusat dimana ksatria-ksatria berpangkat tinggi berada, tetapi menuju pintu keluar kota yang berbatasan dengan hutan beasar beast glaide.
"sudah terdapat banyak pemain disini"
"wajar saja, event tidak selalu muncul"
__ADS_1
Tidak hanya ada NPC prajurit yang berpatroli, tetapi juga dapat dilihat banyak pemain yang kesana-kemari. Penyerangan dark elf berbeda dengan cara manusia pada umumnya. Dark elf yang menyerang tidak sekaligus, tetapi mereka menyerang secara diam dan sesekali, sehingga banyaknya yang berpatroli memperlihatkan kota terlihat lebih tegang dari biasanya.
"Arah utara! ada penyerangan terjadi!"
"pergi! ayo pergi!"
"sial! aku baru saja kembali...! point reputasiku... tunggu aku..."
"padahal banyak yang berjaga, mereka licin sekali bisa lolos dan menyerang"
"huh! siapa yang peduli! aku hanya ingin poin kontribusi!"
Ada lagi penyerangan dilakukan oleh dark elf. Kota tampak hidup dengan para pemain yang melihat penyerangan seperti hadiah untuk mereka.
"apa kita tidak ikut mereka?"
Togay yang melihat para pemain mengejar tempat yang terkena dampak, bertanya kepada yang lain.
"kita sudah punya tujuan, pergilah kalau kau ingin mengikuti mereka"
"aku hanya bertanya okey, jangan membawa serius green wind"
Diluar pintu gerbang kota, terdapat banyak tenda-tenda yang telah didirikan disana. Terdapat satu tenda yang sangat besar dan lebih mencolok ketimbang tenda lainnya.
Di tempat ini, tidak terlihat satu pemain-pun. Tenda-tenda dijaga oleh NPC elf disana-sini.
Mengikuti penatua elf yang memimpin rombongan, Impian dan yang lainnya memasuki tenda tersebut.
"penatua Feanor. Semoga bunda alam menyertai dan mendampingimu"
"semoga bunda alam selalu menyertaimu"
Salam singkat antara elf yang telah berada di tempat ini dan elf yang bersama Impian.
"woah, bukankah mereka bagian 8 kelopak bunga?"
Melihat siapa saja yang berada di dalam tenda, Togay bersuara karena kekagumannya.
Memang benar, tempat ini yang meskipun hanya tenda belaka, terdapat orang-orang penting dari kota Cilvsi didalamnya. Mereka telah berpakaian lengkap seakan akan melakukan operasi militer sekarang.
__ADS_1