
Ada sebanyak 14 item yang didapatkan. Meski tidak ada satupun peralatan atau senjata yang dapat di pakai oleh para pemain, tetapi hasil yang di berikan sangat memuaskan bagi Impian.
Impian belum pernah berburu seperti ini, hanya pengalaman di desa pemula dan dungeon Knight Training untuk berburu. Apalagi dungeon yang memiliki level 100 di dalamnya. Hasil yang di dapat benar - benar membuat Impian senang.
"BUAHAHA apa ini? kontribusi terbesar ada pada pemain yang memiliki level di bawah kalian Hahaha"
"diam kau gendut! bukan kamu yang berada di atas, kenapa malah kamu tang bangga!?"
"ya, ya, orang yang berada di paling bawah"
"urgh..."
Meski Togay memiliki level terendah, tetapi hasil yang di tunjukan dari pemberitahuan kontribusi atas penaklukan bos lantai, posisi Togay berada di atas Jackfruit, bahkan hanya beda beberapa angka dengan Michel.
Jackfruit yang merupakan penyerang jarak dekat, harus menunggu tanker dan penyerang jarak jauh untuk memastikan monster tidak berganti agro. Stelah di pastikan aman, penyerang jarak dekat barulah bertindak.
Sayangnya, serangan besar area bos lebih cepat terjadi. Akibat dari bahaya yang akan terjadi di sekitar tubuh bos, Jackfruit harus menjauh. Berbeda dengan Togay, dia masih merapalkan sihir penyembuhan berkali - kali untuk membantu Sarah menyembuhkan RonaldoMessi.
Sementara Jackfruit hanya bisa diam dan melihat saja, Togay masih bertindak untuk membantu team. Itulah sebabnya, nilai kontribusi yang di berikan untuk mengalahkan penjaga lantai lebih besar dari Jackfruit.
"kamu hebat Impian!"
"hahaha, aku hanya beruntung Alice"
"apa itu juga hasil dari kelasmu?"
"itu karena dia memasuki menara Lorena, Michel"
IKILUA telah di jelaskan sebelumnya saat mereka bertiga membahas tentang 11 pemain yang di beritahukan sistem dunia. Saat itu, Impian menjelaskan dan meminta pendapat. Meski begitu, hasil yang ada melebihi ekspektasinya.
"ya, poin stat yang kumiliki sangat tinggi. Hasil dari kelas yang ku dapat juga di kalkulasikan dengan stat-ku yang tinggi. Lagi pula, perlengkapan yang ku kenakan sangat bagus. Kau tahu? aku masihlah seorang ksatria Saintess"
Ingat saat Saron memberikan berbagai perlengkapan untuk Impian?
Saat itulah Impian telah berganti dari pakaian pemula. Selain itu, saat dimana Impian dan Togay berlatih di dalam dungeon Knight Training, di depan pintu masuk, banyak kebutuhan dapat di tukar dari para penjaga. Sekali lagi, bahkan Impian dan Togay mencari kebutuhan yang di perlukan dalam perjalanan menjadi pengawal Saintess.
Dengan semua kebutuhan yang telah didapatkan seperti itu, apalagi statusnya sebagai calon ksatria Saintess, perlengkapan yang di kenakan Impian sudah bukang kaleng - kaleng lagi. Dipadukan dengan status-nya yang tinggi, jumlah kerusakan dan hal - hal yang bisa di lakukan bisa sangat luar biasa.
"kamu benar - benar sangat beruntung teman~"
"hmph! itu bukan keberuntungan, kamu belum melihat saja apa yang bisa di lakukannya"
"kenapa juga musti kamu yang sombong gendut!"
__ADS_1
"dan kenapa aku harus diam saat aku mendengar ocehan-mu"
Seperti tom and jerry, mereka selalu bertengkar setiap saat. Padahal, hal yang di bicarakan bukanlah mereka berdua.
"apa kamu mengkopi sihir-ku?"
Sarah yang tidak berbicara banyak sebelumnya, mendekati Impian dan bertanya.
Setiap kali skil dan sihir yang di kerahkan oleh Impian, tidak ada rapalan mantra atau kata - kata peng-aktifan yang terdengar. Hanya saja, Sarah sudah terlalu hafal dengan sihirnya, dan apa yang di lihat Sarah atas sihir penyembuh yang di kerahkan Impian, sangat mirip dengannya.
"kenapa kamu bisa berbicara seperti itu?"
Alice yang mendengar pertanyaan Sarah saat berada di samping Impian, bertanya balik kepada Sarah.
"itu sangat mirip dengan sihir penyembuhan-ku. Sihir itu tidak bisa di dapatkan hanya dengan membelinya di pasar. Harus mendapatkan poin tinggi dan posisi tertentu di dalam kuil untuk mempelajari sihir tersebut. Tidak hanya itu, bahkan syarat untuk mempelajarinya adalah level 100. Jadi aku tidak yakin jika sihir itu di pelajari olehnya sendiri"
"Impian....?"
"ah, tentang itu, aku punya skil yang bisa melihat dan memanipulasi mana. Aku juga memiliki Inti Mana Light dan Life yang tinggi, jadi tidak sulit untuk menggunakan sihir Sarah"
Dengan skil [The One Who See The Truth], Impian melihat bagaimana Sarah memanipulasi mananya hingga menghasilkan sihir. Dengan konsep yang telah di ketahui Impian dan dasar sihir tersebut yang membutuhkan Inti Mana Light serta Life untuk di padukan, Impian memanfaatkan skil [The One Who's Control Mana] untuk mengkopi sihir Sarah.
"gila! kamu bisa menggunakan sihir lain tanpa mempelajarinya!?"
Mendengar penjelasan Impian, Jackfruit berteriak mengomentarinya.
"kamu berhenti memujanya gendut!"
"apa urusanmu mengaturku!?"
"jadi Impian, apa kamu juga bisa menggunakan sihir lain yang baru saja kamu lihat?"
Alice mengabaikan Jackfruit dan Togay, kemudian kembali bertanya pada Impian.
"yah... aku tidak tahu sepenuhnya, tapi asalkan ada Inti Mana yang cocok, mungkin bisa. Prinsipnya hanya seperti jalur pemprograman"
"ah... jangan bawa - bawa pembahasan itu"
"bagaimana jika kamu melihat sihir-ku?"
Mendengar pembahasan yang sedang di diskusikan, Reynold ikut memberi komentar pada mereka.
"tapi kita sedang berburu bukan? jika seperti itu, waktu penyelesaian dungeon akan bertambah lama"
__ADS_1
"tidak masalah untuk-ku!"
"sama disini"
"disini juga"
"lebih menarik melihat kemampuan Impian"
"hmm, tidak masalah penyelesaian lebih lama"
"aku ikut"
Satu persatu dari mereka memberi persetujuannya, bahkan Redbullos yang tidak banyak bicara, menganggukan kepalanya dalam persetujuan.
"huh~ baiklah"
Impian ingin mengeluh, tetapi voting telah di lakukan dan seluruhnya menyuarakan satu suara. Tidak dapat mengelak, Impian melihat dan mempelajari berbagai sihir yang mereka gunakan.
Reynold memperlihatkan berbagai sihirnya, dari yang biasa hingga yang khusus. Seperti seharusnya, seorang pemain yang memiliki level di atas seratus, Reynold memiliki banyak sihir di gudang kemampuannya.
"yang itu tidak bisa, aku belum memiliki Inti Mana yang sesuai"
Impian berkata setelah melihat sihir es yang di gunakan Reynold. Itu hanya sihir dasar, [Ice Gravel] yang tidak memerlukan syarat dan mana yang hanya sedikit, tetapi Impian tidak dapat menyalin sihir tersebut.
"apa konsep dari skil penyalin-mu?"
Reynold berkata dan bertanya pada Impian.
"Mengubah mana dan membuat jembatan pada sihir yang terpusat pada Inti Mana"
"hmm, kalau begitu sulit di lakukan saat ini"
"apa sihir-mu tercatat dalam system?"
IKILUA bertanya pada Impian. Setelah melihat apa yang di lakukan Impian menyalin sihir. Apa yang di lakukan Impian berbeda dengan para pemain mempelajari sihir, berbeda dengan sistem permainan yang ada.
"Tidak, aku harus menghafal-nya, berbeda dengan mempelajari sihir saat sistem mencatat, aku hanya perlu mengaktifkan secara otomatis"
"jadi itu sebabnya kamu lebih memilih menggunakan busur dan pedang saat menyerang. Kamu tidak menghafal seluruh sihir - sihir lain dari Alice dan Reynold"
"begitulah"
Berbeda dengan sihir yang telah di catat dari sistem pada status pemain, dimana akan secara otomatis pemain untuk menggunakannya, Impian harus menggunakan sesuai langkah - langkah sihir di terapkan. Maka dari itu, Impian tidak menggunakan seluruh sihir yang di terapkan pemain lain. Jika di rasa waktu yang tepat untuk menggunakan, Impian akan menyalin dan menggunakannya, tetapi tidak setiap saat. Lagipula Impian bukanlah seorang penyihir yang mengandalkan sihir di setiap serangannya.
__ADS_1
Beberapa kata di diskusikan antar kelompok. Impian yang tidak masalah mengungkapkan keahlian yang di miliki, berbagi dengan teman - temannya.
Kemudian kelompok melanjutkan penjarahan mereka menuju lantai selanjutnya. Ruangan tangga yang terbuka setelah mengalahkan penjaga lantai, mempersilahkan kelompok maju ke lantai selanjutnya.