INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 22 : DESA PEMULA - SKILL BOOK GEREJA


__ADS_3

“pendeta magang Kiel”


“Lisa, pastor Pe’rgi mengijinkan mereka untuk membeli di sini, layani mereka”


“baik”


Di depan Impian dan Togay, suster gereja berdiri di balik meja kayu menyapa pendeta magang Kiel ketika rombongan menghampiri. Penampilan suster cukup imut, dengan rambut bergelombangnya yang berwarna oren membuat penampilan keimutannya lebih menonjol.


“halo, silahkan melihat, beritahu apa yang kalian butuhkan”


Wanita itu mengambil lempengan yang tertekuk seperti buku dan membukanya untuk di tunjukan kepada Impian dan Togay.


Saat lempengan panel terbuka, prom sisatem melayang di udara menunjukan isi dari berbagai skill book yang dapat di beli.


345 [Clean]……….(150 poin gereja)


314 [Parfum]……….(150 poin gereja)


253 [Massage]……….(150 poin gereja)


213 [Little Light]……….(200 poin gereja)


142 [quiet]………(210 poin gereja)


46 [Night Vision]……..(250 poin gereja)


67 [Small Heal]………(300 poin gereja)


49 [Pray]……….(300 poin gereja)


14 [Purify]……….(500 poin gereja)


11 [Blessing](mini)……….(1000 poin gereja)


“yang ini adalah jumlah yang kami miliki saat ini, lalu ini adalah daftar nama dari skill book, kemudian ini adalah syarat untuk penukaran”


Wanita itu menjelaskan kepada Impian dengan menunjuk bagian-bagian dari yang tertera pada prom.


Setelah penjelasan yang di berikan wanita itu, prom system lain muncul.


Pada prom system Impian :


[poin gereja yang dimiliki saat ini : 100]


Pada prom system Togay :

__ADS_1


[poin gereja yang dimiliki saat ini : 0]


“kenapa poin ku 0 sedangkan kamu 100!?”


“manaku tahu, tetap saja poin kita kurang untuk di tukarkan”


Meski Togay memprotes kepada Impian, minimal penukaran dari syarat yang dibutuhkan masihlah kurang. Tidak dapat berbuat apa-apa, Impian hanya mengangkat bahu atas jawabannya.


“suster, dimana kami bisa mendapatkan poin gereja ya?”


“anda bisa ketempat papan kebutuhan gereja atau melakukan sumbangan di sebelah sana”


“terima kasih”


Karena poin gereja yang di miliki tidak dapat menukarkan satupun skill book yang tersedia, Impian dan Togay pergi untuk melihat papan yang mencantumkan kebutuhan yang di perlukan gereja. Berjejer beberapa kertas yang terlihat dengan pekerjaan dan imbalan poin di dalamnya.


“bukankah ini sama dengan papan misi? Namanya saja yang berbeda”


Togay hanya mengangkat bahu atas pertanyaan Impian.


Terdapat beberapa pekerjaan yang tersedia, seperti mengumpulkan tanaman obat, mengantar obat-obatan kepada pemesan, merawat seseorang, dsb.


Impian mengambil beberapa pekerjaan pengumpulan obat dan pengantaran obat kepada warga desa. Kemudian pergi ke tempat pengumpulan sumbangan.


Disana hanya terdapat kotak sumbangan kayu yang memiliki beberapa hiasan dari ukiran sederhana. Impian memasukan seluruh coin yang dia punya, itu juga termasuk coin yang di berikan akun utama Togay kepadanya.


“apa kamu bodoh? Lihat sumbangan maksimal yang dapat di tukarkan poin. Jika menukar poin semudah itu, semua orang hanya perlu melakukan sumbangan saja”


“benarkah?”


“ya, poin yang di berikan hanya sampai pada coin ke seratus gold, setelahnya tidak mendapatkan poin apapun lagi. Itu karena kamu hanya menyumbang 89 gold jadi kamu tidak tahu”


“setidaknya tukar hingga maksimal, cepat, ganti akunmu! Aku akan menunggu di sini”


“cih”


Togay menghilang dari tempatnya untuk mengganti karakter permainannya yang lain.


Setelah menunggu beberapa saat, pemain dengan nama karakter FATBOY muncul dan memberikan Impian sejumlah coin.


“ini untukmu, ini untukku, jangan kamu masukan semua”


“hey, setidaknya kau berikan lebih untuk jajan”


“segini saja cukup. Tunggu aku, jangan memasukan semuanya”

__ADS_1


“ya, ya, cepat”


Setelah berganti akun karakternya kembali, Togay melihat Impian yang memasukan coin sebanyak 12 coin, lebih 1 coin untuk mencapai maksimal penukaran poin gereja.


“hah~ lihat sendiri, maksimal 100 bukan? Kau membuang-buang coin-ku!"


“haha, hey gendut, jangan menyesal dengan sumbanganmu, dasar orang kikir”


“sialan!”


Setelah memberikan 100 coin mereka, 101 untuk Impian, mereka mendapatkan total poin gereja sebesar 100. Penukaran poin hanya 1 untuk 1 gold, sehingga membuat Impian mau tidak mau melakukan pekerjaan papan gereja untuk mendapat poin lebih besar.


Seluruh pekerjaan mengantar obat di lakukan oleh Impian meski NPC yang menerima obat mengernyitkan mukanya dengan bau badan yang masih menempel di tubuh Impian saat ini.


Cukup sederhana dari misi yang ada. Obat telah di persiapkan oleh gereja, alamat rumah telah tercantum di misi, pemain hanya perlu pergi ke tempat NPC yang membutuhkan.


Hal tersulitnya hanyalah waktu yang di butuhkan. Karena misi hanya bisa di ambil satu persatu, Impian harus bulak-balik untuk mengantar.


Berbeda dengan misi kelinci, misi ini tidak di ambil untuk orang yang sama, sehingga laporan dan keadaan NPC yang menerima obat harus di beritahukan.


Apalagi NPC yang menerima obat terkadang tidak ada di tempatnya, Impian harus mencari sendiri keberadaan NPC. Hal itu membuat waktu cukup terbuang dari menjalankan misi.


Setelah tidak ada lagi pekerjaan pengantaran, Impian pergi keluar desa untuk mencari tanaman obat untuk di tukarkan dengan poin gereja.


Tempat yang Impian cari untuk tanaman obat tidak begitu jauh dari pintu masuk desa. Semakin jauh dari desa, maka monster akan semakin kuat.


Dengan level mereka yang masih rendah, Impian menghindari tempat yang terlalu jauh dari desa.


Sesekali monster datang mengganggu Impian yang sedang memanen tanaman obat. Dengan adanya Togay di sebelah, monster tersebut di urus olehnya seperti pengawal yang menjaga dari pekerjaan memanen.


“OI! Kenapa tugas membunuh di serahkan padaku!”


“kalau kamu tidak mau, aku hanya akan lari”


“huh…”


Impian dan Togay melakukan kegiatan seperti itu terus menerus. Beberapa trial dan eror terjadi dari pengumpulan obat.


Banyak tanaman biasa dan tanaman racun tercampur dari hasil panen Impian. Terkadang Impian bahkan memdapatkan omelan dan ceramah berjam-jam dari NPC karena hasil pengumpulan tanaman obatnya.


Meski membosankan dan mengganggu, ceramah yang di berikan NPC meningkatkan pengetahuan Impian tentang tanaman obat dan stat WIS Impian naik 2 secara total.


Tanaman yang di lihat di hutan tidak lagi kosong, nama di atas tanaman dapat terlihat oleh Impian. Nama-nama dari tanaman obat yang telah di ketahui Impian dari ceramah NPC akan muncul di atas tanaman itu sendiri.


Dengan adanya bantuan dari sistem, Impian dapat mengumpulkan tanaman obat lebih mudah.

__ADS_1


Poin gereja yang dapat di tukar beragam, tergantung dengan jenis tanaman yang telah di kumpulkan. Tidak hanya itu, tanaman yang di panen akan di bedakan berdasarkan usia tanaman dan keutuhan tanaman itu sendiri tanpa cacat pada batang, akar, maupun daunnya.


Hari berganti demi hari, kegiatan membosankan yang di lakukan Impian yang hanya mencari tanaman obat di hutan membuahkan hasil. Seluruh skill book yang dapat di tukar dengan poin gereja di dapat seluruhnya.


__ADS_2