
Mana merupakan suatu energi yang tercipta dari arus dan peredaran sistematik dari molekul-molekul kehidupan dunia. Lapisan demi lapisan dari mana yang beredar di seluruh dunia beriringan dengan pertumbuhan dunia itu sendiri.
Akibatnya, makhluk hidup yang terlahir di dunia itu sendiri memiliki dan menggunakan energi yang di miliki dunia.
Bagi manusia yang memanfaatkan energi dari duia yang di sebut dengan mana, merubah dan membentuk mana berdasarkan apa yang mereka inginkan.
Mana yang mengalir dalam tubuh manusia merupakan bahan bakar untuk pembentukan atau penciptaan dari unsur-unsur tertentu.
Mana seperti jembatan yang menghubungkan unsur yang di miliki alam dengan tubuh manusia.
Manusia itu sendiri tercipta dari unsur-unsur alam yang membentuk tubuh dan pikiranyang di sinkronkan dengan jiwa yang menempatinya.
Unsur tersebut yang membentuk manusia dan mana yang mendiami tubuh tersebut saling menyingkronkan dan menjadi pemandu dari elemen-elemen yang ada di dunia.
Sebagai jembatan penghubung dengan elemen yang ada, mana sebagai sumber bahan bakar untuk penggunaan dari keahlian yang telah di ciptakan, yaitu sihir.
Maka dari itu, sihir yang berbahan bakar mana dari tubuh manusia itu sendiri, memerlukan elemen yang berbanding lurus dengan unsur dari manusia itu sendiri.
Berbeda dengan orang-orang seperti pemain yang seperti cangkang kosong, tanpa unsur-unsur yang membentuk tubuh pemain, manusia di dunia ini dapat dengan mudah melakukan sihir dengan unsur yang di miliki tubuh mereka.
Pemain mengharuskan diri mereka mendapatkan unsur itu sendiri yang tersebar bebas di dunia ini.
Sihir yang membutuhkan mana sebagai bahan bakar dan jembatan penghubung terhadap elemen-elemen dunia akan tidak berarti jika unsur yang membentuk tubuh mereka tidak ada sama sekali. Itu akan sama seperti membangun jembatan tanpa memiliki tujuan di ujungnya.
Pemain mengharuskan mereka mencari unsur mereka sendiri sebagai pondasi dari sihir yang mereka gunakan.
"....karena hal itulah, kamu harus merasakan mana dan elemen yang akan dihubungkan"
"jadi elemen apa yang harus aku hubungkan?"
"bukankah sebelumnya kamu menggunakan beberapa sihir suci? gunakan elemen suci itu sebagai tujuan dari sihir"
Amelia mengajarkan tentang konsep sihir dan elemen Impian saat ini yang dimilikinya.
Skill-skill yang di pelajari Impian dari gereja merupakan sihir dengan elemen suci. Setelah di pelajari, Amelia menyimpulkan bahwa Impian yang sebagai pemain dimana awalnya seperti cangkang kosong tanpa unsur yang di miliki tubuhnya telah terisi dengan unsur suci saat ini.
Jadi, sihir yang menggunakan mana sebagai bahan bakar dan jembatan telah memiliki tujuan elemen yang ingin di hubungkan.
"ACK!"
"apa yang kamu lakukan salah!"
Impian yang mempraktekan apa yang di ajarkan oleh Amelia kepadanya, mendapatkan pukulan di kepala dari tongkat yang selalu di pegang Amelia di tangannya.
"mana aku tahu tentang elemen suci ini! bagai mana cara menghubungkannya!"
*TAK!
"ACK! berhenti memukul!"
"kamu telah merasakan mana yang mengalir dalam tubuhmu bukan!? gunakan sihir sucimu dan lihat sendiri caranya bekerja"
Saat ini Impian menetap di lantai 50 untuk pelajaran sihir yang di berikan oleh Amelia dan Kiara.
Berjam-jam telah berlalu dengan pembelajaran sihir Impian. Impian telah mengerti dengan konsep sihir dan cara kerjanya.
Kekurangan dari unsur yang di miliki tubuh karakter saat ini yang menjadi pembatas untuk Impian lebih lanjut untuk mempelajari sihir lainnya.
Impian melanjutkan untuk menaiki lantai dari menara persidangan.
Setiap lantai selanjutnya setelah lantai 50, ruangan dari lantai memiliki konsepnya sendiri terhadap penjaga lantai. Seakan terdapat kehidupan dari lingkungan yang ada bersama penjaga lantai.
"kamu orang pertama yang melewati lantai 90"
"melihat orang berbakat memang menyenangkan"
Komentar yang di berikan Amelia dan Kiara mendakan bahwa orang-orang yang terpilih dan memasuki menara persidangan tidak ada yang pernah melewati lantai 90 sebelumnya.
__ADS_1
Tentu saja, dengan monster-monster yang meskipun telah di lemahkan ketimbang monster sebenarnya di luar sana, mereka masih memiliki beberapa skill pada dirinya.
Dengan level pemain yang rendah dan tanpa memiliki persediaan kemampuan dalam gudang skill mereka, akan sulit untuk menghadapi berbagai penjaga lantai.
Pemain akan selalu mengandalkan skill yang mereka dapatkan dalam pertarungan yang mereka lakukan di dalam game. Terbiasa dan ketergantungan pemain dengan skill yang ada di dalam game tanpa mengandalkan kemampuan bertarung mereka sendiri.
Memang terdapat pengecualian dengan berbagai pemain yang ada, pemain yang memang memiliki kemampuan bertarung mereka sendiri, bertindak dengan tidak memperdulikan NPC-NPC biasa di level rendah.
Kebiasaan dalam permainan yang mengharuskan mereka mendapatkan level tinggi secepatnya tanpa memperdulikan basic dari pijakan awal mereka.
Pemain yang telah merasa memiliki cukup basic dasar dari kemampuan mereka akan lebih berfokus dengan cerita-cerita besar dengan level tinggi yang ada di dalam game, sehingga sampai saat ini, hampir tidak ada yang memasuki menara persidangan dan menanjaki lantai-lantai yang ada.
Banyaknya pemain yang memasuki permainan dengan kemampuan bertarung mereka tidak akan terlihat oleh Amelia dan Kiara di dalam menara. Satu-satunya pemain yang telah melewati lantai 90 pada menara persidangan hanyalah Impian seorang.
[ENDER OCCUPANT]
TYPE : CLONNING
LVL 10
HP : 1500000/1500000
Humanoid bertubuh tinggi dan ramping dengan tangan yang di milikinya sangat panjang hingga menyentuh lantai serta seluruh tubuhnya hitam legam dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Bola hitam legam dengan energi ungu yang menyelimuti terbang menuju Impian. Impian menghindarinya dengan bergerak zikzak menuju penjaga lantai berdiri.
[Aura Slash]
-305
-67
-56
Menyerang berkali-kali tubuh penjaga lantai saat Impian telah berada tepat di sebelahnya.
-232
-212
-218
-231
"[Heal]!"
+500
"sial!"
[Small Heal]
+200
[Pray]
+10
+10...
Melihat dampak serangan yang sangat sakit di terima Impian, Impian menjauh dari tubuh penjaga, tidak hanya sihir penyembuhan dari Kiara, Impian juga membuang sihir penyembuhannya sendiri.
Meski HP Impian lebih besar saat ini, hanya menerima dari satu skill penjaga sudah memberikan kerusakan besar untuknya. Skill dengan jangkauan area dan tepat di sekitar tubuh penjaga membuat Impian kesulitan untuk menghadapinya pada jarak dekat.
Mengganti senjatanya dengan busur dan anak panah, Impian menyerang tubuh penjaga dari jauh.
-25
__ADS_1
-24
-24
Serangan yang di lancarkan memang efektif, serangan yang di hasilkan memberikan damage kecil dengan HP penjaga yang sangat besar, selain itu anak panah yang di miliki Impian terbatas.
Masalah yang di punya karena hal itu, Impian mau tidak mau harus menyerangnya dalam serangan jarak dekat.
Setiap penjaga lantai mengangkat lengannya, Impian akan melompat mundur beberapa langkah dan mengganti jenis serangan jarak jauh meskipun apa yang dilakukan penjaga bukanlah skill seperti sebelumnya.
Impian tidak bisa lengah sedikitpun karena dampak serangan skill penjaga sangat besar yang mau tak mau, Impian akan selalu beranggapan bahwa setiap kali penjaga mengangkat tagnannya 'ia akan melakukan skill area miliknya.
Skill-skill lain yang di keluarkan penjaga hanya bertipe serangan langsung satu arah dan hanya satu skill area yang di gunakan penjaga, yaitu serangan AOE sebelumnya.
Melihat Impian yang mundur menjauh dari penjaga, tubuh penjaga lantai tiba-tiba menghilang dan muncul kembali tepat di belakang Impian.
"SIAL!"
Impian menahan serangan tangan dari penjaga lantai dengan pedang sucinya dan terbang berberapa meter akibat serangan.
-97
Tubuh penjaga lantai menghilang kembali setelah menyerang Impian.
"aku tidak akan terkena serangan yang sama!"
Impian meunduk dan berputar kesamping tubuh penjaga yang telah muncul di belakangnya.
-25
-25
[Triple Thrust]
-124
-132
-128
-24
-25...
Banyak kerusakan di terima oleh penjaga lantai dari serangan Impian yang berturut-turut tanpa terputus satu seranganpun.
Tangan dari penjaga lantai terangkat saat di serang berturut-turut oleh Impian. Impian melihatnya kemudian munur kembali dan benar saja, energi hitam terangkat dari lantai di sekitar tubuh penjaga.
Impian kemudia mengganti senjatanya kembali dengan busurnya dan menyerang penjaga dari jauh.
Tubuh penjaga kembali menghilang dari tempatnya. Impian yang telah bersiap menghindari serangan penjaga yang muncul kembali dan menyerang dari belakang tubuhnya.
-213
Meski menghindari salah satu serangan dari penjaga lantai yang muncul dari belakang tubuh Impian, Impian terlambat menghindari serangan lanjutan yang datang.
Memegang busur dengan salah satu tangan, pergerakan Impian terlihat terbatas dan sulit untuk bergerak seperti pergerakan dia yang biasanya.
Tidak memperdulikan hal itu, Impian mengganti kembali senjatanya dengan pedang suci kemudian melancarkan serangan balik kepada penjaga lantai.
Pertarungan berlangsung cukup lama dengan penyerangan dan serangan yang ada terulang berkali-kali seperti sebelumnya hingga bar HP dari penjaga lantai Ender Occupant mencapai 0 dan menghilang sepenuhnya.
[Ender Occupant di kalahkan]
[seluruh poin status bertambah 10]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]
__ADS_1
Setelah mengalahkan penjaga lantai 91, poin status yang diberikan sangat besar ketimbang lantai sebelumnya. 10 poin penambahan untuk pemain sangat-sangat besar dan sepertinya menara persidangan sangat bermurah hati dengan hadiah yang di berikan saat ini.