INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 167 : TIDAK BISA DIDEKATI SAAT INI


__ADS_3

Pesta kemenangan diadakan di tengah alun-alun kota Cilvsi. Meja paling besar terletak tepat di pusat alun-alun dengan dikelilingi lima meja besar lain dan meja-meja kecil yang mengitari di paling pinggir.


Meja terbesar yang terletak di tengah dikhususkan untuk pemimpin-pimpin delegasi dari pasukan gabungan dan ksatria Ranting Borneo saja. Impian termasuk disalah satu dari orang-orang yang duduk bersama dimeja ini meski perwakilan delegasi dari pendeta Lorena juga ada.


Dirinya dimasukkan dalam orang penting dari mereka dan itu atas permintaan para petinggi elf, dwarf Doranda, dan Abilon, pemimpin delegasi dari pihak pendeta Lorena. Abilon mengatakan bahwa tingkatan posisi Impian sebagai calon ksatria suci Saintess berada di atas mereka, jika Impian tidak duduk ditempat ini, maka dirinya tidak bisa duduk di meja pusat bersama yang lain.


Urutan posisi duduk telah ditentukan, bahkan pemimpin kota Cilvsi sendiri, wali kota-nya tidak bisa duduk di sini bersama pemimpin lain. Wali kota duduk bersama para tetua elf, wakil pemimpin delegasi dan pemimpin unit ksatria elf lain dari berbagai kota.


Lalu, meja-meja kecil lain yang berada di jajaran terluar dari pusat meja utama terdiri dari para prajurit biasa dan pemain yang ikut berpartisipasi. Penduduk kota Cilvsi sendiri ikut memeriahkan dan berada dipaling luar atau berdiri mengelilingi pusat alun-alun. Ada juga musik dan nyanyian yang dimainkan di pinggir alun-alun.


Pesta terasa ramai dan meriah berlangsung sepanjang malam. Sisi meja-meja kecil yang berada dibarisan pinggir dan dipenuhi oleh para pemain yang menempatinya, kelompok Bolang, salah satu yang memiliki kontribusi dari setiap pemain yang ikut serta dalam pertempuran gabungan berada dalam satu meja ini.


Hanya pemain-pemain yang memiliki kontribusi besar dalam pertempuran, dimana mereka dapat menempati meja-meja ini. Salah satunya adalah kelompok Bolang dan rekan-rekannya.


"apa kita tidak mendekat dan bertanya pada orang itu secara langsung? Saat ini adalah saat yang tepat"


Goriela memprotes kepada Bolang yang merupakan otak dibalik setiap rencana pergerakan serta pengumpul informasi mereka.


Sebelumnya, salah satu anggota mereka yang bernama Jester merupakan pemain pengguna kemampuan yang terfokus dalam penggunaan Inti Mana Dark. Saat dalam pertempuran melawan monster-monster hitam yang mengamuk dan menyerbu, mereka melihat Impian yang juga terlihat menggunakan Inti Mana seperti Jester.


Selain itu, setiap tindakan dan pergerakan Impian terlalu luar biasa untuk hanya sekedar pemain biasa. Selain kebutuhan untuk bertanya masalah tentang Jester, mereka juga ingin bertanya tentang setiap hal berkaitan dengan Impian.


Saat ini Impian berada tepat disana, ditengah meja pesta dan waktu saat ini adalah waktu pesta, dimana waktu luang untuk semuanya. Kesempatan untuk menghampirinya dan bertanya lebih cepat sedang didepan mereka.


"apa kamu tidak lihat? Pemain-pemain itu ditolak hanya untuk datang ketengah"


Bolang menunjuk setiap pemain yang ingin berjalan menuju pusat hanya untuk dihentikan oleh NPC-NPC yang ada. Bahkan hanya untuk diam-diam melintasi saja sudah dilarang, apalagi jika akan membuat masalah, ditengah orang-orang kuat ini? Hanya ada kematian menunggu mereka.

__ADS_1


"kau punya pendengaran jauh bukan? Dengarkan apa yang NPC-NPC itu katakan"


Bolang berbicara kepada Xeper disebelah Goriela.


Setelah Bolang mengatakan itu, Xeper menggunakan keterampilannya dan menguping pembicaraan dari pemain-pemain yang dihentikan.


"maaf pak, kami hanya ingin berbicara kepada pemain itu"


Kata-kata 'pemain' yang disebutkan oleh orang itu, adalah kata-kata yang digunakan oleh pemain untuk memanggil pemain lainnya. Hal ini telah diketahui para NPC yang menganggap 'pemain' sebagai penjelajah dunia dan setiap dari mereka memanggil jenis mereka sendiri dengan sebutan 'pemain'.


"hanya orang-orang yang memiliki kepentingan khusus yang dapat lewat dan mereka yang memiliki jabatan tinggi yang bisa kesana"


Prajurit elf menjelaskan kepada pemain itu yang mencoba lewat.


"tapi dia salah satu seperti kami? Bagaimana dia bisa berada disana?"


Pemain itu menggeram kepada NPC di depannya. Mereka sama-sama pemain, tetapi perlakuan mereka berbeda, padahal pemain ini meresa bahwa kontribusinya merupakan salah satu yang terbesar diantara pemain yang ikut dalam pertempuran.


Jika hanya memiliki kontribusi terbesar saja, seharusnya tidak sampai diperlakukan spesial atau disejajarkan dengan orang-orang besar yang berkumpul dimeja utama. Akan tetapi, perlakuan mereka berbeda, padahal mereka sama-sama sebagai pemain yang memainkan game ini.


Temannya yang berada disebelahnya menghentikannya dengan tangannya, menahan dirinya, lalu berbicara kepada NPC didepannya-


"lalu bagaimana dengan yang disana pak? Dapatkah kami berbicara dengannya?"


Siapa yang ditunjuk orang ini adalah IKILUA yang duduk dimeja setelah meja utama, dimana para penatua, ksatria elf berbagai kota, wakil pemimpin delegasi, serta wali kota sendiri berada. Satu lagi pemain yang disejajarkan dengan orang-orang hebat lainnya berada.


Sedangkan mereka sendiri, hanya untuk melewati barisan-barisan meja tempat itu saja sudah dihentikan sebelum menuju meja utama. Perbedaan perlakuan mereka terlalu besar dibandingkan pemain-pemain ini.

__ADS_1


"ah, orang itu juga merupakan orang yang spesial, sayangnya kalian juga tidak bisa lewat"


Sekali lagi prajurit NPC elf itu menghentikan mereka.


Mendengar itu, para pemain yang dihentikan menegang. Perbedaan perlakuan mereka terlalu besar, padahal mereka sama-sama seorang pemain dan mereka telah membuktikan diri dengan mendapatkan kontribusi dalam peperangan dan menjadi salah satu yang memegang posisi orang-orang yang memiliki jajaran kontribusi terbesar dalam perang.


"hentikan brat, jangan membuat masalah lebih besar. Atau kalian ingin mendapatkan masalah di pesta kemenangan kami!?"


Seorang prajurit dwarf yang berdiri disebelah prajurit elf yang ikut menjaga berbicara kepada kelompok pemain itu. Dirinya tersenyum lebar dan memperlihatkan gigi-giginya.


Tidak berani bertindak lebih jauh, akhirnya para pemain itu mengambil langkah mundur dan pergi dari tempat itu.


"jangan terlalu lembut dengan mereka. Kau harus sedikit keras dengan orang-orang berjenis mereka"


"akan saya ingat saran anda"


Prajurit dwarf tersebut berbicara kepada prajurit elf disampingnya dan dibalas.


Seperti itu para pemain yang mencoba mendekat dan berbicara kepada Impian terhalang oleh prajurit-prajurit yang menjaga. Jangankan berbicara, sebelum mereka mendekat saja sudah tidak bisa. Tidak hanya satu atau dua kali para pemain mencoba mendekat pusat meja, beberapa pemain yang mencoba tetap tidak bisa melewati border.


"lihat? Apa kau masih ingin mencobanya?"


Bolang berbicara kepada Goriela setelah memperlihatkan apa yang terjadi.


Apa yang dilakukan Impian bukan saja menyebrang ke dunia lain dengan memperlihatkan terang-terangan melalui stream-nya, tetapi juga di proses lainnya, dia membuat banyak NPC menuruti semua perkataannya, seakan dirinya adalah komandan di medan perang. Melihat hal itu, pemain yang penasaran ingin mencari tahu kebenaran dibalik itu semua.


Apalagi, Impian bukanlah pemain yang berada dibawah naungan kelompok besar, seperti guild besar, bagian perusahaan, ataupun kelompok besar yang sulit didekati. Tentu saja, setiap pemain akan berusaha untuk mencoba menarik perhatiannya.

__ADS_1


Para NPC mungkin akan menghormati dan berhati-hati untuk sekedar mencoba mendekati dirinya karena gelar dan posisi yang dimilikinya, tetapi pemain akan berbeda, mereka yang mengetahui bahwa Impian bergerak tidak dalam kelompok besar, kesempatan mendekatinya akan sangat tinggi. Tidak ada pandangan rasa hormat ataupun rasa takut untuk mendekati, karena Impian adalah pemain yang baru-baru ini namanya mencuat naik kepermukaan akan ketenarannya.


__ADS_2