INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 24 : DESA PEMULA - MEMASUKI MENARA PERSIDANGAN


__ADS_3

Setelah mempelajari seluruh skill yang telah di dapat dari gereja, Impian melanjutkan 'grinding' dari misi-misi spesial yang di berikan oleh kepala penanggulangan misi, Rocast.


Cukup lama waktu yang di perlukan Impian untuk naik level.


Meski exp yang di perlukan tidak seberapa dari sisa exp Impian untuk naik level, hanya saja apa yang di buru Impian hanyalah monster-monster berlevel rendah.


Sembari berburu, Impian menaikan tingkat keahlian skill-nya dengan monster yang terjerat perangkap dari jebakan yang telah di buat.


Tidak hanya grinding, di sela-sela perburuannya, Impian sempat memikirkan tentang monster yang dia buru tidak menghilang sepenuhnya. Jika monster yang di buru menghilang dan system memberikan hadiah buruan berupa daging dan beberapa bagian tubuh monster tersebut saja, bagaimana dengan bagian lain yang


dapat di manfaat dari monster?


“kamu butuh skill [butchers] atau [Skinning], juga, berparty dengan NPC dapat di lakukan, jika menginginkan monster utuh”


Skill [Butchers] atau [Skinning] seperti yang di katakana Togay di butuhkan untuk membongkar tubuh dari monster yang telah di bunuh. Pemain dapat mengatur dari system permaianan agar tubuh monster tetap utuh atau langsung menghilang dan biarkan system yang bekerja.


Sempat di tolak oleh seorang NPC penjagal di desa, Impian menggunakan berbagai cara agar NPC tersebut mau mengajarinya skill yang di butuhkan untuk membongkar mayat monster.


Cukup lama waktu yang di butuhkan hingga akhirnya Impian mempelajari skill [Skinning] dari NPC penjagal tersebut. Impian mencoba beberapa kali skill barunya pada monster buruannya beberapa kali.


Setlah dineasa puas dengan hasilnya, Impian me-non-aktifkan pasif dari skill barunya dan membiarkan system yang mengatur jarahannya.


Tidak perlu untuk memanen tubuh monster berlevel rendah hanya untuk mendapatkan jarahan lebih dari tubuh monster itu sendiri.


Hasil yang di berikan monster-monster berlevel kecil di sekitar desa tidak seberapa, sehingga Impian memilih cara simpel system dari pada membuang waktu menguliti monster buruan yang berlevel rendah.


[babi coklat dikalahkan]


[mendapatkan daging babi]


[mendapatkan taring babi]


[mendapatkan 8 exp]


[Level Up!]


Akhirnya Impian mencapai level yang di butuhkan dari misi pastor Pe’rgi. Tidak menunggu waktu, Impian menghampiri pastor Pe’rgi di gereja.


Impian tidak melaporkan misi dari banyak quest spesial yang di berikan Rocast meski telah mengalahkan banyak dari monster-monster buruannya. Jika misi di laporkan, hadiah dari penyelesaian misi akan memberikan Impian hadiah exp.


Meski exp yang di dapat tidak seberapa untuk naik level, Impian takut jika exp yang di dapat cukup untuk membuatnya naik ke level 6 yang akan menggagalkan misi dari pastor Pe’rgi.

__ADS_1


Tidak sulit menemukan pastor Pe'rgi di gereja. Jika tidak berada di ruang doa, maka pastor Pe'rgi akan berada di ruangannya.


Bahkan jika tidak di antara keduanya, Impian cukup bertanya keberadaan pastor Per'gi dari orang-orang di gereja.


Pastor Pe'rgi cukup terkenal di lingkungan gereja, sehingga orang-orang gereja akan mengetahui siapa yang di tanya Impian.


“kamu telah mencapai syarat yang di butuhkan. Ikuti aku”


[Misi Prasyarat Pastor Pe’rgi Selesai]


[Mendapatkan Izin Memasuki Menara Persidangan]


[Ikuti Pastor Pe’rgi Untuk Memasuki Menara]


Saat menemui pastor Pe’rgi di gereja, Impian di periksa untuk melihat kemampuan dirinya dan memastikan persyaratan telah terpenuhi. Pastor Pe’rgi membawa Impian ketempat gedung lain di belakang gereja.


Gereja sendiri cukup luas, selain memiliki tempat untuk ber-do'a dan penyembuhan warga desa, tempat berkumpulnya para penyihir yang mengelola gerbang teleportasi desa, masih terdapat tempat lain yang tidak di ketahui seperti ini.


Di dalam gedung itu sendiri, terdapat berbagai altar dan sebuah ukiran indah yang membentuk seperti gerbang dengan berbagai ornament. Ukiran dengan estetik gaya fantasy pada bagian kiri dan kanannya membuat gerbang tersebut menonjolkan suasana mistik yang di pancarkannya.


Tidak terdapat daun pintu di bagian tengah gerbang, itu seperti air yang menggenang di permukaan menjadi pintu masuk untuk gerbang itu sendiri.


Melihat apa yang ada di depannya, Impian bersama Togay berseru melepaskan keterkejutannya.


“ini adalah pintu masuk menuju menara persidangan, hanya jiwa yang masih murni dan jiwa pertama yang dapat memasukinya”


Pastor Pe’rgi menjelaskan tujuan tempat itu di buat kepada Impian.


“apa itu menara persidangan?”


“tempat di mana orang-orang yang terpilih mendapatkan kekuatan”


“….”


“kalau begitu, apa aku telah di tunjuk sebagai orang terpilih?”


Togay yang mendengar percakapan pastor dengan Impian menimpali dan bertanya bangga kepada pastor menunjuk dirinya sendiri.


“sayang sekali, selain jiwa-mu sudah bukan merupakan jiwa pertama, kamu bukan salah satu orang yang di rekomendasikan”


“tidak….”

__ADS_1


Bukan jiwa pertama? Apa karna itu akun keduanya?


Impian berpikir tentang apa yang di ucapkan oleh pastor Pe’rgi tentang apa itu jiwa pertama. Hanya satu kemungkinan yang dapat di pikirkan oleh Impian, akun karakter kedua Togay.


“awalnya, menara persidangan di tempatkan pada kota-kota besar di kerajaan. Orang-orang seperti kalian yang datang dari dunia lain bermunculan”


“….ok?”


“Sang Saintes memerintahkan untuk memberikan kesempatan bagi orang-orang seperti kalian memasukinya. Ia berpikir bahwa orang-orang seperti kalian dapat memberikan bantuan besar untuk kerajaan kedepannya”


“apa awalnya hanya di tujukan untuk warga kerajaan saja?”


“benar, yang terpilih akan di rekomendasikan dan memasuki menara persidangan sebagai hadiah dari bakat mereka”


“….”


“tetapi kalian yang dari dunia berbeda merupakan orang terpilih seluruhnya”


“kami?”


“benar, jiwa kalian murni saat memasuki dunia ini. Sayangnya, semakin kalian berkembang, semakin tercemar jiwa kalian dengan berbagai hal”


Setiap peningkatan level pemain? skill yang di dapat? sihir? Atau hal-hal lainnya?


“hal tersebut membuat orang-orang seperti kalian tidak dapat memasuki menara persidangan di kota-kota besar kerajaan ini. Hingga di putuskan oleh sang Saintes untuk membangunnya di desa ini, yang dimana tempat pertama kali kalian terlihat memasuki dunia ini”


Desa awal mula, level rendah, kemungkinan besar


Pastor Pe’rgi “kamu dapat memasuki menara lewat gerbang ini. Jika sudah siap kamu dapat langsung memasukinya”


Togay “aku akan bermain menggunakan akun pertamaku saat menunggumu, hubungi aku jika kamu sudah keluar”


Impian “ok”


Kemudian Togay pergi keluar dan tidak mengganggu Impian dan pastor Pe'rgi kembali.


Setelah penjelasan apa yang di jelaskan oleh pasto Pe’rgi, Impian melangkahkan kaki memasuki gerbang yang tampak seperti air.


[anda telah memasuki menara persidangan]


Suara dari prom system terdengar di telinga Impian saat melewati gerbang dan membawa Impian ke tempat yang berbeda dengan tempat sebelumnya bersama pastor Pe’rgi.

__ADS_1


__ADS_2