
"aku mendengar dari Lara, kamu bisa melihat lingkungan sekitar dengan jarak cukup jauh. Apa masih ada satu penyergap yang tersisa?"
Ardan bertanya kepada Impian. Beberapa kali Impian bertindak sendiri dan Lara yang melihat Impian fokus terhadap asap yang mengepul, saat Saron menangkap beberapa bandit.
Dengan peristiwa yang terjadi atas tindakan Impian, Ardan mempercayai Impian yang dapat melihat lingkungan sekitar dalam jarak yang cukup jauh.
"mereka semua menghilang"
Tidak ada satupun penyergap yang sosoknya terlihat. Hampir seperti mereka menghilang ke kehampaan.
"apa kamu melihat gerbang teleportasi di sekitar?"
"tidak ada yang mencurigakan, kecuali pohon dan semak - semak"
"kalau begitu, kita kembali ke barisan depan. Mereka lebih membutuhkan bantuan saat ini. Kalian kembali ke posisi, instruksi lebih lanjut akan di berikan setelahnya"
"apa kamu yakin? mereka muncul tiba - tiba sebelumnya. Apa tidak ada kemungkinan, mereka kembali lagi tiba - tiba"
Impian masih berbelit dengan keputusan Ardan. Kemunculan tiba - tiba dan menghilang begitu saja, dapat di lakukan penyergap sebelumnya.
Impian yang meski menggunakan kemampuan [The One Who's See The Truth], masih tidak bisa memprediksinya. Tidak menutup kemungkinan, bahwa penyergap lain akan muncul tiba - tiba.
"kemungkinannya memang ada, tetapi itu sangat, sangat kecil. Jika apa yang kamu katakan benar, bahwa mereka muncul secara tiba - tiba, maka kemungkinan paling masuk akal, adalah penggunaan sihir teleportasi dari mereka"
"..."
"kamu sendiri yang mengatakan tidak ada gerbang teleportasi di sekitar, benar?"
"ya"
"untuk memakai sihir teleportasi masal, mana yang di butuhkan sangat besar. Satu, dua penyihir tidak akan sanggup menggunakannya. Dilihat dari jumlah mereka yang sedikit, kenapa masih menyerang rombongan Saintess? kemungkinan besar mereka akan kalah, tidak, dengan jumlah dan kemampuan mereka seperti itu, mereka sudah di pastikan kalah"
"tetapi dengan pengalihan monster, itu sudah cukup untuk mencoba membebaskan tawanan"
"benar, tapi kita muncul. Apa mereka sebodoh itu dengan tidak memprediksi kemunculan ksatria lain untuk membantu prajurit di belakang?"
"..kamu benar"
"berarti, kemungkinan besar, mereka hanya dapat mengirim jumlah orang yang terbatas. Jika bahkan pemimpin mereka kabur menggunakan kristal rune, maka akan sangat kecil mereka akan kembali. Apa kamu sudah mengerti penjelasanky?"
"baiklah..."
"kalian sudah dengar? kembali ke posisi kalian. tetap berjaga, instruksi lebih lanjut akan di berikan"
""baik tuan!""
Impian dan Ardan kembali ke barisan depan, dimana tempat gerbong kereta kuda Saintess berada. Pertarungan di depan masih berlangsung, monster - monster yang ada, masih terlihat banyak dari mereka.
Togay? tentu saja mengikuti Impian dan Ardan. Karena saat ini, Togay merupakan satu - satu-nya bawahan Impian. Kemana saja Impian pergi saat ini, Togay akan selalu mengikuti.
"kami akan membantu!"
Sesampainya Ardan dalam barisan, ia berteriak ke arah Lara dan Phelipe. Beberapa monster terbang dapat terlihat di sana sini. Lingkaran sihir besar masih terlihat dengan gerbong Saintess sebagai pusatnya.
Impian mendekat ke arah gerbong dan mengetuk jendela kereta kuda.
__ADS_1
"ada apa tuan?"
Itu bukan Saintess yang membuka jendela dan bertanya pada Impian. Dia adalah salah satu yang duduk di samping Saintess di dalam kereta kuda.
Di dalam kereta kuda Saintess, terdapat satu, dua pelayan yang mengurus di sampingnya. Karena Sang Saintess sedang merapalkan sihir yang masih bekerja, pelayan tersebut yang membuka jendela kereta kuda dan bertanya kepada Impian.
"akan membutuhkan waktu lama jika seperti ini terus, tanyakan pada Yang Mulia, apa dia bisa mereset salah satu skill yang kumiliki, juga, dapatkah dia menyalurkan mana kepadaku saat menggunakan skill?"
Setelah pernyataan yang di ajukan Impian selesai, lingkaran sihir yang berpusat pada kereta kuda Saintess tiba - tiba menghilang. Pintu kereta kuda terbuka dan Saintess menunjukan diri, keluar dari gerbong kereta kuda.
"lakukan persiapan"
Seakan mengetahui apa yang ingin di lakukan Impian, Saintess menjawab pertanyaan Impian dengan santai.
"Yang Mulia!"
"Di luar berbahaya Yang Mulia, tolong kembali ke dalam"
Tidak hanya pelayan yang berada di dalam gerbong, tetapi Lara Posteir juga mengajukan banding atas tindakan Sang Saintess.
"lakukan saja persiapannya, dan kalian berdiri di samping untuk melindungi-ku"
""baik Yang Mulia!""
Impian pergi ke belakang gerbong dan mengumpulkan berbagai anak panah yang ada.
"serahkan padaku, pergi kedepan untuk persiapan"
Sebelum bergerak lebih jauh, Togay menghentikan Impian dan menyerahkan persiapan lain padanya. Impian kembali kedepan dan berdiri di sisi Saintess.
Melihat Sang Saintess keluar dari kereta kudanya, Saron yang memimpin prajurit untuk mengalahkan monster yang ada, panik akan situasi. Akan tetapi, setelah mendapati penjelasan dengan apa yang terjadi, posisi prajurit di ubah.
"bantu aku mengumpulkan seluruh anak panah yang ada!"
Togay berteriak pada seluruh prajurit yang menjaga gerbong persediaan. Dengan begitu, tidak hanya Togay yang bergerak untuk mengumpulkan anak panah, tetapi seluruh prajurit di sekitar membantu dirinya.
"bawa kedepan dan sebar di sekitar Impian!"
Perintah silih berganti di ucapkan oleh Togay sembari mengumpulkan anak panah yang ada.
Impian sendiri, yang telah berdiri satu langkah di depan Saintess, mengalirkan anak panah yang telah di kumpulkan. Skil dari accessories gelang-nya telah ter-reset. Skil dari [mengabaikan pertahanan] telah dapat di gunakan kembali.
Dengan sihir [Telekinesis Void] seluruh anak panah yang telah di kumpulkan melayang di udara. Sihir angin, light, dan life di padukan dalam anak panah yang melayang.
Banyaknya perpaduan sihir yang di gunakan dari satu penggunaan, membutuhkan mana yang sangat besar. Impian yang hanya memiliki mana tidak begitu besar untuk satu sihir ini, kesulitan dalam mengendalikan.
Disinilah Sang Saintess berperan dalam tindakan. Tidak hanya menyalurkan mana yang di perlukan Impian, tetapi juga membantu menyeimbangkan seluruh anak panah yang di aliri mana.
Awalnya Impian hanya membutuhkan Sang Saintess untuk me-reset skil dan penyaluran mana, tetapi, atas inisiatif-nya sendiri, Sang Saintess membantu Impian dalam melancarkan sihir yang ada.
"semua siap!"
"semua prajurit! posisi bertahan!"
Saat Impian memproklamirkan kesiapannya, Saron yang memimpin para prajurit berteriak dan memberi perintah.
__ADS_1
Setelah instruksi di berikan dan seluruh prajurit dalam posisi mereka, berbagai anak panah yang melayang, melesat seluruhnya ke arah monster - monster di depan.
*Sung! Sing! Sing!
*wung! wing! wung!
*wus! was! wus!
Seluruh anak panah dengan berbagai macam sihir di dalamnya, melesat menuju monster yang ada. Seperti pertunjukan seorang rambo yang menggunakan gatling gun-nya, seluruh anak panah melesat ke segala penjuru monster berada.
Beberapa anak panah yang mengenai tubuh monster langsung, meledak dan mengubah tubuh monster menjadi bubur. Beberapa anak panah lainnya, menembus tubuh monster dan menciptakan lubang besar. Tidak hanya menembus, tetapi monster lain yang tepat di belakang monster itu, satu garis dari anak panah yang melesat, tertembus dan menciptakan lobang lain.
sepuluh jatuh...
lima puluh jatu..
seratus dua puluh jatuh...
Satu persatu, tubuh monster jatuh tidak berdaya.
Lima monster meledak...
tiga puluh empat monster meledak...
delapan puluh monster meledak....
Berbagai kejadian dari cara monster di kalahkan, terlihat satu persatu. Monster - monster yang menyerang, banyak dari mereka di kalahkan hanya dalam sekejap.
Anak panah melesat dan menjatuhkan monster - monster yang ada.
[***** dikalahkan]
[***** di dapatkan]
.....
.....
[**** exp di dapatkan]
[**** exp di dapatkan]
[**** exp di dapatkan]
[lvl up!]
....
....
Berbagai pemberitahuan dari sistem di dapatkan. Rentetan pemberitahuan telah menyatakan seberapa banyak monster yang telah di kalahkan.
Apalagi dengan tambahan exp yang di dapatkan, baik itu dari gelar maupun kelas Impian. Beberapa kali, Impian mendapatkan pemberitahuan dari kenaikan lvl-nya.
Tidak hanya Impian yang merasakan kenikmatan dari exp yang di dapat, tetapi Togay yang berada dalam satu party dengan Impian, juga mendapatkan exp yang ada.
__ADS_1
Ini lebih dari sekedar di-GB, rentetan exp dindapatkan hanya dari pertunjukan yang Impian lakukan. Hal ini juga menyebabkan naik-nya lvl Togay dengan cepat.
Seluruh orang yang menonton, hanya bisa terpelongo dari jurus yang di lancarkan oleh Impian. Hanya dari satu sihir, banyak monster yang di kalahkan, jatuh satu persatu.