INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 78 : AYO BERBURU DI DUNGEON


__ADS_3

"bagaimana sekarang?"


"ya, quest yang kamu berikan tidak bisa di jalankan langsung saat ini, butuh proses untuk penyelesaiannya"


"apa ada dungeon yang bisa di masuki?"


Impian bertanya pada mereka. Keinginan setiap pemain yang memainkan game mmorpg seperti ini, bersama dengan teman - teman mereka, salah satunya adalah bertarung bersama untuk mengalahkan monster - monster yang ada di dalam dungeon.


Hingga saat ini, Impian belum sekalipun bermain bersama teman - temannya, apa lagi memasuki sebuah dungeon. Impian hanya sekali memasuki dungeon, itu juga bersama Togay, seseorang yang baru saja di kenalnya.


"heh! memang sudah sekuat apa kamu? apa kamu yakin bisa mengimbangi kita melawan monster?"


Jackfruit berkata dengan sombong kepada Impian.


"itu kata - kataku, tetapi jika kamu ingin di 'gendong', tidak masalah"


IKILUA menambahkan perkataan Jackfruit dan menawari opsi lainnya.


"jangan meremehkan kami. Lagi pula Impian sudah cukup kuat untuk bisa mengimbangi kalian"


"memangnya level berapa kamu gendut?"


"63!"


Setelah mengantar Saintess hingga ke kota ini, Togay juga menerima quest-nya sendiri. Karena ia adalah salah satu pengikut Impian dan sama - sama mengawal Saintess, hadiah misi sudah sekali lagi menaikan levelnya.


"huh! level-mu masih di bawah, jangan begitu sombong gendut"


"sudah ku bilang, tidak masalah, Impian akan mengurus sisanya"


"pfffttt, kamu menjadi pemujanya sekarang hah?"


"kalau begitu, bagaimana dengan dungeon Greates Land? tidak jauh dari tempat ini, persyaratan masuk juga hanya sepuluh orang"


Michel berkomentar dan merekomendasikan tempat untuk berburu.


"ya, tapi level monster berada di sekitar level 100, apa kamu bisa mengikuti gendut?"


"apa lagi kita masih membutuhkan 4 orang lagi, apa mereka bisa menerima Impian dan Togay yang masih memiliki level rendah?"


"tidak masalah, ada IKILUA, Alice, dan Michel! siapa yang akan menolak berparty bersama mereka!? hahaha"


"berhenti menjual kami!"


"huh! itu kenyataan!"


"kalau begitu, sudah di putuskan?"


"ayo jalan!"


"ayo"


"mari"


...----------------...


Mereka bertujuh sampai di tempat dimana para pemain dengan level 100 keatas berkumpul. Di depan mereka, terdapat reruntuhan besar dari kota yang pernah di tinggali. Saat ini, kakak Michel telah bergabung denga mereka. Dalam perjalanan menuju tempat ini, Reynold datang dan bergabung dengan mereka.


Reynold tidak banyak bicara, meski sesekali bertutur sapa, tetapi dia tidak mengucapkan kata - kata lebih seperti Togay dan Jackfruit. Kelas yang di miliki Reynold adalah kelas penyihir, hampir sama dengan kelas yang di miliki Alice.


Di pusat reruntuhan itu, terdapat portal berwarna merah besar. Pintu masuk menuju dungeon Greates Land.


"Membutuhkan Seorang penyembuh dan dps jarak jauh!"


"dicari tanker yang memiliki pertahanan di atas 400 ribu!"


"dua orang dps jarak dekat!"


"membutuhkan pemain 'cc'!"

__ADS_1


Banyak pemain yang telah berparty satu sama lain mencari pemain kekurangan dari posisi yang di butuhkan. Ternyata, dungeon Greates Land cukup populer di kalangan para pemain.


"dimana teman kalian? apa dia belum datang?"


Jackfruit bertanya pada IKILUA dan Alice yang telah menjanjikan pemain untuk melengkapi posisi yang di butuhkan. Karena mereka berdua cukup terkenal, kelompok tidak perlu lagi berteriak - teriak untuk merekrut pemain lain.


IKILUA dan Alice telah mengabarkan bahwa posisi pemain yang kosong, dapat di isi oleh kenalan mereka.


"kurasa kita harus menunggu lebih lama, mereka berdua sedang dalam perjalanan kesini"


"ah, itu dia datang! kita tinggal menunggu teman Iki"


Alice menunjuk seorang pemain yang membawa perisai besar di punggungnya. Pemain tersebut memakai pakaian penuh armor yang di lengkapi pada seluruh tubuhnya.


"maaf, aku terlambat"


"tidak masalah Ferdi, terima undangan party!"


"hey, panggil aku dengan RonaldoMessi, jangan memanggil nama di dunia nyata Alice!"


"ya, ya, terserah-mu saja"


Karena nickname yang di miliki pemain dengan perisai besar tersebut terdengar aneh, Alice memanggilnya dengan nama asli-nya di dunia nyata.


Meskipun pemain memiliki perjanjian 'tak tertulis untuk memanggil mereka berdasarkan nama karakter mereka di dalam permainan, melihat nama karakter pemain tersebut yang terasa aneh, akan wajar bagi Alice untuk memanggilnya dengan nama asli ketimbang nama karakter yang di gunakannya.


"huh...!? apa ini? 2 pemain bahkan belum mencapai level seratus, apa tugas kita menggendong mereka naik level?"


"hey, hey kawan... dia adalah pengawal Saintess yang sedang hangat di bicarakan, jangan meremehkannya- ack!"


RonaldoMessi yang memprotes karena teman satu party mereka memiliki level di bawahnya, Togay menjawab balik dengan menyombongkan siapa Impian kepadanya. Di akhir kalimatnya, Togay berteriak kesakitan karena Impian memukul kepala Togay.


"apa kamu tidak memberitahunya lebih dulu Alice?"


"hahaha, maaf Impian, aku lupa, jika kamu tidak mau, aku mencari yang lain Ferdi"


Sembari memamerkan perisai besar di belakangnya, RonaldoMessi menyombongkan diri di hadapan mereka.


"maaf, maaf, kami terlambat"


"apa kalian sudah menunggu lama? maafkan keterlambatan kami"


"maaf"


Dua orang lagi datang dan meminta maaf akan keterlambatan mereka. Seorang yang seperti memiliki kelas penyembuh dengan pakaian suster-nya dan seorang yang menngunakan kapak besar terlihat di belakang punggungnya menyapa kelompok Impian.


"ah, kalian sudah datang. kita sudah lengkap. ayo kita masuk"


Melihat mereka berdua telah datang, IKILUA menyatakan dan berbicara untuk segera memasuki dungeon.


Ekspresi yang di tunjukan mereka berdua setelah menerima undangan party dari Alice, sama - sama terkejut melihat level Impian dan Togay yang masih rendah. Berbeda dengan RonaldoMessi, mereka berdua tidak menyuarakan keluhan mereka.


[Anda menemukan portal teleportasi]


[Portal dungeon Greates Land telah di tambahkan dalam buku peneliti]


[Wisdom bertambah 1]


[Gunakan portal untuk mengetahui struktur rancangannya]


Sistem prom muncul di hadapan Impian saat mereka di depan portal dungeon. Impian terkejut melihat pemberitahuan sistem yang muncul.


"ada apa?"


Alice bertanya kepada Impian yang tiba - tiba terlihat terkejut.


"ah, tidak apa - apa. Aku hanya lupa dengan pekerjaan karakterku"


"pekerjaan?"

__ADS_1


"ya, begitulah, pekerjaan peneliti portal teleportasi"


"kukira pekerjaan-mu ksatria Saintess"


"ah, itu kelas-ku, pekerjaan-ku lain lagi"


"pekerjaanmu aneh"


Mendengar percakapan Impian dan Alice, Jackfruit berkomentar masuk.


"haha, kita lanjutkan?"


"ah, aku lupa, kita akan memilih tingkat kesulitan apa?"


Di dalam dungeon umum dengan persyaratan jumlah pemain sedikit seperti saat ini, terdapat 3 tingkatan kesulitan. Kesulitan easy, kesulitan normal, dan kesulitan hard.


Monster yang akan mereka hadapi di dalam dungeon, juga akan berfariasi tingkat kemampuan mereka, tergantung dengan tingkat kesulitan yang di pilih oleh pemain. Ini adalah pertama kalinya untuk Impian. Saat dungeon Knight Training sebelumnya, tidak di perlukan untuk memilih tingkat kesulitan dungeon.


"tentu saja tingkat kesulitan normal! aku tidak begitu yakin untuk melindungi mereka berdua di tingkat kesulitan hard"


Mendengar pertanyaan Alice, RonaldoMessi menjawabnya terlebih dahulu.


"hmmph! kemana kesombonganmu sebelumnya?"


Atas pernyataan RonaldoMessi, Jackfruit mengomentari dengan meledeknya.


"urgh... tapi aku tidak begitu yakin dengan kesulitan hard"


"pilih kesulitan hard saja! tenang saja, Impian kuat! Ack!!"


"bisa kita mulai dari kesulitan normal dulu? maaf, karena aku, jadi sulit menentukan tingkat kesulitan dungeon"


Mendengar omong kosong Togay, Impian memukul kepalanya dan meminta maaf kepada mereka.


"kita ingin melihat seberapa kuat Impian bukan? kurasa kita lihat dulu dari tingkat kesulitan normal"


Michel juga memberikan pendapatnya.


"aku ikut saja"


"sama di sini"


"tidak masalah apapun tingkatannya, kita masih punya banyak waktu"


Seorang pendeta, seorang yang menggunakan senjata kapak besar, dan IKILUA menyuarakan pendapat mereka.


"kalau begitu, kita mulai dari tingkat kesulitan normal terlebih dahulu"


Setelah di putuskan, Alice memilih tingkat kesulitan normal, dan satu - persatu dari mereka memasuki portal merah sebagai pintu masuk kedalam dungeon.


Pemandangan mereka mulai berubah setelah melewati portal dungeon. Pemandangan yang ada, tampak hampir sama dengan lantai satu yang di masuki Impian saat di dungeon Knight Training. Telah berbeda dengan reruntuhan sebelum mereka memasuki portal dungeon.


Perbedaannya yang bisa di lihat saat Impian menggunakan skil [The One Who's See The Truth], adalah tembok besar yang membatasi tempat itu di setiap ujung dari dungeon.


Jika melihat tempat lantai satu dungeon Knight Training, Impian tidak dapat melihat ujungnya, tetapi disini, ia dapat melihat batas dari dungeon dari tembok - tembok besar itu.


"kita sudah hafap tempat ini bukan? aku tidak perlu memeriksa perangkap yang ada di depan bukan?"


Jackfruit mengatakan setelah kelompok baru saja memasuki dungeon.


Kelas yang di miliki Jackfruit adalah Pathfinder. Kelas yang dapat melihat perangkap - perangkap yang ada di dalam dungeon. Kelas tersebut hampir sama dengan kelas assasin atau penjelajah, kelas yang di butuhkan oleh para pemain untuk menghindari perangkap yang ada saat berburu di dalam dungeon.


"jangan malas! lakukan tugasmu!"


Michel yang mendengar usulan Jackfruit, memarahinya dan menyuruhnya melakukan tugas atas kelas yang di milikinya.


"cih, baik - baik..."


Dengan persetujuan yang telah di terima, Jackfruit berjalan kedepan dan memimpin kelompok menjelajahi dungeon lebih dalam.

__ADS_1


__ADS_2