INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 30 : PERTEMPURAN MALAIKAT BERSAYAP HITAM I


__ADS_3

"huh~ begitu nostalgia"


"Aku masih merasa kesal dengannya"


Amelia dan Kiara saling berbicara sendiri setelah mereka memasuki lantai 100 menara persidangan bersama Impian.


Perempuan berparas cantik dengan sayap hitam berdiri di tengah ruangan. Rambut merahnya tergerai saat dia hanya berdiri mematung di sana.


[Penjaga terakhir dari musuh terkuat yang pernah kita hadapi


Seorang malaikat yang telah terjatuh dari tempatnya


Meskipun dia hanya malaikat biasa, manusia seperti kita hampir tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya


Dia yang memimpin pasukannya, bersama-sama menghancurkan hampir setengah ibu kota


Seorang ibu yang menangis karena kehilangan anaknya


Seorang anak yang berteriak marah karena ketidakmampuannya menyelamatkan ayah dari balik puing


Seorang prajurit yang meminta bantuan


Kesedihan dan kemarahan tercampur akibat pasukan malaikat terjatuh itu


Kami menciptakan penjaga terakhir dari menara persidangan yang menyerupai sosoknya


Semua kemampuan yang dapat kami ingat berada padanya


Meski kami menurunkan tingkat kekuatannya


Berjuanglah dan kalahkan dia


Ingatlah apa yang bisa 'ia lakukan


Bahwa terdapat musuh yang kuat di luar sana melebihi imajinasi kita


Kami berharap agar yang terpilih dapat terbiasa dengan mahkluk sepertinya]


Suara-suara yang menceritakan sosok di ruangan ini terdengar langsung di kuping Impian. Seakan menceritakan apa, kenapa, mengapa, dan siapa sosok tersebut kepada Impian.


[FALLEN ANGEL : LUST OF ITERIA]


LVL 10


HP : 10000000/1000000


Saat sistem memberitahukan siapa sosok malaikat berayap hitam di hadapannya, 'ia membuka matanya dan seakan kegelapan yang begitu dalam keluar dari sana.


[Anda terkena efek Fear]


[Kecepatan gerak berkurang 10%]


[Serangan berkurang 10%]


[Pertahanan berkurang 10%]


[Konsumsi mana yang di gunakan bertambah 10%]


[Colldown skill bertambah 20%]


"bersiaplah nak!"


“[Protect][Brave Aura][Fleeting Time][Cooldown Reduction][Clean Soul][Pure Mind]”


[Purify][Mini Blessing]


Kiara yang mengaktifkan sihir sucinya menyembuhkan sebagian efek negatif dari malaikat bersayap hitam. Impian yang memiliki skill dari sihir suci-nya sendiri juga digunakan pada dirinya sendiri.


Setiap sihir dan skil yang digunakan tidak sepenuhnya menghilangkan efek negatif itu. Memang telah berkurang secara signifikan, tetapi efek negatif itu masih ada dengan jumlah persentase sebesar 1% dari setiap efek negatif yang ada.


Begitu aura menekan yang diberikan sang malaikat terasa dan efek tersebut baru saja di turunkan, sang malaikat mencabut pedang dari sarungnya yang menempel di pinggul. Telah berdiri tegap, bersiap memasuki pertempuran kapanpun pertarungan dimulai.


Tidak hanya tinggal diam dan melihat saja, Impian segera melesat maju menuju malaikat. Menolak untuk inisiatif dilakukan pertama oleh sang malaikat.


Meliat Impian yang berlari kearahnya, malaikat tersebut menghunuskan pedangnya kedepan dan tiba-tiba area di sekitar Impian menjadi berat.


[Magnetic Field]


Impian terjatuh saat berlari dan sulit menggerakan tubuhnya.


-10


-10


-10


-10

__ADS_1


...


"hati-hati! itu adalah skill gravitasi miliknya!"


Amelia berteriak dan melemparkan tiga sihir bola api ke arah malaikat bersayap hitam itu.


Malaikat tersebut menggerakkan pedangnya dan menebas ketiga bola api yang datang menuju arahnya.


Bola api dari Amelia mengganggu fokus dari sang malaikat. Akibatnya, Impian terbebas dari sihir gravitasi itu.


Menolak untuk berdiam diri saja, Impian kembali berdiri dan berlari kearah malaikat cantik itu berada.


"Kiara!"


Mendengar teriakan Impian, Kiara melemparkan sihir cahaya pengikat miliknya kepada malaikat tersebut.


Meskipun sihir yang di lemparkan Kiara terlihat tidak efektif untuk malaikat, hal tersebut sudah cukup untuk mengganggu konsentrasi malaikat agar Impian dapat menyerang secara langsung.


Impian menyerang malaikai menggunakan pedangnya, sayangnya malaikat tidak memperdulikan sihir pengikat dari Kiara dan berfokus menangkis seluruh serangan dari Impian.


Tidak hanya menebas dan menusuk sederhana yang terlihat dari serangan Impian, serangan itu sendiri yang menggunakan pedang sebagai senjatanya, terlihat seperti arus air yang menderu malaikat dari segala arah.


Jika dilihat dari perspektif orang ketiga, posisi malaikatlah yang terpojok dari deruan serangan Impian. Sayangnya, dari kebenaran yang ada, seluruh serangan Impian ditangkis sepenuhnya oleh sang malaikat cantik.


Tiba-tiba, bola api berturut-turut datang menuju arah malaikat.


Seakan tidak perduli dengan hal itu, Malaikat hanya menahannya dengan sayap hitam yang menghiasi punggung malaikat cantik itu. Menghalau seluruh bola api yang datang tanpa berkedip sedikitpun dari gempuran atas serangan pedang Impian.


"sial! menjauhlah darinya nak!"


Amelia terlihat frustasi dan menyuruh Impian untuk menjauh dari malaikat tersebut.


Impian mundur beberapa langkah untuk menjauh dari tempat malaikat berdiri. Api besar menyembur ke atas dari bawah pijakan sang malaikat.


-15


-15


-15


....


Lonjakan api ganas yang membakar tubuh malaikat memberikan kerusakan terus-menerus, terlihat dari rentetan angka merah dari kerusakan damage yang diderita sang malaikat.


Malaikat tersebut berputar dengan sayapnya yang terbentang seakan menyapu semburan api dari sihir Amelia. Dirinya tidak hanya diam dan menerima begitu saja saat semburan api dari sihir Amelia membakar tubuhnya.


Sihir Amelia memang sudah hampir tidak memberikan efek yang berarti untuk penjaga menara dari HP-nya yang sangat besar. Meski api itu membakar tubuh malaikat, angka kerusakan yang muncul hampir tidak berarti baginya.


Impian yang melihat Amelia frustasi dikarenakan kemampuannya berkurang di menara persidangan ini, memberikan kesempatan untuk membiarkannya menyerang si malaikat. Sayangnya, yang terlihat tidak sesuai dengan yang diharapkan dan Impian berteriak, memberitahu Amelia bahwa apa yang dilakukannya menjadi sia-sia.


Meski wajah Amelia terlihat sedikit kesal karena di rendahkan oleh Impian, tetapi Amelia mengerti bahwa yang di lakukannya hanya akan mengganggu Impian dalam pertarungan melawan penjaga lantai.


Amelia hanya menyerang menggunakan bola api di sela-sela pertarungan Impian dengan malaikat, untuk menciptakan celah bagi Impian melancarkan serangan langsung kepada malaikat.


*Shing! Shing! Shing!


*Trang! Trang!


Ditengah aduan dari kedua pedang yang bentrok, sang malaikat menajamkan sayapnya dan menyerang balik Impian dibanding menggunakan pedangnya saat menangkis serangan Impian.


Melihat malaikat menyerang balik Impian dengan sayapnya, Amelia melepaskan bola api ke arah malaikat.


Mau tidak mau, malaikat tersebut menghalau bola api yang datang dengan sayapnya. Melihat hal ini, Impian mendekat dan kembali menyerang malaikat yang terfokus dari bola api.


Sekali lagi, malaikat menghalau laju pedang Impian yang mengarah kepadanya dengan pedang yang dimilikinya sendiri. Pola serangan yang dicoba untuk diubah oleh sang malaikat atas sayap tajamnya digagalkan oleh serangan bola api Amelia.


Jika pertarungan seperti ini terus berlanjut bagi Impian, Impian hanya akan semakin melemah dengan staminanya yang terbatas.


Memikirkan kemungkinan yang terburuk bisa saja terjadi, Impian mengeluarkan perisai yang di berikan di menara persidangan dan memakainya di tangan kirinya.


[Shield Bash]


-340


Malaikat yang terkena serangan Impian terpental beberapa langkah dan menerima kerusakan damage. Impian tidak berhenti disana, perisai yang di pegangnya dilemparkan kearah malaikat.


Perisai yang terbang ke arah malaikat di tangkis dengan sabetan pedang dari malaikat.


Impian tidak mengejar hal tersebut untuk memberikan kerusakan serangan pada malaikat, tetapi Impian merendahkan tubuhnya untuk menyerang kaki malaikat saat malaikat sibuk dengan perisai yang di lempar Impian.


Tubuh dan perisai bergerak secara bersamaan. Saat perisai ditangkis oleh malaikat, celah terbuka dan Impian berhasil menempatkan serangan pedangnya pada kaki malaikat.


-143


-142


Berhasil menebas salah satu kaki dari malaikat tersebut, kerusakan serangan keluar dengan terlihatnya angka merah yang tercipta.

__ADS_1


Malaikat membentangkan sayapnya dan terbang ke atas dari tempatnya berdiri. Mengangkat tangannya keatas, malaikat mengumpulkan bola energi hitam dari tangannya yang terangkat.


"Amelia!"


Impian berteriak kepada Amelia dan menjauh dari sekitar tempat malaikat berada.


Amelia yang mendengar teriakan Impian awalnya ingin melancarkan bola api kearah malaikat yang terbang dan mengumpulkan bola hitam di tangannya untuk mengacaukan malaikat dari apa yang ingin dilakukannya, hanya saja, jika ingin melakukan hal itu, Impian tidak perlu menjauh dari tempat malaikat berada dan melancarkan serangan setelah malaikat terganggu.


Amelia mengganti rencananya untuk melempar sihir bola api dan mengeluarkan sihir [Fire Storm] setelah melihat Impian menjauh.


Api berputar menyembur dari bawah malaikat dan membungkus malaikat yang terbang tidak terlalu tinggi dari lantai.


-42


-20


-20


-20


-20


Berbagai kerusakan dapat terlihat dari serangan Amelia yang di timbulkan terhadap malaikat.


api akan menghalangi pandangan, pandangan malaikat mengarah kesana, artinya sebelah sini titik buta malaikat


Sembari berfikir rencana selanjutnya, Impian berlari mengambil perisai yang terlempar dan menuju ke arah belakang dari malaikat tersebut.


Bentangan dari sayap hitamnya membuyarkan sihir api dari Amelia. Perisai terbang menuju arahnya dan malaikat berbalik menyelimuti diri dengan sayap hitam yang dimilikinya.


Perisai berbenturan langsung dengan malaikat yang menyelimuti dirinya dengan sayap. Jatuh dari atas, Impian kembali menyerang malaikat.


[Aura Slash]


-640


-118


-122


[Triple Thrust]


-240


-238


-242


....


Tidak hanya menyerang menggunakan skill yang di miliki, Impian juga menyerang dengan serangan biasa. Meski serangannya sangat besar untuk ukuran pemain yang memiliki level sama dengannya, tetapi bagi malaikat yang memiliki bar kesehatan sangat tinggi, serangan Impian sangat kecil untuk mempengaruhi penjaga lantai yang memiliki kesehatan sebesar 10 juta.


Pedang malaikat dengan energi hitam yang menyelimutinya terhunus dan menebas ke arah Impian. Seakan tidak perduli saat tubuhnya di serang, malaikat menyerang balik Impian.


"sial!"


Impian berusaha menangkis serangan pedang malaikat dengan pedangnya sendiri, hanya saja, dampak dari kekuatan yang keluar dari serangan malaikat lebih besar dan membuat Impian terpental menjauh beberapa meter.


-460


Berbagai pedang hitam keluar dari udara di sekitar tubuh malaikat, banyak dari mereka muncul dan melaju kearah Impian.


"URGH"


Serangan lanjutan dilancarkan oleh sang malaikat cantik. Impian berusaha menangkis pedang-pedang hitam yang terbang kearahnya dari malaikat.


Saat Impian sedang berusaha menghalau laju pedang-pedang hitam, tubuh malaikat muncul di hadapannya dan pedang malaikat menebas tubuh Impian.


-890


[Heal]


+500


Besar damage serangan dari pedang malaikat terlihat dari hanya satu serangan saja. Kiara yang melihat Impian terkena serangan, langsung mengeluarkan sihir penyembuhannya kepada Impian.


Untung saja sihir penyembuhan Kiara langsung aktif dan memulihkan beberapa kesehatan Impian, sehingga angka kerusakan yang diterima tidak masuk secara penuh.


Impian sendiri tidak bisa menggunakan sihir pemulihannya sendiri, karena saat ini dirinya sedang disibikan oleh rentetan serangan sang malaikat. Memfokuskan diri untuk menangkis seluruh pedang yang mengarah padanya tanpa sempat menggunakan sihir pemulihannya sendiri.


[Fire Ball]


Bola api terbang menyerang malaikat untuk membebaskan Impian yang terpojok rentetan serangan malaikat.


Melihat Impian yang saat ini terpojok, Amelia berusaha membantunya dengan sihir-sihir bolanapinya.


Pertarungan terus berlangsung dengan silih berganti serangan dan balasan antara kedua belah pihak. Bar kesehatan malaikat sedikit demi sedikit terkuras dari serangan Impian dan Amelia, hanya saja, pertaruhan adalah stamina Impian yang berkurang sangat cepat.

__ADS_1


__ADS_2