INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 56 : SIAPA DIA?


__ADS_3

POV JIRCKNIF MANELION


Aku sudah menyinggung orang yang salah. Awalnya aku hanya tidak suka dengan orang kampung itu, siapa yang menyangka dia diangkat oleh Yang Mulia Saintess sendiri.


Beberapa kebelakang, aku menugaskan sebagian pengawal yang kumiliki untuk mencari tahu mengenai orang itu.


Laporan awal yang kuterima bahwa orang tersebut memasuki pusat pelatihan ibu kota bersama tuan Dendilf.


"lapor tuan, orang tersebut memasuki pusat pelatihan. Yang rendah ini tidak dapat mengamati apa yang terjadi di dalam"


Sial! Sial! Sial!


Seorang pengawal belaka tidak dapat memasuki pusat pelatihan seorang diri, mau tidak mau, aku, sebagai anak dari bangsawan yang tinggi harus melakukannya sendiri.


Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi orang kampung itu berdiri di platform arena bersama tuan paladin terhebat. Orang kampung itu memegang berbagai senjata di tangannya.


Bukankankah itu curang!?


Tuan paladin terhebat bahkan tidak menggunakan senjata andalannya!


Tuan paladin terhebat bahkan mengalah padanya!


Berani-beraninya orang kampung itu menggunakan banyak senjata!


Tahan..., tahan amrahku..., di sini Yang mulia agung dan berbudi luhur sedang mengamati...


Aku tidak boleh memperlihatkan kejelekanku di sini...


Apa!?


Kenapa singa besar itu berteriak?


Huh!?


Bahkan Yang mulia agung berdiri? apa yang terjadi!?


Aku yakin dari tampilan sebelumnya bahwa dia masih seorang pemula. Aku bahkan tidak merasakan kehebatan dalam dirinya.


....


....


....


Orang kampung itu hebat!


Aku harus mendapatkannya!


Jika dia bergabung denganku, sebagai pewaris utama, yang memiliki posisi tinggi di kerajaan ini, tawaran yang kumiliki tidak akan mengecewakannya.


Ya... aku yakin dia tidak akan menolak.


Tetapi apa ini!?


Apa yang aku lihat selanjutnya, bahwa dia di bawa oleh Yang Mulia Agung sendiri...


Apa yang di pikirkan Yang Mulia Agung?


Tidak mungkin Beliau tertarik terhadapnya bukan?


Dia hanya orang kampung biasa.


Aku mengikuti mereka diam-diam dari jauh. Orang kampung itu, dia di bawa ke dalam istana.


Sepertinya aku harus menunggu orang kampung itu keluar.


Sepuluh menit berlalu..


Masih tidak terlihat bahwa orang kampung itu keluar istana.


Harus berapa lama lagi aku menunggunya!


....


....


....


Ah! dia keluar!


Tunggu! kenapa tuan paladin terhebat bersamanya!?


Dan siapa orang udik satunya lagi!?


Mereka pindah. Tuan paladin terhebat membawa mereka.


HUH....!? kenapa mereka di bawa ke tempat Kestria Suci Agung berada!?


Tunggu! jangan bilang...


Orang kampung itu kemudian di bawa oleh tuan paladin hebat kembali. Mereka menuju dungeon! itu tempat pelatihan khusus bagi ksatria-ksatria terpilih saja!


Kenapa! kenapa jadi seperti ini!


Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi!


Ya, aku mengumpulkan berbagai informasi yang beredar. Aku bahkan menanyai kepada unit-unit khusus kerajaan.

__ADS_1


Sampai aku menyerah untuk mencoba merekrut orang itu.


Sepertinya aku telah menyinggung orang yang salah.


Orang itu, telah di berikan posisi sebagai ksatria suci agung! Posisi yang hanya bisa di tempati oleh tujuh orang terpilih saja.


Bahkan Yang Mulia Agung sendiri yang menunjuknya!


Saat ini posisi orang itu hanya dalam nama, kabarnya, hanya karena orang itu belum memiliki kekuatan yang cukup, posisinya masih berada sebagai calon.


Sebenarnya orang itu telah menjadi salah satu ksatria suci agung ke delapan. Hanya karena dia belum memiliki kekuatan cukup, hal tersebut masih di tunda.


Sial! bodohnya aku!


Aku mencoba untuk menjauhkan diri darinya. Kuharap orang itu tidak mengingat apa yang telah kulakukan di gedung lembaga pengaturan dan pembagian kekuatan kerajaan.


Kuharap orang itu tidak mengingat dan melupakanku.


Hari-hariku lewati dengan kegiatan seperti biasanya. Hingga hari ini tiba.


Aku berencana untuk mengadakan pertemuan dengan anak-anak bangsawan lain di restoran yang sudah terkenal ini.


Saat aku menaiki tangga menuju lantai dua dari restoran, aku melihat, aku melihat orang itu, bersama pengikutnya sedang makan.


Apa yang kulihat, dia tidak sendiri, nona Lara Posteir, salah satu orang termuda yang sangat berbakat di seluruh kerajaan, orang yang di sebut-sebut sebagai pewaris ksatria suci agung masa depan.


Bahkan sekarang nona Lara Posteir telah menempati posisi pasti sebagai calon ksatria agung! Saat ini, berada satu meja dengan orang itu.


"ada apa Jircknif? apa kamu sakit?"


"ya, mukamu sedikit pucat"


Kedua orang ini! kenapa mereka menanyakan hal itu!? tentu saja aku tidak baik-baik saja!


"tidak apa-apa"


Kenapa harus di saat ini...


Aku bahkan baru duduk, kenapa rasanya canggung sekali.


Oh tidak! orang itu... orang itu melihat kemari!


Apa? apa aku melakukan kesalahan?


Apa ia mengingat kejadian di hari itu?


Sial! apa yang harus aku lakukan...


Huh? oh, orang itu sudah tidak memperhatikan ke arah sini lagi.


Syukurlah...


"berhenti berteriak, aku tahu! aku mendengarkan pembicaraan kalian, lanjutkan saja"


Tidak, sebenarnya aku tidak.


Dan jangan berteriak Sarah! lihat apa yang kamu lakukan! orang itu kembali melihat ke arah sini!


urgh... apa dia memperhatikanku?


Sial, jika seperti ini, aku harus meminta maaf padanya.


Aku tidak mau membuat masalah dan mencoreng nama keluargaku.


Apa orang itu akan memaafkanku...


Aku merendahkannya... aku tidak tahu posisi orang itu sebelumnya... posisinya bahkan lebih tinggi dari keluargaku sekarang...


Apa yang harus kulakukan?


ah! a-apa... mata orang itu tertuju tepat ke arahku...


"hey! berhenti memperhatikan sekitar, apa makanannya tidak sesuai seleramu? maaf kalau begitu, tapi tempat ini benar-benar tempat favorit-ku.."


apa!? bahkan nona Lara Posteir meminta maaf padanya!?


Orang itu sudah benar-benar menaklukan calon ksatria suci agung lainnya...


Posisinya saat ini memang sementara, tetapi saat ini orang itu masih memiliki status sama dengan nona Lara Posteir.


"ah ya, makanan di sini enak, aku hanya merasa akrab dengan orang itu"


A!


Dia membicarakanku!


Sial!


Apa orang itu mengingatku!


Sial! Sial! Sial!


"hey Jircknif! apa yang terjadi denganmu! kamu bahkan menjatuhkan alat makanmu!"


"hey!"


"hey Jircknif! kenapa denganmu?"

__ADS_1


"mau kemana kamu!?"


Aku sudah tidak perduli dengan kalian.


Saat ini posisiku, tidak, hidupku lebih penting!


Aku berdiri di hadapan orang ini... aku berdiri di dekat meja mereka...


"tuan..."


"ah! tuan muda Manelion! ternyata anda, pantas saja Impian melihat kearah meja anda, ternyata anak dari pemimpin kota Yoilka ada disini. Apa kamu mau bergabung?"


Nona Lara Posteir memotong kata-kata-ku bahkan sebelum aku bisa berbicara dengan benar terhadap orang ini.


"tidak nona... aku ingin berbicara dengan tuan calon ksatria suci agung..."


"oh, kamu ingin berbicara dengannya? apa yang ingin kamu bicarakan? silahkan duduk dulu"


"te-terimakasih nona"


aku duduk di sebelah kursi yang kosong di samping orang itu.


"jadi apa yang kamu ingin bicarakan denganku?"


"begini tuan..."


"tidak perlu tegang begitu, santai saja..."


"ah, iya! jadi..."


"ya?"


"maaf untuk sebelumnya... aku tidak tahu posisi tuan... aku telah berbuat sesuatu yang menyinggung tuan..."


"hmm? apa maksudmu?"


"sewaktu di lobby lembaga ibu kota, saya benar-benar minta maaf"


"oh tentang itu? ah... tidak perlu di pikirkan. apa hanya itu?"


Apa maksudnya? tidak perlu di pikirkan? apa yang dia maksud akan membalasku nanti?


Aku tahu menghina dan merendahkan orang yang memiliki posisi lebih tinggi akan terkena hukuman yang berat!


Lalu apa maksudnya tidak perlu aku pikirkan?


Apa hukuman yang kuterima akan terjadi nanti?


Arghhh, aku benar-benar mengacaukan diriku sendiri...


"ah, nona Lara Posteir..."


"nona... selamat siang..."


"maaf sebelumnya, kami tidak mengenali nona"


"Setelah melihat Jircknif datang kemari, kami akhirnya tahu, saya Utolian Farndeik, salam kenal nona"


"halo, tidak disangka anak-anak penerus bangsa sedang berkumpul"


Mereka datang ke arah sini, apa mereka hanya menyapa nona Lara Posteir? apa mereka tidak melihat ada satu lagi orang yang memiliki posisi sama dengan nona Lara Posteir di sini!?


"jadi? itu saja?"


Orang itu kembali berbicara kepadaku dan mengabaikan orang-orang yang menyapa nona Lara Posteir.


Tidak ada pilihan lain!


Aku meninggalkan kursiku dan berlutut di hadapannya.


"saya benar-benar meminta maaf atas tindakan saya sebelumnya, tolong, tuan memberikan pengampunan terhadap saya"


"hah? apa yang terjadi?"


"kenapa Jircknif berlutut dan meminta maaf?"


Tolong diamlah... hidupku sedang di pertaruhkan di sini...


"apa yang kamu lakukan?"


"saya tidak melihat bahwa anda sebagai ksatria suci agung! tindakan saya sebelumnya sangat tidak pantas! saya benar-benar tulus meminta pengampunan anda!"


...----------------....


Akibat dari tindakan Jircknif, Impian yang sebagai calon ksatria suci Lorena tersebar.


Awalnya, posisi Impian yang sebagai calon ksatria suci hanya di ketahui oleh orang-orang tertentu saja di ibu kota.


Karena tindakan berlebihan Jircknif, jabatan yang di miliki Impian tersebar luas.


Tempat itu adalah restoran, sudah terkenal di kota tersebut. Tidak hanya banyak orang penting yang datang, tetapi pemain biasa juga berkumpul di sana.


NPC dan pemain yang ada dapat mendengar hal tersebut dari kata-kata Jircknif yang keras.


Seorang anak bangsawan, pemimpin kota ini, berlutut dan meminta maaf kepada pemain.


Siapa pemain itu?

__ADS_1


Kenapa seorang bangsawan berlutut?


Rumor tersebut membuat gempar, tidak hanya NPC yang ada, tetapi pemain-pemain yang memainkan INK FANTASI, khususnya di kerajaan Lorena.


__ADS_2