
Berkat tindakan langsung dan perhatian khusus dari para penatua elf, ras yang terkenal akan pengendalian mananya, tubuh Impian perlahan-lahan kembali pulih dan stabil. Meski aliran mana stream masih mengelilingi dan mengitari tubuh Impian saat ini, tetapi aliran stream tersebut tidak lagi memasuki tubuh Impian secara sembarangan.
Impian kembali berdiri dari erangan rasa sakitnya dan mulai terlihat segar seperti baru. Setiap penatua masih berusaha dan mengamati agar tidak terjadi hal seperti itu, hal yang tidak diinginkan terjadi.
"..huh~ apa yang sebenarnya terjadi?"
Entah Impian bertanya pada dirinya sendiri atau orang-orang yang ada di sekitar. Kata-kata itu keluar seakan apa yang dialami dirinya sebelumnya bukanlah apa-apa.
"itu yang seharusnya kami tanyakan padamu! apa yang sebenarnya terjadi?"
Mendengar ucapan Impian, IKILUA memarahi dan bertanya kepada Impian sendiri.
"entahlah.. tiba-tiba berbagai kekuatan dan mana memasuki tubuhku. Awalnya memang mentakitkan, tetapi sekarang malah terasa segar"
"apa kamu mensetting rasa sakit pada maksimal?"
"tentu saja tidak! aku mengatur pada posisi terendah dari sistem"
Bagi para pemain, penerimaan rasa sakit yang bisa didapat, dapat diatur di dalam sistem permainan mereka masing-masing. Meski rasa sakit tertinggi hanya bisa mencapai 80% yang dapat dirasakan, itu masih sangat menyakitkan jika terluka atau bahkan terbunuh dalam permainan.
Impian sendiri, mengaku bahwa rasa sakit yang diterima telah diatur kekeadaan terendah, yaitu 10% dari penerimaan rasa sakit. Persentase penerimaan rasa sakit tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, karena pengembang INK START FANTASY tidak ingin pemain bertindak sembarangan dan mengacaukan dunia game karena mengabaikan rasa sakit yang bisa diterima.
"lalu kenapa kamu masih terlihat merasa begitu kesakitan? apa rasa sakit yang diterima begitu menyakitkan bahkan meski sistem berada dipengaturan terendahnya, masih merasakan seperti itu?"
"aku juga tidak tahu... tapi sekarang sudah tidak apa-apa"
Bahkan rasa yang diterima Impian saat ini sangat menyegarkan. Terasa seakan dopping ketenangan dan kenyamanan memenuhi seluruh tubuh.
"kami meminta maaf atas yang terjadi kepadamu. Kami sendiri tidak mengetahui akan terjadi seperti ini"
Penatua Zulana yang mengamati Impian dan IKILUA yang sedang berdiskusi berbicara untuk memunta maaf. Para pemain yang dikenal oleh orang-orang di dunia ini memang tidak terikat kematian dan seakan tidak merasakan akan ketakutan kematian itu sendiri.
Akan tetapi, meski mereka tidak terikat akan konsep kematian, mereka masih menghormati orang yang kehilangan nyawa meski itu para pemain, dan kesakitan yang terlihat saat Impian mengalaminya, mereka berempati dan merasa bersalah karenanya. Itulah sebabnya penatua Zulana dan para penatua lain, bahkan Sang raja sendiri, menundukan kepala mereka, meminta maaf kepada Impian.
__ADS_1
"sudah tidak apa-apa, aku baik-baik saja sekarang. Saat aliran energi stream ini masih aktif, bisakah kita kebawah 'Tree of Life' sekarang?"
"ah, mari, mari, kami antar langsung"
Disetujui oleh setiap orang, Impian beserta IKILUA dibawa menuju tempat 'Tree of Life'. Tepat dimana 'Tree of Life secara langsung.
Tidak setiap orang dapat berada ditempat itu seutuhnya, hanya raja elf dan penatua Zulana saja yang menemani. Sesampainya di depan seperti gerbang kuil yang terbuat dari tanaman melingkar dan tanaman rambat yang menghiasinya, aura pohon semakin terasa.
Aura itu mirip dengan apa yang dirasakan Impian terhadap Origin. Rasa penindasan dan kasih perlindungan menjadi campur aduk dirasakan saat ini. Akan tetapi, rasa superioritas lebih terasa saat melihat bentuk pohon yang besar itu.
Seorang perempuan dapat terlihat menyambut Impian dan rombongan ketika baru saja memasuki gerbang kuil. Sosoknya lebih ramping dan kulitnya lebih putih jika dibandingkan dengan wanita elf lainnya.
Pakaian yang dikenakan lebih terbuka dan hanya ada beberapa bagian yang menutupi bagian privasinya. Rambutnya berwarna putih bersih dan matanya sehijau jamrud yang di poles dengan tangan seniman profesional.
Jika diamati dengan lebih hati-hati, terlihat tubuhnya seperti memancarkan cahaya redup, seakan wanita suci sedang berdiri dihadapan mereka. Meski pakaian yang dikenakan sangat minim, pikiran negatif akan ke'elokan tubuhnya seakan tiada karena perasaan aura yang dipancarkan wanita itu.
"Selamat datang Yang Mulia raja dan Penatua Zulana, serta para tamu yang terhormat"
Wanita itu memberi salam kepada rombongan yang memasuki wilayah bawah 'Tree of Life' langsung dan raja elf yang memperkenalkan wanita tersebut kepada Impian dan IKILUA.
...Lotanarie Borneo...
...High Elf...
...Pendeta suci 'Tree of Life'...
...Lvl 312...
Bahkan ras dan level wanita tersebut dapat terlihat dengan skil mata Impian. Hingga saat ini, hanya raja elf yang memiliki ras sama dengannya, yaitu high elf.
Tidak ada satupun, kecuali dua orang ini yang memiliki ras high elf pada kerajaan ini. Impian yang mengetahui hal tersebut berkat skil matanya, hanya diam saja dan memendam pengetahuan tersebut pada dirinya sendiri.
"salam"
__ADS_1
Setelah salam singkat, Impian dipandu menuju tepat dibatang 'Tree of Life' berada. IKILUA yang baru merasakan aura seperti ini untuk pertama kalinya, terlihat ketidak nyamanan ditunjukan pada wajahnya.
Jika melihat mimik muka setiap orang yang ada dan dicermati dengan lebih seksama, bahkan raja elf dan penatua Zulana terlihat memiliki perubahan wajah yang sedikit berubah. Setiap orang merasakan rasa aura yang dikeluarkan 'Tree of Life' kepada mereka.
Meski raja elf dan penatua Zulana tidak menunjukan hal yang mencolok seperti IKILUA pada wajah mereka, seperti raja elf dan penatua Zulana menahan hal tersebut karena sudah tebiasa akan hal ini. Hanya Impian yang terlihat masih baik-baik saja dan tidak menunjukan sedikit-pun perubahan pada dirinya.
Energi stream danau masih meliuk-liuk dan menyelimuti Impian saat ini. Sembari berjalan bersama mendekati batang 'Tree of Life' secara langsung, kondisi Impian tetap seperti itu.
Sesampainya mereka tepat disebelah batang 'Tree of Life' secara langsung, besar dari batang tersebut lebih terasa akan kebesarannya. Membentang luas kesamping dan tinggi yang dimiliki membuat setiap orang yang melihatnya secara langsung dari dekat terpana dan mau tidak mau mengaguminya.
Perasaan kedekatan akan 'Tree of Life' semakin besar dapat dirasakan Impian. Seakan 'Tree of Life' sendiri memanggil Impian untuk lebih mendekat kepadanya.
Tangan Impian terangkat dan keinginan untuk menyentuh batang dari 'Tree of Life' semakin kuat. Hingga akhirnya tangan itu menyentuh batang tersebut secara langsung.
Raja, pendeta suci, dan penatua Zulana tidak menghentikan Impian. Sebenarnya, hanya pendeta suci sendiri yang boleh menyentuh batang 'Tree of Life' secara langsung.
Jika seseorang secara sembarang melakukan hal tersebut, hukuman berat akan segera diberikan. Bahkan raja elf yang menjadi pemimpin kerajaan, tidak bisa sembarangan menyentuh tanpa ijin secara langsung oleh pendeta suci.
Aliran stream danau Insania yang melilit dan mengitari Impian, perlahan-lahan terserap kedalam tubuh 'Tree of Life' secara langsung. Impian terlihat seperti jalur penghubung antara danau dan 'Tree of Life' jika dilihat dengan mata telanjang.
Dengan kejadian yang terjadi terus-menerus seperti itu, tubuh 'Tree of Life' mulai bergetar dan memancarkan sinar. Sinar tersebut terpancar dari tubuh 'Tree of Life' seluruhnya dan bagi yang terkena sinar itu secara langsung, hawa hangat dan kenyamanan dapat dirasakan.
[menerima energi pancaran sinar 'Tree of Life' secara langsung]
[Regenerasi HP dan MP meningkat 200% selama 24 jam]
[HP dan MP bertambah 10000 selama 24 jam]
[menghilangkan rasa lelah sepenuhnya]
[kekebalan terhadap energi negatif meningkat 80% selama 24 jam kedepan]
Bahkan notifikasi dari sistem muncul dihadapan IKILUA yang terkena cahaya itu secara langsung. Penambahan buff selama 24 jam kedepan di dapatkan dari hanya berdiri mengamati apa yang sedang dilakukan Impian.
__ADS_1