INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 111 : PERKEMBANGAN DIGARIS DEPAN


__ADS_3

Hai semuanya, Author disini.


Maaf sebelumnya, sudah lebih dari semunggu tidak ada update.


Aku mengalami kesibukan pekerjaan dan akibatnya harus dirawat inap dirumah sakit karena kelelahan.


empat chapter terakhir aku paksakan update, sehingga rasanya jalan cerita terlalu terburu-buru dan tidak bagus.


Karena sudah ter-upload, aku malas menghapus dan memperbaiki. Kedepannya akan lebih baik lagi dan aku usahakan.


Jadi nikmati chapter kali ini :)


Salam Author....


...----------------...


Penatua Feanor memberikan daun yang bercahaya emas kepada pemimpin regu di dalam tenda. Barang itu merupakan bagian tubuh Pine yang di ambil langsung.


Kegunaannya adalah penyampaian pesan yang diberikan oleh Pine kepada elf yang tidak dapat terjangkau olehnya.


Dimasa lalu, sebelum Impian datang dimana menyalurkan mana puls dari danau yang membuatnya lebih berkembang, Pine akan memberikan pesan atau yang biasa disebut dengan oracle kepada satu-satunya pendeta suci yang dimiliki. Dari sana, pendeta suci akan menyampaikan pesan Pine kepada elf lainnya.


Sekarang, berkat Pine yang sudah berkembang, penyampaian pesan dapat dilakukan secara langsung dan lebih luas. Meski begitu, tetap saja hal yang bisa dilakukan hanya di wilayah istana, sedikit lebih jauh dari itu tidak dapat dilakukannya.


Maka dari itu, penyampaian pesan yang dilakukan dengan jarak yang jauh, cara penyampaian oracle Pine menggunakan daun yang di ambil dari tubuhnya langsung.


Didalam tenda, terdapat 2 dari delapan Kelopak bunga Cilvsi, Ksatria tertinggi di kota Cilvsi. Tugas mereka disini mengepalai strategi yang dijalankan oleh para elf di kota Cilvsi.


"jadi orang ini adalah kartu kemenangan kita?"


Vilirik, yang mengepalai pusat komando saat ini bertanya kepada penatua Ferendir. Setelah mendengarkan pesan dari Pine, dewi mereka, Vilirik mendekat kepada Impian.


"mohon atas kerja samanya, keberhasilan misi tergantung dengan anda"


Sembari mengulurkan tangannya, Vilirik menyampaikan kepada Impian.


"aku akan berusaha yang terbaik"


"jadi Vilirik, berikan informasi terkini. Begitu Ararik telah membuka jalan, kita akan langsung bergerak"


"baik tuan!"


Vilirik menyampaikan pergerakan ksatria elf saat ini. Ararik dan ke-dua belas kapten baru saja meninggalkan kota dan memasuki hutan tidak lama sebelumnya.


Saat ini, pusat komando sedang mengendalikan pertahanan dari serangan gerilia dark elf di kota. Mereka menunggu informasi dari garis depan sebelum bertindak lebih jauh.


"kabar dari barisan depan telah memastikan bahwa memang terdapat yang tidak beres dengan penyerangan dark elf kali ini. Hutan menjadi semakin kering saat pasukan depan lebih dalam memasuki hutan dari wilayah dark elf. Laporan mengatakan terdapat enam titik yang di duga pusat dari markas dark elf"


Vilirik menjelaskan lebih lanjut. Ararik saat ini sedang menuju titik pusat dari keberadaan dark elf yang paling dekat dengan kota.


Bersama dengan para pemain yang menginfasi balik dark elf di kedalaman hutan, tumbukan pertama telah terjadi. Titik pertama yang di curigai sebagai tempat persembunyian dark elf dan yang paling terdekat dengan kota, tidak hanya terdapat hal-hal aneh yang terjadi pada hutan, akan tetapi monster-monster yang ada di sekitaran hutan menjadi semakin mengamuk saat pasukan lebih dekat ke tempat titik yang dicurigai.


"lapor tuan, rincian dari perkembangan pasukan depan telah tiba!"


Saat Vilirik menjelaskan kepada elf lainnya yang baru saja tiba, seorang prajurit elf memasuki denah dan berteriak memberikan laporan yang ada saat ini.


"bicara!"


Mendapatkan persetujuan, prajurit elf itu menumpahkan segala informasi yang dibawanya.


...----------------...


"dark elf licik sialan! mereka memanfaatkan medan hutan dan monster yang ada untuk mengacaukan kita!"


"jangan hancurkan formasi! bertahan!"

__ADS_1


Disisi lain, tepat di depan dari pasukan yang menginvasi letak persembunyian dark elf. Para pemain dan prajurit elf yang ada telah bentrokan langsung dengan monster-monster di tempat ini.


"jangan menjauh dari pasangan tanker-mu!"


"jangan terpisah dari kelompok!"


Entah itu para pemain ataupun para prajurit NPC elf, peringatan dari instruksi terus disuarakan.


Dalam penyerangan ini, para pasukan di bagi menjadi beberapa kelompok. Mereka tidak menyerang dalam formasi satu kesatuan.


Penyerangan ini terjadi di dalam hutan. Selain itu, kemampuan para elf adalah pergerakan yang lincah dalam pemanfaatan medan.


Pergerakan yang tidak dapat di prediksi dengan pemanfaatan pohon yang tumbuh disana-sini, seperti halnya hutan ini adalah kelebihan yang dimiliki para elf. Pertempuran yang tidak terjadi di medan terbuka akan memaksimalkan kemampuam yang dimiliki.


Masalahnya adalah lawan mereka yang juga merupakan ras elf. Ras yang sama-sama memiliki keunggulan dalam memanfaatkan medan yang ada. Ditambah area pertempuran yang memiliki pohon rimbun di dalamnya.


Jika para penyerang mengambil inisiatif dalam formasi satu kesatuan, musuh yang memanfaatkan monster di garis depan akan dengan mudah membidik penyerang yang hanya ada di satu tempat. Oleh sebab itu, pemain dan NPC dari kota Cilvsi memutuskan untuk membagi pasukan dalam kelompok-kelompok kecil.


Selain memaksimalkan kemampuan rasnya yang sangat lincah, dark elf akan sangat sulit menyerang dengan tanker yang berjaga di dalam kelompok-kelompok kecil itu.


Hanya saja, yang menjadi masalah adalah intervensi dari monster-monster yang ikut menyerang. Penyerbu harus fokus pada serangan monster di depan dan serangan diam-diam dark elf jika lengah sedikit saja.


*Zrash!


*Suk!


*Suk!


Satu orang yang terlihat menonjol di tengah hiruk-pikuk peperangan saat ini. Ararik, satu dari delapan kelopak bunga, berdiri paling depan dan membantai monster-monster yang menghalangi dengan pergerakan indahnya.


*Booom!


*Booom!


*Zrash!


"Rroooooaaaarrrrr!"


Disampingnya, terdapat dua monster yang mirip dengan beruang besar. Meski kedua makhluk itu terlihat mirip dengan monster, tetapi tidak ada satupun orang yang menyerangnya.


Malahan, kedua makhluk itu ikut bertarung dan menghabisi monster dan dark elf disamping Ararik.


Kedua makhluk itu adalah makhluk panggilan dari kedua kapten druid di belakang Ararik. Terlihat dengan berbagai bentuk tanaman seperti ranting dengan beberapa daun yang tumbuh di kepala ataupun punggung, serta akar rambat yang berada di kaki kedua beruang itu.


Makhluk panggilan dari kedua druid itu bertarung disamping Ksatria Kelopak Bunga Ararik. Mereka membantai setiap monster dan dark elf yang menghalangi.


"sisi kanan telah menembus pertahanan musuh!"


"bagi tim penyidik dan intelegent ke arah sana, lalu ambil tim bertahan disisi kanan kesini. Biarkan sebelah sini yang menjadi pusat perhatian mereka dan tim intelegent dapat memasuki wilayah mereka dan mencari Informasi. Tuan Ararik dan yang lainnya disebelah sini akan menjadi pusat perhatian musuh, kita akan terus menjadi umpan agar perhatian mereka tertuju ke arah sini dan tim penyidik dapat berperan maksimal!"


"beri laporan kepada pusat!"


Arahan terus di instruksikan dan jalannya peperangan masih berlanjut.


...----------------...


"jangan ambil point reputasiku!"


"kalian yang menghalangi dasar brengsek!"


"jangan buat keributan!"


"mereka yang membuat masalah lebih dulu!"


"pergilah jika kau merasa pengecut!"

__ADS_1


Berbeda dengan sisi Ararik yang mendominasi dan dijadikan panutan dalam peperangan disisinya, beberapa tempat yang memiliki banyak pemain dari guild yang berbeda menjadi rusuh. Apalagi kedua guild besar yang memiliki posisi tiga teratas, rasa rivalitas mereka memicu kericuhan di tempat ini.


Karena ini adalah event dadakan dan dibutuhkan dimana setiap pemain akan bertemu secara langsung di tempat, persaingan yang sudah cukup panas di antara sesama anggota guild membuat suasana cukup tegang di antara pemain. Meski tidak ada perpecahan langsung dan besar, aksi pemain yang kebetulan menyerang monster maupun dark elf yang sama akan membuat pertengkaran terjadi.


"ini milik-ku! hahahha"


*Suk!


Saat pemain tersebut akan memberikan pukulan terakhir, anak panah tiba-tiba muncul dan menembus kepala monster di depan pemain tersebut.


"bangsat! Higienis bajingan! beraninya kamu mengambil buruanku!"


"hah! kamu saja yang lelet"


Disisi lain pertempuran, api panas yang mengelilingi dark elf dari pergerakan lincahnya telah membatasi dirinya bergerak. Karena pergerakan dark elf yang melompat-lompat dari ranting pohon ke ranting lainnya, pemain berinisiatif membatasi pergerakan dark elf dengan sihir api dan mengelilingi dark elf tersebut.


"jangan gunakan sihir api di tempat seperti ini bajingan! apa kamu mencoba membakar hutan!"


"memang aku perduli! aku bisa mematikan api yang ada jika hal itu akan merambat! jangan meremehkanku!"


"jangan sok kalian Rosemarry! memang sekuat apa pengendalian sihirmu!"


"matikan apinya! perintah kapten Kolanik!"


"HAHAHA! rasakan kalian para Rosemarry bodoh!"


Bukannya mereka fokus pada dark elf yang telah terpojok, akibat pertengkaran mereka yang tidak perlu di medan tempur dark elf tersebut yang telah terpojok berhasil melarikan diri.


[Kesukaan kapten Eureka terhadapmu berkurang]


[Kesukaan kapten Uziln terhadapmu telah jatuh]


Akibat ulah mereka sendiri yang mengacaukan formasi dan jalannya di medan perang, membuat kapten pasukan yang berada di dekat mereka menjadi berkurang. Akibatnya, prom pemberitahuan sistem muncul di hadapan mereka satu-satu.


"sial! kita lanjutkan nanti!"


"aku akan membiarkanmu kali ini!"


"kita tunda urusan kita lain kali!"


"semuanya! kita harus fokus pada pertempuran di depan terlebih dahulu!"


Setiap kali terdapat perselisihan yang mulai muncul satu persatu diantara mereka, pengumuman sistem tentang penurunan kesukaan pemimpin-pemimpin NPC disekitar mereka mulai menurun.


Melihat hal itu, pemain akan menahan diri mereka dan mulai bersikap dengan mencoba memperbaiki pencapaian mereka. Para pemain akan mencoba menahan diri dari setiap pemain lain yang mencoba memprovokasi.


Entah mengapa, berkat pemberitahuan sistem itu, satu-persatu pemain yang saling berseteru, menahan diri dan berhenti menimbulkan masalah lagi. Satu-persatu dari para pemain mulai kembali fokus dalam peperangan yang sedang berlangsung.


"fiuh~ syukurlah... merepotkan sekali harus mengatur mereka"


"huh! pemimpin divisi III dari Higienis terlihat kesusahan mengatur bawahannya"


"memangnya kamu tidak begitu? Pegasus dari Divisi II Rosemary?"


"...yah, syukurlah fungsi sistem membantu kita"


"untuk mencegah lebih jauh, sebaiknya kita mengambil arah yang berbeda"


"setuju"


Kedua skuad guild yang akan bertemu, akan mencoba memberi jarak pada bawahan-bawahan mereka.


"Pengumuman dari pusat komando! kita akan berfokus pada sisi tuan ksatria Ararik! Beri bantuan sebanyak mungkin!"


Sayangnya, pengumuman yang diberikan dari NPC tersebut membuat para pemain harus sekali lagi berkumpul disatu titik. Rencana para atasan anggota guild yang mencoba berpisah dan menghindari pertemuan secara langsung dimedan perang, mengharuskan mereka sekali lagi berkumpul disatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2