
Tim memasuki sarang dan tidak ada yang menempatkan diri untuk menahan musuh yang datang di depan pintu masuk sarang.
Level yang ada, baik itu monster ataupun dark elf di tempat ini memang sangat tinggi jika dibandingkan dengan para pemain. Level yang terlemah dari seluruh makhluk yang di lihat Impian di sekitar tempat ini adalah 194, dan rata-rata level dari mereka adalah 271.
Hal itu saja sudah berbeda 200 level dengan Impian, bagaimana bisa ia menghadapin mereka yang bahkan tidak bisa dihitung dengan jumlah jari tangannya. Maka dari itu, saat ini Impian hanya melihat, mengamati, dan mengikuti yang lainnya saja.
Setiap anggota elf disini, mereka adalah ksatria-ksatria terpilih dan berpangkat tertinggi dari kerajaan Onteral. Meski jumlah musuh terbilang sangat banyak, mereka dapat menghadapi dengan mudah.
Pemikiran untuk tetap maju dan tidak berjaga di pintu masuk, adalah mempersiapkan diri dari musuh yang tidak di ketahui di dalam sarang.
*Grooaaaaa!
Monster yang seperti kumbang madu dengan bagian tubuh yang terlihat aneh berlari bersama dua dark elf dari bagian dalam gua saat Impian dan yang lainnya baru saja memasuki sarang.
"sepertinya makhluk itu telah terkontaminasi"
Nowe berkomentar saat melihat makhluk itu. Kumbang dengan duri-duri tajam hitam pada punggung sayapnya dan jaring-jaring seperti sarang laba-laba di antara kaki-kaki, terlihat seperti makhluk buatan cimera.
...Beeatles WarGround...
...Lvl 376...
...HP : 428.009.000/428.009.000...
Monster itu telah melewati level 350, jauh di atas Impian. Hanya saja, jumlah kesehatan yang tidak masuk akal itu, tidak seharusnya dimiliki oleh makhluk dengan level segitu.
Apakah itu karna kontaminasinya?
Istina dan Galadriel langsung maju setelah melihat ketiga musuh. Mereka berpisah untuk menghadapi kedua dark elf. Kedua hewan panggilan Nowe maju menahan kumbang tersebut bersama penatua Feanor. Astaresee maju membantu Istina sedangkan Teleri maju membantu Galadriel.
Posisi telah di ubah begitu saja tanpa kata-kata pengantar. Hanya Alanea yang berada di sisi Impian sembari menembakkan anak panahnya untuk membantu yang lainnya saat menghadapi musuh.
"jangan menahan diri!, pasukan di luar sarang masih ada, mereka dapat masuk kapan saja. Kita harus cepat!"
Penatua Feanor berteriak kepada yang lain.
Saat ini mereka baru saja memasuki pintu gua, belum jauh mereka bergerak dan telah menemukan musuh secara langsung. Masih belum diketahui seberapa kuat musuh-musuh lain semakin mereka memasuki sarang.
Ditambah lagi, para pasukan baik itu dark elf ataupun monster yang mereka jinakan di luar sarang tidak dihabisi sepenuhnya. Impian dan yang lainnya menerobos lurus kedepan secepat yang mereka bisa.
Akibatnya, semakin lama mereka disini, bisa saka pasukan di luar akan memasuki sarang dan menghambat mereka. Mereka harus tetap pada tujuan misi mereka, yaitu benda yang dibawa pihak ketiga.
*Boomm! Boomm!
Kedua makhluk yang di panggil oleh Nowe memeluk monster kumbang raksasa itu hingga si kumbang tidak dapat bergerak seinci-pun. Asteresee dan Teleri yang awalnya membantu Istina dan Galadriel, berbalik dan mengeluarkan serangan kearah monster kumbang.
Asteresee dengan kedua pedang di masing-masing tangannya bersinar terang berwarna hijau keemasan, mirip dengan aura yang dikeluarkan oleh jendral Georg Henderxin. disisi sebaliknya, Teleri yang menggunakan rapiernya juga memancarkan sinar kuning terang.
Keduanya menusukan senjata mereka ke arah monster kumbang!
*Shinnnngggg!
*Kyyyuuuuuaaarrrgghhh!
Seperti sinar beam, dengan irama yang senada serangan keduanya menembus monster kumbang. Monster tersebut jatuh begitu saja seperti 'tak bernyawa.
__ADS_1
Serangan tidak berhenti disitu saja, kedua telapak tangan penatua Feanor bercahaya ungu terang dan seperti after image, tangan seperti monster besar terlihat dari telapak tangan penatua Feanor. Begitu kedua tangan penatua Feanor bergerak seperti menampar kebawah kearah monster kumbang yang tergeletak ditanah, bayangan telapak tangan dari after image penatua Feanor menepak tubuh monster kumbang.
*Boooommm!
*Ack!
Darah segar keluar dari mulut monster kumbang, bahkan suara teriakan dari monster kumbang tidak keluar saking kerasnya serangan penatua Feanor. Atas serangan itu, darah yang keluar sangat banyak dan hasil dari serangan penatua Feanor bahkan membuat tanah dibawah monster kumbang itu hancur.
Getaran seperti gempa bahkan terasa hingga keseluruh area. Serangan itu pasti sangat kuat hingga membuat efek sebesar ini.
Nowe yang sedari tadi telah melafalkan mantra sihirnya, mengayunkan tongkat yang di pegangnya. Efeknya? Pohon raksasa tiba-tiba tumbuh dari bawah monster kumbang dan menembus tubuhnya.
Tubuh monster kumbang yang digempur habis-habisan, mulai memudar dan menghilang menjadi butiran cahaya. Sebegitu kuatnya serangan dari mereka berempat hingga monster yang memiliki kesehatan lebih dari 420 juta menghilang dalam waktu cepat.
Yang tersisa hanya tinggal dua dark elf. Tanpa kata-kata perintah, bahkan kedua hewan panggilan Nowe telah berlari ke kedua dark elf itu.
*Wus!
*Wush!
Dua anak panah dari Alanea yang berada disamping Impian melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kaki dark elf.
*Shak!
*Tak!
Satu panah mengenai kaki dark elf sebelah kiri yang sedang dihadapi oleh Istina, sayangnya panah yang menuju dark elf sebelah kanan berhasil dihindari. Alanea terlihat tidak kecewa dengan itu, hasilnya sudah cukup untuk membuat perhatian dark elf terganggu dan kedua hewan panggilan Nowe menangkap kedua dark elf tersebut.
Penatua Feanor berlari kearah dark elf sebelah kanan yang dilawan Galadriel dan berhasil menghindari anak panah Alanea.
*Puk! Buk! Bak! Buk!
Saat mereka berdua ingin berlari, apa yang terlihat bahwa dark elf tersebut telah dilumpuhkan oleh Asteresee, Istina, Nowe, dan Alanea. Penatua Feanor dan Galadriel saling memandang dan menganggukan kepala.
Tim tidak menghela nafas untuk istirahat dan langsung berlari untuk menyusuri sarang gua lebih dalam.
"Tunggu!"
Baru dua langkah tim menapakan kakinya, Impian tiba-tiba berteriak. Mendengar teriakan Impian, yang lain menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Impian.
"ada apa?"
Alanea yang berada di samping Impian sedari tadi dan belum mengambil langkah jauh sehingga dirinyalah yang paling terdekat bertanya pada Impian.
"hah... apa kalian hanya akan berlari menyusuri gua dari ujung ke ujung?"
"kita tidak memiliki waktu lebih tuan Impian. Sisi Asterik dan kota Cilvsi masih bertarung, kita harus cepat menetralkan benda itu"
Penatua Feanor menjawab dan menjelaskan kepada Impian.
"ya, buang energi di tempat yang tepat. Gunakan untuk menerobos saja, bukan menghadapi seluruh orang satu persatu"
"apa yang anda maksud tuan Impian?"
Impian melangkah untuk lebih mendekat ke dinding sarang.
__ADS_1
"aku sudah melihat kemampuan kalian barusan, kita tembus dinding ini. jika menyusuri dengan berlari akan terlalu lama jika musuh seperti tadi muncul kembali atau bahkan lebih kuat. Dengan cara ini bisa lebih cepat"
Mendengar kata-kata dan rencana Impian, setiap anggota mengernyitkan pelepis mereka, seperti ingin mengatakan bahwa rencana Impian terdengar Absurd.
"ini adalah dinding dari sarang gua yang diciptakan oleh dark elf, ras seperti kami. Dulu kami juga membuat hal semacam ini dikehidupan nenek moyang, sebelum bunda alam muncul. Sarang akan memiliki jalan yang berkelok-kelok hingga mencapai inti. Kita harus cepat karena akan membutuhkan waktu untuk menemukan jalan yang benar. Untuk itulah kami membawa Teleri, dengan kemampuannya kita bisa menghemat waktu lebih singkat. Jika kita mengikuti apa yang dikatakan anda, kita tidak tahu akan berada ditempat mana dan malah akan tersesat. Tidak hanya itu, diding juga sangat tebal dan keras, jika kita menembus dinding dengan paksa, kita akan kehabisan energi hanya untuk mencari jalan jika tersesat. Kami memang telah mengetahui keberadaan benda itu ditempat ini, tetapi kami tidak mengetahui secara pastinya keberadaan benda itu didalam sarang. Kita masih membutuhkan usaha untuk mencari jalan"
Alanea menjelaskan lebih rinci kepada Impian, dengan penuh kesabaran karena Impian adalah orang yang menjadi utusan dari istana. Menjelaskan dengan perlahan seakan memandang rendah Impian yang dianggapnya bodoh.
"...bagaimana menjelaskannya ya... Cukup menembus dinding dua kali, kita akan sampai ke inti sarang"
Impian awalnya kesulitan untuk menjelaskan, tetapi dia hanya mengatakan dengan penuh ketakinan kepada yang lain.
Apa yang tidak diketahui oleh mereka, adalah sistem map dari pemain yang dimiliki Impian. Pemain memang tidak akan melihat seluruh jalan, karena tempat ini telah diverifikasi oleh sistem sebagai dungeon.
Tempat ini telah di tentukan oleh sistem permainan sebagai dungeon terbuka, dungeon tanpa pintu masuk seperti portal atau lubang cacing dan hanya bisa diselesaikan sekali. Pemain tidak dapat menyerbu dungeon terus menerus.
Peta pemain juga tergambar gelap dan diharuskan untuk menyusuri terlebih dahulu untuk membukanya. Sehingga jalan menuju pusat dungeon tidak bisa diketahui setelah pemain memasuki dungeon pertama kali.
Hanya saja, skil dari kelas Impian yang diberikan oleh Origin sangat istimewa. Dikombinasikan dengan kemampuan dari kelas ksatria suci yang dapat beradaptasi dengan lingkungannya, jalan dari tempat ini seperti ez peezi olehnya.
Skil [The One Who's See The Truth] melihat bahkan menembus penghalang. Skil yang di aktifkan Impian sedari tadi saat pertama kali tim memutuskan untuk menyerbu secara langsung.
Sebagai hasilnya, apa yang terlihat adalah jalan dari keseluruhan sarang. Map telah terbuka seluruhnya dan bentuk dari sarang seperti bentuk 'S' dengan beberapa cabang dibagiannya masing-masing.
Sehingga jika pintu masuk dari buntut 'S' dan inti sarang adalah buntut lainnya, maka tim cukup menembus dinding sebanyak dua kali untuk mencapai inti sarang. Hal itu akan sulit untuk dijelaskan kepada yang lain dan akan cenderung tidak dipercayai.
Apalagi jika Impian menjelaskan seluruhnya, maka sama saja dirinya mengungkapkan semua kemampuan yang dimilikinya. mana ada orang yang akan mengungkapkan seluruh kemampuannya dan bahkan jika dijelaskan, yang lain hanya akan tidak mempercayai hal itu.
"...kalau begitu, Nowe, periksa ketebalan dan bahan dari dinding"
Penatua Feanor yang memandang Impian berkata dan ingin mencoba rencana Impian.
"Penatua Feanor!"
Alanea yang belum mengetahui siapa Impian karena kebenaran masih dikalangan anggota istana ibu kota kerajaan Onteral saja, mempertanyakan keputusan penatua Feanor yang mempercayai rencana Impian begitu saja.
"tidak perlu, aku sudah melihat skil dari kalian sebelumnya tadi. Tembus bagian ini, ini, ini, dan itu dengan skil menusuk dari kalian berdua, kemudian pukul keras dengan kemampuan kakek pada bagian ini dengan skil sebelumnya. Itu cukup untuk menghancurkan dinding"
Impian sempat curiga dengan penglihatannya yang dapat menembus dinding. Hanya dengan skil [The One Who's See The Truth] saja, tidak mungkin dapat dilakukan.
Hingga sekarang, skil itu hanya bisa melihat dengan sangat jauh seperti sebelumnya saat mengawal Saintess, dan tempat itu terbuka tidak seperti tempat ini yang tertutup seluruhnya. Kemudian Impian yang juga mengaktifkan skil [The One Who's Order Mana] dari awal, akhirnya mengerti bahwa dinding memiliki penguatan mana yang terkandung.
Sehingga dengan kedua skil-nya tersebut, Impian dapat mengetahui bahan dan ketebalan serta seberapa kuat dinding jika ditembus begitu saja. Dengan itu, Impian memerintah untuk dipukul dibeberapa titik dan cara menghancurkannya.
"ah, juga, sepertinya yang diluar sudah mulai mendekat memasuki sarang. Kurasa dengan hewan panggilan kakak, cukup untuk menahan mereka sementara"
Impian juga memberitahu Nowe akan kejadian diluar sarang. Seberapa kuat mereka dan seberapa besar usaha untuk menghadang mereka Impian sebutkan.
"kakek!? dan kakak!? sungguh absurd!"
"lakukan"
Berbeda dengan Alanea yang tidak mempercayai Impian dan malah mempertanyakan sebutan Impian kepada yang lain dimana sekali lagi Impian dengan entengnya menyebut panggilan santai kepada orang yang memiliki pangkat sangat tinggi dan dihormati dikerajaan. Sebaliknya, penatua Feanor berkata kepada yang lain dan diberikan anggukan oleh yang lainnya yang menerima begitu saja.
Alanea yang melihat hal ini merasa kebingungan dan heran. Mempercayai seseorang yang mereka anggap sebagai makhluk dunia lain dan masih memiliki level sangat rendah juga merupakan orang luar dari kerajaan mereka.
__ADS_1
"aku akan membantu hewan panggilanmu untuk menahan mereka"
Meninggalkan Alanea yang ternganga dan tidak mempercayai apa yang dilihatnya, Teleri berjalan kearah pintu masuk bersama hewan panggilan Nowe. Sedangkan yang lainnya telah bersiap diposisi mereka untuk menjalankan rencana Impian.