INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 127 : MENUNGGU


__ADS_3

"ingat apa yang aku katakan untuk sampai ke pusat sarang? sepertinya kita tidak perlu menembus dinding kedua"


Karena saat ini, asap hitam seperti sunami yang tertarik sesuatu telah menghalangi pemandangan sepenuhnya dari luar perisai Galadriel, akibatnya, hanya penglihatan tertutup sepenuhnya. Hanya Impian yang menggunakan skil [The One Who's See The Truth] saat ini, dapat melihat apa yang terjadi di luar.


"mana yang terkandung di dalam dinding ikut terhisap. Itu menyebabkan seluruh dinding sarang hancur dibanyak bagian"


"apa!?"


"tidak mungkin! sarang yang di buat oleh dark elf sangatlah kuat!, dapat meregenerasi!, dan terjaga oleh rune sihir!"


"tidak mungkin itu dapat hancur seluruhnya dengan mudah!"


Setiap dark elf yang mendengar ucapan Impian berteriak kearahnya. Entah itu memprotes akan penyangkalan atau berbicara untuk dirinya sendiri.


...----------------...


Sementara itu, di luar sarang, berada di 1km lebih jauh, Ararik dan pasukannya yang terdiri dari NPC elf dan para pemain telah tiba.


"apa itu!?"


"woah...."


"asap-asap itu berkumpul disana"


"apa yang terjadi sebenarnya?"


Peristiwa saat ini sebenarnya sangat mencekam. Kumpulan asap hitam yang mereka lihat dari tempat awal berkumpul dan berputar di pusat sarang.


Beberapa merasa tegang dan panik melihat kejadian di depan mereka, hanya saja ekspresi para pemain yang melihat ini anehnya mengagumi apa yang sedang terjadi. Dikarenakan dunia ini hanyalah permainan, mereka sama sekali tidak merasa takut dan malah keterbalikan dengan setiap NPC yang ada, mereka terpana karenanya.


Ararik tidak berani mengambil langkah lebih jauh. Saat ini dirinya dan pasukannya hanya mengamati dan menunggu dari tempat ini.


"apa kita tidak maju?"


"kita hanya menunggu disini?"


"apa kamu bodoh!? itu bukan sekedar asap, itu mana Ether yang berkecamuk, silahkan jika kamu ingin mati konyol"


Beberapa pemain yang menunggu perintah Ararik berkomentar satu-persatu. Mereka sudah tidak sabar untuk jauh lebih mendekat kepusat sarang.


Pemikiran pemain berbeda dengan pemikiran para NPC. NPC akan lebih berhati-hati jika kejadian yang menyangkut nyawa, berbeda dengan para pemain yang tidak mempermasalahkan kematiannya karena dapat dibangkitkan kembali, mereka tidak mengambil pusing dengan peristiwa yang ada, malah lebih seperti termotivasi.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat mereka, beberapa orang terlihat datang. Itu adalah pasukan elf lainnya yang baru saja tiba.


"Ararik"


"bagaimana perkembangan saat ini?"


"Lunari, Isfran, tidak ada hal lebih lanjut, seperti yang terlihat, kita hanya bisa mengamati dari sini. Kalian dapat perintah dari pusat untuk langsung bergerak ketempat ini?"


"ya, Vilirik telah membuat perintah untuk pasukan pengintai agar segera bergabung denganmu"


"Alanea berada disana..."


Lunari dan Isfan yang baru saja datang dan berbicara dengan Ararik juga merupakan salah satu dari delapan kelopak bunga Cilvsi. Mereka berdua memiliki tugas yang sama dengan Alanea sebelumnya, memeriksa sarang dark elf lain selain yang sedang dihadapi oleh Ararik.


Lunari yang dengan mata khawatirnya bertanya akan keberadaan Alanea saat ini. Alanea yang menemukan tempat ini dan bawahannyalah yang mengabarkan kepada pusat apa yang sedang terjadi.


Tidak adanya kehadiran Alanea, hanya berarti dirinya berada di pusat asap hitam yang berkecamuk itu. Hanya melihatnya saja sudah membuat bulu kuduk merinding, apalagi harus terjebak disana.


"tidak perlu khawatir, Ksatria Ranting Borneo ada bersamanya, selain itu salah satu penatua juga bersama mereka"


"ya, kita hanya bisa menunggu saat ini"


Tidak lama kemudian, satu-persatu dari seluruh kelompok elf Cilvsi yang dikomandoi oleh ksatria kelopak bunga Cilvsi berkumpul ditempat ini. Baik itu kelompok yang menjadi mata-mata seperti Alanea maupun kelompok yang berada di kota.


"woah... lihat, 5 kelopak bunga Cilvsi ada disini"


"apa mereka akan habis-habisan sekarang?"


"mungkin saja! aku merasa kita tidak akan kalah saat ini"


Para pemain yang melihat menjadi bersemangat karenanya. Hanya saja, mereka masih menunggu dan hanya mengamati ditempat ini.


...----------------...


"kurgh..."


"Nowe!"


"bertahanlah sedikit lagi, asap hitam sudah mulai mereda"


Nowe yang memberikan dukungan terus-menerus kepada Galadriel untuk mempertahankan sihir perisainya sudah mulai kelihatan lelah. Entah itu kata penghiburan atau bukan dari mulut Impian, mereka tidak mengetahuinya dari dalam perisai Galadriel.

__ADS_1


Mereka hanya berharap apa yang dikatakan Impian adalah kebenaran. Mereka hanya bisa bertahan saat ini karena sihir perisai Galadriel sedang bekerja dan pemasokan mana untuk mempertahankannya dari Nowe adalah apa yang membuat perisai tetap bertahan. Entah apa yang akan terjadi jika perisai hancur dan mereka terjebak dalam amukan mana Ether saat ini.


"apa kakak bisa meminum ramuan?"


Togay menawarkan kepada Nowe ramuan-ramuan pemulihan yang biasa dikonsumsi oleh para pemain. Dirinya mengeluarkan seluruh jenis ramuan yang dia punya dari inventori-nya.


Istina yang melihat hal itu memegang tangan Togay yang memegang botol-botol ramuan dan menggelengkan kepalanya.


"biarkan dirinya berkonsentrasi"


Bukan karena tidak mau, tetapi seorang druid yang sedang merapalkan sihirnya tidak bisa melakukan hal lain saat sedang bekerja. Dirinya butuh konsentrasi penuh, dan sihir akan terbatalkan jika sewaktu aktivasi terhenti sesaat.


"bertahanlah Nowe..."


Nowe tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya saja menanggapi kata-kata Istina yang khawatir.


Berbeda dengan Nowe, Galadriel masih berdiri teguh ditempatnya karena dukungan Nowe. Meski mana Ether merusak dinding-dinding sarang, sihir perisai Galadriel tidak tergores sedikitpun.


"penatua Feanor"


Astaresee memanggil penatua Feanor.


"ya, energi itu semakin tebal, entah apa yang sedang mereka lakukan, kita akan maju dengan kekuatan penuh begitu tuan Impian memberikan kode untuk kita bergerak"


Sepertinya mereka memikirkan hal yang sama. Keduanya telah melakukan persiapan untuk mengaktifkan kemampuan penuh mereka.


Seperti yang diharapkan dari orang yang memegang posisi nomer satu Ranting Borneo. Astaresee tidak hanya berdiam diri dan menunggu saja saat ini, dirinya mempersiapkan untuk tindakan selanjutnya yang akan mereka ambil.


Kemampuan yang memerlukan waktu aktifasi untuk masuk kedalam mode serius mereka. Sudah beberapa saat lalu mereka berdua menyelimuti diri mereka dengan mana yang terlihat oleh mata Impian dari skil [The One Who's See The Truth].


Mendengar kata-kata penatua Feanor, para dark elf juga bersiap dan akan langsung maju begitu Impian memperingati dan sihir perisai Galadriel dilepaskan.


Impian yang sebelumnya mengatakan bahawa "hanya perlu menembus 2 dinding" dan "dinding-dinding sarang hancur saat ini" dapat disimpulkan bahwa mereka akan langsung menghadap kelompok dibalik kejadian ini di pusat sarang. Tidak akan ada lagi pemisah diantara mereka dengan kelompok dipusat sarang.


Mereka hanya bisa menunggu dan bersiap saat ini. Menunggu Impian memberitahu mereka kejadian diluar.


...


...


...

__ADS_1


"Mana Ether sudah mulai mereda. Bersiap untuk langsung maju"


__ADS_2