
Ruangan yang tidak terlalu luas dan memiliki dinding serta lantai keramik yang menghiasinya.
Terdapat tiga patung yang berjejer di depan Impian saat ini.
Patung paling kiri menggambarkan seorang penyihir dari bentuknya yang memakai jubah dan membawa tongkat di tangan kanannya.
Patung di tengah berdiri kokoh dengan pedang dan perisai di masing-masing tangannya, patung menggambarkan seorang kesatria hanya dengan melihatnya saja.
Yang terakhir berdiri sebelah kanan dari ke tiga patung yang ada, menampilkan sosok dengan pakaian seperti pendeta dan memegang buku di salah satu tangannya.
[Ketiga sosok yang menggambarkan pelindung dari Kerajaan Suci Lorena
Mereka yang berjuang gagah melindungi Kerajaan Suci Lorena di baik Sang Saintes
Pelindung yang menggambarkan kebanggaan yang di miliki Kerajaan Suci Lorena
Sebagai seorang yang telah terpilih memasuki menara persidangan Kerajaan Suci Lorena
Kamu terkagum-kagum dengan sosok mereka yang berada di depanmu
Jiwa yang murni dari seseorang sepertimu mengagumi sosok itu
Keinginanmu untuk menjadi seperti mereka terpancar dari tindakanmu
Sebagai yang terpilih
Kamu di ijinkan melihat dan menggunakan kemampuan mereka untuk mempelajarinya]
Gambar-gambar yang memperlihatkan sosok ketiga patung dihadapan Impian di putar. Suara dari system terdengar silih berganti mengiringi dari setiap gambar yang tercipta, seperti seorang ibu yang sedang membacakan dongeng kepada anaknya, menghanyutkan Impian kedalam adegan gambar yang tercipta.
Penyihir yang memakai kekuatan suci dengan penuh belas kasih di awal gambar, berganti dengan ‘ia yang menghabisi musuh-musuh di depannya. Sihir yang kuat dan gerakan yang indah di lakukan olehnya seorang di tengah-tengah musuh yang berkumpul.
Seorang pejuang yang memimpin pasukan dengan gagahnya berdiri di antara pasukan yang berbaris rapi mengikuti punggung dari pejuang tersebut. Pertarungan yang di lakukan sang pejuang dengan pedang dan perisainya membuat musuh di sekelilingnya jatuh satu-persatu.
Pendeta yang memakai kekuatan suci menyebarkan kekuatannya keseluruh pasukan dan sang penyihir. Kekuatan suci yang di gunakannya menyelimuti mereka seakan memberi perlindungan yang memeluk tubuh mereka. Setiap kali satu prajurit yang terlihat akan tumbang oleh musuh di hadapannya, kembali bangkit dan terlihat bugar setelah menerima kekuatan dari sang pendeta.
Setiap gambar memperlihatkan dari ketiga sosok patung yang berada di hadapan Impian.
“woah…”
Di sela-sela gambar dan suara yang silih berganti, suara Impian akan terdengar seakan terkagum dengan apa yang di tampilkan.
[silahkan pilih salah satu patung]
[pilihanmu akan menjadikan dirimu sosok yang ada]
[kekuatan dari mereka yang kamu pilih akan di pinjamkan kepadamu]
[lewati setiap lantai untuk menunjukan kemampuanmu]
__ADS_1
Prom lainnya dari system muncul di hadapan Impian. Melihat prom system yang ada, Impian pergi kedepan patung-patung yang ada untuk memeriksa.
AMELIA FRONTIER
PENYIHIR SUCI LORENA
SAGE OF WISDOM
[Pilih : Ya/Tidak]
Di depan patung penyihir muncul nama yang tertera sebagai sosok tersebut dan prom system yang menampilkan pilihan untuk Impian.
YUGO KHEINSLY
KESATRIA SUCI SAINTES
PALADIN OF HOLY KNIGHT
[Pilih : Ya/Tidak]
Sedangkan sang kesatria menunjukan nama yang berbeda tertera dari yang terlihat.
KIARA NELAU
ARC BISHOP FROM LORENA
[Pilih : Ya/Tidak]
Patung terakhir terakhir memastikan bahwa ‘ia bukanlah seorang pendeta biasa. Arc bishop yang tercantum memperlihatkan seberapa tinggi tingkatan yang di milikinya. Bahkan terdapat kata ibu dari nama panggilannya.
“huh~ kenapa tidak ada yang cocok dengan gaya bertarungku”
Impian terbiasa bertarung dengan memanfaatkan mobilitas pergerakan pada tubuhnya. Lebih sering bertarung dengan jarak dekat dan kecepatan dalam pertarungan.
Kesatria suci dari patung ke dua memang bertarung dengan jarak dekat, tetapi ‘ia menggunakan perisai cukup besar dan armor penuh yang menutupi tubuhnya. Pergerakan yang dapat di lakukan dengan perisai besar dan armor penuh sangat terbatas.
Kesatria yang memakai hal-hal tersebut saat bertarung biasanya untuk memaksimalkan pertahanan yang mereka miliki, tetapi pergerakan mereka akan berkurang karena harus menanggung beban berat dari perisai dan armor mereka. Selain itu, armor penuh membatasi setiap gerakan tubuh yang ada.
Bayangkan dengan Impian yang bergerak kesana-kemari seperti seorang sirkus harus memakai perisai besar dan armor penuh pada tubuhnya.
“sepertinya tidak ada pilihan”
Impian memilih patung kesatri dan menekan kata ‘Ya’ pada pannel pilih.
Setelah memilih salah satu patung, tubuh Impian bersinar dan perlahan-lahan sinar yang di pancarkan bertambah besar hingga Impian dan ruangan tersebut terselimuti sepenuhnya.
“seorang terpilih lainnya?”
“sepertinya kamu memilih Yugo”
__ADS_1
“cih, lebih kuat sihirku dari pada pembawa perisai”
Terdengar dua orang berbicara di samping Impian setelah cahaya yang menyelimuti perlahan-lahan menghilang di gantikan ruang keramik putih seutuhnya dan bola-bola lampu yang terpajang di samping kiri dan kanan.
Dari penampilan mereka sangat mirip dengan patung-patung yang ada sebelumnya. Seorang penyihir dan seorang bishop.
Impian hanya bisa menatap diam ke kedua orang ini, dimana saat ini Impian telah memegang perisai dan pedang di tangannya serta pakaian armor di seluruh tubuhnya. Mirip dengan penampilan patung yang beada di tengah dari ketiga patung yang ada.
Penyihir “jangan hanya meratap bocah, segera bersiap dan naiki menara”
Bishop “nmm, nmm, kami akan membantumu menaiki menara”
Impian “tetapi siapa kalian?”
“ACK!”
Kepala Impian di pentung oleh penyihir dengan tongkatnya, meski tidak ada angka merah yang menunjukan kerusakan damage pada tubuh Impian, entah kenapa, rasanya masih tetap terasa.
Penyihir “bukankah kamu sudah di perlihatkan di ruang sebelumnya!?”
Bishop “kami adalah kedua orang yang tidak kamu pilih”
Penyihir “setiap dari kami memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, kami yang tidak di pilih olehmu akan mengisi kekosongan yang kamu miliki”
Bishop “seberapa tinggi lantai yang kamu capai akan tergantung dari dirimu sendiri”
Penyihir “meski kemampuan kami di batasi, kamu akan membutuhkan kami disisimu”
[naiki setiap lantai dari menara persidangan bersama partnermu]
[setiap lantai yang telah kamu selesaikan akan memberikan poin]
[hadiah akan di berikan tergantung sebanyak apa poin yang telah di kumpulkan]
[lantai yang telah di selesaikan 0/100]
[saat ini kamu berada di lantai 0]
[anda telah mempelajari sedikit skill Kesatria Suci]
[kesehatan anda meningkat sebesar 1000 dan stamina anda bertambah besar]
[skill yang di pelajari hanya dapat di gunakan di menara persidangan]
Setelah percakapan berakhir mereka, satu-persatu prom muncul dan pemberitahuan tentang apa yang harus dilakukan Impian di tempat ini.
Kedua orang yang muncul di tentukan sebagai partner Impian oleh system untuk menghadapi setiap lantai yang ada. Total lantai yang di miliki menara persidangan sebanyak seratus dan Impian di haruskan memanjat satu-persatu lantai.
Selain itu, Impian juga mempelajari beberapa skill yang di tambahkan dalam kolom skill miliknya. Skill yang di berikan di dasarkan pada apa yang dikenakan Impian saat ini, selain itu skill Impian sebelumnya tidak berubah sama sekali kecuali bar kesehatan yang telah bertambah seribu dan stamina yang meningkat.
__ADS_1