
"[Pelahap Ether]!"
Begitu didepan lempengan batu, Impian menyerap penuh mana Ether yang terkandung didalamnya. Lempengan batu yang merupakan media untuk membuka portal bagi Asmadeus untuk menyebrang kedunia ini, berusaha diserap sumber kekuatannya oleh Impian.
"Hah.. Kamu sudah ketagihan... Berhenti menyerap dengan skil ampasmu itu. Gunakan [The One Who's Order Life] bodoh"
Tiba-tiba suara Origin terdengar dikepala Impian. Proses penyerapan yang dilakukan Impian sewaktu pertama kali adalah penggunaan seluruh kemampuan dari kelas Avatar-nya, tetapi setelah teregistrasi oleh sistem yang penggunaannya secara instan, Impian mengabaikan proses rumit dan mengaktifkan [Pelahap Ether] saja.
Tanpa proses yang berbelit-belit dengan kemampuan Avatar of Origin, proses penyerapan mana Ether mengandung efek dibaliknya. Ketagihan akan mana Ether itu sendiri seperti narkoba yang dikonsumsi terus-menerus.
Terlihat saat Impian akan menyerap mana Ether pada lempengan batu, wajahnya tersenyum ganas seakan apa yang telah ditunggu-tunggunya datang dihadapan saat ini.
Origin yang selalu mengawasi dari jauh, berkomentar dan memberitahu Impian bahwa proses yang dirinya lakukan saat ini adalah kesalahan besar.
"kamu menyuruhku mengerjakan dengan cara rumit seperti sebelumnya? harus menganalisa terlebih dahulu, menyelaraskan aliran mana, kemudian menyerap dengan rasa sakit dan kesemutan yang lebih besar? ha! tidak! lebih mudah dengan seperti ini!"
Berbagai alasan diberikan oleh Impian demi menyangkal dan menolak apa yang disarankan oleh Origin.
"kamu yakin 'nak? dirimu akan berubah sepenuhnya dengan efek candu mana itu. Apa prinsip yang kamu perdebatkan denganku sudah berubah?"
Terdengar seakan tidak perduli dengan apa yang dilakukan Impian, tetapi Origin terus menyemburkan kata-kata terusmenerus. Membuat Impian merenung karenanya.
"apa ini jalan yang kamu tempuh? cara instan seperti yang lainnya?"
Lagi dan lagi, Origin tidak berhenti yang membuat Impian terdiam karenanya.
"Inikah caramu melakukan pekerjaanmu?"
"...tetapi, waktu yang dimiliki tidak banyak! ...kita sedang dalam situasi yang genting saat ini!"
"tidak seperti kamu yang biasanya, memang kamu perduli dengan hal itu?"
"Mereka bukanlah player! berbeda dengan kami! jika aku lakukan segera, mereka bisa mati dan tidak dapat dihidupkan kembali!"
"huh! kamu sudah terikat dengan orang-orang didunia ini, ya?"
"aku juga punya hati! aku hanya manusia biasa!"
"begitukah? apa benar ini caramu?"
"..."
"apa ini keinginanmu?"
Mata Impian menjadi goyah. Kata-kata terakhir yang dilontarkan oleh Origin, membuat Impian berhenti menyerap mana Ether lebih lanjut.
Caranya, Keinginannya, hal apa yang selalu Impian lakukan selama ini. Caranya yang terlihat sia-sia demi mengejar keinginannya selama ini.
__ADS_1
Impian bermain permainan VRMMORPG bukanlah demi mengejar ketinggian antar pemain. Menikmati permainan perlahan demi tubuh yang bebas bergerak.
Bergerak sebebasnya untuk memecah rasa frustasi didunia nyata, tanpa terpaku dengan tubuh lemahnya. Bergerak seperti orang-orang yang hanya bisa dilihatnya ditempat perguruan rumahnya.
Perlahan-lahan demi mengejar apa yang diinginkan. Tidak terpaku pada apa yang telah menjadi meta diantara pemain lainnya.
Sedari awal dirinya bermain INK START FANTASI sudah berbeda dengan pemain lainnya. Impian tidak terpaku dari cerita yang tersebar diantara para pemain.
Setiap apa yang Impian lakukan, perlahan-lahan dan mencari jalan lain yang berbeda. Sayangnya, perjalanan itu menjadi mulus dan lebih mudah, entah mengapa hal yang dirinya lakukan selalu berbuah manis hingga 'ia melupakan cara apa yang selama ini 'ia tempuh.
Oleh sebab itu, semburan perkataan Origin membuat Impian goyah, dan kata-kata terakhir membuat Impian mengenang kembali apa yang selama ini dirinya lakukan dalam permainan ini.
"...Sialan! aku mengerti!"
Impian menghentikan skil [Pelahap Ether]-nya. Memulai dari awal kembali dengan ketiga kemampuan Avatar of Origin yang sudah dikuasai untuk menyerap mana Ether pada lempengan batu.
"perlahan-lahan bocah"
"berhenti bersikap seperti orang tua! aku tahu!"
Mencermati aliran dari mana yang terkandung pada lempengan batu adalah hal yang pertama-tama Impian lakukan. Itu adalah cara kerja dari [The Great One Who's See The Truth], melihat aliran mana tersebut.
Cara mana Ether pada lempengan batu yang bekerja sebagai poros dari lubang-lubang cacing yang terbentuk. Itu adalah pemahaman yang dimengerti dari kemampuan [The Great One Who Order Mana].
Dengan [The Great One Who's See The Truth] Impian melihat, dengan [The Great One Who Order Mana] Impian memahami, dan dengan kedua kemampuan itu Impian tahu cara akan kerja mana Ether pada lempengan batu.
[Portal teleportasi menuju dunia Chaos telah ditambahkan dalam daftar buku [Penemu dan Peneliti Portal Teleportasi] pekerjaan]
Hal apa yang dilupakan Impian selama ini dalam perihal pekerjaannya. Hal yang tidak pernah Impian pikirkan karena portal teleportasi selalu tercatat setiap Impian memasuki dungeon ataupun berpindah antar kota.
Seperti halnya sebuah dungeon, lubang cacing saat ini mirip akan hal itu. Apa yang ada dibaliknya adalah tempat yang berbeda dengan tempat saat ini.
Pemanggilan yang bekerja pada lempengan batu juga merupakan portal penghubung tempat ini dengan tempat Asmodius. Hingga akhirnya sistem mencatat pencapaian itu setelah Impian memahami cara kerja lempengan batu.
"...ini akan menyakitkan..."
Akan tetapi, Impian tetaplah Impian. Dirinya mengabaikan pengumuman sistem dan fokus untuk melakukan pekerjaan selanjutnya.
Dengan kemampuan [The Great One Who Order The Life] dan menggabungkan kedua kemampuan lainnya, Impian menyerap mana Ether pada lempengan batu.
*Sring!
*Dang!
*Buk!
*Booom!
__ADS_1
Disisi lain, Astaresee masih bertempur dengan jari Asmodeus yang keluar dari lubang cacing hitam. Tidak hanya dirinya, terlihat didekatnya seluruh elf, dark elf, dan guardian sedang bertempur dengan makhluk-makhluk yang keluar dari lubang cacing lain.
Sihir gravitasi super luas dan super besar sudah menghilang begitu Impian mengganggu lempengan batu. Makhluk-makhluk yang terlihat seperti monster juga mulai keluar dari lubang cacing lainnya.
Pertempuran akhirnya pecah dan para elf, dark elf, dan guardian melindungi Impian dari tugasnya. Mereka bertempur habis-habisan dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.
Monster-monster itu yang keluar dari lubang cacing lainnya terus-menerus muncul seperti tanpa henti. Monster tersebut memiliki bentuk seperti semut alien berkaki empat dan belalang sembah dengan berbagai tentakel dipunggungnya.
Banyak dari mereka yang memiliki angka level lebih dari 400 dan yang terkecil hampir menyentuh level 400.
*Trang!
*Buk!
*Boom!
Meski setiap orang mampu menandingi setiap monster, monster tetaplah monster. Berbeda dengan humanoid, tingkat kesehatan mereka jauh lebih tinggi.
Setiap kali para elf memukul monster dan ingin melakukan serangan penghabisan, monster lain akan datang dan menginterupsi pertarungan. Menyerang balik para elf seakan monster satu sama lain terhubung.
Dengan jumlah yang besar, para elf hanya bisa memukul mundur dan bertahan tanpa bisa menghabisi monster sepenuhnya. Melindungi sisi Impian agar tidak terganggu dalam menjalankan tugasnya.
Jika berlanjut seperti ini terus, para elf akan tertekan dan dengan jumlah monster yang terus bertambah, hanya masalah waktu sebelum para monster menggapai tempat Impian.
"jangan menahan diri!"
"habisi musuh yang terlihat!"
"bantu sebelah sini juga!"
Saat situasi seperti putus asa terjadi, cahaya harapan datang dengan munculnya bantuan yang tiba dan memukul monster-monster yang terlihat. Ksatria kelopak bunga Cilvsi akhirnya datang dan menggempur monster yang keluar dari lobang cacing.
Disebelah sisi Nowe, beberapa elf datang dan membantu memulihkan Nowe yang sudah kelelahan.
"aku duluan ki, aku tidak bisa hanya diam saja dan melihat"
Togay yang menjaga Nowe dan IKILUA dari kelelahan di bagian belakang, pergi dan mengikuti yang lainnya menyerang para monster. Sebagai seorang pemain petarung, melihat apa yang terjadi didepan tidak akan bisa diam saja meski level yang dimiliki jauh lebih rendah.
Pertolongan telah datang dan penjagaan sudah diserahkan kepada elf yang datang. Sisanya hanya tinggal ikut bertarung dilini depan dan itulah yang diputuskan Togay saat ini.
"aku juga akan ikut, iki"
"ya, pergilah, aku akan menyusul setelah pulih"
"nmm!"
Begitupula dengan Alice. Dirinya meninggalkan IKILUA yang sedang dirawat oleh elf lainnya dan pergi bertempur digaris depan bersama yang lain.
__ADS_1