INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 72 : PEMBERIAN QUEST


__ADS_3

Ada sekitar tujuh orang pemain yang tiba - tiba pergi dan mengatakan akan memeriksa dan menjaga tempat perkara. Entah apa yang terjadi, Impian dan Togay hanya bisa melihat kosong ke arah para pemain yang pergi.


Tetapi selang beberapa detik setelah ketujuh pemain secara tiba - tiba pergi, notifikasi sistem muncul di hadapan Impian.


[Tujuh orang telah menerima permintaan quest dari anda]


[Anda telah memberikan 2 quest dari minimal 7 quest untuk dapat mengelola permintaan quest dari anda]


[Berhati - hatilah dengan ucapan anda kedepannya]


[Daftar nama yang telah menerima quest dari anda]


[Nama : ....


Pekerjaan : ....


Kelas : .....


Level : .....


Jenis Quest : ....]


Setelah pemberitahuan yang muncul secara berturut - turut, Impian akhirnya mengerti dengan sikap para pemain yang tiba - tiba pergi. Meski Impian sedikit mengerti dengan isi dari pemberitahuan itu, sedikit masalah muncul pada akhirnya.


Tidak hanya Impian harus menjaga sikap dan tutur katanya, tetapi juga hadiah yang di perlukan untuk para pemain yang telah menyelesaikan misi. Bisa saja dengan mengatakan bahwa Impian tidak puas dengan hasil yang di berikan oleh para pemain.


Dengan sikap dan tingkah Impian selama ini, pikirannya berbelit akan hal itu. Bersikap selayaknya atau jumlah pemberian hadiah quest seperti apa yang sesuai.


"apa yang di maksud dari quest ini teman?"


Salah satu pemain yang belum menerima dan meninggalkan tempat saat ini, bertanya kepada Impian.


Layar quest transparan juga muncul di hadapannya saat ini. Tidak ingin terburu - buru untuk mengambil quest yang ada, pemain itu lebih memilih untuk memastikannya terlebih dahulu.


"ah, kurasa itu kesalahanku. Sepertinya, posisi yang kumiliki dapat memberikan quest begitu saja... Maaf Lara sudah mengganggumu, aku akan berbicara dengan mereka"


Setelah menjelaskan sedikit atas situasi yang ada kepada pemain yang tersisa di tempat ini, Impian meminta maaf kepada Lara dan bermaksud untuk tidak lagi mengganggu waktu luangnya.


"hmm? apa maksudmu? sepertinya kalian akan membicarakan hal seru, aku juga ingin tahu"


"a... hah... baiklah"


Meski Impian sempat berpikir bahwa Lara tidak akan mengerti pembicaraan antar pemain, tetapi Impian tetap membiarkannya.


"kamu memberikan quest pada mereka?"


Togay yang mendengarkan juga ikut bertanya pada Impian.


"ya, sepertinya karena posisi calon ksatria suci ini"


"wuoh.... woah... bukankah itu akan keren?"


"ya, tapi menyulitkan kedepannya"


Setelah mengatakan itu, Impian duduk di bonggol kayu yang menjadi tempat duduk bagi para prajurit yang sedang menghabiskan waktunya dengan daging panggang di tangan mereka.


"baiklah, dengarkan-"

__ADS_1


Melihat Impian mulai berbicara setelah duduk, setiap pemain yang belum meninggalkan tempatnya, fokus mereka tertuju pada Impian.


Begitu juga dengan Togay dan Lara. Berbeda dengan Togay yang telah memiliki gambaran akan hal ini, Lara memperhatikan dengan seksama, seakan rasa ingin tahunya memenuhi dirinya saat ini.


"kalian sudah mengetahui posisi-ku saat ini bukan? pangkat yang kumiliki di dalam kerajaan-"


Setiap orang yang mendengarkan dengan seksama, menggerakan kepala mereka ke atas dan kebawah.


"Setiap kata yang keluar dariku, sistem memutuskan bahwa hal tersebut merupakan permintaan yang keluar dari-ku sendiri. Kalian yang merupakan seorang pemain, akan di berikan quest atas permintaan dari-ku itu"


"....."


"memang"


"seperti itu adanya"


"hal itu, kemungkinan di sebabkan dari ke gundahan atau kesulitan yang aku alami saat ini. Ada beberapa masalah yang menimpa rombongan ini, dan aku yang menjadi bagian darinya, telah di tentukan oleh sistem dalam misi yang di berikan kepada kalian"


Dari penjelasan Impian, setiap orang yang berada di tempat itu, jatuh dalam pemikiran mereka masing - masing. Quest di berikan atas pemaksaan sistem, dan hal lainnya tidak di rencanakan oleh Impian.


Jadi hasil dan jalannya quest akan tergantung dari minat Impian sendiri. Apapun hasilnya, jika Impian memutuskan bahwa dirinya tidak puas, maka menerima quest begitu saja akan sia-sia.


"tuan, apapun hasilnya tidak masalah, tetapi exp dan poin ketenaran kerajaan dalam quest, sudah merupakan daya tarik untuk pemain"


"benar, hanya saja, yang menjadi masalah saat ini, adalah isi dari perintah quest"


"perintah yang ada, hampir tidak jelas sama sekali. Kami kekurangan untuk informasi yang ada"


"ya, tidak masalah dengan hadiah yang akan di berikan tuan sendiri. Exp dan ketenaran kerajaan sudah cukup untuk kami"


Poin ketenaran kerajaan, akan sangat berguna bagi pemain. Tidak hanya ketenaran mereka yang akan semakin terkenal, tetapi hubungan dengan para warga dari kerajaan yang akan semakin akrab.


Sulitnya dalam mengumpulkan coin permainan dan kebutuhan lainnya, membuat pemain akan sering melakukan aktifitas dari suatu wilayah.


Contohnya saja peralatan dan senjata. Monster yang di kalahkan, tidak semuanya menjatuhkan jarahan peralatan atau senjata. Pemain akan membutuhkan pandai besi untuk mengolah bahan yang telah mereka kumpulkan dari jarahan monster.


Ketergantungan dengan orang - orang di suatu wilayah, membuat pemain di haruskan menjaga poin ketenaran kerajaan mereka tinggi. Tidak hanya keakraban yang akan tercipta, tetapi juga pengajaran dan diskon akan ikut serta hadir dalam hubungan antar warga yang ada.


"hah... apa tidak masalah pada kalian? sistem kerja dari pemberian quest saja belum jelas"


"tidak masalah teman!"


"ya, tuan!"


"quest ya quest, jika ada, kerjakan dan ambil keuntungan yang ada!"


"hahah sikapmu simpel sekali!"


"meski begitu, aku suka sikap itu"


"ya! itu akan cocok untuk kami"


Mendengar hal itu, terlihat sikap sangat positif dari pemikiran antar pemain. Tidak ada satu-pun yang mempermasalahkannya. Kata - kata mereka, membuat pikiran Impian menjadi jernih akan dilema quest yang di berikan.


"baiklah, aku ingin mencoba sesuatu, entah itu quest yang akan berubah, atau quest baru yang akan muncul nantinya"


Sekali lagi, atas ucapan Impian, semua pemain yang berkumpul, memfokuskan pergatian mereka. Tidak ingin terlewat sedikit-pun informasi yang ada.

__ADS_1


Dengan begitu, keheningan tercipta di antara mereka. Tidak satu-pun orang yang ingin membuat suara sekecil apapun.


Konsentrasi mereka terjaga dan tidak ingin membuat interupsi dari hal lainnya.


Melihat itu, Impian menjelaskan seluruh alur peristiwa yang terjadi. Kecurigaan dari para kelompok yang ada, hingga pentunjuk yang mengarah atas kejadian.


Masalah yang ada sangat panjang, dari perselisihan dua kerajaan yang terjadi, kelompok 'berjubah hitam' yang di sewa, kelompok bandit yang terdiri dari mantan pasukan kerajaan Moscard, hingga sihir atau skil yang di gunakan oleh kelompok - kelompok itu.


"itu masalah yang ada. Dari situ, aku ingin mencari tahu setiap informasi. Informasi pertama, adalah keterkaitan dengan kelompok berjubah hitam. Siapa, kelas, lvl, dan orang di balik mereka"


Baru satu kalimat pertama, setiap pemain terganggu dengan berbagai layar transparan yang muncul di hadapan mereka.


Tidak hanya perubahan dari isi quest sebelumnya, tetapi quest baru untuk mencari tahu informasi mengenai kelompok berjubah hitan muncul.


Quest sebelumnya, setiap isi telah berubah. Apa yang harus di periksa, tempat mana yang harus di jaga, dan daerah jelas dari posisi kejadian telah muncul. Dengan penjelasan Impian, informasi dari quest yang ada semakin jelas.


"kedua, sihir, skil, atau cara apa yang di gunakan untuk mengarahkan monster sebanyak itu. Jika ingin memeriksa tempat perkara, lakukan sebelum pemeriksa khusus kerajaan datang, atau jangan sampai mengganggu pemeriksa menjalankan tugasnya. Jika melanggar salah satunya, aku akan mengganggap misi telah gagal di jalankan"


Sekali lagi, isi dari quest telah berubah. Tidak hanya dari quest pemain disini, tetapi pemain yang telah pergi juga berubah. Perbedaannya adalah, para pemain di isi memiliki info lebih banyak ketimbang pemain yang sebelumnya meninggalkan tempat ini terlebih dahulu.


Informasi dari quest berbeda, tetapi syarat dan prasyarat yang berubah, sama dengan yang lainnya.


"ketiga, para mantan prajurit Moscard yang telah menjadi bandit. Aku merasa bahwa anggota mereka, tidak hanya dari mantan prajurit saja. Bandit yang di temui sebelum memasuki kota Timan dengan saat setelah keluar dari kota Timan berbeda. Tetapi dari sikap mereka, mereka merupakan satu ke satuan. Bandit yang sebelum memasuki kota Timan, memiliki base kamp tersendiri, dan itu telah di berantas. Melihat kejadian ini, kemungkinan mereka memiliki base kamp lainnya sangat besar. Cari lokasi setiap base kamp yang mereka miliki dan laporkan pada prajurit kerajaan suci Lorena. Laporkan pada prajurit yang lebih mengerti akan hal ini-"


"minimal kapten penjaga dengan pangkat atasan"


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Lara memotong dan mengarakan penjelasan kepada para pemain.


"okeh, selain itu, akan lebih baik untuk informasi dari level rata - rata mereka, kemampuan mereka, juga latar belakang mereka"


"...."


"...."


Lagi - lagi, quest baru muncul di depan para pemain. Dari hanya mendengarkan Impian saja, quest berturut - turut bisa di dapatkan oleh mereka.


"Keempat"


*masih belum kelar?


ada lagi?


woah*...


Mendengar ucapan Impian yang belum selesai, para pemain berseru di dalam hati mereka.


"para bandit ini, merupakan mantan prajurit Moscard. Dari kejadian sebelumnya, hubungan apa yang ada dengan kelompok berjubah hitam. Tidak hanya itu, bandit dan mantan prajurit, dari mana mereka mendapatkan persediaan. Apakah dari kelompok berjubah hitam, atau dari tempat lainnya? juga... sihir teleportasi masal yang mereka gunakan, dari mana mereka belajar, siapa saja dari kelompok mereka yang dapat menggunakannya, kalian cari tahu... ah! ada lagi, benda apa yang di pakai pemimpin untuk melarikan diri, dan dari mana mereka dapatkan. Tidak perlu mencari seluruh informasi, satu atau dua sudah cukup bagiku"


Quest lainnya muncul. Dari akhir kata - kata Impian, tidak hanya quest pemeriksaan kejadian sebelumnya berubah sekali lagi, tetapi quest baru juga muncul sekali lagi.


"itu saja"


Total lima quest yang dapat di ambil oleh para pemain di tempat. Dari hadiah dan jalan cerita quest tersebut, tidak ada satu-pun pemain yang menolaknya. Setiap dari mereka, menekan tombol terima dan terlihat wajah ketertarikan dengan quest yang mereka terima.


Setelah selesai mendengar penjelasan dan permintaan dari Impian, setiap pemain berteriak untuk menyelesaikan misi yang ada dan meninggalkan tempat. Tidak ada satu-pun dari mereka yang pergi dengan santai, setiap dari mereka, berlari, seakan terburu - buru akan kompetisi yang ada.


Quest yang di terima sama, tetapi orang yang menerima quest lebih dari satu. Sebab itu, tidak satupun dari mereka ingin tertinggal dari yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2