
Baner dari berbagai bendera dan lambang yang di pasang sekitar tenda memang milik dari kerajaan suci Lorena. Para pemain yang datang dan berkunjung sudah menduga akan hal itu, tetapi tiga dari pemain yang bertanya kepada Togay baru mengetahui bahwa pasukan yang ada merupakan pengawalan dari iring - iringan Saintess, orang nomer satu dari kerajaan suci Lorena.
Atas pernyataan yang di ucapkan dari Togay, wajah mereka bertiga berubah cerah. Acara seperti ini, yang melibatkan orang nomer satu dari kerajaan suci Lorena, akan mendatangkan hal - hal tidak terduga bagi para pemain.
Tentu saja, keingin tahuan mereka bertambah besar.
"jadi, teman, apa yang di lakukan rombongan Saintess di luar sini?"
"tentu saja, kami sedang beristirahat"
"kami? apa kamu salah satu bagian dari mereka?"
Mendengar ucapan Togay, mereka sangat terkejut. Meskipun Togay terlihat seperti berbaur dengan para prajurit yang ada, dugaan mereka, bahwa Togay merupakan salah satu pemain yang kebetulan mendapatkan misi setelah berkunjung ke tempat ini.
"hebat bukan? huhuhu"
Dengan sombongnya Togay menjawab pertanyaan pemain tersebut.
...Togay...
...Shield Warior...
...Bawahan Calon Ksatria Suci...
...Lvl 62...
Salah satu dari ketiga pemain itu, menggunakan skil observasi-nya dan melihat nama, kelas, pekerjaan, serta level yang di milikinya.
Level Togay telah meningkat akibat dari banyak monster yang di kalahkan Impian sebelumnya. Meski Impian yang mengalahkan monster - monster itu, Lvl Togay juga ikut naik karena berada satu party dengan Impian.
"apa karena pekerjaan-mu? bawahan calon ksatria suci..."
"oh, kamu memiliki skil observasi? bukankah tidak sopan melihat tanpa ijin?"
Hanya dari ucapan pemain tersebut, Togay dapat mengetahui apa yang telah di lakukannya. Togay yang memiliki pengalaman dari karakter pertamanya, dari hanya sepatah kata itu, dia mengetahui skil pemain tersebut.
"ah, maafkan aku. Karena penasaran dengan dirimu dan kelompok prajurit di sini"
"karena kamu telah mengetahui siapa aku, bukankah seharusnya kalian memperkenalkan diri dulu?"
"haha maaf teman, kami lupa. Nama saya Mampusti, kelas-ku Iron Guard, lvl 104"
"aku Kuya-Ate, kelas Light Frost, lvl 104"
"namaku Inggo, kelas Wind runner, lvl yang kumiliki 105"
Satu persatu dari ketiga pemain itu memperkenalkan diri mereka. Setelah apa yang mereka katakan, tidak satu-pun lvl yang mereka miliki di bawah 100.
Meskipun pembatasan lvl telah di buka, tetapi para pemain masih di haruskan untuk melakukan awakening di lvl 100. Hari memang telah berlalu sejak pembatasan lvl di buka, tetapi awakening setiap pemain di kabarkan sangat sulit.
Apalagi melihat lvl mereka, pemain lvl 100 akan membutuhkan exp yang sangat besar hanya untuk satu peningkatan lvl saja. Seberapa besar waktu yang mereka mainkan di dalam game?
"wooohh... lvl kalian sangat besar ya?"
"haha, bukankah kami sudah memberitahumu bahwa kami belum melihat dunia luar?"
__ADS_1
"ah, ya, kalian menyebutkan sebelumnya"
"jadi teman, apa ada rahasia untuk bisa ikut dalam rombongan?"
"kami akan memberi hadiah yang sesuai untuk informasinya..."
Dengan acara besar seperti prajurit yang berkumpul ini, misi atau hadiah yang ada pastilah besar. Dari hal itu saja, sudah menggelitik mereka akan keinginan untuk ikut serta.
"sayangnya kalian harus memiliki posisi tinggi untuk itu"
"posisi tinggi?"
"benar, kebetulan saja teman-ku menjadi salah satunya. Aku yang mengikutinya, kebetulan saja menjadi salah satu bagian dari pengawalan Saintess"
"wah... teman-mu pasti sangat hebat..."
"yah, kurasa dia salah satunya, tetapi kurasa kalian masih lebih hebat dengan lvl kalian yang sangat tinggi"
"ah! apa mungkin dia belum melakukan awakening-nya?"
"yang kami dengar, setiap pemain akan memiliki kesulitan sendiri akan hal itu"
"ya, awakening pemain akan di pengaruhi oleh kelas mereka"
"temanmu yang memiliki posisi tinggi dalam kerajaan pasti kesulitan untuk hal itu"
"tidak mengherankan dia belum melakukan awakening"
Entah mengapa, mereka bertiga malah berdiskusi sendiri. Akibat dari kata - kata Togay, mereka bertiga menjadi salah paham akan Impian. Mereka malah membesar - besarkan Impian sendiri.
"tentu saja dia belum melakukan awakening-nya, lvl-nya saja tidak jauh berbeda denganku"
"ap-apa maksud-mu teman?"
"kamu bercanda kan?"
Bagi para pemain, posisi tertinggi yang mereka ketahui di server Asia-tenggara, masihlah seorang baron. Kabar yang menyebar, kelas yang di milikinya sangat-lah hebat dan lvl-nya saat ini sudah mencapai lvl 110.
Lalu bagaimana dengan pemain yang memiliki posisi tinggi dan dapat ikut dalam rombongan pengawalan langsung orang nomer satu kerajaan suci Lorena. Bukankah lvl yang di miliki pemain itu akan sangat tinggi juga.
Mendengar penjelasan Togay, ketidak percayaan muncul dalam ekspresi mereka.
"terserah kamu mempercayai atau tidak"
"haha baik, baik, kami akan mempercayaimu"
"apakah dia seberuntung itu, sehingga memiliki posisi tinggi dalam kerajaan?"
"ya, kurasa dia tidak sehebat itu jika lvl-nya tidak jauh berbeda denganmu"
*buk!
Salah satu prajurit yang berada di sampin Togay berdiri dan memukul pundak pemain yang berbicara terakhir. Meskipun tidak terlihat keras, ekspresi yang di tunjukan prajurit terlihat ketidak senangan dalam wajahnya.
Untimidasi dari prajurit yang memiliki lvl di atas pemain itu tentu saja sangat menakutkan. Dari hanya udara berat yang tercipta, prajurit itu terasa jauh lebih kuat dari ke tiga pemain.
__ADS_1
"aku mendengar percakapan kalian dari tadi, jangan pernah merendahkan calon ksatria suci kami!"
"hey, hey, tenanglah kawan. Mereka hanya belum mengetahuinya"
Togay yang melihat itu, berusaha menenangkan prajurit yang marah itu.
"ma-maafkan aku"
Pemain itu juga tergagap dan langsung meminta maaf kepada prajurit yang marah itu.
"kami tidak mengetahuinya"
"itu kesalahan kami"
"sudahlah... paman juga... lanjutkan saja makannya..."
Setelah Togay berbicara pada prajurit itu, prajurit kembali duduk di tempatnya dan memakan kembali daging yang di pegangnya.
"kurasa karena lvl-nya tidak setinggi kalian, jadi kalian tidak mempercayainya"
"ya-yah... sebenarnya kamu benar"
"ah, lihat! dia di sana!"
Togay menunjuk Impian yang keluar dari tenda khusus ksatria suci. Dot yang ada di atas kepala-nya, menunjukan bahwa dia merupakan seorang pemain sama seperti mereka.
"lihat sendiri dengan skil observasi-mu"
Togay menyarankan kepada pemain yang sebelumnya memeriksa status yang di miliki.
"ah!"
"ada apa?"
"dia benar, lvl-nya memang tidak tinggi. Tetapi beberapa informasi yang ada benar adanya"
...Impian...
...???...
...Ksatria Suci Saintess / calon ksatria suci Lorena...
...Penemu dan Peneliti Portal Teleportasi (Elders)...
...Lvl 64...
Apa yang terlihat pemain itu, dari sistem yang di tunjukan atas skil-nya, menampilkan informasi yang di miliki Impian. Nama, kelas, pekerjaan, dan lvl-nya terpampang jelas.
Meski terdapat tanda tanya dan kelas yang di tunjukan sedikit aneh. Kelas ksatria suci Impian masih tertunda akibat pembuktian diri yang belum di selesaikan, tetapi kelas ksatria suci tersebut sudah merupakan salah bagian darinya.
Akibatnya, informasi yang di berikan mengandung tanda '/' dan calon ksatria suci pada kata berikutnya.
Tanda '???' sendiri muncul dari informasi Impian. Skil observasi yang dimiliki pemain itu tidak begitu tinggi, akibatnya, kelas Avatar of Origin yang di miliki Impian tidak di ketahui. Kelas tersebut merupakan salah satu kelas tertinggi yang ada di dunia INK START FANTASI.
Dengan skil observasi yang tidak menyamai tingkatan kelas yang tinggi itu, maka pengguna tidak akan mengetahui kelas dari pemain itu.
__ADS_1
Sayangnya, Impian yang keluar dari tenda, tidak mengarah ke arah mereka. Tujuan Impian yang keluar dari tenda, mengarah ke tenda paling besar yang ada. Impian di temani oleh satu orang yang sudah sangat terkenal di sampingnya.
Saron, Paladin of Lorena, pemimpin dari ksatria suci kerajaan suci Lorena. Dari melihat hal itu saja, meski lvl Impian tidak setinggi mereka, dapat di pastikan bahwa Impian merupakan salah satu dari bagian penting.