INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 123 : ARARIK DAN QUEST CLEAR


__ADS_3

Seperti yang diharapkan, dark elf yang memakai pedang besar memiliki kemampuan lebih kuat dibanding dark elf lainnya. Dia bahkan bergerak bersama Istina dan Teleri di depan untuk membuka jalan.


"oh yeah! levelku melesat naik saat ini!"


Togay berteriak kesenangan meski situasi saat ini sangat tegang. Tidak bisa dihindari, bahkan IKILUA dan Alice yang juga merupakan bagian dari pemain tidak lepas dari senyuman kesenangan di wajah mereka.


Istina dan Teleri yang telah terbiasa dengan sikap para pemain, tidak banyak terkejut. berterbalikan dengan ekspresi para dark elf yang melihat tingkah Togay dan yang lainnya, meski situasi sulit dan mereka hampir tidak bisa mengikuti, tetapi ekspresi mereka terlihat sangat bahagia.


Istina dan Teleri akhirnya kembali dengan membawa tubuh dark elf yang memakai tombak di luar pintu masuk sarang.


"Dowen..."


""tuan Dowen...""


Para dark elf berseru setelah melihat tubuh dark elf yang dibawa Istina dan Teleri.


Tentu saja para dark elf mengenal satu sama lain. Sarang mereka adalah tempat ini, jadi bagaimana mungkin mereka tidak saling mengenal.


Hanya saja, saat mereka memanggil dark elf yang tubuhnya dibawa oleh Istina dan Teleri, sepertinya dark elf tersebut mempunyai reputasi besar di antara dark elf lainnya.


Kelompok-pun segera bergerak pada posisi mereka masing-masing. Dengan Impian yang menjalankan tugasnya, sedangkan yang lain menahan para monster agar tidak mengganggu Impian.


"urgh... Kilian, Bornie, Nemu, Sade..."


""Dowen!""


"aku juga ada disini Dowen"


"...Yodi"


Saat keempat dark elf berkumpul di dekan Dowen, Yodi masih menumpas para monster bersama Istina dan Teleri. Para dark elf yang melihat Dowen kembali sadar segera berlari kearahnya dan memeluk tubuh Dowen.


"bukan waktunya untuk reuni kalian, kita masih di tengah pertarungan"


"tubuhmu sudah kembali pulih, bantu kami mengalahkan kelompok dibalik peristiwa ini"


Teleri memarahi mereka yang sedang dalam suasana haru diikuti dengan Impian yang berbicara kepada Dowen.


"tentu saja!, aku akan membalas kebaikan ini!"


"kita telah selesai disini, kita akan kembali pada penatua Feanor dan yang lainnya"


""ya!""


""baik""


"laksanakan!"


Karena mereka berada tepat di pintu masuk, monster yang menyerbu dari luar sarang hanya bisa melewati paling banyak 2 monster saja, sehingga lebih aman hanya dengan 1 atau 2 orang yang menahan. Di dalam ruangan sendiri, jumlah monster yang tersisa telah berkurang banyak, hingga jumlah itu sendiri dapat dihitung dengan tangan.


Para elf dan dark elf dengan rajin mengeliminasi mereka dengan menjaga Impian. Sehingga perjalanan kembali ke lubang dinding lebih mudah dilakukan.


"Woooo!"


"Awoooo!"


"Kebesaran Alam Yang Memberi Kehidupan dan Penopang Bagi Mahkluk Hidup Yang Menempatinya, Membawa Berkah dan Kesejahteraan Penghuni Alam [Musim Semi Kebahagiaan]!"


*Tuk!


Sesampainya tim setelah melewati lubang dinding, mereka di sambut oleh kedua serigala kecil dan lantunan mantra Nowe. Begitu mantra selesai di ucapkan dan tongkat yang dibawanya mengetuk lantai, butiran cahaya putih dan hijau serta angin sepoi-sepoi yang menyejukan menyelimuti tubuh setiap orang.


Bar kesehatan, mana, dan stamina setiap orang kembali terisi. Bahkan sihir Nowe memberikan buff tambahan berupa 1% kesehatan, 1% mana, dan 1% stamina yang akan terus bertambah setiap 3 detik selama 5 menit.


Sungguh sihir pemulihan yang luar biasa. Penambahan tidak menunjukan angka pasti, tetapi jumlah penambahan yang ditunjukan dalam persentase merupakan penambahan besar semakin tinggi jumlah yang dimiliki.


"Tuan Impian"


Penatua Feanor berbicara kepada Impian. Dibelakangnya terdapat enam tubuh dark elf yang telah berjejer di lantai. Dirinya menunjukan bahwa masih ada antrian pertolongan dari Impian.

__ADS_1


"sure"


Impian mulai berjalan kearah tubuh yang tergeletak di lantai. Mengangkat energi Ether dalam tubuhnya.


"tidak disangka Ranting Borneo dan Emperor spirit sendiri yang akan datang"


Dowen, salah satu dark elf berbicara sembari menunggu Impian menyembuhkan tubuh dark elf lain.


"hohoho, itu hanya panggilan lama. Sekarang aku hanya menjabat sebagai penatua. Tidak perlu menggunakan panggilan yang sudah usang"


"Title itu akan selalu melekat padamu, seberapa besarpun waktu telah berlalu"


"hoho, aku akan menerima pujian itu. Kami memang harus menyiapkan diri untuk menghadapi kekuatan yang belum di ketahui dan enam pilar Beast Glaide"


"yah, terimakasih sudah memandang tinggi kami. Meski kalian dapat dengan mudah mengalahkan kami"


Entah senang atau sedih, bersyukur atau menyesal, Dowen membalas kata-kata penatua Feoanor.


"memang, terlihat berbeda... kemampuan yang kalian tunjukan hanya gerakan dasar dan kasar, seakan skil kalian tidak ada sama sekali"


"bukankah penyebabnya mana Ether? Energi Chaos hanya bersifat mengontrol dan memanipulasi, kurasa keahlian asli seseorang yang terkontrolnya tidak bisa keluar"


Impian yang telah selesai menyadarkan keenam dark elf, ikut berbicara setelah mendengarkan percakapan singkat Dowen dan Penatua Feanor.


"Sifat yang hanya memanipulasi tubuh, tidak bisa mengatur seluruh ingatan dan pengalaman inang-nya. Hanya dengan memanipulasi mereka, sudah cukup untuk mengatur rencana mereka"


"apa anda mengetahui sesuatu tuan Impian? bahkan hingga sampai saat ini, kami belum mengetahui rencana mereka"


"mengendalikan dark elf dan monster, menyerang secara gerilia tanpa gempuran penuh, tidak ada alasan jelas mengapa mereka menyebabkan kekacauan seperti ini. Tidak langsung menyerang dengan kekuatan penuh padahal mereka sudah menguasai seluruh dark elf dan banyak monster. Untuk apa?"


Penatua Feanor dan Astaresee berbicara.


"karena mereka membutuhkan waktu untuk persiapan, tumbal, dan pekerjaan berat seperti itu tidak perlu mereka lakukan sendiri, karena hal yang buruk baru saja datang saat ini"


Kata-kata Impian membuat seluruh orang yang berada di tempat ini menjadi bingung dan tegang. Hal buruk apa lagi kali ini yang 'baru saja tiba' seperti apa yang Impian sebutkan.


...----------------...


Pertempuran masih berlanjut dengan terlihatnya Ararik yang masih bertarung dengan mahkluk panggilan. Setiap orang yang mengikutinya di medan tempur mati-matian mencegah setiap monster dan dark elf yang ingin mengganggu pertarungan mereka berdua.


"kemana mereka pergi!?"


"mereka tiba-tiba menghilang begitu saja!"


Kedua pemain saudara elf yang mengikuti IKILUA dan yang lainnya tiba-tiba kaget dengan menghilangnya IKILUA dan yang lain secara bersamaan.


Impian yang memanggil IKILUA dan yang lain, membuat keberadaan mereka seperti lenyap begitu saja. Kedua saudara elf yang belum mengetahui kemampuan pemanggilan pengikut oleh Impian, kebingungan dengan hal tersebut.


Mereka yang memisahkan diri dari Impian, telah memutuskan untuk membantu garis depan yang dipimpin oleh Ararik. Mereka telah sampai di tempat ini dan mengikuti pemain lainnya untuk melindungi Ararik dari pertarungannya dengan makhluk hitam karena quest dadakan yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


*Wush! Wush!


Tiba-tiba saja hembusan angin terasa lebih kuat. Saat mereka berdua melihat arah dari muasal hembusan angin tersebut, banyak dari pusaran-pusaran angin berbentuk pedang telah tercipta di sekitar tubuh Ararik.


"Wind of Disaster Blade"


Pusaran-pusaran angin yang membentuk seperti senjata pedang dan mengitari tubuh Ararik berjumlah lebih dari dua puluh terbang menuju tubuh monster hitam di depannya.


*Wush! wush! wush! wush! wush!


*Wooooaaaaaaarrrrrrrrrrrroooooooaaaaaaarrrrrrr


Jurus tersebut dengan sukses menggempur tubuh makhluk hitam tanpa hambatan sedikitpun. Dengan diiringi teriakan keras dan kesakitan makhluk hitam itu, pedang angin melukai dengan sangat sakit.


"Kutukan Musim Jamur Berduri!"


"Menyelam Dalam Keheningan Suara Sesat Hutan, Terkutuklah Wahai Perusak Alam Yang Sesat! Kekangan Tristerix Aphyllus Hitam!"


Dua mantra kutukan dari dua druid di samping Ararik di lempar kearah makhluk tersebut. Tidak hanya tampilan jamur-jamur yang tumbuh kemudian langsung pecah di tubuh makhluk hitam itu, tetapi juga tanaman parasit muncul disetiap luka yang disebabkan oleh tekhnik Ararik.

__ADS_1


Dari pertarungan awal antara Ararik dan Coils, pertarungan hanya terlihat seperti satu arah. Meski level dari makhluk yang memiliki nama Coils of Cruelty tersebut sangat tinggi bagi para pamain, hal itu berketerbalikan dengan level Ararik sendiri yang sangat tinggi.


Sehingga Ararik yang menghadapi makhluk tersebut, terlihat selalu menggempur dengan serangannya tanpa memberi ampun. Pertempuran yang terlihat hanya satu arah itu, sayangnya hingga saat ini mahkluk hitam tersebut belum terkalahkan meski di serang terus-menerus oleh Ararik.


HP : 1621386/540018900


Adalah bar kesehatan yang di tampilkan oleh makhluk itu setelah serangan [Wind of Disaster Blade] Ararik menghantam tubuh makhluk itu. Kemudian angka-angka hijau yang melayang-layang di tubuh makhluk hitam itu muncul terus-menerus.


+6218929


+6108276


....


Angka sangat besar yang ditunjukan dengan angka ratusan ribu terus-menerus muncul lebih dari 20 kali dalam satu menit setelah makhluk hitam terkena serangan. Hal yang diketahui oleh para pemain sebagai angka pemulihan untuk stat bar yang telah berkurang.


Dengan petunjuk itu, pemain paham dengan apa yang terjadi. Meski Ararik menggempur habis-habisan makhluk tersebut, kemampuan regenerasi makhluk hitam sangat gila!


Angka-angka yang besar dan muncul terus-menerus, memulihkan kesehatan makhluk hitam yang memiliki angka total kesehatan yang sudah tinggi. Pantas saja Ararik yang merupakan salah satu ksatria Kelopak Bunga Cilvsi dan memiliki level lebih tinggi, hingga saat ini belum mengalahkan makhluk itu.


Mereka tidak diam saja melihat kemampuan regenerasi makhluk itu yang gila. Setiap kali Ararik menyerang makhluk tersebut, kedua druid di sampingnya akan melemparkan mantra kutukan dan mengurangi jumlah angka hijau pada monster serta memunculkan angka merah berturut-turut.


+231975


-51241


-42810


+218250


....


Debuff menempel pada makhluk tersebut dan menyebabkan regenerasi makhluk itu turun drastis. Hal itu dilakukan terus-menerus dengan pola yang sama oleh para elf.


Setiap kali Ararik menyerang makhluk hitam, kedua druid akan melemparkan serangan lanjutan berupa kutukan debuff pada makhluk hitam itu.


"kali ini kau selesai! Lantunan Nada Alam, Pedang Cahaya Mentari!"


Gerakan yang sangat halus. Seperti berjalan dengan irama tentram dan damai. Tubuh Ararik berjalan kearah makhluk hitam dan menancapkan pedangnya dengan lembut.


Seakan dunia berhenti dan hanya pertunjukan yang dilakukan oleh Ararik seorang di atas pentas. Tanpa suara dan tekanan maupun hempasan dasyat yang ditunjukan, pedang itu dengan mulusnya melewati permukaan kulit makhluk hitam dan tertanam penuh di tubuh makhluk tersebut.


*nginggggggggggg!


Tubuh makhluk hitam tiba-tiba bersinar terang setelah pedang Ararik tertancap pada tubuhnya. Suara keras yang mengiringi sinar tersebut, terdengar keseluruh area pertempuran yang ada.


*Sah......


Seakan terbawa angin yang berhembus melewati cabang-cabang pohon hutan di tempat ini, tubuh makhluk hitam terbawa dan menghilang.


[Quest 'Lindungi Tubuh Ararik' Selesai!]


[Mendapatkan 200000 Exp]


[Kesukaan Ksatria Ararik telah bertambah]


[Mendapatkan 1500 Ketenaran Kerajaan Onteral]


[Mendapatkan 8500 Ketenaran Kota Cilvsi]


[Mendapatkan 1 Kotak Random Silver]


Begitupula pengumuman yang ditunjukan oleh sistem kepada seluruh pemain yang ada disini.


"Wuooooohhhhhhhh!!!!"


"Kita berhasil!!!!"


"Hebattttttt!!!"

__ADS_1


"Hidup tuan Ararik!!!!!"


Teriakan kemenangan dari para pemain yang telah menyelesaikan misi mereka terdengar bergemuruh secara bersamaan. Begitupula dengan kedua saudara elf yang ikut terhanyut dalam kegembiraan pemain lainnya.


__ADS_2