
Perjalanan tidak dapat menuju kerajaan Onteral langdung dalam penggunaan portal teleportasi, karena penggunaan portal teleportasi setiap kerajaan memiliki sistem dan cara penerapan yang berbeda. Oleh sebab itu, Impian dan teman-temannya sampai di kota Timan terlebih dahulu, kota yang paling ujung dan terdekat dari kerajaan Onteral, kerajaan elf.
Terdapat dua pilihan untuk menuju kerajaan tetangga. Pertama adalah jalan kaki dan melewati perbatasan untuk pemeriksaan, kedua adalah melalui portal teleportasi dengan mengisi dokumen dan menunggu penyesuaian dari portal teleportasi penerimaan di tempat tujuan.
"tuan ksatria suci, apa ada yang bisa saya bantu?"
"kami ingin menggunakan portal teleportasi untuk menuju kota Mapel dari kerajaan Onteral"
"ah, kebetulan ada beberapa rombongan yang akan pergi kesana. Mari saya antar ketempat mereka, anda dapat pergi dalam satu kelompok agar waktu anda tidak terbuang"
Mendengar itu, Impian dan teman-temannya mengikuti orang tersebut menuju kelompok yang akan menggunakan portal teleportasi yang memiliki tujuan sama dengan mereka.
"hak istemewa yang kamu miliki membuat iri"
"kita tidak perlu menunggu lagi, semua berkat Impian"
IKILUA dan Alice berkomentar dengan apa yang telah terjadi, sementara Impian sendiri, hanya tersenyum menanggapi kata-kata mereka. Bagaimana tidak, setiap pemain yang akan menggunakan portal teleportasi diharuskan menunggu beberapa saat jika ingin berpergian antar kerajaan. Penyesuaian waktu yang di butuhkan untuk instalasi sihir dari tujuan dan penerimaan, akan memakan waktu yang cukup lama, apalagi surat-surat yang harus di isi.
Kerajaan setempat tidak akan sembarangan menerima orang sebarangan di tepat mereka, sehingga para pemain harus mengisi dokumen dan melakukan pemeriksaan. Berbagai syarat yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum menggunakan portal teleportasi, tetapi Impian tidak memerlukannya dan langsung di antar ketempat dimana kelompok yang akan segera pergi untuk segera menggunakan bersama.
"ah! kedua orang yang ikut mengawal sebelumnya"
Sesampainya disana setelah di antar oleh petugas, Impian melihat kedua elf dengan penampilan sama saat mengawal Saintess di kota H'rden. Mereka adalah Oliver dan Janeth, dua elf yang sudah cukup terkenal dan memiliki nama di antara para pemain.
"akhirnya kita bertemu..."
"kami sudah mencarimu beberapa terakhir ini"
"mencariku?"
Mendengar ucapan duo elf tersebut, Impian terkejut.
"itu kebiasaan pemain top untuk menyelidiki pemain baru yang naik daun, Aduh!!"
Togay masuk memberi komentar dan menjelaskan kepada Impian, setelah di cubit oleh Alice yang berada didekatnya, Togay berteriak.
"tidak perlu berpikiran jelek, meski sikap mereka begitu, mereka bukan orang jahat, aku mengenal mereka"
"IKI! ah, ada juga dewi Alice"
"selamat siang dewi"
Yang entah mengapa, setelah di jelaskan oleh IKILUA, mereka berdua melihat sosoknya dan tersadar, tidak hanya itu, bahkan orang yang mereka kagumi juga berada di samping IKILUA. Ternyata mereka berdua juga merupakan pemuja Alice seperti pemain-pemain lainnya.
Akhirnya mereka berbincang bersama setelah mengetahui orang-orang yang mereka kenal. Duo elf tersebut juga menceritakan kepada Impian dan teman-temannya dari tujuan mereka.
Oliver dan Janeth memberitahu Impian dan teman-temannya tujuan mereka mencari Impian. Itu merupakan salah satu tugas dari kapten pemimpin ksatria kenderil dan memberikan mereka quest untuk mengenal lebih dekat Impian.
"bukankah raja elf sendiri yang mengundang Impian? kenapa masih ada bagian elf yang ingin menyelidikinya?"
__ADS_1
Alice bertanya kepada mereka berdua setelah mendengar alasan mereka mencari Impian.
"cara bertindak orang-orang elf berbeda dewi Alice. Informasi yang di dapat dari orang-orang yang memiliki posisi tinggi, tidak di berikan kebawahnya. Akan tetapi, para elf sangat menjunjung tinggi pemimpin mereka. Untuk menyenangkan hati pemimpin mereka, orang-orang yang ada di bawah ingin mengetahui lebih dekat dari orang yang membuat pemimpin mereka tertarik"
Oliver menjelaskan tingkah dan perilaku para elf yang menyebabkan pemberian tugas kepada mereka berdua untuk mengenal Impian lebih dekat. Sayangnya, kehadiran Impian sulit di temukan atau keterlambatan mereka karena pengawalan yang di lakukan Impian terhadap Saintess.
Sesaat mereka berdua memikirkan akan menunggu Impian di kota Mapel, tempat transit pertama portal teleportasi antar kerajaan, beruntungnya mereka menemukan Impian di tempat ini terlebih dahulu.
"lalu, siapa orang ini, apa dia juga bagian dari kelompok kalian?"
Total orang yang ada di tempat iini mencapai 7 orang sebelum Impian dan teman-temannya tiba. Jika dilihat dari pengurangan keberadaan Oliver dan Janeth, maka masih terdapat 5 orang lagi yang tersisa.
Terlihat bahwa 4 orang yang selalu berkumpul bersama dan tidak ingin terlibat atas diskusi antara Oliver, Janeth dan Impian serta kawan-kawannya, satu orang lagi yang lebih dekat bertingkah seperti ingin berbincang bersama. Orang tersebut merasa penasaran akan perbincangan Impian dan teman-temannya berbicara dengan Oliver dan Janeth.
"ah, halo... namaku Jix, aku seorang reporter dari Southeast Asia GameCom. Maaf sebelumnya, aku tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian"
"ah....! Salah satu channel yang membahas INK START FANTASY di server Singapura!"
"haha yah... salam kenal"
Sembari membagikan kartu nama yang dibuat di dalam game, Jix memperkenalkan dirinya kepada yang lain.
"persiapan teleportasi menuju kota Mapel telah selesai, pesiapan perpindahan dan pengaktifan portal teleportasi akan dilakukan dalam 60 detik kedepan. Persiapkan diri anda dalam perubahan tekanan ruang"
Suara alat pengeras suara di dengar dari petugas portal teleportasi.
"sepertinya kita tidak dapat berbicara banyak saat ini, kita teruskan pembicaraan kita setelah perpindahan portal teleportasi dilakukan"
Mendengar kata-kata Jix, Impian bertanya balik, tidak mengerti dengan maksud kata yang di ungkapkan oleh reporter itu.
"haha, bagaimana kamu ini. Keberadaan-mu sudah cukup terkenal di dalam game saat ini, tentu saja dia berharap untuk dapat mewawancarai-mu"
"oh, begitu"
Lingkaran sihir-pun tercipta, sekitar 10 meter lebarnya dan banyak tulisan rune yang menyusun lingkaran sihir tersebut. Cahaya keluar dari lingkaran sihir, sangat terang hingga menyelimuti setiap orang yag berada di tempat ini sepenuhnya.
Setelah cahaya menutupi pandangan sepenuhnya, perlahan-lahan cahaya terang itu memudar dan memperlihatkan lingkungan sekitar. Terlihat seperti batang kayu yang di potong rapi, sangat besar hingga dapat menampung 3 kali dari jumlah orang saat ini. Itu menjadikan pijakan lantai tempat ini.
Empat tugu yang terbuat dari kayu yang tersusun dan terukir dengan lentera seperti fantasy berada di puncaknya. Akan tetapi, dinding yang membatsi ruangan tersebut berbeda dan terlihat timpang akan berbagai ornamen kayu yang menyusun ruangan ini. Dinding tersebut terlihat dari perpaduan semen dan besi yang menyusun.
Impian yang melihat ini, sedikit bingung dengan hal tersebut. Dikarenakan dirinya yang menganggap bangsa elf terkait penuh dengan pemanfaattan kayu atau berbagai tanaman lainnya dalam desain desa maupun kota. Pengetahuan tersebut tersebar dalam cerita-cerita fantasy yang ada di dunia nyata, berbeda dengan apa yang dia lihat di dalam game saat ini.
"kita sampai di kota Mapel"
IKILUA berkata kepada Impian setelah perpindahan portal teleportasi dilakukan.
"lakukan melihat-lihat nanti, ingat tujuan kita untuk menuju tempat istana langsung!"
Alice mengingatkan Impian yang selalu penasaran dengan berbagai hal dan sering mengabaikan tugas yang ia punya.
__ADS_1
"baik, baik Alice"
"ah, kalian ingin langsung menemui raja?"
"ya, Janeth. Sudah lima hari waktu berlalu, dan hari ini adalah hari ke enam. Jika di tunda lagi, quest Impian yang menemui raja elf karena undangannya akan gagal jika tidak segera"
"apa kami bisa mengikuti kalian?"
"apa yang kamu inginkan!? apa kamu ingin menggagalkan misi yang dimiliki Impian!? hah!? ADUH!, De-Dewi Alice...."
"jangan berlebihan gendut"
"ta-tapi Impian.."
Saat Togay berbicara berlebihan pada Oliver dan Janeth dan di cubit oleh Alice, Impian mengingatkan bahwa yang di katakan oleh Togay terlalu berlebihan. Masalahnya adalah Oliver dan Janeth merupakan orang yang dikenal IKILUA dan Alice secara bersamaan, Meski memang sifat para pemain top yang selalu terlihat mencurigakan, tetapi mencurigai orang yang temanmu kenal akan berlebihan untuk itu.
"apa aku juga bisa ikut? aku tidak akan bertingkah untuk menghambat kalian. Ah! aku juga ingin meminta ijin kepada anda untuk meliput-nya, tentu saja! saya siap untuk membayar hasil liputan kepada anda"
"tidak perlu pembayaran paman, ikutlah jika memang ingin. Aku tidak masalah jika kamu memang ingin meliput"
"ah, terimakasih, terimakasih banyak, tetapi aku tidak bisa melakukan ini secara geratis, aku akan tetap membayarmu, lihat ini? jika anda tidak tertarik dengan coin, bagaimana dengan barang ini?"
Setelah Jix mengeluarkan barang dari inventori-nya, yang lain melihat barang tersebut. Itu mirip dengan kotak yang Impian dapatkan sebelumnya dari misi pengawalan Saintess, hanya saja, kali ini kotak tersebut berwarna emas, berbeda dengan kotak perak yang Impian dapatkan.
""Kotak Barang Emas!!""
Melihat kotak tersebut, setiap orang yang melihatnya berteriak secara bersamaan, tentu saja kecuali Impian yang tidak pernah melihat benda tersebut sebelumnya.
"tidak perlu paman-"
"tidak, ambil! itu merupakan cara profesional seorang jurnalis sepertinya!"
Togay yang berkata bahkan sebelum Impian menyelesaikan kata-katanya untuk menolak, langsung mengambil barang yang di tawarkan oleh jurnalis Jix kepada Impian.
"aku adalah asistennya, setiap barang yang ia miliki, akan di pegang oleh-ku, tidak perlu mempertanyakannya"
Togay juga menjelaskan kepada Jix yang merasa aneh karena tindakannya sendiri. Memang benar beberapa barang yang akan dijual akan diserahkan kepada Togay, akan tetapi tidak semua barang di pegang oleh Togay, itu hanya tindakan inisiatif Togay agar Impian tidak menolaknya.
"baiklah, kita lanjutkan?"
Kemudian Alice menepuk kedua tangannya dan mengingatkan yang lain.
Perjalanan perpindahan tempat cukup lancar. Mereka hanya tinggal berganti ruangan yang masih di ruang lingkup yang sama. Sekali lagi, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi portal teleportasi. Saat Ipian menunjukan lempengan yang diberikan raja elf kepadanya, petugas portal teleportasi akan mempersilahkan mereka untuk menggunakan tanpa keluar biaya sepesiar-pun.
Setiap kali tindakan yang mencengangkan dari Impian, seperti dihormati atau dibebas biayakan oleh para petugas yang ada, Jix akan mengaktifkan kameranya dan berbicara ke ruang kosong.
Ada beberapa tipe kamera yang ada, salah satunya adalah yang digunakan oleh Jix. Kamera tersebut biasa disebut sebagai kamera Flog oleh para pemain. Kamera akan melayang di udara setelah di atur oleh pemain dan tidak akan terlihat oleh yang lainnya kecuali si pengguna. Jarak fokus yang dapat diambil juga tidak begitu besar dan jauh, hanya dapat mengambil gambar beberapa meter saja.
Ada juga kamera yang di pakai oleh penyiar langsung. Kamera jenis ini, merupakan kamera yang harus dibawa atau di gendong dan dapat terlihat dengan yang lainnya. Jika ingin membandingkan bentuk, kamera ini lebih terlihat seperti kamera yang biasa digunakan oleh kru TV untuk menyiarkan keadaan.
__ADS_1
Jarak dan luas jangkauan yang dapat ditangkap kamera ini melebihi kamera Flog yang biasa dipakai para pemain. Tidak hanya itu, biaya pembelian didalam mall shop juga lebih mahal.
Akhirnya, mereka sampai di ibu kota kerajaan Onteral, Borneo. Ini adalah perhentian terakhir dari perjalanan mereka menuju istana. Setelah cahaya dari lingkaran sihir portal teleportasi menghilang, mereka keluar dari ruangan dan melihat bentuk kota yang sepenuhnya berbeda dengan kerajaan suci Lorena.