
Satu pilar cahaya hitam menghilang dari sisi barat. Hanya tersisa satu lagi pilar cahaya hitam yang masih ada.
"bagus! tetap bertahan semuanya!"
"aku ingin pergi ketempat pilar cahaya"
"benar! tetap disini tidak berguna!"
"tidak ada perubahan signifikan meski kita mengalahkan para undead!"
Melihat undead-undead yang bangkit kembali, beberapa pemain feustasi karenanya. Berbeda dengan pasukan yang dikirim kearah pilar cahaya berada, melihat pilar cahaya yang menghilang, mereka menganggap bahwa ditempat itu mereka dapat memberikan kontribusi lebih.
Perlahan-lahan, kehadiran setiap pemain di medan tempur ini mulai menghilang. Menyisakan para NPC yang tetap pada tugas mereka.
"tuan Impian.."
"apa kita tidak bergerak seperti mereka juga?"
Melihat hal itu, kedua pendeta bertanya kepada Impian.
Kemampuan undead memang tidak seberapa, karena mereka hanyalah mayat hidup. Berbeda dengan tubuh yang masih prima, kemampuan tubuh yang telah berubah menjadi undead telah berkurang.
Luka-luka yang telah diderita oleh tubuh sebelum menjadi undead masih ada, karena tubuhnya telah dieliminasi sebelumnya. Saat berubah menjadi undead, kemampuan tubuh asli tidak lagi dimiliki dan para undead lebih terfokus pada serangan fisik ketimbang kemampuan lain yang dimiliki tubuh ketika masih hidup.
Dengan konklusi seperti itu, prajurit biasa dapat menghadapi undead dan yang lainnya dapat fokus pada masalah utama, yaitu pilar cahaya yang ada. Itulah sebabnya, pemikiran kedua pendeta goyah melihat banyak dari orang-orang yang meninggalkan tempat ini yang menuju pilar cahaya berada.
"lakukan saja apa yang kamu bisa saat ini. Aku akan tetap disini untuk membantu mereka"
Mereka yang dimaksud Impian adalah para prajurit yang masih menahan para undead agar tidak mengganggu pertempuran utama yang sebenarnya.
Tujuan serbuan ini adalah mengganggu pasukan utama dalam menghadapi makhluk-makhluk Chaos. Dengan perubahan akan kedatangan undead yang seperti tidak ada habisnya, menjadi lebih memberatkan saat ini.
Lagipula, sebenarnya Impian hanya tidak ingin lebih berusaha. Mengalahkan undead-undead disini hanya 'ez pizi' baginya, tanpa usaha yang lebih keras.
Tidak hanya itu, penghitung [Kristal Perekam Kebenaran] juga masih berjalan, membuat Impian dapat jauh berada didepan atas Gerald. Selain itu, exp yang didapat juga masih mengalir.
Exp mudah didapatkan dari para undead yang tidak memerlukan usaha besar dalam mengalahkannya. Kapan lagi Impian dapat berpesta seperti ini.
Maka dari itu, Impian hanya menyerahkan bagian yang sulit kepada yang lainnya. Sementara dirinya hanya berpesta ditempat ini.
__ADS_1
...----------------...
Gempuran dari serangan gabungan Gerald dan para pemain terhenti. Gerald hanya sendiri menghadapi Lich, sedangkan kedua pendeta bersama para pemain sedang menghadapi kesatria-kesatria kegelapan yang dipanggil oleh sang lich.
Total kesatria kegelapan yang terpanggil berjumlah 8. Dengan level 250, menghentikan para pemain untuk membantu Gerald.
Setidaknya, para pemain menghalau kesatria kegelapan menyerang Gerald dan membiarkan Gerald satu lawan satu dengan lich.
"pasukan elf telah tiba!"
"gempur kesatria gelap agar tidak menghalangi!"
Perbedaan level masih lebih dari 100. Sehingga pemain dalam jumlah yang lebih banyak masih kesulitan menghadapi ksatria gelap.
Kedatangan para pasukan elf membuat harapan kembali muncul. Fokus para pemain tertuju pada ksatria gelap.
"woah.....! jangan berhenti!"
Salah satu pemain yang terpental akibat hempasan pedang besar kesatria gelap berteriak keras. Orang itu sangat bersemangat menghadapi lawan super seperti itu.
*Drap drap drap!
Dari arah timur, kembali muncul para pasukan elf. Bantuan kembali datang setelah terlihat bahwa pilar cahaya bagian timur sudah menghilang.
Penatua elf yang bersama IKILUA menghentikannya untuk segera masuk dalam pertempuran. Menunjuk satu pilar cahaya lagi yang masih terlihat jelas.
IKILUA mengangguk menanggapi kata-kata penatua elf. Sisa pilar yang masih ada berjumlah 3 dari 6 pilar yang muncul.
Sisi timur telah dihilangkan sepenuhnya, kemudian sisi barat baru saja menghilang salah satunya. Hanya masalah waktu sebelum pilar cahaya sisi barat menghilang sepenuhnya.
Akan tetapi, pilar cahaya pada sisi utara masih menjuntai keduanya. Hal yang wajar untuk pilar cahaya ditempat ini tidak menghilang, karena lich masih ada dan bertarung, sedangkan satu pilar di sisi utara lainnya?
Hal yang mencurigakan hingga saat ini pilar cahaya gelap itu masih kokoh ditempatnya.
"kita pergi kesisi sana"
"aku di belakangmu tuan"
IKILUA mengikuti kedua penatua dari belakang. Mereka berlari menuju pilar cahaya yang ada ditempat satunya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga sampai tidak jauh dari pilar cahaya itu. Pertempuran di tempat ini juga telah pecah.
"pantas saja. Jika disana terdapat bos besarnya, disini ada mid bos"
"tenang saja 'nak, kita masih menang jumlah. Ayo kita bantu mereka!"
Pasukan elf telah bertarung. Melihat kenapa pilar cahaya itu masih belum menghilang, IKILUA mengerti akan situasinya.
Sepuluh penyihir hitam menjaga pilar cahaya gelap dari para pasukan elf. Tidak hanya mereka juga bisa memanggil undead-undeadnya sendiri, tetapi sihir-sihir serangan dan pertahanan mereka sama kuatnya.
Pasuka elf masih kesulitan mengalahkan mereka meski menang jumlah. Undead-undead yang muncul mengimbangi jumlah penyihir hitam yang kalah jumlah dengan pasukan elf.
...----------------...
"huh? beberapa lubang cacing tertutup?"
Perlahan-lahan, enam lubang cacing yang berada paling pusat mulai mengecil. Makhluk Chaos yang keluar dari lubang itu tidak dapat melewatinya.
Mengecil, mengecil, dan semakin mengecil hingga sepenuhnya hilang. Lenyap 'tak berbekas sedikitpun yang dapat terlihat.
"itu lubang-lubang cacing pertama yang terbentuk!"
"bertahan semuanya! lubang cacing mulai menghilang! kita bisa melewati ini!"
Memang terdapat jeda beberapa menit hingga hampir satu jam lebih perbedaan waktu antara ketujuh lubang cacing utama dengan lubang cacing lainnya. Hal itu dikarenakan perbedaan dari siapa yang mengaktifkannya.
Perlahan-lahan, satu persatu lubang cacing yang muncul mulai menetup. Waktu telah berjalan 3 hari dua malam sejak pertempuran berlangsung.
Tidak adanya jeda istirahat bahkan walau matahari telah digantikan oleh sang bulan. Makhluk-makhluk Chaos tetap saja keluar dari balik lubang cacing dan pasukan yang bertempur akan dengan mati-matian melawan mereka.
Dengan mulai menutupnya lubang-lubang cacing tempat keluarnya para makhluk Chaos, hati para prajurit mulai bangkit. Kemenangan yang sudah di depan mata mulai terlihat.
"tidak perlu melakukan pemulihan lagi, pergilah ke medan tempur lain untuk menghadapi necromancer. Serahkan yang disini pada kami"
Tannivh berbicara kepada dua pendeta Lorena di sampingnya.
Karena lubang cacing semakin berkurang, monster-monster yang muncul juga akan ikut berkurang. Dengan adanya pendeta Lorena yang membantu pemulihan disetiap sesi, para prajurit yang bertempur tidak terjatuh dalam situasi kelelahan.
Ksatria tertinggi elf Onteral juga dapat menghabisi monster-monster itu sepenuhnya dalam sekali jalan. Dikarenakan kemenangan sudah didepan mata, dirinya memutuskan untuk para pendeta membantu pertarungan disisi lain melawan necromancer.
__ADS_1
"kalau begitu, kami tidak akan sungkan"
Kemudian Tannivh membalas dengan anggukan atas kata-kata pendeta Lorena. Setelah para pendeta pergi dari sisinya, Tannivh berlari kepusat pertempuran, karena selama ini dirinya berada di posisi paling belakang.