INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 88 : PERSIAPAN KEPULANGAN


__ADS_3

Rombongan telah siap. Sang Saintess telah menaiki kereta kuda mewahnya. Perjalanan menuju ibu kota kerajaan suci Larena telah bersiap.


Hanya butuh satu instruksi, seluruh rombongan siap untuk berangkat.


"orang yang mengikutimu telah bertambah huh?"


Lara berkomentar melihat orang - orang yang di bawa Impian telah bertambah.


"hahaha"


Saat ini, Impian menunggang kuda bersama Alice, sedangkan IKILUA bersama dengan Togay.


"Tuan Ardan, apa tidak ada kuda lagi yang bisa di pakai?"


"jika tidak ingin, maka berjalanlah"


"urgh"


"jangan banyak mengeluh gendut"


Atas jawaban sinis dari Ardan, Togay tidak bisa berbuat apa - apa. Saat ini, posisi mereka sangat canggung. Dengan tubuh besarnya, satu kuda yang di tumpangi dua orang terasa tidak nyaman.


Pemain memang bisa mendapatkan kuda atau hewan tunggangan sendiri, akan tetapi pemain di haruskan mengurus peliharaan mereka. Ada banyak kepengurusan untuk itu.


Pertama, hewan tunggangan mereka tidak dapat di simpan atau muncul begitu saja di manapun pemain berada. Tidak seperti game lainnya, pemain harus membawa kemanapun mereka menuju bersama tunggangan mereka.


Kedua, jika tunggangan mati, maka tunggangan tidak akan muncul kembali seperti baru. Maka dari itu, pemain harus berhati - hati merawat tunggangan mereka.


Pemain yang selalu berpindah tempat untuk berpetualang, akan kesulitan menaruh tunggangan mereka. Tunggangan tidak bisa selalu di bawa kemanapun mereka menuju.


Ketiga, banyaknya portal teleportasi antar kota, bahkan terdapat benda atau gulungan kembali ke kota, membuat alat transportasi hampir tidak berguna bagi para pemain. Lebih memilih alternatif yang simpel dan tidak memakan waktu, ketimbang melakukan perjalanan dan harus mengurus sendiri.


Maka dari itu, hal - hal seperti rombongan kerajaan yang menapaki jalan darat dengan menggunakan kuda, hampir tidak pernah di lakukan oleh para pemain. Apalagi memiliki kuda, Impian dan kawan - kawan, menaiki kida yang hanya telah di persiapkan untuk Impian dan Togay saja.


Dua kuda untuk empat orang. Mau tidak mau, mereka harus berbagi dengan yang lainnya. Togay bersama IKILUA dan Impian bersama dengan Alice.


"apa kamu tidak perlu mengikuti rombongan raja elf?"


Lara kembali bertanya kepada Impian. Undangan yang di berikan secara langsung oleh raja elf kepada Impian, telah di ketahui secara umum untuk mereka yang menghadiri pertemuan.


"ya, aku akan pergi setelah menyelesaikan tugas"


"aku suka sikap-mu dalam melaksanakan tugas yang ada, tetapi pengawalan saat ini lebih aman karena tuan Harnm dan yang lainnya ikut bersama kita"


"yah,.."


Impian tidak bisa menjelaskan lebih jauh untuk pemikiran sebenarnya. Bukan karena kewajiban atas tugas yang ada, tetapi hadiah misi yang belum di dapat, karenanya Impian terlihat lebih terobsesi dengan tugas yang di jalankan.


Bahkan Alice, yang mengetahui kebenaran, tersenyum cengar - cengir melihat Impian yang tidak dapat berkata - kata dalam penjelasan.


"Ack....!"


"ssstttt...."


Jari Impian menekan perut Alice dari samping, yang membuat suara aneh keluar dari mulut Alice.


"..baiklah kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian. Jangan sampai mengganggu yang lain dengan tingkah kalian"

__ADS_1


Lara yang melihat tingkah Impian dan Alice pergi dan memperingati mereka berdua. Mendengar kesalah pahaman itu, wajah Alice terlihat malu dan menunduk.


"ahhh, aku iri sekali... kenapa aku harus bersamamu bukan dengan dewi Alice"


"kalau tidak mau, kau boleh turun dan berjalan kaki seperti prajurit di sana"


"hey hey, ini kuda-ku! kenapa harus aku yang turun"


"karena kau banyak mengoceh sedari tadi"


Berbeda dengan Impian dan Alice, Togay dan IKILUA bertengkar dengan keadaan yang harus mereka alami saat ini.


*Prrriiiiitttt


*Prrriiiiiittttt


Atas sinyal peluit yang terdengar, rombongan bergerak maju dan meninggalkan tempat pertemuan.


...----------------....


Beberapa saat yang lalu, setelah Impian menandatangani berkas - berkas untuknya sebagai pemegang atas nama wilayah ini, pertemuan antar pemimpin di bubarkan. Kelanjutan pembahasan kepengurusan untuk selanjutnya, di serahkan kepada bawahan mereka.


Atas hal itu, para pemimpin tidak perlu lagi harus turun tangan untuk mengurus berbagai keperluan. Mereka dapat meninggalkan tempat ini dan kembali ke wilayah mereka masing - masing.


"jadi, apa kamu akan mengikuti kami mengunjungi kerajaan Onteral?"


Sang raja elf bertanya kepada Impian. Atas persetujuan Saintess yang meminjamkan kehadiran Impian kepada raja elf, pertanyaan itu langsung keluar dan di tanyakan langsung setelah pertemuan pembahasan selesai di lakukan.


"bisakah anda memberi waktu? setelah mengawal Saintess kembali ke ibu kota, aku akan langsung menuju kerajaan Onteral dan bertemu dengan anda"


"bukan karena kewajiban, dia menunggu hadiah yang belum di berikan"


Saat Impian menolak ajakan raja elf dengan halus, Saron menjelaskan kepada Impian. Sayangnya, Saintess yang seperti mengetahui segalanya, berbicara terang - terangan tujuan Impian yang sebenarnya.


"HAHAHA, aku hampir lupa bahwa kamu salah satu dari mereka. Kalau begitu, bagaimana dengan ini?"


[Quest Undangan Raja Ferendir]


[Raja Ferendir yang memimpin wilayah kerajaan Onteral mengundangmu untuk datang ke wilayahnya. Datanglah dan temui raja Ferendir di wilayahnya.


Penyelesaian Quest :


Menemui raja Ferendir di istananya dalam selang waktu yang telah di berikan.


Hadiah Quest :


Mendapatkan Title : Teman dari ras elf


Mendapatkan Title : Tamu Kehormatan Raja Elf


Ketenaran Kerajaan Onteral +15000


Ketenaran Dunia +1000


Exp +450000


Waktu Penyelesaian :

__ADS_1


7 Hari setelah Quest di terima


Kegagalan Quest :


Ketidak Hadiran Anda Dalam Waktu Yang Telah Ditentukan


Penalty Quest :


Kepercayaan Raja Ferendir kepadamu Sangat Berkurang


Ketenaran Kerajaan Onteral -100000


Mendapatkan Title : Pengikar Janji]


[Teriama / Tolak]


Sembari raja Ferendir memberikat pelakat emas kepada Impian, prom quest muncul. Tidak hanya dua title dari hadiah quest yang di dapat, tetapi juga satu title akan di dapat jika quest mengalami kegagalan.


"gunakan plakat emas ini untuk keluar masuk wilayah kerajaan Onteral. Kamu tidak akan mendapatkan pemeriksaan ketat saat di sana"


"ah, ya, terimakasih. Aku akan datang dalam waktu dekat"


"kami menunggu kehadiranmu"


Setelah percakapan itu berakhir, mereka meninggalkan tempat pertemuan seutuhnya. Impian sendiri menghadiri pertemuan para ksatria untuk pembagian tugas pengawalan di hari berikutnya.


Tidak ada banyak yang berubah, posisi Impian masihlah berada di samping kereta kuda Saintess bersama calon ksatria lainnya. Rombongan akan melakukan perjalanan keesokan paginya.


Setelah Meeting selesai di lakukan, Impian menghampiri teman - temannya. Memberitahukan apa yang terjadi dalam pertemuan dan hasil yang telah di peroleh.


Keesokan paginya, kelompok Impian cukup kesulitan dalam tempat pengawalan. Hanya terdapat dua kuda yang di bawa oleh Impian dan Togay.


Karena kota ini merupakan kota tak terurus setelah perang. Tidak ada lagi kuda bebas yang dapat di pakai. Masing - masing telah memiliki pemiliknya sendiri.


"jadi siapa yang akan bersama siapa?"


Togay berbicara terlebih dahulu menentukan pembagian tumpangan.


"aku tidak mau bersamamu, aku akan bersama Impian"


"urghhh..."


Mungkin Togay berharap dapat berkuda bersama Alice karena dia yang memiliki kuda, sayangnya Alice langsung menolak dan lebih memilih Impian.


"sudah jangan banyak mengeluh!"


"baik - baik"


IKILUA berkata kepada Togay dan menaiki kuda.


"kenapa aku yang di depan!?"


"sadar dirilah, tubuhmu besar!"


"cih"


Seperti itulah saat - saat terjadi sebelum mereka berangkat mengikuti rombongan. Persiapan yang di lakukan cukup ribet di lakukan.

__ADS_1


__ADS_2