
Para prajurit yang ada, sedang menyiapkan beberapa tenda. Tentu saja, tenda Sang Saintess, ksatria suci Saron dan beberapa tenda calon ksatria suci di utamakan terlebih dahulu.
Akibat serangan monster yang beruntun, rombongan tidak melanjutkan perjalanan kembali. Tidak hanya langit yang telah menunjukan semakin sore, tetapi para prajurit yang ada juga mengalami kelelahan dari pertarungan yang telah berlangsung.
"kudengar kamu mengalahkan pemimpin bandit, kudengar dia lebih kuat dari kita?"
Lara bertanya pada Impian. Saat ini, seluruh calon ksatria suci dan juga ksatria suci itu sendiri, Saron, sedang berkumpul. Makanan yang telah di siapkan oleh koki, yang mengikuti rombongan Saintess, berjejer di depan mereka.
Suasana santai saat ini sedang terjadi. Setelah pertarungan panjang, waktu istirahat memang di butuhkan. Apalagi dalam perjalanan panjang seperti ini.
Togay? dia tidak ada di sini. Karena tenda yang ada di kususkan bagi ksatria suci dan calon ksatria suci, bagi mereka yang memiliki pangkat di bawah itu, tidak di ijinkan menempati tenda ini.
"Ardan membantuku"
"tidak perlu merendah. Awalnya kamu yang menghadapinya satu lawan satu, bahkan hingga akhir, kamu memanfaatkanku untuk mengalahkannya"
Ardan yang mendengar jawaban dari Impian atas pertanyaan Lara, memotong dan menjelaskan apa yang terjadi.
Ardan memang membantu Impian terkena pukulan langsung sang jendral, dan dua serangan terakhir merupakan serangan yang di berikan langsung oleh Ardan, tetapi, seluruh serangan yang di lancarkan, di inisiasi oleh Impian.
Dari mulai membatasi pergerakan jendral, sihir tanah dan bumi, sihir telekinesis yang menahan Ardan agar taktik tidak di kacaukan, hingga pijakan yang tercipta agar Ardan dapat melancarkan serangan secara telak. Seluruh jalan telah di buat agar Ardan dapat melancarkan serangan secara langsung.
Melihat hal ini, Ardan memuji Impian meski nada dan kata yang terucap seperti itu.
"benarkah? wow..."
"haha ya, maaf"
"kenapa kamu meminta maaf? dia memujimu, bukan memarahimu"
"hmph!"
"lihat?"
"sudah diamlah Lara!"
"hahaha.... lalu, bagaimana kamu tahu ada serangan pada barisan belakang?"
"benar, aku melihatmu hanya memberikan laporan tentang monster - monster yang menyerbu"
Bahkan, Phelipe yang terlihat pendiam sedari tadi, menambahkan pertanyaan Lara dengan pernyataannya.
"apa kalian tahu? pergerakan monster yang ada sangat aneh, banyak dari mereka menyerang sekaligus, untuk apa?"
"oh, mengenai itu, laporan yang ada, itu salah satu perbuatan dari kelompok 'pakaian serba hitam'. Mereka adalah kelompok yang di sewa, tujuan mereka adalah untuk menahan Saintess menghadiri pertemuan"
Saron ikut dalam pembicaraan. Menjelaskan tentang pertanyaan Impian seputar monster yang menyerang.
"apa paman telah mengetahuinya?"
"tidak dari awal, tetapi pergerakan mencurigakan mereka sedang di pantau. Bukankah laporan yang di berikan dari Lara? mereka terlihat di restoran kota Yoilka, bukankah kamu bersamanya saat itu?"
"Lara...?"
__ADS_1
"ah, haha aku melihatmu memperhatikan orang - orang yang ada di restoran. Jika tindakan yang kamu lakukan terang - terangan begitu, akan mudah ketahuan oleh mereka, jadi aku bergerak sendiri"
"kukira kamu tidak memperdulikannya, karena kamu sendiri yang melarang"
"huh! jika yang kamu lakukan adalah menyelidiki, tentu saja aku akan melarang, kamu harus berlatih lagi untuk kedepannya"
"cih! lalu bagaimana penyelidikan selanjutnya? jika pelaku sudah di ketahui, apakah kita akan menangkapnya?"
"tentu saja, pergerakan mereka telah di pantau dari dulu. Karena belum ada masalah besar terkait kelompok ini, kami tidak bisa begitu saja menangkap mereka. Berbeda dengan saat ini, meski bukan mereka sendiri yang turun tangan, tetapi perbuatan mereka telah membahayakan Yang Mulia Saintess, ini saja sudah merupakan tindak kejahatan besar. Kami telah mengirim orang untuk melanjutkan penyidikan, kita tunggu informasi kelanjutannya, kita memiliki tugas penting lain saat ini"
Dari perkataan Saron, organisasi ini memang selalu membuat masalah yang ada. Sayangnya, masalah yang mereka timbulkan, dari informasi yang ada, tidak ada satupun kejahatan yang mengarah pada kelompok ini.
Setelah kejadian penyergapan monster terjadi, alasan penangkapan mereka telah ada. Saat ini, Saron dan yang lainnya sedang melakukan tugas pengawalan Saintess, sehingga, tugas penangkapan organisasi ini, di serahkan kepada orang lain.
"ah, paman benar"
"kemudian? kamu belum menjawab pertanyaanku!"
"oh iya, maaf, maaf. Aku tidak mengetahui tentang kelompok itu, tetapi serangan monster yang begitu banyak dan tujuan yang ada, aku memikirkannya"
"seperti apa?"
"banyak hal, tetapi dari beberapa pemikiran yang aku pikirkan, aku mencurigai tawanan yang kita bawa"
"ah! para bandit itu" "para bandit itu"
Lara dan Phelipe menjawab secara bersamaan mendengar kata - kata Impian.
"mantan anggota pasukan kerajaan Moscard, tujuan pertemuan yang akan di hadiri Yang Mulia, monster yang akan membeli waktu"
"benar, dan kamu tahu kemampuan mataku benar?"
"kamu yang bisa melihat sangat jauh?"
"ya, awalnya, tidak ada yang aneh selain monster, tetapi saat aku memikirkan kemungkinan itu, seakan menjawab semua pertanyaan yang ku punya, mereka muncul dari udara kosong"
"sihir perpindahan masal"
Ardan menimpali Impian.
"begitulah aku mengetahui para penyergap yang datang"
"keren... kamu memang payah dalam mengintai, tetapi kamu hebat dalam menyimpulkan situasi yang sedang berlangsung!"
"ugh..."
Meski sedang di tinggikan, tetapi kata - kata awal Lara menjatuhkan Impian terlebih dahulu. Apa ini yang di maksud dengan merendah untuk meninggi? kurasa tidak...
...----------------....
Di luar perkemahan, langit sudah menjadi gelap. Waktu telah membuktikan, bahwa malam hari telah tiba.
Banyak aktivitas yang di lakukan para prajurit yang ada, hanya mengobrol dan menghabiskan waktu istirahat mereka dengan bersantai.
__ADS_1
Tetapi di salah satu sudut rombongan, terlihat beberapa orang sedang berkumpul. Dilihat dari tanda dot hijau yang melayang di atas kepala mereka, bisa di katakan bahwa mereka adalah para pemain.
Banyaknya para prajurit NPC yang sedang berkemah, menggelitik rasa penasaran pemain untuk mencari tahu. Akibatnya, para pemain yang menemukan tempat ini, pergi berkeliling untuk bertanya. Yah... kemungkinan yang di lakukan para pemain adalah mendapatkan quest dari prajurit - prajurit NPC yang ada.
"hey teman, apa kamu tahu apa yang terjadi di sini?"
Salah satu dari tiga pemain bertanya kepada Togay. Saat ini, Togay sedang menikmati daging panggangnya. Daging panggang itu, di masak oleh para prajurit yang ada di sekitar.
Togay yang memiliki dot hijau sebagai penanda bahwa ia adalah salah satu dari pemain INK START FANTASI, terlihat seperti menyatu dengan para prajurit NPC di sini. Melihat Togay yang merupakan salah satu pemain, ketiga pemain itu memberanikan diri untuk bertanya padanya.
Saat sedang menikmati daging panggang di tangannya, para pemain yang ada menghampiri Togay dan bertanya.
"apa kamu tidak membaca berita yang ada?"
Tentang rombongan Saintess yang mengunjungi dari satu kota ke kota lainnya telah menyebar di forum - forum pemain. Bahkan di berbagai internet, dua pemain yang menjadi satu bagian dengan rombongan Saintess telah banyak di bicarakan.
Dengan hal itu, Togay bertanya balik pada ketiga pemain di depannya.
"ah, maaf, kami selalu di dalam game akhir - akhir ini. Berita dari luar tidak sempat kami baca"
Melihat lvl yang ke tiga pemain miliki sangat tinggi, yang bahkan salah satunya telah mencapai lvl 105, sangat wajar jika para pemain ini menghabiskan banyak waktu mereka di dalam game.
Device penunjang permainan juga tidak dapat menampilkan informasi di internet secara real time. Penggunaan internet dan informasi yang beredar, hanya tepat saat pemain memasuki permainan. Kedepannya, meski pemain selalu hadir di dalam permainan, informasi yang beredar di luar, terputus.
"jangan terlalu banyak bermain... tidak baik untuk kesehatan kalian..."
Seakan tidak melihat dirinya sendiri, Togay menasehati ke tiga pemain di depannya. Togay sendiri, hampir tidak pernah keluar dari permainan. Berbeda dengan Impian yang sesekali keluar, Togay akan menghabiskan waktu luang yang ada untuk berlatih.
Dari awal, kemampuan Togay bukanlah dalam pertarungan. Karakter pertama yang dia buat, memiliki pekerjaan seorang pedagang.
Berbeda dengan karakternya saat ini, Togay lebih berfokus dalam pertarungan. Apalagi, latihan yang telah di dapat dari pemimpin ksatria suci dan Impian sendiri.
Merasa bahwa dia masih banyak kekurangan, Togay menghabiskan waktu untuk melatih gerakan - gerakan yang sebelumnya ia pelajari.
"ya, ya, kamu terlihat seperti orang tua saja"
"benar, benar"
"hah! kalian jika di nasehati..."
"baik lah pak! lalu, apa yang sedang terjadi di sini?"
"mereka adalah prajurit yang mengawal Saintess"
"Saintess!? pemimpin kerajaan Lorena?"
Terlihat keterkejutan dari wajah mereka bertiga dari kata - kata Togay.
Tentu saja, mereka akan terkejut. Sang Saintess, pemimpin kerajaan suci Lorena, merupakan salah satu pemimpin kerajaan yang sulit di temui secara langsung.
Sang Saintess hanya dapat terlihat jika terjadi acara - acara khusus di kerjaan suci Lorena. Bahkan kecantikannya sudah terkenal di antara para pemain.
Jika pemimpin nomer satu kerajaan suci Lorena, maka acara apa yang sedang berlangsung saat ini? berkemah di pinggir jalan raya dengan membawa banyak pengawal.
__ADS_1
Bukankah Quest besar akan menunggu mereka?