
Karena banyaknya pemain di kota ini, misi atau pekerjaan yang di sediakan semakin sulit. Para pemain yang datang, adalah mereka yang menginginkan peluang dari peperangan yang sedang berlangsung. Rata - rata dari mereka, adalah pemain yang memfokuskan diri pada peran pertempuran ataupun pertarungan.
Sayangnya, mediasi antar kerajaan sedang berlangsung. Kedua kerajaan memilih dalam keputusan damai, siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang harus mengganti kerugian.
Akibatnya, misi atau pekerjaan di kota ini, semakin berkurang. Para pemain yang tetap memilih untuk tinggal, aktivitas dari mereka adalah pengumpulan informasi. Adapun sisanya, hanya bisa menunggu dan menggiling monster - monster di sekitar kota.
"bagaimana selanjutnya? hampir tidak ada misi maupun pekerjaan yang bisa di ambil lagi"
"peperangan sudah meredam, persaingan antar pemain juga semakin intens"
Kelompok dari guild ALITHREA sedang berdiskusi di sebuah bar yang di buka dadakan oleh para prajurit yang menduduki kota ini.
Kota H'rden, yang telah di duduki oleh aliansi elf dan bekas tempat peperangan berlangsung, membuat kota ini tidak berjalan semestinya. Penduduk kota yang seharusnya menjalankan berbagai usaha, telah di keluarkan dan di serahkan kepada kerajaan Moscard.
Akibatnya, kota ini hanya berisi para prajurit aliansi elf. Sudah tidak bisa di sebut sebagai kota lagi, dan ini lebih mirip seperti benteng dengan berbagai jenis orang yang mendiami tempat ini.
"lalu? mau pindah? ini keputusan-mu meminta bantuan kami dalam misi yang kamu miliki IKILUA"
Seorang pemain laki - laki dengan ras manusia, bertanya pada seorang elf di hadapannya yang di panggil dengan nama IKILUA.
"memangnya kamu mau kemana? bukankah biasanya kamu tidak memiliki urusan penting"
Pemain yang menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian jubah yang di kenakan membalas pertanyaan orang tersebut.
"bukan begitu Alice, aku hanya bosan dengan keadaan kita saat ini. Misi yang kita jalankan sudah selesai seluruhnya. Niat awal kita adalah melihat keadaan di sekitar sini, tetapi perkembangan yang ada tidak begitu bagus untuk kita. Tidak ada satupun misi yang menguntungkan untuk di jalankan"
"ya, kamu benar Jackfruit. Jika ingin pergi, pergilah. Aku sedang menunggu Impian untuk datang"
IKILUA membalas kata - kata yang terlontar dari manusia laki - laki itu yang di sebut dengan nama Jackfruit.
"ayolah... aku hanya frustasi dengan kebosanan ini, jangan begitu dan mengusirku"
"tidak ada yang mengusirmu, dia hanya bosan mendengar keluhanmu setiap saat. Dari awal juga kamu bebas untuk melakukan hal apapun, tidak ada yang memaksamu"
Seorang perempuan lainnya dengan ras manusia membalas kata - kata Jackfruit dengan keluhannya.
"aw... bahkan Michel juga ikut - ikutan... seberapa sakitnya hati ini"
"hah... kamu berisik seperti biasanya"
"abaikan dia Michel, jadi gimana balasan Impian? apa dia akan datang?"
"ya, dia mengirim pesan sebelumnya, dia akan datang"
"siapa yang akan datang?"
Tiba - tiba, seorang pria dengan ras manusia, berbicara dari belakang IKILUA.
"Impian!"
"hai Alice"
"dewi Alice..."
Togay yang berada di samping Impian juga menyapa Alice yang menyapa Impian terlebih dulu.
"kamu masih ada gendut?"
"diamlah elf"
Sesaat setelah Togay berbicara, seisi pelanggan yang berada di dalam bar memandang kearahnya. Mereka menghentikan aktivitas mereka dan melihat ke arah Togay.
"ah, maaf, maaf, aku berbicara dengan temanku"
"memangnya siapa yang kau maksud dengan teman!?"
__ADS_1
"ayolah... bantu aku kali ini..."
"hahah duduklah gendut! dan berhenti membuat masalah!"
Kebanyakan pengunjung bar, adalah mereka yang terjalin dalam aliansi elf. Rata - rata dari mereka, merupakan seorang tentara yang sedang bertugas di kota ini.
Akibat perang dan suasana yang masih berlangsung, sensitivitas mereka terhadap olokan ras masih tinggi. Apalagi, seorang manusia yang tiba - tiba menyebut ras mereka dengan suara yang menghina.
Setelah melihat Togay duduk dan bergabung dengan orang yang di panggil elf tersebut, pengunjung yang menatap Togay dengan intens mengabaikannya dan kembali melakukan aktivitas mereka masing - masing.
"jaga ucapanmu"
"jangan membuat masalah lagi"
"maafkan aku... dewi Alice... dewi Michel...."
"HAHAHA, tidak apa - apa teman! romansa seorang laki - laki adalah belajar dari kesalahannya!"
"hah? ngomong - ngomong, siapa kamu?"
"bwahahaha"
"hahaha"
"jika tidak mengeluh, kamu selalu mengoceh"
"urgh..."
"ah, Impian, apa keputusan yang di ambil oleh para pemimpin?"
Mengabaikan pembicaraan mereka, IKILUA bertanya kepada Impian. Mendengar pertanyaan yang telah keluar dari mulut IKILUA, suasana berubah menjadi serius, dan setiap orang menghentikan candaan mereka.
"aliansi elf akan pergi dari kota ini. Kerajaan Moscard akan bertanggung jawab sepenuhnya dari kesalahan warga mereka yang memicu perang antar kedua kerajaan. Semuanya di sepakati dan akan di awasi oleh pangeran pertama kekaisaran dan Saintess Lorena sendiri"
"ya, mereka akan meninggalkan tempat ini setelah keputusan lebih lanjut untuk wilayah ini"
"lalu bagaimana dengan kota ini? apakah kembali ke tangan kerajaan Moscard?"
"tidak, tempat ini akan menjadi wilayah netral, entah itu di hancurkan atau di tempati dengan yang lainnya. Sayangnya aku tidak tahu, tetapi kerajaan Moscard tidak di ijinkan menguasai tempat ini lagi"
Impian menjelaskan apa yang dia tahu tentang perkembangan yang terjadi di kota ini.
Atas kata - kata Impian, membuktikan bahwa raja elf telah menyetujui proposal yang telah di ajukan kepadanya. Artinya, penukaran yang terjadi, raja elf meminjam kehadiran Impian di tempatnya dengan kelanjutan atas peperangan yang berlangsung.
Dengan di setujuinya proposal tersebut, peperangan telah mencapai konklusi akhir. Keputusan damai antar kerajaan Moscard dan Kerajaan Onteral telah di setujui.
"berarti akan terjadi kekacauan sekali lagi, tidak mungkin satu wilayah kosong di biarkan begitu saja"
"kemungkinan mereka akan menjadikan tempat ini sebagai basis keakrapan antar ketiga kerajaan. Untuk menjaga wilayah ini sekali lagi tidak menjadi tempat kekacauan, itu hal yang bisa aku pikirkan"
Mendengar percakapan mereka berdua, Michel masuk dan memberikan komentar atas informasi yang telah diberikan.
"dia Michel, sahabat Alice"
IKILUA yang melihat Impian memandang Michel, memperkenalkannya. Mereka berdua belum saling kenal dan Impian terlihat seperti kikuk atas komentar Michel, sehingga IKILUA berinisiatif memperkenalkannya.
"ah, halo"
"apaan, cuman halo"
Mendengar hal itu, Alice meledek Impian karena hanya mengatakan kata - kata sederhana. Impian hanya membalas Alice dengan nyengir.
"yai, kenapa meledeknya? bagi seseorang yang selalu bertanya tentang Impian setiap saa- Aaaaccckkk!!! itu sakit Alice!"
Jackfruit berteriak kesakitan setelah menerima cubitan di perutnya.
__ADS_1
Meski seorang pemain memiliki tingkat penerimaan rasa sakit yang dapat di atur dalam sistem permainan, dengan cara berteriak Jackfruit, bisa di pastikan seberapa sakit cubitan yang di berikan oleh Alice kepadanya.
"abaikan dia, namanya Jackfruit, dia memang selalu berisik"
"ya, ya, dia yang selalu bersikap serius"
Saat Michel menjelaskan dan memperkenalkan Jackfruit kepada Impian, Jackfruit membalas kata - kata Michel dengan berani, tetapi setelahnya ia kembali ketakutan dengan tatapan yang di berikan Michel kepadanya.
"jika benar apa yang di katakan Michel, maka kota ini sudah tidak memiliki fungsinya lagi"
"benar IKILUA, kita hanya bisa menunggu keputusan lebih lanjut yang akan di ambil oleh ketiga pemimpin itu"
"hah! siapa yang perduli! itu masalah mereka, kita tidak perlu ikut campur dalam masalah politik mereka! kita para pemain, bukan itu yang kita cari dari permainan itu"
"aku setuju dengan kata - kata Jackfruit"
"sama disini"
"ya, ya, ya, kamu memang harus menyetujuiku Impian! dan apa ini yang ikut - ikut? bukankah kamu hanya mengikuti perkataan Im- Ackk!!"
Sekali lagi Jackfruit mendapat cubitan keras dari Alice dan berteriak kencang karena kesakitan.
"lalu sampai kapan kamu punya waktu bebas?"
"entahlah, sampai Saintess memutuskan untuk kembali, tetapi dari yang telah di informasikan, lebih dari lima hari Saintess akan kembali. Sepertinya masih ada pembahasan lebih lanjut dari pertemuan ini"
"bagus! aku ingin melihat sudah sehebat apa pemain yang menjadi pengawal Saintess langsung!"
"haha aku hanya beruntung. Jadi, misi apa yang kalian miliki?"
"sayangnya kami tidak memiliki misi apapun"
Michel membalas pertanyaan Impian.
"hah? lalu kenapa kalian bisa di sini?"
"kami baru saja menyelesaikan misi kami, karena kebetulan melihatmu, kami memutuskan menunggumu"
"ya, kecuali Jackfruit"
"dia sudah mengeluh untuk pergi"
Atas kata - kata IKILUA, Michel mengkoreksi kata - katanya dan di tambahkan oleh Alice.
"hey, hey, aku hanya mengeluh saja oke.... itu hanya rasa frustasi!"
"ya ya"
"abaikan dia"
"oh, jadi tidak ada misi yang di jalankan, kalau begitu, apa kalian mau misi dariku?"
Impian yang mendengar alasan mereka masih di tempat ini, menawarkan mereka dengan misi yang bisa mereka dapatkan.
"apa kamu menjalankan misi untuk di bagi bersama kami?"
"tidak, dia bisa memberi misi kepada kalian. Misi yang benar - benar dari Impian"
"kenapa kamu yang sombong gendut?"
"tentu saja! karena aku merupakan salah satu bagian dari dia!"
"abaikan, dia memang suka membual. Akan aku jelaskan..."
Impian memberitahu mereka tentang dirinya yang bisa memberikan misi kepada pemain lainnya. Percakapan panjang terjadi dan merembet ke pengalaman Impian hingga akhirnya bisa sampai ke posisi itu.
__ADS_1