
Setelah keluar dari device generasi delapannya, Riski pergi ke kamar mandi untuk membasuh diri.
Setelah selesai, 'ia menghidupkan komputernya dan membuka email miliknya.
Saat ini, untuk mengumpulkan uang jajannya, Riski biasa untuk mengerjakan beberapa proyek progamer yang selalu di berikan oleh sepupunya.
Bisa di bilang, Riski adalah seorang freelancer. Setiap satu bulan sekali, sepupunya akan selalu mengirim beberapa pekerjaan yang dapat di kerjakan dari rumah.
*tut
*tut
"halo?"
Setelah bunyi dering telepon, menunggu jawaban panggilan, terdengar suara dari handphone pintarnya.
"hey to, untuk sekarang sepertinya tidak perlu mengirimiku pekerjaan lagi"
"apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan tetap?"
"bisa di bilang begitu, uang yang di hasilkan kurasa cukup"
"pekerjaan apa yang kamu dapatkan?"
"peneliti dan pengawal pemimpin kerajaan"
"jangan becanda denganku ki"
"tidak, aku serius, aku mendapatkan pekerjaan di dalam game"
Dengan posisi cukup tinggi di kepengurusan portal teleportasi kerajaan dan sebagai magang kesatria suci, karakter Impiannya mendapatkan gaji bulanan yang cukup besar.
Coin di dalam game dapat di tukarkan dengan uang asli di dunia nyata. Jika Riski menukarkan coin bulanan yang di dapatnya, itu cukup untuk mengisi kebutuhan bulannan Riski.
"game? apa kamu memaninkan game yang sedang naik daun?"
"ya, entah mengapa aku mendapatkan posisi bagus di dalam game, jadi dengan pendapatan yang ada, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Aku akan fokus di dalam game sementara ini"
"ok... jadi proyek yang kukirim aku batalkan?"
"aku akan mengerjakan satu, tidak enak jika menolak semua permintaan yang ada. Akan ku kerjakan pembuatan web site dan barcode. Sisanya, sepertinya aku tidak bisa"
"baiklah, akan aku sampaikan. Lalu beritahu aku mengenai game ini"
Riski mengabarkan apa saja yang telah 'ia lalui di dalam INK START FANTASY. Mulai dari kekurangan dan kelebihan di dalam game dengan segala informasi yang 'ia tahu.
Sepupunya, yang bernama Anto, merupakan anak dari pemilik perusahaan pupuk dan semen. Rumah yang di tinggali Riski saat ini juga milik dari ayah Anto.
Riski yang kuliah di kota ini, diberikan fasilitas untuk menempati rumah yang jarang di pakai keluarga Anto.
__ADS_1
Sehingga kebutuhan listrik dan air sudah tidak perlu Riski pikirkan dan kebutuhan uang kuliah sudah tidak di perlukan lagi karena Riski baru saja lulus.
Untuk masalah uang jajan, Anto anak dari pemilik perusahaan, dengan segudang relasi yang di miliki, Anto dapat menawarkan beberapa projek yang di kuasai Impian di bidangnya.
"cukup menarik dengan apa yang kamu sebutkan, tetapi dengan tubuhku seperti ini, apa kamu pikir aku akan mendapatkan kesempatan sepertimu?"
Kondisi Anto tidak begitu baik, 'ia berada di kursi rodanya setiap saat. Meski bagian tubuh lainnya dapat berfungsi secara normal, tetapi kaki yang di milikinya tidak dapat di fungsikan.
Merupakan salah satu penyandang disabilitas, Anto tidak begitu percaya diri dalam permainan yang mengandalkan pergerakan tubuh pemain sepenuhnya.
yah, tidak dapat di salahkan, karena pemikiran orang berbeda-beda. Meski pemain akan di berikan tubuh baru di dalam game, seorang penyandang disabilitas tidak terbiasa dengan tubuh baru yang mereka miliki.
"tidak, tidak, lupakan tentang pemain yang selalu melakukan pertarungan. Aku melihat banyak kerajaan di dalam game, gunakan saja otak pintarmu untuk mencari posisi tinggi dalam kerajaan"
"apa maksudmu?"
"dunia game saat ini memiliki cerita di abad pertengahan, banyak celah dapat di temukan dalam pengembangan masyarakat. Manfaatkan saja celah itu dengan otak pintarmu"
"hmm, jadi maksudmu ada peluang meski pemain tidak memiliki kemampuan bertarung? hanya mengandalkan otak mereka?"
"besar, aku punya posisi cukup bagus di kerajaan tempatku berada, akan kubukakan jalan awal untukmu, aku yakin dengan ke cerdasanmu, kamu akan bisa memilih jalanmu sendiri"
"akan kupikirkan nanti"
"yasudah, itu saja"
"sure.."
Setelah menutup teleponnya, Riski mengerjakan pekerjaan yang ada sembari memakan sarapan yang di miliki.
Beberapa menit berlalu, hingga makanan yang dia makan telah habis.
"ah! kenapa tidak mengerjakannya di dalam game!, sial, bodohnya aku"
Setelah menstransfer beberapa hasil yang telah di kerjakannya di dalam komputer, Riski kembali memasuki permainan.
Seperti yang telah di ketahui, INK START FANTASI menerapkan perluasan waktu. Tiga hari di dunia game sama dengan satu hari dunia nyata.
Dengan hal tersebut, waktu yang akan di butuhkan untuk menyelesaikan apa yang sedang di kerjakan Riski akan bertambah di dalam game.
Togay [kamu kembali?]
Togay [kemarilah, temani aku berlatih]
Impian [huh? malas, aku sedang mengerjakan hal lain, sepertinya di sini lebih aman]
Togay [apa yang sedang kau kerjakan? aku akan kesana]
Impian [okay]
__ADS_1
Saat pemain sedang party, mereka dapat melihat posisi teman mereka di dalam peta. Posisi yang di tampilkan hanya terbatas dengan beberapa jarak.
Impian yang saat ini berada di satu tempat dengan Togay, tampilan dot hijau di dalam peta pemain akan terlihat.
Dengan itu, Togay menuju tempat Impian setelah mengetahui keberadaannya.
Melihat Impian yang sedang duduk di pojok tanpa ada satupun monster yang hadir, Togay menghampiri.
"apa yang sedang kamu kerjakan?"
Tangan Impian bergerak kesana kemari, seperti tampilan hologram yang sedang di utak-atik olehnya.
Tampilan hologram setiap pemain tidak akan terlihat oleh orang lain jika pemain tidak mengijinkan. Maka dari itu, Togay hanya melihat Impian menggerakan jari-jarinya di udara.
"proyek, membuat web site, permintaan seorang klien"
"woah... apa kamu mengerti design progamer?"
"bisa..lah.. cukup ribet dengan permintaan yang ada, aku akan sibuk dengan ini sekarang. Kamu dapat berlatih sendiri"
"aku tidak percaya... dengan pergerakanmu di dalam game, kamu cukup pintar"
"hah! kamu meremehkanku, ini sesuai dengan apa yang aku pelajari di universitas, tentu saja aku bisa"
"tidak, tidak, bukan itu. Biasanya, orang yang bisa bertarung akan cukup bodoh dengan pengetahuan seperti ini, maka dari itu aku tidak mempercayai apa yang kulihat"
"apa? aku tidak bisa bertarung di dunia nyata, aku cukup pintar di sana"
"ah! aku ingat apa yang di katakan IKILUA, baiklah, aku akan kembali berlatih"
"ya, ya"
Meskipun apa yang di katakan Togay dapat diterima, beberapa orang yang fokus dalam ilmu beladiri mereka, tidak mungkin pengetahuan mereka tentang komputer akan tinggi.
Dari segi kebiasaan saja sudah berbeda, ahli beladiri akan selalu menggerakan tubuh mereka berjam-jam dalam berlatih, sedangkan mereka yang mengerjakan sesuatu tentang progamer, hal di bidang komputer, tubuh mereka akan tetap diam di depan komputer mereka selama berjam-jam.
Dua kebiasaan itu tidak akan cocok, tetapi Impian yang ada di depan Togay berbeda dengan pengetahuan umum yang diketahui Togay.
Impian cukup ahli dalam pergerakan pertarungan, tetapi saat ini, Impian menunjukan bahwa 'ia bisa mengerjakan hal-hal berbau komputer.
Togay pernah di beritahu oleh IKILUA, teman Impian. Impian mempelajari pergerakan dalam bertarung di dalam game, sedangkan tubuhnya yang ada di dunia nyata sangat lemah.
Berarti Impian mengerjakan dua hal berbeda dalam tubuh yang berbeda.
Hasilnya adalah apa yang terlihat saat ini di dalam diri Impian saat ini.
Begitulah hari-hari berlalu di dalam dungeon. Togay berlatih sendiri dan Impian mengerjakan bisnisnya sendiri.
Meski sesekali Impian akan meregangkan tubuhnya untuk berburu atau mengajar Togay, waktu berlalu dengan apa yang terjadi seperti saat ini.
__ADS_1