INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 108 : IMPIAN DAN DIAVAL


__ADS_3

"Diaval! tidak adil jika kau hanya mengajarkan IKILUA, setidaknya ajarkan padaku satu dua tekhnikmu!"


"bocah cerewet! bukankah sudah ku bilang! tidak ada gunanya mengajarkan-mu!"


Di tempat Pinevall, IKILUA akhirnya menyelesaikan ujian yang diberikan dari Diaval. Ia mendapatkan peningkatan stat dan beberapa tekhnik Diaval.


"kukira setelah lulus ujianmu akan mendapatkan kelas, ternyata hanya peningkatan stat dan tekhnik"


"apa maksudmu? bukankah tekhnik juga bagus?"


"yah..., jadi bagaimana denganku?"


Impian masih kekeh agar Diaval mengajarkannya beberapa tekhnik yang dimilikinya.


"lagi... bukankah sudah aku katakan, dengan kemampuanmu yang diberikan oleh kakek Origin, tidak ada yang bisa aku ajarkan"


Sebelumnya Diaval selalu menjelaskan kepada Impian, dirinya yang merupakan seorang naga, bertarung dengan cara pemanfaatan mana atau lebih tepatnya bertarung seperti penyihir.


Naga merupakan ras yang di karuniai oleh mana. Seperti halnya lebah yang menyukai madu, mana sangat mencintai naga dan naga sendiri dapat memanipulasi mana seperti halnya bernafas.


Impian yang seorang humanoid dan bertarung layaknya ksatria, lebih bertarung dengan memanfaatkan gerak tubuh. Impian mengejar hal itu dan selalu meminta Diaval untuk mengajarkannya hanya karena iri terhadap Diaval yang mengajarkan IKILUA.


Itu sama saja dengan seorang petarung pedang yang meminta kepada penyihir untuk mengajarkannya cara mengayunkan pedang.


Diaval selalu mengingatkan Impian bahwa dirinya yang memiliki kemampuan [The Great One Who's Order mana] dapat menerapkat sihir apapun dengan inti mana yang ada. Jadi permasalahan Impian hanyalah mencari sendiri Inti mana yang ada dan formula dalam penerapannya.


Dari awal, dirinya memang sudah timpang dari kelas yang ada. Jika dilihat dari awal, Origin adalah sosok yang memiliki kemampuan dalam sihir dan kemampuan yang diberikan kepada Impian adalah kemampuan tingkat tertinggi dari seorang penyihir, hanya Impian saja yang tetap kekeh dalam penerapan seorang petarung.


"mereka telah bergerak"


"hmm? siapa yang bergerak?"


Saat Impian dan Diaval masih saling beradu percakapan, Pine tiba-tiba berkata dan wajahnya terlihat menghawatirkan.


"aku akan memberitahu mereka dulu"


"ya, lakukan dengan benar"


Lagi-lagi sesuatu hal yang tidak diketahui Impian. Dia hanya bisa diam dari percakapan kedua orang ini.


Pine pergi dimana sosoknya tiba-tiba buram dan menghilang dari peredaran. Diaval sendiri hanya memberi semangat kepada Pine dalam bertindak.


"jadi.., bisa jelaskan kepadaku?"


Impian meminta penjelasan kepada Diaval.


"masalah dengan elf, tidak ada sesuatu yang khusus"


Diaval hanya menjelaskan seperti tidak ingin terlalu memusingkan.


"ya, sesuatu yang khusus, jadi apa itu?"


"csk! jika dibilang tidak ada yang khusus, ya tidak ada yang khusus, kenapa kamu ngeyel! tidak ada yang perlu dijelaskan"


"hanya beri tahu aku ada apa, bukankah tidak sulit?"

__ADS_1


Sepertinya ketidak sukaan Diaval kepada Impian sudah sangat tinggi. Dari awal, Impian selalu mengomentari apa yang telah dilakukan Diaval dan sikap yang tidak sejalan dengan Diaval telah membuatnya hingga acuh tak acuh kepada Impian.


"ayolah... wahai naga tercantik dan berkarisma..."


"hmph! aku memang mahkluk yang hebat, untuk apa pujianmu itu! ..jadi dengarkan dengan baik-"


Diaval menjelaskan dari awal pembentukan elf, khususnya kerajaan Onteral.


Ras elf sudah ada sejak dulu. Kecintaan dan kedekatannya dengan alam, sangat terkenal luas diseluruh penjuru benua.


Saat itu, dimana Diaval mengasingkan diri ditempat ini dengan membawa tubuh Pinevall, mereka berada diwilayah kekuasaan salah satu suku elf. Ras elf tidak memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa yang ada, mereka hanya mempercayai alam sebagai penopang kehidupan kereka.


Mereka biasanya menyebut dengan istilah ibu pertiwi. Ibu alam yang memberikan berkah kepada kehidupan yang ada tanpa sosok yang sebenarnya benar-benar ada.


Akan tetapi, kedatangan Pinevall yang merupakan sebuah pohon dan memiliki kemampuan setara dengan dewa yang ada. Memberikan berkah terhadap lingkungan alam disekitarnya, mulai dijadikan sosok pemujuan dan dikatakan sosok penjelmaan dari ibu alam sendiri.


Tidak semua elf memiliki pemikiran sejalan dengan yang lainnnya. Sebagian besar elf mulai memuja Pinevall, tetapi sebagian elf yang tidak mulai memisahkan diri dan pergi dari tempat ini.


Karena Pinevall, suku-suku elf yang terpencar dan terpecah, mulai bersatu dibawah bimbingan Pinevall. Sedangkan elf yang memisahkan diri, hanya pergi begitu saja tanpa membuat keributan yang berarti.


Sayangnya, akhir-akhir ini, beberapa elf yang memisahkan diri itu, mulai membuat pergerakan dan ingin menumbangkan kepercayaan elf di kerajaan Onteral. Sosok mereka yang memisahkan diri juga mulai mengalami perubahan pada tubuh mereka.


Kulit mereka mulai semakin gelap kearah keunguan dan pupil mata mereka menjadi kemerahan. Mereka biasanya disebut oleh elf lainnya dengan sebutan dark elf.


Beberapa kali mereka membuat masalah pada kerajaan Onteral. Hingga akhirnya sekarang Pine merasakan pergerakan mereka, mereka yang mulai bertingkah lagi.


"...end, akhir cerita"


"perubahan kulit dan pupil mata? apa sudah diselidiki penyebabnya?"


Setelah Diaval selesai menceritakan, Impian bertanya dengan apa yang membuatnya penasaran.


Misalnya saja perubahan minimal yang terjadi seperti warna kulit. Manusia yang hidup di iklim bersalju akan memiliki warna kulit yang lebih putih, berbeda dengan manusia yang hidup di iklim panas gersang, kulit mereka akan menjadi semakin hitam.


Jadi Impian berpikir, perubahan yang di alami elf mungkin saja karena faktor alam. Hanya saja, ini adalam dunia game, dunia dimana sihir dan berbagai hal yang tidak wajar sering terjadi. Karena penasaran itu, Impian bertanya hanya untuk memastikan.


"untuk apa diselidiki? tentu saja sudah pasti itu disebabkan oleh mahkluk dunia Chaos!"


Dengan penuh keyakinan dan tanpa basa-basi, Diaval menyatakan.


Dasar orang kolot!


Seperti halnya Origin yang berpikir hanya dari satu sudut pandang dan satu kemungkinan, cara berpikir Diaval juga seperti itu. Mereka adalah makhluk dengan umur yang sangat... panjang dan pengetahuan mereka dari pengalaman hidup sangat luas, sehingga kemungkinan lain yang terjadi meskipun itu suatu perubahan tidak terpikir oleh mereka.


Cara berpikir mahkluk kuat dan sangat tua memang selalu seperti itu.


"bukankah Origin memasang pelindung agar mahkluk-mahkluk dunia lain tidak bisa mengintervensi benua tengah?"


Jika perubahan dark elf hasil dari campur tangan mahkluk-mahkluk dunia Chaos, akan membingungkan karena pelindung yang diciptakan oleh Origin. Kecuali mereka, para dark elf yang sempat keluar dari pelundung Origin dan kembali setelah perubahan terjadi pada tubuh mereka.


"pelindung kakek tua tidak benar-benar absolut, contohnya saja kerajaan asalmu, Lorena. Bukankah disana ada dewa dari dunia deity?"


"ah, kalau dipikir-pikir memang benar. Kenapa aku tidak kepikiran"


"tentu saja karena kamu bodoh"

__ADS_1


"ugh.."


Diaval cekikikan puas karena dapat membalas Impian. Selama pertemuan mereka, selalu Impian yang memukul mentalnya, sekarang ia dapat memukul Impian sekali.


Kepuasan itu membuat Diaval tidak bisa menutupi wajah bahagianya dari cekikikan.


"jika dipikir lagi, sepertinya pelindung Origin terlihat percuma dengan apa yang terjadi"


Impian tidak terlalu memikirkan tingkah Diaval, dia mengemukakan pendaptnya.


"apa maksudmu, tentu saja itu berguna untuk menghalau dari luar. Masalahnya itu di tembus dari dalam"


"dari dalam? apa seperti tempat ini yang terhubung dengan dunia Gaia?"


"benar"


"kalau begitu ada orang-orang sepertimu ditempat itu"


"benar dan tidak"


"tch, berhenti dengan teka-teki"


Impian menjadi emosi dengan jawaban Diaval yang hanya sepotong-potong.


"kakek tidak memberi tahu-mu semuanya benar?"


"memberi tahu semua?"


Mendengar perkataan Diaval, Impian kembali bingung. Jika ada yang ditutupi, jangan mengorek lebih hanya untuk rasa penasaranmu.


"kalau begitu lupakan"


"aku benar-benar tidak mengerti kenapa kakek memilihmu"


Diaval seperti berpikir keras dan melihat Impian seakan mengamati dan mencermati setiap tubuhnya.


"tidak memberi tahu semuanya, tidak memberi tugas apapun, cara bertarung yang tidak sesuai dengan kemampuan kakek, dan terakhir, cara berpikir serta tingkah laku berbeda dengan makhluk-makhluk tinggi..."


Diaval memiringkan kepalanya seakan berusaha menyambungkan titik-titik informasi yang ada dari setiap tetes Impian.


"anda hanya akan stres jika memikirkan itu"


IKILUA datang dan memperingati Diaval yang bertingkah seperti itu.


"oh, kau sudah selesai berlatih?"


"aku sudah menguasainya"


Ditanya Impian, IKILUA menjawab seakan lesu dari tugas yang diberikan Diaval.


"apa ada hal lain yang harus aku lakukan lagi mam?"


Karena IKILUA diajarkan oleh Diaval, cara dia memandang dan berperilaku di depan Diaval telah berubah. IKILUA menjadi lebih menghormati Diaval seakan Diaval seorang guru baginya.


Sayangnya Diaval tidak mengangkat IKILUA sebagai muridnya. Diaval hanya bersikap dari pengajaran karena IKILUA berhasil melewati ujian yang dia berikan.

__ADS_1


"tidak ada, itu yang terakhir. Tapi kamu benar, aku hanya akan stres sendiri jika memikirkan dia"


"siapa suruh kamu memikirkan-ku?"


__ADS_2