INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 39 : DESA PEMULA - AKHIRNYA KEMBALI


__ADS_3

Impian keluar dari pintu menara persidangan di tempat gereja yang di miliki desa Keoropi, Kerajaan suci Lorena.


Akibat data interupsi Origin di ruangan terakhir dari penerimaan hadiah menara persidangan, Impian telah di putuskan oleh sistem bahwa dirinya telah meninggalkan menara persidangan.


Setelah di kirim kembali oleh Origin, tubuh Impian akan kembali ke desa Keoropi melalui pintu penghubung ke menara persidangan yang ada di gereja.


Melihat ada seseorang yang keluar dari pintu penghubung itu dan telah bercahaya beberapa hari lalu tanpa satupun orang yang keluar, pendeta yang menjaga ruangan itu menghampiri Impian.


"tuan.."


Setelah Impian melangkahkan kaki keluar dari pintu penghubung itu, cahaya yang menyelimuti pintu perlahan-lahan redup dan menghilang.


Pendeta yang menjaga ruangan tersebut berdiri di depan Impian, 'ia menyapanya dengan panggilan 'tuan'.


"..ya..?"


Impian hanya bisa memiringkan kepalanya atas pernyataan pedeta tersebut.


"pastor pe'rgi menyampaikan untuk membawa tuan menemuinya setelah keluar dari menara persidangan"


"baiklah, bawa aku kesana"


Pendeta tersebut membawa Impian dan mengiringinya ketempat damana pastor pe'rgi berada.


"pastor..."


Pendeta itu mengetuk pintu ruangan yang di anggapnya milik dari pastor Pe'rgi.


"siapa disana?"


"saya pendeta Yoahnes, saya membawa orang yang telah kembali dari menara persidangan pastor"


"masuklah"


Setelah mendengar suara di dalam ruangan, pendeta tersebut menyampaikan maksud dan tujuannya kepada orang di dalam ruangan tersebut.


Mendapat persetujuan untuk memasuki ruangan, pendeta tersebut membuka pintu dan pergi kedalam bersama Impian.


"terima kasih, kamu boleh pergi sekarang"


shess... dinginnya...


Impian berkata di dalam hati setelah melihat pendeta Yoahnes pergi meninggalkan ruangan pastor Pe'rgi.


"silahkan duduk dulu"


Impian duduk di salah satu tempat duduk yang terdapat di dalam ruangan tersebut setelah di persilahkan oleh pastor.


"bolehkah aku melihat ID-mu?"


"huh? ya.."


Mengeluarkan ID yang dimiliki dalam inventarisnya, kemudian Impian menyerahkan kepada pastor Pe'rgi.


Setelah mendapat ID Impian, pastor Pe'rgi mengeluarkan kacamata miliknya dan seperti memeriksa ID Impian.


"kalau boleh tau, untuk apa ya?"


"hanya untuk memeriksa, apa kamu tahu bahwa yang kamu lakukan itu hal yang spesial?"

__ADS_1


"memasuki menara persidangan?"


"benar"


apa yang spesial dari itu? buakankah semua orang bisa memasukinya asalkan mendapat rekomendasi?


"setiap orang yang memasuki menara persidangan akan mendapatkan perlakuan khusus dari kerajaan"


"..."


Seakan menjawab dari pertanyaan dalam hati Impian, pastor Pe'rgi menjelaskan.


"seberapa besar perlakuan spesial yang di dapat akan tergantung dari seberapa tinggi lantai yang telah di capai orang tersebut"


Sembari menjelaskan kepada Impian, tangan pastor Pe'rgi bergetar dan terlihat senyum besar dari wajahnya.


"tidak di sangka kamu menyelesaikan seluruh lantai yang ada"


Pastor Pe'rgi mengembalikan ID Impian kepadanya.


"aku akan menuliskan laporan dan rekomendasi lain untukmu, temui aku setelah kamu mencapai level yang di butuhkan untuk pergi ke ibu kota"


Pemain yang belum mencapai level 10 tidak di ijinkan untuk pergi melalui menara portal dan tujuan yang di berikan kepada pemain setelah mencapai level 10 adalah ibu kota.


Disanalah pemain dapat berganti kelas dan pekerjaan yang di inginkan.


Pemain memang dapat meninggalkan desa permulaan tanpa harus melalui portal, tetapi mereka harus berjalan kaki dan menemui monster-monster berlevel tinggi jika sudah cukup jauh dari desa.


Hampir tidak ada yang melakukan itu saat pemain yang belum memiliki level tinggi, kelas yang belum di peroleh, dan pekerjaan yang dapat memberikan pemain tambahan buff dalam kemampuan mereka.


Di Ibu kota, banyak pemain bisa mendapatkan kelas dan pekerjaan yang di butuhkan, karena di sanalah tempat semuanya berpusat dari kerajaan Suci Lorena.


Impian [aku sudah keluar, dimana kamu? jika tidak membalas, aku akan pergi melakukan semuanya sendiri]


Ya, FATBOY adalah akun utama dari Togay yang bersamanya semenjak Impian pertama kali menginjakan kakinya di desa ini.


Semenjak Impian memasuki menara persidangan seorang diri dimana Togay tidak dapat mengikuti, Togay hanya memainkan akun utamanya dan berniat menggu Impian untuk kembali.


FATBOY [kau sudah keluar!? tunggu aku, aku akan berganti akun dan menemuimu! jangan memulai terlebih dahulu!]


Impian [apa yang akan aku mulai!? aku akan menunggumu di depan pintu masuk desa sebelah selatan]


FATBOY [okay!]


Impian kembali menyusuri desa dan berniat pergi ke arah pintu masuk desa sebelah selatan.


Saat ini, desa terlihat lebih sepi dari pemain pemula ketimbang saat pertama kali 'ia memasuki permainan.


Mungkin pemain-pemain yang ada, memfokuskan diri mereka untuk menaikan levelnya karena saat ini, pembatasan level telah di buka, sehingga perbedaan level dengan pemain pemula akan semakin besar.


Melihat lapangan latihan yang telah beberapa kali Impian lihat, hal itu mengingatkannya dengan kejadian yang telah Impian lalui di sana saat itu.


Impian melangkahkan kakinya menuju tempat itu untuk melihat-lihat kembali, bernostalgia di dalamnya.


"apa kamu sudah keluar dari sana 'nak?"


"ah! kapten Dasa.. ya, aku telah kembali"


Dia adalah kapten dari pasukan penjaga desa yang bernama Dasa, 'ia yang memberikan rekomendasi Impian kepada pastor Pe'rgi untuk dapat memasuki menara persidangan dan 'ia juga orang pertama yang telah mengalahkan Impian.

__ADS_1


"kamu terlihat lebih kuat dari sebelumnya, mau pertandingan ulang?"


Mendengar pernyataan yang di dengarnya, Impian tersenyum lebar dan menjawab-


"ya! boleh!"


Impian bersama kapten Dasa berjalan ketempat dimana tidak ada orang-orangan kayu yang menghalangi dan berdiri berhadapan dengan jarak sepuluh langka dari masing-masing mereka.


"apa yang terjadi?"


Salah seorang prajurit NPC yang sedang berlatih di lapangan latihan melihat ke arah Impian dan kapten Dasa.


"bukankah itu bocah sebelumnya?"


"kamu benar! apakah akan ada pertandingan rematch!?"


"hahaha dia memang selalu membuat kejutan, mari kita lihat!"


"ayo, ayo!"


Beberapa NPC yang sedang melakukan kegiatan mereka dari apapun itu, menghentikan apapun yang sedang mereka lakukan saat ini dan mendekati Impian serta kapten mereka untuk melihat lebih dekat.


"kenapa para NPC berkumpul? apa terjadi sesuatu?"


Meskipun pemain pemula di desa Keoropi saat ini lebih sedikit dari sebelumnya, tetapi beberapa pemain masih dapat terlihat melewati lapangan latihan dengan segala aktivitas mereka.


Melihat NPC-NPC yang sedang berkumpul padahal tidak ada event apapun yang sedang berlangsung, menggelitik minat mereka untuk melihat apa yang terjadi.


"hey, hey, lihat itu, apa yang terjadi?"


"aku tidak tahu, ingin melihat?"


"ya, ayo!"


Saat ini, tidak hanya beberapa NPC yang melihat pertandingan Impian dengan kapten Dasa, tetapi beberapa pemain juga ikut berkumpul dan melihat.


"datanglah jika kamu sudah siap!"


Mengangkat tangan dan melambai ke arah dirinya, kapten Dasa memprovokasi Impian untuk menyerangnya lebih dulu.


Alirkan mana ke seluruh tubuh dengan mengikuti aliran darah yang ada-


Perkuat dan lenturkan otot dari tubuh-


Tambah kecepatan-


Kemudian-


Aktifkan skill mata-


Impian seperti tidak terprovokasi atas tindakan kapten Dasa dan seperti diam mematung di tempatnya.


Apa yang di lakukan Impian adalah mengaktifkan kemampuan miliknya dari kelas Avatar.


Impian tidak mengaktifkan secara langsung dengan sistem, tetapi perlahan-lahan 'ia gunakan untuk memfokuskan tujuan yang lebih jelas dari kemampuan Avatar seperti yang di inginkannya.


Seperti telah siap dengan persiapannya sendiri Impian berkata-


"aku datang!"

__ADS_1


Dan berlari melaju tempat kapten Dasa berdiri dengan kecepatan tinggi yang tidak di mungkinkan untuk pemain pemula mencapainya.


__ADS_2