INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 105 : MELEWATI DENGAN MUDAH


__ADS_3

"kenapa ciptaanmu lemah sekali?"


"apa maksudmu!?"


"apa ada yang aneh kakak?"


Di luar stage ujian Diaval, Impian bersama dengan Pine dan Diaval sendiri sedang menonton IKILUA menghadapi ujiannya. Layar proyeksi yang diciptakan Diaval, mempertontonkan IKILUA yang baru saja memenangkan pertandingan satu lawan satu dari tiruannya.


"makhluk tiruanku sempurna, temanmu saja yang lebih baik darinya"


"ya, dia sempurna dalam hal skil dan kemampuan memanah, tetapi dia payah dalam pengambilan keputusan. Seperti makhluk yang telah terprogram dan tidak memiliki akal"


"..."


Kata-kata Impian mengenai langsung hati Diaval. Dia tidak memiliki balasan jawaban atas pernyataan Impian.


Tiruan yang diciptakan memang sempurna, bahkan mengeluarkan beberapa kombo dari kelas memanah. Seakan kombo yang dikeluarkan telah terprogram dengan situasi yang ada.


Akan tetapi, situasi yang berubah dan keadaan yang tidak sesuai dengan prediksi akan selalu merubah cara bertarung. Pemikiran seseorang untuk beradaptasi dengan situasi dan keadaan yang selalu berubah, membuat orang itu dapat bertahan dan mendapatkan capaian baru.


Jika kombo tidak sesuai dengan apa yang diprediksi atas elemen kejut yang mengubah keadaan, maka hentikan sebelum itu menjadi sesuatu yang percuma atau lakukan tindakan pencegahan agar kombo tidak terbuang sia-sia.


Tetapi tiruan Impian, makhluk yang di ciptakan Diaval di dalam ujiannya, melakukan kombo yang jelas-jelas dapat diprediksi IKILUA dan membuangnya dengan percuma. Selain itu, saat situasi terdesak, tiruan tidak berusaha keluar dari situasinya dan memaksa untuk menekan dengan apa yang dia punya.


Hasil yang diraih, tentu saja apa yang telah terlihat saat ini.


...----------------...


Disisi lain, IKILUA yang telah memasuki stage II. Lingkungan telah berubah, saat ini posisinya berada ditengah hutan yang rimbun, dengan pepohonan yang tumbuh dan membatasi ruang gerak.


[Memasuki stage II dari uji coba Diaval]


[Bertahan hidup]

__ADS_1


[72 : 00 : 00]


Informasi yang ditunjukan oleh layar transparan yang muncul dihadapan IKILUA hanya memiliki segelumtir informasi. Pernyataan untuk 'Bertahan hidup' dan timer waktu yang muncul, menjelaskan apa yang harus dilakukan ditempat ini.


Kemudian kalung dengan pendant yang terukir berbagai kata-kata rune muncul dilehernya. Kalung itu bercahaya terang, menerangi tempat ini yang hanya memiliki sedikit penerangan dari sinar matahari yang tertutup ranting-ranting pohon.


[Anda mendapatkan Pendant Diaval]


[Pendant akan memberikan informasi keberadaan anda dalam 100 meter kepada makhluk stage II yang memburumu]


[Tidak dapat dilepas dan terikat pada anda]


Begitu pula informasi yang diberikan atas kalung tersebut.


"sial! jadi tidak bisa memberikan kelonggaran sesikitpun huh?"


Meski mengeluh, posisi IKILUA tidak dapat terhindar darinya. Timer atas uji coba Diaval juga telah berkurang, yang menandakan ujian telah berjalan saat itu juga.


...----------------...


Melihat layar yang sedang menampilkan IKILUA, Diaval mengoceh tentang jalannya peristiwa di stage ke-II. Merasa komentar Impian yang menjatuhkan atas stage sebelumnya, Diaval kali ini membanggakan hasil ciptaannya.


"apa yang kamu katakan? kenapa aku harus terkagum akan ujian yang telah kamu ciptakan? aku mendukung temanku, kenapa aku harus memuji hasil karya-mu?"


"urgh.. aku benar-benar tidak menyukaimu"


Pada tampilan layar hologram sendiri, IKILUA telah bergerak. Gerakan dari perpindahan satu tempat ke tempat lain sangat halus.


Meskipun area memiliki banyak pohon yang tumbuh disekitarnya dan menjadi penghalang dalam pergerakan, tapi IKILUA bergerak seakan tempat itu adalah taman bermainnya. Kemampuan dalam ras yang telah dipilihnya sebagai seorang elf yang telah terbiasa dengan alam, terlihat menonjol saat ini.


Hanya dalam beberapa meter IKILUA bergerak menyusuri tempat, terlihat beberapa monster mirip dengan seekor monyet. Semakin lama, jumlah monyet yang terlihat semakin banyak, bahkan terlihat seperti gumpalan saat ini.


Melihat hal itu, mau tidak mau IKILUA memilih untuk menghindari mereka. Monster-monster monyet itu terlihat seakan sosok IKILUA adalah keharusan untuk memusnahkannya. Mengejar IKILUA dengan sangat agresif seakan tidak ada hari esok.

__ADS_1


Memutuskan untuk menghindar melalui jalur darat dan tidak lagi melewati batang-batang pohon yang berjejer, monster lain dapat terlihat mencuat dari tanah. Itu adalah tikus tanah, tikus penggali dengan ukuran sangat besar, mungkin dapat dijajarkan dengan seekor singa.


Tidak hanya satu atau dua tikus tanah, tetapi puluhan dari mereka mulai muncul dari tanah dan mengejar IKILUA. Saat menghindari mereka, sesekali IKILUA akan bertemu dengan monster tanaman yang sedang berkamuflase dan tiba-tiba menyerang.


"huah... membosankan"


Melihat layar akan kejadian di stage II dari IKILUA, Impian mulai menguap dan merasa bosan.


"apa maksudmu membosankan!? situasi saat ini sangat berbahaya baginya, apalagi tidak ada jalan dirinya bisa memilih untuk bertarung dengan jumlah yang besar"


"Lihat saja, memang tidak perlu bertarung secara intens, cukup lari dan hindari mereka"


Apa yang dikatakan Diaval memang benar, stage II memang sangat berbahaya bahkan peserta tidak akan bisa bersembunyi dari kejaran para monster. Pilihat untuk bertarung juga sangat tidak dimungkinkan dengan jumlah mereka yang terlampau banyak.


Situasi akan sangat mencekam dan berbahaya untuk orang yang mengambil ujiannya. Serangan sikis juga akan didapat saat dirinya mendapatkan situasi seperti itu.


Sayangnya itu hanya akan bekerja pada orang asli, seseorang yang akan menghargai nyawa mereka dan ketakutan akan terjebak ditempat seperti itu. Pemikiran Diaval masihlah untuk orang-orang hidup didunia ini, bukan seorang pemain.


Situasi hidup dan mati tidak terlalu terpengaruh bagi pemain, mereka masih menganggap bahwa dunia ini masihlah sebuah permainan. Tekanan psikologis seperti ini, hampir di abaikan oleh pemain, bahkan mereka cenderung mengabaikannya.


Apa lagi, pekerjaan IKILUA telah diubah beberapa saat lalu. Pekerjaan yang telah diberikan oleh Impian sebagai bawahan ksatria suci Impian, menambahkan beberapa stat seperti observasi ksatria dan stamina ksatria.


Kejar-kejaran yang dilakukan IKILUA dengan para monster akan membutuhkan stamina yang besar, apalagi tempat dengan hutan rimbun seperti itu. Selain stamina, observasi keseluruhan tempat juga diperhitungkan.


Kemana tempat yang harus dituju dari tempat teraman dan pilihan tempat untuk tujuan kabur selanjutnya. Karena monster akan selalu menemukanmu dalam jarak 100 meter dari pendant, IKILUA tidak bisa sembarang memilih tempat tujuannya untuk kabur.


Selain penambahan dalam kecakapan observasi, sistem map yang selalu tampil dilayar pemain akan memudahkan IKILUA dalam mengamati pergerakan monster disetiap sudut. Tidak perduli apapun keadaan saat ini, pilihan untuk menentukan jalan kabur akan selalu tersedia dan tidak perlu menguras terlalu banyak tenaga untuk menghadapi serbuan monster.


"ah... kakak benar, lama-lama membosankan"


Bahkan Pine akhirnya berkata sama dengan apa yang dirasakan oleh Impian. Mendengar hal itu, wajah Diaval kembali lesu atas komentar 2 orang yang menonton bersama dirinya ditempat ini.


"benar? tujuannya hanya bertahan hidup. Tekanan mental dari situasi hidup dan mati? bagi kami yang tidak terikat dengan konsep kematian, apa itu berpengaruh? seharusnya kamu tambahkan sesuatu untuk jenis kami yang mengambil ujianmu"

__ADS_1


Seakan kata-kata Impian telah menjelaskan seluruh kesalahan dalam ujiannya, Diaval mendengarkan seakan dirinya seperti seorang murid yang penuh memperhatikan guru menjelaskan pelajaran.


Benar saja, waktu terus berlalu dan IKILUA telah melewati ujian stage ke-II Diaval tanpa tekanan yang berarti. Meski wajahnya menunjukan kelelahan dan beberapa luka yang diterima dari serangan berbagai monster, dia masih cukup baik-baik saja melewati ujian seekor naga perkasa.


__ADS_2