INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 169 : KEMBALI KE KERAJAAN LORENA


__ADS_3

"bukankah tuan Dowen yang terkuat dari para dark elf dan yang seharusnya memimpin mereka? Kenapa anda memilih menjadi bawahanku?"


Hanya ada beberapa dark elf yang selamat dan itu dapat dihitung dengan jari. Impian terlalu realistis untuk memikirkan dark elf lain ketimbang pemain yang mendapatkan NPC pengikutnya dengan level yang sangat tinggi.


"Sang raja sudah menjamin kehidupan saudara-saudaraku. Tidak diperlukan lagi seorang pemimpin dari kami, karena itu akan tidak menghormati raja Ferendir Austuna yang telah mengulurkan tangannya untuk menampung kami. Berbeda lagi dengan anda, tuan Impian. Tidak hanya anda menerima keinginan terakhir saudara-saudara-ku bahkan setelah kepergian selamanya dari mereka, dan karena tindakan anda-lah, yang melepas kami dari pengaruh mana Chaos di tengah-tengah pertempuran, sehingga kami masih berdiri hingga sekarang. Kami akan merasa malu jika tidak membayar kebaikan anda sendiri dan tidak ada yang kami miliki, yang tersisa lagi, selain tubuh ini. Setidaknya, biarkan aku, yang terkuat diantara yang lain yang akan melayani anda sebagai ksatria. Hanya ini yang bisa kami lakukan dan tidak menyinggung pihak elf yang telah menerima kami"


Dowen menyatakan dengan mata penuh keputusannya, tetapi Impian masih ragu untuk menerimanya atau tidak.


NPC di dalam game seakan penuh akan emosi yang mereka miliki selayaknya manusia biasa. Meskipun pemain keluar dalam permainan, kehidupan NPC akan terus berlangsung dengan aktivitas mereka masing-masing dan menjalani kehidupan mereka tanpa terputus seharipun.


Hal tersebut yang membuat Impian untuk menerimanya atau tidak. Padahal, sebagai pemain, memiliki pengikut NPC yang memiliki level jauh diatasnya, merupakan sebuah hadiah yang luar biasa yang bisa didapat.


"ya, aku sangat bersyukur mendapatkan bawahan kuat sepertimu, tapi aku juga kesulitan jika menerimamu. Seperti yang anda tahu, aku dari dunia lain seperti orang-orang berjenisku. Saat ini juga aku tidak memiliki tempat tinggal tetap. Aku akan pergi dan meninggalkan dunia ini sesekali dalam jangka waktu yang tidak tetap. Jika dalam petualangan di dunia ini, tidak akan masalah membawamu, bahkan menjadi bantuan besar dengan anda berada di sisi-ku. Yang menjadi masalah, adalah ketika anda yang menjadi pengikutku dan aku tidak berada disini, penempatan yang harus aku berikan untukmu"


Setiap NPC memiliki kehidupan dan aktivitas mereka sendiri bahkan tanpa campur tangan pemain. Berbeda jika NPC menjadi bawahan NPC lainnya, dimana mereka memiliki kediaman dan aktivitas yang dapat diberikan oleh bawahannya, Impian yang tidak memiliki tempat tinggal dan sesekali akan keluar dari game, akan menempatkan posisi Dowen dalam ketidak jelasan.


Hal tersebut yang menjadi pikiran dalam kepala Impian. Berbeda dengan bawahannya yang lain, seperti IKILUA, Alice, dan Togay, mereka adalah pemain dan memiliki aktivitas mereka sendiri.


Dowen berbeda dengan para pemain. Hal yang harus dipikirkan oleh Impian sendiri dan dirinya yang tidak memiliki keahlian dalam hal ini merasa terbebani meski akan mendapatkan bawahan berlevel tinggi.


"anda tidak perlu memikirkan tentang hal itu, biar aku yang mengurus sisanya. Jika anda pergi dalam jangka waktu, aku akan menunggu anda"


"lalu dimana kau akan tidur, makan dan tinggal? Berbeda denganmu, kami para pemain hampir tidak memerlukan hal tersebut"


"anda tidak perlu khawa-"


"tidak-tidak, anda kuat, aku percaya anda bisa mencari makanan sendiri, tapi, yang aku khawatirkan adalah ras-mu. Rasisme masih terjadi dibanyak tempat, khususnya kerajaan manusia. Saat aku berada di tempat yang masih banyak orang-orang bersikap negatif pada orang yang berbeda dengan mereka dan aku harus meninggalkan dunia ini sementara di saat kita berada disana, bagaimana denganmu?"


"percayakan pad-"

__ADS_1


"saat anda terluka, karena tidak ingin membuatku dalam masalah, itu akan membuatku khawatir. Aku tidak mengawatirkanmu karena level tinggi pada kemampuanmu cukup untuk bertahan, tapi jika anda tidak melawan dalam kondisi tertentu dan tidak ingin membuatku dalam posisi sulit, ada kalanya anda akan terluka-"


"percayalah pada-ku tuan Impian"


Mata Dowen penuh kepercayaan diri dan keputusan bulatnya. Tidak dapat menghentikannya lagi, Impian menerima Dowen sebagai ksatrianya.


Total slot pengikut yang bisa dimiliki Impian telah terisi dan hanya tersisa 4 lagi untuk diisi setelah beberapa slot ditempati oleh teman-temannya.


...----------------...


Setelah berbagai urusan telah selesai, Impian berada di halaman belakang istana, tepatnya daerah sekitar danau Insania.


"kapan kakak akan kembali lagi?"


Phine berada disana dengan tubuh humanoidnya dan salam perpisahan dengan Impian saat ini.


"tenang saja, bukankah kamu sudah memberi-ku cabang dari tubuh-mu untuk berkomunikasi? Katakan saja jika kamu ingin bertemu kembali, aku akan datang berkunjung"


Meski dengan penampilan cemberutnya yang lucu, Phine tidak memaksakan keinginannya kembali.


"apa kamu akan tetap disini?"


"ya, guru Diaval mengizinkan untuk tetap berlatih dengannya. Saat pertempuran kemarin, aku benar-benar tidak dapat berbuat banyak"


Impian bertanya dengan IKILUA yang berada disampingnya. Diaval yang mengajarinya beberapa waktu lalu, bersedia untuk mengajari IKULUA lebih lanjut.


"jangan terlalu lama. Berlatih memang bagus untuk meningkatkan poin stat, tetapi level masih dibutuhkan bagi pemain. Jangan sampai aku menyusulmu dan meninggalkan-mu jauh dibelakang"


"butuh banyak exp setelah melewati level 100, kau masih butuh waktu lama untuk mengejarku. Memang sudah level berapa kamu saat ini?"

__ADS_1


"lvl 103"


"..kugh..., aku akan berjuang sekuat tenaga dibawah bimbingan guru Diaval dan menyelesaikan pengajarannya secepat mungkin"


Tidak hanya mengeleminasi banyak monster dalam pertempuran, tetapi berbagai quest yang dibawa Impian dalam pertempuran terselesaikan dengan penuh. Hal tersebut membuat exp yang didapatnya melesat tinggi.


Saat ini IKILUA masih di level 110 dari level 105-nya. Meskipun dirinya naik 5 level penuh hanya dalam satu event, berbeda dengan Impian yang melesat jauh hingga mencapai level 103.


Setelah perpisahan dengan Pine, giliran sang raja elf mengirim Impian kembali ke kerajaan Lorena. Hal itu hanya pertemuan yang formal, sebab disisi saat ini Impian merupakan seorang utusan, orang dari sisi Lorena yang di pinjam oleh raja elf.


Ada tiga hal yang telah Impian capai dari peminjamannya di kerajaan Onteral. Menemui sosok pohon kehidupan, yang ternyata mengenal dianggap mengenal satu sama lain, Menumbuhkan atau memperkuat pohon kehidupan itu sendiri, meski secara tidak sengaja dari sisi Impian, dan membantu serangan besar dari makhluk dunia Chaos yang perannya menjadi sangat penting.


Pihak Onteral tidak berani meminjam sosok Impian terlalu lama dari kerajaan Lorena. Maka dari itu, Impian dikirim kembali oleh raja elf.


"kita akan kembali?"


Togay sudah disana bersama para pendeta Lorena, menunggu Impian di portal teleportasi kota. Selain itu, terlihat beberapa elf yang ada. Kemungkinan mereka adalah orang-orang delegasi yang dikirim untuk urusan antar kerajaan.


Yah, selain peminjaman Impian, ada juga pendeta-pendeta Lorena yang datang untuk membantu pertempuran. Kemungkinan mereka dikirim untuk urusan penyampaian terimakasih dan sebagainya.


"apa paman dark elf ikut juga?"


Tentu saja, dark elf Dowen mengikuti Impian dan berada disampingnya. Melihat hal itu, Togay bertanya, sebab urusan kerajaan sudah diwakili para elf yang ikut dan dark elf seharusnya tidak menjadi bagian dari itu.


"paman Dowen telah memutuskan untuk ikut denganku dan menjadi ksatria-ku"


"apa!?"


Impian menjawab pertanyaan Togay dengan santai dan balasan dari keterkejutan Togay setelahnya yang mendengarkan jawaban dari Impian.

__ADS_1


Tidak ada masalah dan hambatan yang menghalangi kelompok dalam kembali ke kerajaan Lorena. Dengan orang-orang yang berperan sebagai utusan dan orang-orang penting, akhirnya Impian dan Togay kembali ke kerajaan Lorena dengan aman dan lancar.


__ADS_2