
Prajurit penjaga desa bersama kapten mereka berbincang-bincang sedikit bersama Impian.
Apa yang telah di lakukannya beberapa hari ini, bagai mana pengalaman yang 'ia dapatkan setelah melalui menara persidangan, bagai mana 'ia bisa menjadi kuat seperti itu.
Impian menceritakan beberapa hal yang telah 'ia lakukan dalam beberapa hari ini.
"pahlawan kalian, ketiga pelindung kerajaan suci Lorena mengajarkan beberapa hal kepadaku"
Tidak semua hal di katakan oleh Impian, meski menyatakan kebenaran, tetapi beberapa hal masih di sembunyikan seperti kelas barunya dan pertemuannya dengan Origin.
Setelah percakapan mereka berlangsung cukup lama, Impian berdiri dan melanjutkan apa yang sebenarnya ingin 'ia lakukan.
Baru saja ingin pergi dari lapangan latihan desa Keoropi, pria dengan bertubuh gendut sudah berada di depan sana.
"Togay!"
"kau bertambah kuat dalam beberapa hari, padahal levelmu masih sama seperti sebelumnya"
"hahaha, apakah kamu melihat pertandinganku dengan kapten?"
"ya, saat ada orang-orang yang berkumpul, aku punya firasat bahwa kamu di sana"
"apa-apaan itu"
"lupakan, apa itu hasil dari kamu memasuki pintu gerbang misterius di gereja?"
"ya, begitulah"
"huh~ lalu? kemana tujuan kita sekarang?"
Seperti tidak ingin mengambil pusing dengan perubahan Impian, Togay langsung menanyakan tindakan selanjutnya dari apa yang ingin di lakukan Impian.
"kenapa terburu-buru?"
"apa kamu melupakan peperangan antar manusi dan ras lain? dan akun utamaku merupakan seorang pedagang?"
"kerajaan Moscard dan aliansi elf maksudmu?"
"sama saja, lagi pula ras mereka memang berbeda"
"tapi tidak semua manusia"
"ok, ok, terserahmu saja"
"lalu?.... oh, keuntungan perang sebagai pedagang!"
"benar, aku tidak punya banyak waktu"
Peperangan masih berlangsung antaran kerajaan Moscard dan aliansi elf. Dengan peperangan yang ada, pemain petarung maupun pemain pengrajin termasuk Togay sebagai pedangang akan mendapatkan keuntungan dalam hal itu.
Khususnya pemain yang memiliki pekerjaan pedagang.
Kebutuhan seperti peralatan perang, kebutuhan makanan dan air untuk prajurit maupun penduduk yang mengungsi akan memiliki permintaan tinggi akan kebutuhan.
Di situlah pedagang dapat menunjukan taringnya dengan keadaan yang terjadi.
"kamu bisa pergi, tidak ada yang memaksamu"
"benar! tapi sudah kubilang, cerita! cerita menarik! dengan pemeran utama yang sudah mendapatkan kekuatan tiba-tiba! apa kamu menyuruhku pergi begitu saja!"
Seperti frustasi menghampiri Togay, 'ia memuntahkan segala pikirannya kepada Impian.
"aneh"
.....
...
..
Ada banyak hal yang di lakukan Impian saat ini. Seperti membunuh banyak slime, kelinci, ayam, dan nyamuk dalam sekali serang. Monster-monster itu adalah buruan dari misi spesial yang di berikan oleh kepala penanggulangan misi desa Keoropi, Rocast.
Penumpukan dari kalkulasi perhitungan pembunuhan quest spesial yang di dapat dari Rocast sudah sangat banyak.
Serasa cukup akan seberapa banyak yang telah di kumpulkan, Impian pergi jauh meninggalkan desa untuk mencari monster yang lebih kuat.
Dalam penyerangan yang Impian lakukan terhadap monster-monster yang di bunuhnya, Togay hanya dapat melihat dan mengamati dari samping.
"woah.."
"wow..."
"astaga..."
Dan kata-kata yang terucap seperti perulangan dari apa yang bisa 'ia ucapkan setelah melihat Impian membunuh hanya dengan sekali serang.
"apa!?"
__ADS_1
"yang benar saja!"
Itu juga yang di ucapkan Togay setelah melihat exp yang di dapat sangat banyak dan level mereka meningkat dari hanya membunuh 'moob' saja.
Memang awalnya exp yang di dapat dalam satu party berbeda, tergantung dari kontribusi setiap member atau pemain.
Impian telah merubahnya supaya exp yang di dapat di bagi rata kepada sesama member.
Buff peningkatan exp baik dari title maupun kelas yang Impian punya, meningkatkan pendapatn exp dari buruan meskipun buruan yang di buru hanyalah monster 'moob' saja.
Tidak lupa Impian mengambil tumbuhan maupun sesuatu yang berguna di sepanjang jalan.
Skill dari [The Great One Who's See The Truth] yang Impian miliki, mengubah pandangannya dan memperlihatkan apa saja yang memiliki efek dari auran maupun warna yang terlihat di sekitar mereka.
Entah itu tumbuhan, buah, batu, dan berbagai hal lainnya yang memiliki efek baik maupun buruk, Impian mengambil semua itu dan di kumpulkan dalam inventarisnya.
Setiap pemain di batasi 200 slot di awal permainan. Pemain dapat meningkatkannya dengan cara yang paling simpel, yaitu membeli tas yang di jual oleh NPC.
Hanya barang-barang habis pakai yang dapat di tumpuk ke dalam 1 slot dan jumlah tumpukan yang di bolehkan sebanyak 99.
Meski terdapat beberapa barang lainnya yang dapat di tumpuk, pemain di haruskan mencari tahunya sendiri akan hal itu.
Tidak semua barang dapat di tumpuk, sehingga pemain akan selalu merasa penuh dalam inventarisnya. Sehingga penambahan inventaris akan selalu pemain butuhkan.
Setiap tas akan menempatkan satu slot dari pemain, dan tas tersebut memberikan penambahan paling banyak 50 slot.
Jadi meski terlihat seperti tidak terbatas, masih terdapat jumlah batasan di dalamnya.
Disinilah Togay berperan sangat besar, memberikan Impian beberapa tas penambahan inventaris sesekali dari akun utamanya sebagai pedagang.
"kamu harus membayarnya nanti!"
"aye ye kapten!"
Hingga akhirnya mereka tiba di depan kumpulan monster serigala yang bersiap untuk menyerang mereka.
AWOOOO.....
AWOOOO.....
Lolongan serigala dapat di dengar satu demi satu dari setiap serigala yang ada.
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1245/1245
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1221/1221
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1238/1238
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1287/1287
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1264/1264
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1270/1270
Gray Wolf With Big Fangs
LVL 10
HP : 1245/1245
__ADS_1
....
...
..
Gray Wolf With Big Fangs (Alpa)
LVL 10
HP : 2862/2862
Bahkan seekor alpa berdiri di hadapan mereka, dengan tubuh 2x lebih besar dan warna yang lebih gelap ketimbang serigala lainnya.
Entah berapa banyak serigala di belakang dari serigala Alpa yang ada, mereka muncul di hadapan Impian dan Togay.
"beri jarak Togay! aku ingin mencoba sesuatu!"
Mendengar perintah Impian, Togay mundur beberapa langkah menjauh kebelakang.
[The Great One Who's Control Mana]
Alirkan mana dan bentuk jembatan penghubung...
Inti mana dari elemen Wind dan Light lalu di satukan dengan elemen Life...
Jadikan inti tersebut sebagai tujuan penghubung...
Lalu putar dan tahan dalam satu bentu...
Energi mana terkumpul di pedang Impian dan berputar-putar seperti memiliki kemampuan perusak di dalamnya.
Lepaskan!
Pedang di hunuskan kedepan dan angin besar mencuat seperti tornado yang berpusat pada pedang Impian memporak porandakan lingkungan tempat serigala-serigala itu berdiri.
-7812
-8125
-9123
-7123
-9122
...
..
..
Banyak dari angka-angka merah yang menunjukan seberapa besar serangan yang di berikan oleh Impian.
Lingkungan hancur akibat tornado yang menghantam secara horizontal lurus kedepan.
Disaat itu juga, seluruh serigala yang ada tidak dapat di temukan lagi saat ini.
[Gray Wolf With Big Fangs dikalahkan]
[mendapatkan daging serigala]
[mendapatkan kulit berbulu serigala]
[mendapatkan taring serigala]
[mendapatkan kuku serigala]
[perbedaan level 2]
[menambahkan 20% exp yang di dapat]
[mendapatkan 22 exp]
....
...
..
Banyak prom sistem pemberitahuan terbentang berturut-turut dari pembunuhan serigala yang ada.
Tidak hanya hasil buruan dari tubuh serigala yang di dapat, tetapi exp dari satu serigala meningkat menjadi 22 exp.
Meski di bagi dua secara setara dengan Togay, tetapi peningkatan 60% exp memberikan exp yang lebih besar.
Selain itu, dari perburuan yang Impian lakukan bersama Togay, mereka telah menaikan level mereka sebanyak 3 dan berada di level 8 saat ini. Akibatnya, perbedaan level yang ada juga memberikan penambahan exp yang di dapat dari membunuh satu serigala saja, apa lagi membunuh sekawanan serigala seperti itu sekaligus.
__ADS_1
"ap-apa itu!? apa itu skill baru!? apa kamu mendapatkannya dari tempat itu!? bagai mana caranya!?"
Rentetan pertanyaan Togay lemparkan setelah melihat apa yang di lakukan Impian dan membunuh banyak serigala hanya dengan sekali serang.