INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 158 : DUGAAN PERTEMPURAN DI WAKTU TERAKHIR


__ADS_3

Tannivh bergerak mendekati Astaresee. Dikarenakan saat ini pergerakan sedang diambil alih oleh para beasman dan ksatria elf lainnya, Asteresee berposisi di belakang dalam pemulihan sementara, sehingga lebih mudah untuk Tannivh mendekat kepada Sataresee.


"apa ada masalah?"


Asteresee yang menyadari keberadaan Tannivh mendekat kepadanya, bertanya langsung saat Tannivh sudah disampingnya.


"ini putaran terakhir, aku akan ikut bergerak bersama kalian. Tahan diri kalian untuk mengerahkan kemampuan penuh"


"apa karena masalah serangan monster hutan?"


Astaresee-pun sudah mengetahui dari laporan di medan perang, beberapa petinggi di tempat ini, meakipun berada di pusat pertempuran, mengetahui tentang serbuan monster hutan. Pertempuran di tempat lain juga telah pecah, jadi alasan Tannivh untuk menyimpan sisa tenaga dan tidak melakukan rencana awal di putaran terakhir diduga oleh Astaresee karena hal itu.


"pertempuran disana telah berubah, necromancer muncul dan mereka sedang menghadapi undead"


"itukah sebabnya pendeta Lorena lebih sedikit dalam putaran pemulihan?"


Tidak hanya Tannivh saja yang didampingi pendeta Lorena, tetapi sisi Astaresee yang bersama Istina dan Galadriel juga didampingi oleh pendeta Lorena untuk pemulihan. Melihat pendeta Lorena yang mendampingi mereka terlihat orang-orang yang sama dan tidak melakukan 'shift', Astaresee akhirnya mengerti atas tindakan mereka.


Beberapa pendeta telah pergi ke tempat pertempuran itu. Dikarenakan kedatangan necromancer, prioritas para pendeta terbagi dalam skala pertempuran ini.


"benar. Jadi simpan energi kalian"


"bukankah orang itu sudah berada disana? selain itu aku tidak melihat Gerald ditempat ini, jadi aku menduga Gerald mendampinginya"


Istina mengatakan orang yang memiliki kemampuan mumpuni dalam menghadapi makhluk kegelapan adalah Impian, jika sudah ada orang sekaliber itu yang didampingi ksatria kuat seperti Gerald, maka masalah bisa diserahkan kepadanya. Kepercayaan orang-orang ini kepada Impian telah tumbuh tinggi, sehingga mendengar Impian yang telah turun tangan sendiri, membuat mereka tidak dalam situasi genting untuk ikut turun tangan sendiri.


"tidak sepenuhnya benar, laporan yang masuk, memberitahukan bahwa tuan Impian tidak turun tangan secara penuh. Dirinya menahan undead yang muncul untuk menahan agar tidak mengganggu tempat ini, sedangkan para necromancer dan biang keladinya diserahkan kepada Gerald dan pasukan lain"


"memang benar kemampuan bertarungnya belum cukup kuat, kurasa dirinya memutuskan mengambil peran dalam skala kecil yang bisa dilakukannya saat ini. Jadi kita akan membantu mereka setelah urusan disini selesai, itu rencanamu?"


Tannivh menganggukan kepalanya atas pertanyaan Astaresee. Mengerti hal itu, mereka, para ksatria Ranting Borneo akan bertindak sesuai arahan Tannivh kedepannya.


...----------------...


"Michel, kau tidak ikut IKILUA dan Impian di tempat itu?"


"bagimana dengan dirimu sendiri?"

__ADS_1


"hah, disana hanya ada monster-monster berlevel kecil"


"lebih besar dari pada level-mu"


"...benar, tapi lebih kecil dari level monster disini. Exp yang didapat tidak akan sebesar di tempat ini"


Jackfruit yang masih berada di medan tempur ini menanyakan alasan Michel yang bertarung disampingnya saat ini, kenapa dirinya masih tetap di tempat ini. Berbeda dengan teman-teman guildnya sendiri, IKILUA dan Impian telah merubah tempat medan pertempuran mereka sendiri, Kuro yang bersama mereka berdua memilih di posko belakang untuk investigasi bersama para NPC, Alice telah lelah dengan pertempuran dan memilih kembali ke ibukota Onteral bersama Togay.


Clorofil yang merupakan seorang pandai besi tidak ikut dalam event ini dan memilih untuk tetap berada di kota-nya sendiri. Reynold yang merupakan kakak Michel juga tidak datang, Michel sendiri mengatakan bahwa dirinya menyewa beberapa tentara bayaran untuk ikut perang ini, setelahnya dia tidak mengetahui keberadaannya.


Akhirnya, hanya ada mereka berdua yang tersisa di tempat ini. Mengetahui bahwa IKILUA dan Impian bersama di dalam pertempuran lain, Jackfruit bertanya kepada Michel.


"kalau begitu, itu sama denganku. Lagipula, tidak akan lama lagi kita juga akan ketempat mereka berdua"


"dari mana kau tahu?"


"apa kamu tidak mengecek informasi waktu quest?"


[69:43:12]


Ketika Jackfruit memeriksa waktu yang ada, angka menunjukan digit menit dan detik yang terus menghitung mundur . Waktu terus berjalan mundur dan itu adalah penunjuk waktu keberhasilan dalam penyelesaian quest saat ini.


"tapi lihat seluruh ksatria Ranting Borneo, mereka tidak menyerang habis-habisan seperti waktu awal, bahkan Tannivh yang berdiri digaris belakang dengan hanya menyerang menggunakan sihirnya ikut bertempur digaris depan. Aku menduga mereka menyimpan beberapa tenaga agar masih bisa ikut di pertempuran sana"


"ah... aku tidak mengerti, tetapi jika kamu mengatakan itu, aku hanya akan mempercayainya"


"kalau begitu cukup fokus saja ditempat ini terlebih dahulu. Itu juga yang dikatakan IKILUA dalam pesan bukan? Level-mu juga sudah naik pesat saat ini"


"baik... baik..."


...----------------...


"hoo... bukankah kamu anak muda yang dipercayai para elf? Bawahan langsung sang Saintess"


Orang itu, seorang dwarf tua berbicara kepada Impian yang saat ini berada di medan perang utara. Pertempuran melawan undead-undead yang muncul akibat kemampuan para necromancer.


"paman dwarf"

__ADS_1


"panggil aku dengan Doranda, bocah dunia lain"


Dipanggil dengan sebutan ras memang tidak menyenangkan. Seperti dirimu yang dipanggil dengan sebutan 'hey manusia'.


Impian memang tidak bisa dibilang salah dalam situasi ini, karena dia tidak mengetahui nama dwarf tersebut. Dirinya juga masih sopan untuk memanggilnya dengan sebutan 'paman' diawal panggilannya.


Doranda tidak mempermasalahkan itu dan mengenalkan dirinya meski sedikit menyindir Impian dengan balik meledeknya atas panggilan ras-nya yang disebut-sebut oleh penghuni dunia ini dengan sebutan 'orang dunia lain'. Meski begitu, panggilan mereka berdua malah menjadi candaan diantara merek.


"aku mendengar tentangmu dari Gondolf, tetapi aku tidak mengira bahwa kamu mampu menghilangkan undead dari necromancer sepenuhnya"


Empat menara cahaya hitam telah hilang sepenuhnya, dua dibagian timur dan dua dibagian barat. Menghilangnya dua menara cahaya hitam terakhir dibagian barat, telah membuat Impian beralih saat ini untuk fokus di area utara, tempat terakhir dimana dua menara cahaya hitam belum hilang satu-pun saat ini.


"apakah itu alasan kalian berdua selalu menempel padanya?"


Doranda kembali bertanya kepada kedua pendeta Lorena yang mendampingi Impian saat ini. Mereka berdua, kedua pendeta Lorena, terlihat selalu berada tidak jauh dari Impian dan mengikutinya kesana-kemari dimanapun Impian berada.


Melihat hal itu, Doranda bertanya kepada dua pendeta tersebut.


"tolong jangan lupakan bahwa tuan Impian adalah ksatria suci Lorena, tuan Doranda. Meski kemampuannya sangat mengagumkan, posisi-nya sebagai ksatria suci sudah cukup menjadi alasan kenapa kami selalu berada disampingnya"


"yah, aku tidak bisa membantah itu-"


Doranda mengatakan itu kepada dua pendeta Lorena, kemudian kembali kepada Impian.


"aku mendekati-mu karena aku ingin memanfaatkan kemampuan-mu. Kami akan membantu membatasi para undead dan tidak mengeleminasi mereka, kamu yang akan melancarkan pukulan terakhir. Biarkan kami mengarahkanmu agar lebih cepat dalam tindakan"


"tuan Doranda..-"


"tidak masalah"


Aderai yang sempat ingin mengeluh atas kata-kata Doranda, dihentikan oleh tangan Impian yang terangkat dan balasan yang mengatakan bahwa tidak apa-apa.


Hal tersebut, kata yang diucapkan Doranda, dapat menyinggung mereka yang memiliki posisi tinggi di jaman seperti ini. Hal tersebut seperti memerintah baik itu dalam hasil yang baik maupun buruk kedepannya.


Impian, yang merupakan ksatria suci Saintess dari Lorena, dan merupakan atasan dari dua pendeta Lorena tersebut, tindakannya diarahkan dan didikte oleh orang dari kerajaan lain. Impian yang merupakan bukan bagian dari mereka yang memang utusan kerajaan dalam pasukan gabungan, orang yang tidak ambil bagian dalam acara saat ini, dirasa tidak cocok oleh kedua pendeta untuk diperintah.


Wajar jika kedua pendeta Lorena merasa tersinggung dan keberatan karena hal tersebut. Berbeda dengan Impian yang tidak mempermasalahkan karena akan lebih mudah dan cepat dalam mengeliminasi para undead.

__ADS_1


Hal yang menguntungkan Impian, tidak hanya akan mendapat exp dengan mudah, tetapi juga hitungan [Kristal Perekam Kebenaran] yang akan ikut bertambah. Tidak hanya 1-2 pulau terlampaui, tetapi juga berjalan dengan mobil sport dijalan raya.


__ADS_2