
Delapan orang yang pada awalnya hanya mengintai, mereka telah bertindak dan melakukan penyerangan. Berbagai anak panah dan sihir terbang menuju para prujurit yang menjaga pada posisi paling belakang.
"Togay! pergi ke kiri! beri bantuan di sebelah sana!"
"tidak! tetap di posisi kanan! serahkan sebelah sini padaku!"
Saat Impian berteriak dan memberikan instruksi pada Togay, suara Arda dari belakang terdengar. Karena perintah langsung dari Sang Saintess, Ardan ikut membantu Impian dan Togay.
"calon ksatria suci datang!"
"tetap di posisi! kita bisa menghadapi ini!"
[kedatangan anda telah memberikan perubahan besar!]
[semangat dan mental prajurit telah bertambah]
Hanya dengan kedatangan Impian, prajurit pada barisan paling belakang, dalam rombongan, telah berubah total. Pemberitahuan dari layar sistem muncul di depan mata Impian dan memberitahu hal itu.
Posisi paling belakang dalam rombongan, memang terlehat lebih lemah ketimbang prajurit - prajurit lain pada barisan depan.
Dalam iring - iringan ini, posisi paling depan, di tempati oleh ksatria - ksatria terkuat. Di pimpin oleh Saron, pemimpin ksatria suci dan ksatria terkuat dalam rombongan.
Tugas mereka adalah membuka jalan dan membasmi penghadang yang datang, baik itu monster pada umumnya, atau sesuatu yang tidak di inginkan.
Dalam perjalan seperti ini, di mana tidak menggunakan gerbang teleportasi sebagai alat tranportasi, berbagai monster akan di temui dan menghadang perjalanan. Maka dari itulah, tugas ksatria - ksatria pada barisan paling depan dalam rombongan Saintess bertindak.
Posisi selanjutnya, dalam barisan rombongan yang ada, adalah tempat kereta kuda Saintess berada. Di sini, seluruh calon ksatria suci di tempatkan. Mereka adalah pertahanan terakhir dalam melindungi Saintess.
Dalam iring - iringan ini, keselamatan Saintess merupakan nomer satu. Tidak mengherankan jika seluruh calon ksatria suci, menempati posisi dalam barisan ini. Kemampuan calon ksatria suci lebih baik dari ksatria biasa, dan posisi mereka sebagai pelindung akan terfokus pada kereta kuda yang di tumpangi Saintess.
Dua barisan utama, yang menempati posisi depan ini, memiliki tujuan lainnya. Mereka membawa pemimpin kerajaan mereka, tentu saja, pameran kekuatan akan di butuhkan.
Penempatan prajurit - prajurit ksatria terkuat pada barisan depan, memudahkan yang akan melihat untuk mengetahui seberapa kuat rombongan yang menjaga orang nomor satu mereka. Selain untuk membuka dan membasmi penghadang jalannya rombongan, tujuan mereka untuk pamer bagi setiap orang yang melihat.
Pada barisan selanjutnya, seharusnya adalah barisan paling terakhir dalam rombongan ini. Barisan ini, merupakan gerbong - gerbong kebutuhan untuk perjalanan yang di tempuh menuju kota H'rden.
Sisan prajurit ksatria akan di tempatkan di posisi ini. Akan tetapi, dalam perjalanan menuju kota Timan, terjadi perubahan dalam barisan. Para bandit yang di tangkap di bawa dan mengikuti rombongan ini.
Sehingga, barisan paling belakang, merupakan prajurit yang hanya mengurus kebutuhan para tawanan. Memberikan mereka makan dan mencegah terjadinya bunuh diri dari tawanan.
Untuk tugas seperti ini, prajurit yang ada tidak di perlukan keahlian khusus. Akibatnya, pada barisan ini, prajurit yang ada, tidak begitu kuat jika di bandingkan pada barisan lainnya.
Apalagi, Sang Saintess tidak membawa banyak prajurit ksatria dalam iring - iringan. Tujuan perjalanan adalah pertemuan, anggota yang di bawa tidak perlu banyak, dan jika membawa lebih, kesalah pahaman akan terjadi. Tujuannya adalah menghadiri pertemuan dan bukan perang.
Perubahan dalam perjalanan dan menambah bawaan yang ada, otomatis, prajurit yang telah di tugasi di dalam rombongan telah di ubah. Tidak akan mengherankan jika barisan paling belakang memiliki orang - orang yang lebih lemah.
Akibat masalah yang datang, dimana tidak hanya satu atau dua monster yang menyerang, tetapi banyak, banyak, banyak dari monster - monster yang ada menyerang, prajurit ksatria terfokus pada bertahan dari monster - monster itu.
__ADS_1
Sedangkan seluruh calon ksatria suci melindungi Saintess sepenuhnya dan yang bertugas melindungi barang - barang kebutuhan perjalanan tetap di tempat. Prajurit yang menjaga tawanan tidak mendapat instruksi lebih lanjut.
Penyergap datang dan kekacauan terjadi. Disinilah Impian dan Ardan datang, membuat semangat dan mental prajurit terangkat.
"calon ksatria suci datang!"
"aku yang akan menahannya, kalian tetap pada rencana"
"ada dua dari mereka! jangan meremehkan mereka, aku akan membantumu!"
Empat penyergap yang masing - masing berada di sisi kiri dan kanan. Mereka terlihat seperti tidak memperdulikan prajurit ksatria yang menjaga tawanan.
Mereka menghindari pertarungan secara langsung dengan prajurit yang ada. Dengan bantuan anak panah dan sihir yang berterbangan, para prajurit keausahan untuk menghalau penyergap yang ada.
Melihat kedatangan Impian, sisi kanan penyergap telah memutuskan gerakan mereka dan membagi tugas antar penyergap yang ada. Terlihat sisi sebaliknya memikirkan hal yang sama. Karena hanya ada Ardan yang datang, sisi sebelah kanan hanya mengirim satu orang untuk menghadang kedatangan Ardan.
*trang!
Pisau tajam yang di pakai penyergap dengan pakaian serba hitamnya, menyerang Impian yang berada di atas kuda. Pisau di tahan dengan pedang Impian sebelum mengenai tubuhnya langsung.
Dalam posisi ini, mata mereka saling bertemu.
"kamu tidak bisa pergi lebih jauh dari ini"
"benarkah?"
*trang!
hieeeeee!
"Aaaaaaa, aduh! sial, itu sakit!"
Di sisi lain, Togay terjatuh dari kudanya. Meski berhasil menahan serangan pisau yang mengarah langsung padanya, Togay tidak dapat menahan dampak yang terjadi dan jatuh dari kuda.
"sepertinya kamu sedikit lemah, apa kamu tidak apa-apa~?"
Penyergap yang menyerang Togay, seperti meledek dirinya, karena tidak dapat menahan satu serangan yang di lancarkan dan langsung terjatuh dari kuda.
Tentu saja, Togay tidak dapat menahannya. Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh. Togay yang berfokus pada pertahanan, tidak dapat menahan tekanan penuh dari serangan penyergap itu.
...Si Hitam Kirana...
...Shadow Asassin...
...Lvl 102...
Dari level saja, perbedaan antara keduanya sangat besar. Togay yang hanya memiliki lvl 48, tidak dapat menahan dari dampak terdorong akibat serangan Asassin itu.
__ADS_1
"tentu saja itu sakit!"
"xixixi jangan menangis pria gemuk~ tetaplah di sini dan bermain bersamaku~"
"ha! maaf saja, tetapi aku punya tugas lain di depan sana!"
Togay mempersiapkan perisainya pada posisi dan berlari lurus ke arah Asassin itu. Terlihat seperti perbedaan kekuatan dan lvl yang besar, tidak di permasalahkan olehnya.
"kamu bisa terluka pria gemuk~"
"siapa memangnya yang akan terluka?"
"jangan salahkan aku jika kamu memaksa~"
Tiba - tiba, sesosok bayangan datang dari belakang Togay. Melesat dengan kecepatan tinggi, senjata yang di pegang mengarah pada Asassin itu.
"ap-"
Tidak dapat menggerakan sedikitpun tubuhnya, Assasin itu tidak bergerak dari serangan yang datang. Seperti sesuatu menahan seluruh tubuhnya untuk bergerak.
*Jleb!
-542187
Pedang menembuh tubuh Asassin. Tidak berhenti di situ, pedang mengarah ke atas dan membelah tubuh Asassin menjadi dua.
-1524189
Angka kerusakan mencapai total 2 juta. Dengan serangan yang besar seperti itu, Asassin tidak dapat bertahan dan kalah begitu saja.
[Shadow Asassin, Si hitam Kirana telah di kalahkan]
[mendapatkan 42170 exp]
"kamu terlalu lama Impian!"
Meski berhasil mengalahkan Asassin yang memiliki lvl lebih dari 100 dengan sekali serang, Togay masih memarahi Impian.
Jika Impian datang dan menyerang Asassin yang sedang di hadapi Togay, berarti lawan yang di hadapi Impian telah terlebih dahulu di kalahkan!
Togay yang masih dalam satu party dengan Impian, melihat pengumuman sistem dan berlari menuju Asassin Kirana. Togay tahu bahwa Impian akan datang dan menghabisi musuh di depannya.
Hanya dalam waktu singkat, Impian telah mengalahkan dua musuh berlevel tinggi sendirian.
Perlengkapan dan senjata yang ada pada penyergap masih di tubuh yang tergeletak, hanya exp yang di dapat setelah mengalahkan mereka.
"kumpulkan jarahan, aku akan langsung maju"
__ADS_1
"aye ye kaptain! aku akan menyusulmu setelah mendapatkan hadiah kita!"