
Setelah mengalahkan Green Goblin Warior di lantai pertama, Impian melanjutakan untuk menaiki lantai selanjutnya dari menara persidangan. Masih memiliki dekorasi yang sama dengan lantai pertama, lantai kedua memiliki dua Green Goblin Warior dan satu Green Goblin Saman yang menempatinya.
Green Goblin Warior saat ini memegang senjata berbeda dengan Green Goblin Warior yang berada di lantai satu, senjata pedang pendek di pegang di salah satu tangan dari ke dua Green Goblin Warior. Dengan posisi yang sama seperti sebelumnya, Impian berada di posisi paling depan menghalau pergerakan ketiga goblin dan kedua wanita yang bersamanya menyokong Impian dari belakang.
Lebih sulit dengan adanya saman di belakang goblin warior, beberapa kali Impian harus terganggu dan terkena sihir dari saman saat menghadapi kedua goblin warior dalam pertarungannya. Jarak dekat dan jarak jauh serangan saling bergantian menyerang Impian.
Dengan perisai dan armor penuhnya, meskipun pergerakan Impian terbatas, serangan masih dapat ditahan meski mendapatkan beberapa kerusakan kesehatan yang di miliki Impian.
Setelah salah satu dari goblin warior di kalahkan, Impian bergegas enuju goblin saman. Dengan terputusnya jarak yang tercipta antara saman dan Impian, saman akan sulit untuk menyerang seperti sebelumnya.
Butuh beberapa waktu untuk mengalahkan ketiga goblin tersebut dan lantai dua dari menara persidangan di selesaikan Impian. Penambahan satu dari seluruh status karena hadiah lantai, menambah kekuatan Impian untuk terus menaiki lantai selanjutnya.
Setiap lantai selanjutnya dari lantai ketiga hingga lantai kesembilan memiliki perulangan antara goblin warior dengan goblin saman. perbedaan yang di tunjukan dari monster-monster tersebut adalah kesehatan mereka yang semakin tinggi, kecepatan mereka yang semakin bertambah, dan variasi serangan mereka yang semakin beragam dengan senjata-senjata yang mereka pegang.
DIsela-sela menaiki setiap lantai, Amelia dan Kiara akan menceritakan beberapa kisah mereka dan terkadang menyombongkan kehidupan mereka yang dulu. Amelia dan Kiara saat ini merupakan sebuah golem yang di masuki sisa-sisa ingatan yang mereka miliki di kehidupan lampau.
Mereka menciptakan diri mereka sendiri saat ini untuk membantu dan mengajarkan yang terpilih mendapatkan pengalaman bertempur mereka. Menara persidangan yang mereka buat di peruntukan generasi-generasi selanjutnya Kerajaan Suci Lorena.
"kenapa orang-orang seperti kami di ijinkan masuk?"
"kami mempercayai keputusan Saintes dari generasi apapun"
"jika Sang Saintess membuka menara persidangan untuk mereka yang bukan dari kerejaan suci, kami akan memberikan yang terbaik atas keputusannya"
"kepercayaan mutlak yang tidak mendasar..."
Menara persidangan lantai kesepuluh berbeda dengan lantai-lantai sebelumnya. Satu goblin bertubuh besar dan memakai armor di beberapa bagian tubuhnya serta dua antek goblin warior mendampinginya hadir dalam lantai ini.
"berjuangalah dengan kedua warior, aku akan menahan king goblin"
Meski Impian mengatakan seperti itu, kedua goblin warior ikut menyerang Impian yang menuju king goblin. Sempat kesulitan karena harus menghadapi tiga dari mereka, salah satu goblin warior meninggalkan Impian setelah beberapa serangan dari Amelia.
Amelia hanya membawanya berputar-putar ruangan dan sesekali menyerangnya dengan sihir saat memiliki jarak cukup jauh antara dirinya dan goblin warior.
Kiara sesekali akan mengikat goblin warior satunya lagi yang masih di hadapi Impian dan sesekali merapalkan mantra penyembuhan kepada Impian. Dengan goblin warior yang sesekali terikat sihir Kiara, Impian lebih bebas menghadapi king goblin satu lawan satu.
Tidak hanya Kiara yang memiliki mantra penyembuhan, Impian juga dapat merapalkan mantra penyembuhan miliknya sendiri. Dengan sokongan sihir penyembuhan yang ada, Impian bertahan hingga king goblin tumbang yang menyisakan kedua goblin warior.
[King Goblin Lurius di kalahkan]
Tidak membutuhkan waktu lama menghadapi kedua goblin warior. Terbiasanya akan serangan dan pergerakan goblin warior dari lantai sebelumnya, tidak memberikan masalah serius untuk Impian.
__ADS_1
[Green Goblin Warior di kalahkan]
[seluruh poin status bertambah 3]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]
Lantai selanjutnya adalah lantai sebelas. Impian kembali menlanjutkan.
Hanya terdapat satu monster di lantai sebelas. Tubuh gemuk besar dengan pedang yang sangat besar di pegangnya di satu tangan. Wajah dari penampilan monster ini lebih mirip seperti babi dengan banyak goresan disan-sini menghiasi.
ORC BATTLER (ELIT)
LVL 5
HP : 24500/24500
"tutorial tower selesai, selanjutnya pertarungan yang sesungguhnya"
Amelia berkata setelah melihat orc battler di lantai sebelas. Impian melaju ke arah orc tanpa aba-aba setelah mendengar Amelia berbicara.
Semua akan sama saja
Seperti tidak menghiraukan kata-kata dari Amelia, Impian memulai pertarungan. Apakah itu tutorial atau kesulitan sesungguhnya, semua akan sama saat Impian harus menaiki setiap lantai dari menara persidangan.
Saat itu juga, saat jarak antara Impian dan orc yang mengecil, pedang besar Orc melayang kearah Impian.
[Guard]!
Skill di aktifkan oleh Impian dan menerima serangan dari pedang orc yang tertuju padanya.
Bang!
-67
Impian terbang beberapa meter setelah menerima serangan orc yang di tahan ole perisainya. Kerusakan besar terlihat dari angka merah yang melayang akibat serangan itu meski Impian telah mengaktifkan skill pertahanannya.
"[Heal]!"
Kiara melemparkan skill penyembuhan kepada Impian setelah melihat terlempar akibat serangan orc.
"ini mengganggu"
__ADS_1
[Pray][Mini Blessing]
Berdiri kembali, setelah melempar beberapa skill yang dimilikinya, Impian melepas perisai yang di pegangnya dan melepas beberapa armor yang di kenakan pada tubuhnya. Menyisakan armor yang di kenakan pada pergelangan lengan dan kakinya saja saat ini.
Setelah melepas perisai dan beberapa armor yang di kenakan, Impian kembali melaju ke arah orc yang memegang pedang besar.
"apa yang kamu lakukan bocah!"
Amelia berteriak setelah melihat apa yang di lakukan Impian, seakan apa yang di lakukannya merupakan sesuatu hal yang bodoh untuk di lakukan. Tidak menghiraukan teriakan dan Amelia yang bertarung bersamanya, Impian tetap melaju menuju orc dengan pedang besar tersebut.
Pedang datang kembali melesat menuju Impian. Tidak melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, kali ini Impian tidak menahan pedang besar yang datang kepadanya.
Impian menghindari pedang besar orc satu kali, dua kali, saat pedang besar terangkat, Impian melihat celah pergerakan dari yang di lakukan orc dan menusukan pedangnya kearah tubuh orc. Tidak berhenti dengan pedang yang tertancap, pedang tersebut bergeser saat tetap berada di tubuh orc seakan memotongnya.
-23
-24
[ORC BATTLER (ELIT) mengalami pendarahan]
[kesehatan ORC BATTLER (ELIT) akan berkurang 1-3 setiap detik]
Meski prom sistem muncul dan memberitahukan apa yang terjadi, Impian tetap bergerak kesana-kemari menyerang orc besar sambil menghindari serangan yang ada.
-24
-22
[Aura Slash]
-54
-24
-22
Pertarungan terus berlanjut dengan Impian yang sesekali menggunakan skill-skill yang dimilikinya kepada Orc Battler (Elit). Sesekali Amelia akan melancarkan serangan sihir dan Kiara akan mengganggu orc dengan sihir pengikatnya meskipun itu terlihat hampir tidak berguna.
Sihir pengikat Kiara tidak dapat mengikat orc besar cukup lama, hanya satu sampai dua detik pergerakan orc terhenti kemudian terlepas dari sihir kiara. Meski begitu, Impian memanfaatkan kesempatan yang di berikan Kiara walau hanya satu detik.
[ORC BATTLER (ELIT) di kalahkan]
__ADS_1
[seluruh poin status bertambah 1]
[HP, MP, STAMINA, dan COOLDOWN SKILL direset ulang]