INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 71 : QUEST DARI IMPIAN


__ADS_3

Baru saja keluar dari tendanya, Impian mendapat pesan chat party dari Togay.


Togay [hey, bisa kamu kesini. aku hanya ingin menyombongkan-mu pada mereka]


Impian melihat ke arah Togay berada. Dia berada di salah satu tempat bersama para NPC prajurit, tetapi anehnya, orang - orang yang mengelilinginya merupakan seorang pemain dari dot yang ada di atas kepala mereka.


Impian [setelah urusan di sini selesai]


Impian membalas chat party Togay dan mengikuti Saron menuju tenda Saintess.


Tenda ini, merupakan satu - satu-nya tenda terbesar yang ada. Dengan warna putih bersih dan duan baner bendera kerajaan suci Lorena yang di pasang di sisi tenda.


"tuan!"


"tuan!"


Kedua prajurit yang menjaga di depan tenda, menyapa Saron dan Impian yang datang.


"halo"


Saron terlihat hanya mengangkat tangannya dan memasuki tenda, tetapi Impian menyapa dengan ucapan 'halo' kepada kedua prajurit penjaga.


Di dalam, Sang Saintess telah duduk di kursi sofa yang entah dari mana itu muncul di dalam. Ruangan di dalam tenda memang jauh berbeda dengan tenda yang lain.


Berbagai kebutuhan untuk seseorang tinggal di dalam tenda sudah seperti ruangan yang ada pada sebuah rumah mewah. Persiapan yang telah di sajikan untuk orang nomer satu kerajaan memang berbeda.


"Yang Mulia"


Saron yang telah memasuki tenda, menyapa Saintess.


"kalian duduklah"


Melihat Saron dan Impian yang telah memasuki tenda, Sang Saintess mempersilahkan mereka duduk di depannya.


Mendapat ijin dari Saintess, Saron dan Impian tidak segan - segan untuk duduk di sofa lain di depan Saintess.


"aku sudah mendapat laporan yang ada. Bagaimana perkembangan dari masalah yang ada?"


Saintess melihat Saron dan langsung bertanya kepadanya.


"pertama adalah laporan dari pihak kita di H'rden. Kita masih memiliki waktu sebelum pertemuan dari ketiga pemimpin berakhir. Kedua adalah dalang di balik penyergapan monster. Mereka adalah kelompok itu, sepertinya dugaan kami terhadap mereka benar. Masalah itu telah di serahkan pada unit khusus. Terakhir adalah penyergap yang tiba - tiba datang. Pemimpin mereka telah di verifikasi sebagai jendral Georg Henderxin, pemimpin dari pasukan prajurit kota H'rden-"


Saron menjelaskan hasil dari penyelidikan mereka kepada Saintess. Awalnya hanya laporan sederhana, setelah menjelaskan sesingkat mungkin, Saron berbicara secara detailnya.


Pembicaraan itu berlangsung selama beberapa menit. Penjelasan dari perustiwa saat ini di kota H'rden, cara kelompok 'berjubah hitam' menggiring monster - monster yang datang, masalah tawanan yang akan di jadikan bukti pemberat pada kerajaan Moscard, hingga para penyergap yang berusaha membebaskan teman - teman mereka yang tertangkap.


"kamu telah memberikan hasil yang bagus, menghalau penyergap yang datang dan membantu melenyapkan monster - monster yang menyerang. Sayangnya kamu gagal menangkap pemimpin mereka"


Sang Saintess menghadap Impian dan berbicara padanya setelah mendengar laporan menyeluruh dari Saron.


Pujian di berikan kepadanya dari Sang Saintess, kemudian di jatuhkan kembali dari kegagalan yang Impian alami. Padahal Impian sendiri telah bertindak di luar tugas yang di milikinya untuk menjaga di sampin Saintess, tetapi masih gagal menangkap pemimpin penyergap itu.


"mau bagai mana lagi, level-nya jauh di atasku"


Impian menjawab dengan mengangkat kedua bahunya. Seperti hal tersebut tidak dapat di hindari dan jawaban santai keluar.


*tuk!


"ack!"


"jaga sikap-mu di depan Yang Mulia"


Saron yang mendengar ucapan dan tingkah dari Impian, menegurnya dan memukul tepat di kepala yang membuat Impian berteriak kesakitan.


"tindakan yang telah kamu lakukan, akan aku anggap sebagai salah satu kegiatan ksatria suci dan kegiatan militer yang telah di selesaikan. Berikan hadiah itu padanya"


Setelah Sang Saintess mengucapkan itu, pelayan yang selalu bersama Saintess dan berdiri di sudut ruangan, membawakan beberapa barang kepada Impian.


[atas kata - kata Saintess, anda telah menyelesaikan beberapa misi]


[Ikut serta dalam kegiatan ksatria Saintess telah selesai sebanyak 1 kali]


[Ikut serta dalam kegiatan militer kerajaan suci Lorena telah selesai sebanyak 1 kali]


[140000 exp di dapatkan]


[80000 exp di dapatkan]


[Hadiah penyelesaian sesuai dengan pemberian Saintess]


Berbagai notifikasi sistem muncul di hadapan Impian. Tidak hanya salah satu syarat dari [Quest Kelas Ksatria Suci Saintess] dan syarat lainnya telah di selesaikan.


hah?


Impian terkejut dengan hal ini. Tidak ada pemberitahuan quest sebelumnya, selain sudden quest yang berkaitan dengan jendral penyergap.


Akan tetapi, hanya dari ucapan yang telah keluar dari mulut Saintess saja, hadiah serta exp di dapatkan Impian. Kejadian seperti ini, membuatnya terkejut.


Quest memang dapat tercipta, hadiahnya juga akan beragam. Semua itu hasil dari perbuatan pemain dengan keadaan NPC yang ada.


Berbeda dengan saat ini, quest bahkan belum di berikan dan hadiah serta exp telah di dapatkan. Sistem bahkan memberitahu bahwa Impian telah menyelesaikan beberpa quest yang ada.


"ada apa? apa kamu tidak menyukai hadiah yang telah di persiapkan?"

__ADS_1


Melihat Impian yang bingung, Saintess bertanya kepadanya.


Mendengar kata - kata yang di ucapkan Saintess, pelayan itu mengernyit, terlihat terganggu atas sikap Impian. Seperti tidak berterimakasih akan hal tersebut.


"ah, bukan itu..."


Impian yang merupakan seorang pemain, sedikit kesulitan untuk penjelasan. NPC tidak akan mengerti dalam hal quest bagi seorang pemain. Kejadian seperti ini, membingungkan bagi Impian. Tetapi, apa NPC paham akan hal itu?


"aku telah mengetahui orang - orang sepertimu. Kalian yang melakukan berbagai hal, selalu mengharapkan imbalan atas kerja keras kalian. Aku telah mempersiapkan imbalan untuk-mu. Apa yang kamu lakukan sebelumnya, merupakan hal yang luar biasa"


"ah, iya, terimakasih"


"bekerja keraslah kedepannya"


...----------------....


Setelah pertemuan dengan Saintess di tendanya selesai, Saron memberitahu bahwa ia akan kembali ke tenda. Mendengar hal itu dan waktu luang yang ada, Impian menghampiri di mana Togay yang di kelilingi pemain berada.


"yo, Impian!"


Melihat Impian datang, Togay menyapanya di depan pemain - pemain ini.


Jumlah pemain yang ada telah bertambah. Ketiga pemain sebelumnya masih ada di sana, tetapi entah apa yang terjadi, banyak pemain lain juga ada di sekitarnya.


"ada apa ini?"


"ah, mereka hanya ingin mengetahui apa yang terjadi di sini"


"oh"


"halo teman"


"halo"


"halo tuan"


Banyak dari pemain yang menyapa kedatangan Impian. Bahkan, ada beberapa yang memanggilnya dengan sebutan 'tuan'.


tuan?


Impian yang tidak mengetahui apa - apa merasa heran akan hal itu. Tentu saja, semua itu hasil dari omong kosong Togay.


Pemain yang mendengarkan bahkan tidak bisa membantah. Prajurit di sekitar Togay akan bertindak jika pemain yang mendengar menjelekan atau menghina Impian karena ketidak percayaan mereka.


"ah, ya halo"


"aku memberitahu mereka, jika ingin ikut dalam rombongan pengawal Saintess, posisi yang di miliki harus tinggi, dan kamu salah satunya"


"hah... jadi kamu hanya membual?"


"ya, ya, terserah. Kalian disini mencari misi dari para prajurit benar?"


"ya tuan"


"ya"


"kalian akan membuang - buang waktu jika berbicara dengannya. Sebaiknya kalian mencari pada para prajurit yang lain"


"apa yang kamu katakan!?"


Tidak terima akan hal itu, Togay berteriak kepada Impian.


"haha tidak teman, tetapi ucapannya memang menarik"


"ya, tuan, kami di sini memang ingin mendengarkan darinya"


"lihat? aku tidak hanya membual saja!"


Mendengar pembelaan dari pemain lainnya, Togay langsung menyombongkan diri.


"baik, baik. Ah! itu Lara, akan aku bantu kalian mendapatkan misi, tunggu di sini"


Tidak enak atas tingkah Togay, Impian yang melihat Lara keluar dari tenda, mengajukan pilihan pada para pemain yang ada.


"Lara! bisakah kamu kesini sebentar?"


Impian memanggilnya. Lara yang mendengar teriakan Impian, menghampiri dan mendekat.


"wah, bukankah dia salah satu calon ksatria suci?"


"apa kamu tahu dia?"


"ya, pemain yang sering berada di kerajaan Lorena akan mengetahui siapa dia"


"ya, tidak hanya itu, dia juga cantik dan baik hati"


"hah! itu karena dia tipe-mu saja!"


""hahah""


Pemain yang ada, saat melihat Lara mendekat, saling berdiskusi. Karena tempat ini merupakan tempat perbatasan, pemain yang berkumpul bukan hanya berasal dari kerajaan suci Lorena saja.


Meski Lara Posteir cukup terkenal di kerajaan suci Lorena, beberapa pemain tidak mengetahuinya. Beberapa dari mereka bukan berasal dari kerajaan suci Lorena.

__ADS_1


"ada apa?"


Lara yang telah mendekat, langsung bertanya pada Impian.


"kamu tahu, kejadian sebelumnya belum di periksa secara menyeluruh benar?"


"ya, kami masih memiliki tugas pengawalan Saintess, sehingga hal tersebut di serahkan pada yang lain"


"itu baru saja, dan hanya ada beberapa orang yang menjaga tempat itu. Salah satu dari mereka seharusnya menyampaikan ke kota Timan terlebih dahulu"


"lalu?"


"akan ada waktu yang terlewat, karena tugas kita masih berlangsung. Ke utuhan tempat kejadian juga tidak bisa di jaga ketat. Akibatnya, kita kekurangan orang saat ini, benar?"


"ah, kamu benar"


"ada banyak petualang di sini, kamu lihat? mereka bisa di tugaskan menjaga atau mencari bukti di sana. bagaimana? kalian juga ingin bukan?"


Setelah mengatakan penjelasannya, Impian melihat para pemain dan bertanya pada mereka.


Tiba - tiba, para pemain terlihat kaget dan seperti menatap kosong di tempat mereka. Bukan karena Impian yang berusaha memanfaatkan mereka, tetapi karena layar tranparan dari sistem yang memberitahu bahwa quest telah di berikan pada mereka.


[Quest Pemeriksaan]


[Calon ksatria suci Impian, mencurigai tempat atas insiden penyergapan yang terjadi. Tidak hanya banyaknya monster yang menyerang rombongan dari iring - iringan Saintess, tetapi juga beberapa orang turun tangan langsung. Pergi dan selidiku tempat - tempat itu.


Penyelesaian :


Laporkan hasil investigasi yang telah di lakukan.


Reward :


Tergantung hasil investigasi yang telah di berikan


Jika memuaskan :


Exp +45000


Ketenaran kerajaan +3000


Batas waktu :


Hingga penyidik khusus kerajaan Lorena datang di tempat kejadian.


Penalti Kegagalan :


Kekecewaan Calon Ksatria Suci Impian.


Ketenaran kerajaan -5000]


[Terima / Tolak]


[Quest Penjagaan]


[Calon ksatria suci Impian, mencurigai tempat atas insiden penyergapan yang terjadi. Tidak hanya banyaknya monster yang menyerang rombongan dari iring - iringan Saintess, tetapi juga beberapa orang turun tangan langsung. Jaga tempat penyelidikan dari gangguan yang ada.


Penyelesaian :


Jaga sekitar tempat penyidikan hingga penyidik khusus kerajaan Lorena datang.


Reward :


Tergantung hasil dari penjagaan yang di lakukan.


Jika memuaskan :


Exp +20000


Ketenaran kerajaan +1500


Batas waktu :


Hingga penyidik khusus kerajaan Lorena datang di tempat kejadian.


Penalti Kegagalan :


Kekecewaan Calon Ksatria Suci Impian.


Ketenaran kerajaan -5000]


[Terima / Tolak]


Dua prom quest muncul secara tiba - tiba di depan para pemain. Quest tersebut di terima atas permintaan orang di depannya.


Mereka semua terkejut dengan kejadian yang tiba - tiba. Quest biasanya di berikan oleh NPC, tetapi seorang pemain telah memberikan quest.


"kamu benar, tetapi pemeriksa khusus telah di beritahu akan hal itu. Mereka akan di anggap mengganggu jika pemeriksa sudah datang"


Lara yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi, menjawab pertanyaan dari Impian.


"saya akan memeriksanya sebelum pemeriksa datang dan tidak akan mengganggu!"


"ah, aku juga akan menjaga tempat perkara hingga pemeriksa datang!"

__ADS_1


Satu persatu pemain meninggalkan tempat, bahkan sebelum Lara memberikan quest pada pemain - pemain ini. Kata - kata mereka sebelum pergi terlihat aneh oleh Impian dan Togay yang tidak mengetahui hal itu.


__ADS_2