INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 52 : Kota Timan


__ADS_3

"jangan gunakan perisaimu secara pasif! cobalah untuk mendorong dan mengarahkan tubuh monster!"


-657


+1000


Setiap kali Togay menerima hit meski telah menangkis serangan monster dengan perisainya, Saron akan melemparkan sihir penyembuh terhadapnya.


"fokus pada pertarunganmu! jangan teralihkan dengan hal lain!"


"yes sir!"


Meski Togay menghadapi monster trenggiling satu lawan satu, konsentrasi Togay terpecah beberapa kali.


Saron yang melatihnya, akan selalu berteriak dengan tindakan Togay.


Bagaimana tidak, saat ini ada seorang lagi sedang bertarung dengan lima tipe monster yang sama dengan yang di hadapinya dengan cara aneh.


"ack!"


"ah!"


"sialannnn!"


Dia adalah Impian, yang sesekali akan berteriak setelah satu dua gerakan di tampilkan olehnya.


Setiap kali Impian akan melangkah, Impian akan melewati monster yang sedang di hadapinya. Padahal hanya butuh satu atau dua langkah kecil, Impian akan berada tepat di hadapan monster tersebut.


Saat dua atau tiga monster menyerang secara bersamaan, Impian akan menghindar. Setiap kali posisi seperti itu terjadi, Impian yang berusaha menghindar akan selalu menabrakan tubuhnya pada monster yang lain.


Biasanya Impian hanya butuh menghindari serangan dengan jarak beberapa centi, tetapi saat ini, dia seperti bergerak dengan tindakan yang berlebih.


Saat menghindar, jarak yang cukup jauh akan tercipta, saat menyerang, Impian akan menabrakan dirinya pada tubuh monster.


-23145


"agh!"


Meski begitu, Impian yang berkali-kali menabrakan dirinya dengan tubuh trenggiling, akan memberikan damage kerusakan dan monster trenggiling perlahan-lahan kesehatannya akan turun dan habis.


"siaaaaaallllll!"


[Armadilo Sharp Scales dikalahkan]


[mendapatkan 18 sisik Armadilo]


[mendapatkan 4 kuku Armadilo]


[mendapatkan 2 Inti Mana : Tanah 0.5%]


[mendapatkan 4 energi ball : Vitality (minor)]


[memdapatkan 146 exp]


Satu monster trenggiling mati akibatnya. Berkat dari pemain penemu dungeon pertama, jarahan yang di berikan di kali dua.


Impian saat ini sedang mencoba memanfaatkan pelapisan mana pada tubuh. Mencoba dari saran yang di berikan Saron beberapa saat lalu.


Gunakan, saat ingin bergerak menghindar atau menyerang. Tidak di lakukan dari awal, tetapi gunakan jika perlu.


Sayangnya, seberapa besar perubahan yang di perlukan, Impian tidak terbiasa dengannya.


Togay yang bertarung disisi lain, mau tidak mau akan terpancing untuk melihat tingkah laku Impian dengan cara bertarung seperti itu.


"berhenti menggangguku Impian!"


"siapa yang mengganggu, aku sedang serius disini! ah! sial!"


Waktu berlalu dengan apa yang terjadi di tempat ini.


...----------------....

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, yang mulia, karena telah di berikan ijin, kami undur diri untuk mengurus masalah yang ada. Terimakasih untuk semuanya"


"hati-hati di jalan tuan Gerald"


"kami akan. Sehat selalu yang mulia"


"terimakasih"


"baiklah, kami pergi yang mulia"


Gerald bersama rombongannya akhirnya pergi setelah kunjungan kerajaannya.


"apa anda yakin yang mulia?"


Seorang pria tua dengan pakaian lengkap ke agamaan kerajaan Lorena berbicara di samping Saintess.


"tidak masalah, itu urusan mereka, kita hanya terseret karena letak perbatasan. Biarkan mereka yang mengurusnya, kita tidak perlu ikut campur"


"tetapi buronan yang mereka cari meskipun seorang pedagang budak, 'ia juga merupakan bangsawan dari kerajaan Moscard"


"maka dari itu, biarkan mereka yang mengurusnya, bagaimanapun, meski orang itu seorang bangsawan, kita tidak menyetujui adanya perdagangan budak. Kita dapat memberikan alasan pasti jika di minta"


"baiklah jika anda menyebutnya hal itu"


"yang mulia! hah..hah.. yang mulia"


Seorang prajurit tiba-tiba datang di tengah diskusi mereka.


"ah, tuan paus agung"


Menyadari pria tua yang berdiri di samping Saintess, prajurit tersebut juga menyapanya.


"tidak perlu terburu-buru. Apa yang terjadi?"


"saya mendapatkan surat undangan dari kekaisaran"


Prajurit tersebut menyerahkan surat resmi dengan segel cap kekaisaran yang menyatakan bahwa itu hal yang penting.


"sepertinya mereka mengundang kita secara langsung untuk menengahi perang yang terjadi"


"sepertinya mereka ingin menyudahi perang yang ada, tetapi kenapa harus kita?"


"kita bahas hal ini nanti, kumpulkan setiap orang yang ada, kita akan membahasnya terlebih dahulu"


"baik yang mulia!"


...----------------....


Beberapa hari di dalam game telah berlalu. Banyak orang-orang beastman berkeliling dengan pakaian khusus mereka.


Kota Timan saat ini cukup riuh untuk para pemain. Quest dari NPC-NPC beastman dapat di temukan begitu saja.


Quest pencarian seseorang yang berada di kota Timan maupun wilayah sekitarnya banyak beredar.


Orang-orang beastman tersebut sepertinya sedang mencari buronan perang yang lari dari kota H'rden.


"kapten! kami menemukan petunjuk keberadaan orang itu"


Seorang prajurit beastman dengan tampilan seperti macan tutul melaporkan hasil penemuannya kepada beastman lain yang mirip seperti beruang coklat besar.


"katakan!"


"Sebelumnya kami mendapat laporan dan menyelidikinya, ciri-ciri orang yang di sebutkan sama persis dengan yang kami cari. Sepertinya dia telah melarikan diri ke arah gunung Jerom, arah selatan dari kota. Beberapa orang telah kami kirim menuju ke sana"


"kamu belum memastikannya secara langsung dan sudah berani melapor!"


Saat ini, karena banyaknya quest yang telah di ambil oleh para pemain, laporan yang masuk bercampur dengan gosip dan kebohongan.


Akibatnya, setiap kapten yang melakukan penyelidikan akan sangat berhati-hati dengan laporan masuk yang ada.


"tetapi semua bukti yang ada telah di temukan dan di yakini seratus persen benar, kapten"

__ADS_1


"kalau begitu, tunjukan terlebih dahulu"


"baik kapten"


Prajurit macan tutul tersebut mengarahkan kaptennya untuk melihat bukti-bukti yang telah mereka temukan.


Setelah kapten beruang tersebut memastikan bahwa bukti yang ada benar-benar mengarah pada buronan yang mereka cari, kapten beruang memerintahkan setiap pasukannya untuk pergi ke gunung Jerom.


"beritahu pemimpin besar Gerald, kita telah menemukan lokasi buronan!"


"baik kapten!"


...----------------....


Sementara itu, di dalam dungeon knigh training.


Impian bersama Togay telah mengalahkan banyak dari monster-monster yang ada.


Saat ini, mereka telah berada di dungeon lantai 2. Berbeda dengan lantai satu yang lingkungan di sekitarnya penuh dengan tumbuhan, lingkungan lantai 2 dipenuhi dengan lingkungan berbatu.


Tempat lantai 2 berada lebih seperti lingkungan gunung berapi, banyak asap belerang dapat di temukan menyembur dari sela-sela.


*Zrash!!


-76125


Monster terakhir yang Impian dan Togay hadapi di tebas dan menghilang menjadi butiran-butiran cahaya.


"baiklah, waktunya berkumpul!"


Saron yang mengamati mereka berdua di pinggir pertarungan setiap saat, memanggil Impian dan Togay untuk mendekat.


"aku mendapat panggilan dari yang mulia Saintess, akan 'ku tinggalkan kalian di sini. Berlatihlah dan perlihatkan bahwa kalian telah menjadi kuat saat kita bertemu lagi. Mengerti!?"


"yes sir!"


"ya paman!"


Setelah mengucapkan itu, Saron pergi dengan menggunakan 'Device of Return'. Tubuhnya menghilang setelah beberapa cahaya mengitarinya.


"ok, aku ingin log off, sudah lama waktu berlalu, aku lelah"


"tunggu! kau meninggalkanku begitu saja!? ayolah..."


Mendengar apa yang telah di katakan oleh Impian, Togay memprotesnya dengan keras.


"apa!? kau takut di tinggal sendirian? aku juga punya kehidupan sendiri di real life"


"setidaknya bawa aku ke lantai satu terlebih dahulu, aku tidak mungkin bertahan di tempat ini sendiri"


"hey, kenapa kau tidak keluar permainan juga? bukankah kau bilang bahwa kau seorang pebisnis sebelumnya? tidak baik meninggalkan bisnismu untuk waktu yang lama hanya untuk game"


"tidak maslah, saudara-saudaraku telah mengurusnya, aku juga punya banyak asisten yang mengurus bisnisku. Jadi antarkan aku ke lantai satu dulu sebelum log off"


"ya, ya... ayo!"


Mendengar rengekan Togay, Impian membawanya kembali ke lantai satu.


"lewati saja! biar cepat!"


Dalam perjalanan, Impian akan menggunakan sihir tanah untuk menggeser posisi monster yang menghalangi jalan mereka.


Tanah di sekitara tempat monster berpijak akan bergerak menjauh dari Impian dan Togay. Dengan begitu, mereka dapat terus berlari menuju penghubung lantai satu berada.


"baiklah, kita sampai. Aku akan log off, jangan berlebihan bermain gendut!"


"ya, ya, pergilah, akan kutunjukan jika aku sudah berkembang lebih jauh saat kau kembali"


"oke, oke, good bye!"


Setelah mengucapkan itu, tubuh Impian menghilang dan meninggalkan Togay sendiri di tempat itu.

__ADS_1


"ok! saatnya kembali berlatih!"


Togay kembali mengangkat perisai dan pedangnya dan berlari mencari monster di sekitar yang dapat di temukan.


__ADS_2