
"kita sampai"
Impian telah sampai di tubuh dark elf yang memakai pedang besar di tanah. Dengan para elf yang telah bertindak dengan memusnahkan para monster, mereka sekarang dengan mudah menembus gerombolan monster.
"lindungi aku!"
Para elf dan dark elf berpencar ke segala arah dari Impian. Menahan gerombolan monster yang menyerang membabi buta.
Impian tidak ingin membuang waktu, tangannya terulur dan di arahkan ketubuh dark elf. Tubuh dark elf yang tersentuh oleh tangan Impian meronta-ronta, seakan kesakitan dan menolak energi Chaos yang ada di tubuhnya di serap oleh Impian.
cih, energinya menjadi menggumpal dan tidak teratur
Melihat hal itu, Impian mengutuk kejadian saat ini. Untungnya, kemampuan penatua Feanor yang membatasi pergerakan tubuh dark elf ini masih bekerja.
Meski tubuh dark elf meronta-ronta seperti itu, tetapi dirinya masih tidak dapat bergerak lebih dan menyerang Impian.
jika seperti ini terus akan membutuhkan waktu lebih
Tidak ada waktu banyak untuk menyerap dan menolong dark elf pengguna pedang besar. Para elf dan dark elf hanya beberapa orang. Meski mereka lebih kuat di banding kebanyakan monster di ruangan ini, dengan perbandingan jumlah yang ada, satu dua monster akan melewati mereka.
Istina telah memutuskan untuk hanya membawa mereka saja yang ada di sini, sedangkan monster guardian di tempatkan untuk membantu Nowe dan kedua hewan panggilannya.
Dengan tidak adanya Teleri yang menghabisi para monster yang ingin menembus lubang dinding, para monster guardian yang membantu Nowe dan kedua hewan panggilannya hanya dapat menahan mereka. Hal itulah sebabnya jumlah yang berada di sisi Nowe di perbanyak.
Teleri yang memiliki level tinggi dan memang terfokus pada serangan penghabisan untuk satu-lawan-satu, lebih mudah mengeliminasi monster yang di tahan oleh Nowe dan dua hewan panggilannya.
Sementara monster guardian yang memiliki kemampuan dan level untuk menghabisi musuh, hanya setara atau bahkan lebih rendah dari para monster yang menyerbu. Mengakibatkan, mereka membutuhkan waktu lebih untuk mengeliminasi para monster.
Berbeda dengan halnya Teleri yang berada disana. Jadi saat Teleri mengikuti Impian, pertahanan di sisi Nowe lebih rendah. Hal itulah sebabnya Istina memutuskan untuk menempatkan para guardian di sisi Nowe untuk melengkapi kepergian Teleri di sisi itu.
Impian membutuhkan waktu lebih untuk penyerapan saat ini. Sedangkan proses penyerapan energi Chaos di tubuh dark elf tidak boleh sampai terganggu sedikit-pun.
"harus menambah pasukan"
Impian telah menyimpulkan dan memutuskan kondisi saat ini. Para elf dan dark elf memang terlihat lebih mudah mengeliminasi monster-monster di sekitar.
Tapi menyerang dan mempertahankan posisi beda ceritanya. Jumlah yang lebih sedikit jika dibanding lawan, hampir mustahil untuk dilakukan.
__ADS_1
Satu dua monster akan lepas dan dapat mengganggu proses penyerapan Impian. Jika hal itu terjadi, akan berbahaya bagi Impian maupun dark elf pedang besar.
"[Panggil seluruh pengikut]!"
Lingkaran sihir berjumlah Tiga buah muncul disekitar Impian. Mana bergejolak dan perlahan-lahan bayangan orang terbentuk dari lingkaran sihir tersebut.
"tuan Impian?"
Istina yang melihat ini, mempertanyakan tindakan Impian.
"kita butuh lebih banyak bantuan. Penyerapan butuh waktu lebih lama kali ini"
Tidak ingin menjelaskan lebih jauh, hanya beberapa kata yang diberikan oleh Impian.
Itu adalah skil yang di dapat dari penyelesaian misi pengawalan Saintess. Tiga orang telah terigistrasi sebagai pengikut Impian saat itu.
Setelah itu, IKILUA, Togay, dan juga Alice muncul dari lingkaran sihir.
"apa yang terjadi Impian?"
Pemanggilan tidak bisa dilakukan dengan sembarang, butuh persetujuan dari orang yang dipanggil untuk menerima permintaan pemanggilan atau tidak. Itulah sebabnya Togay dan Alice langsung bertanya pada Impian dan tidak terkejut saat tubuh mereka berpindah tempat.
"lihat disekeliling kalian!"
IKILUA memperingatkan Alice dan Togay saat mereka berdua bertanya kepada Impian sebab mereka dipanggil. Mendengar hal itu, mata Alice dan Togay melebar karena terkejut dengan banyaknya monster yang mengelilingi mereka.
"bantu para elf dan jangan biarkan satupun dari mereka menggangguku"
Itu hanyalah perintah singkat, tetapi mereka bertiga langsung bergerak dan menyerang para monster di samping elf dan dark elf.
Jika hanya menahan beberapa detik mereka percaya diri dapat melakukannya, apalagi para elf dan dark elf melakukan tindakan finishing setelahnya. Awalnya mereka waspada pada para dark elf, akan tetapi melihat mereka berdiri disamping mereka menahan para monster dan melihat tubuh dark elf di depan Impian, mereka mengerti dengan keadaan saat ini.
Hanya segini bantuan yang dapat di panggil oleh Impian. Meski begitu, satu dua orang lebih baik dari pada tidak.
[Pelahap Ether]
Impian melakukan tugasnya dan menyerap energi Chaos pada tubuh dark elf pedang besar. Energi itu yang berkecamuk di tubuh dark elf, tidak dapat berbuat banyak dan diserap oleh Impian.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, tubuh dark elf yang telah di serap energi Chaos ditubuhnya dan perlahan disembuhkan oleh Impian, tenaganya perlahan kembali. Setelah tubuhnya telah pulih, dark elf menganggukan kepalanya berterima kasih kepada Impian dan bangkit dari tempatnya.
Dirinya seakan tahu apa yang sedang terjadi selama ini meski pikirannya telah dikendalikan oleh energi Chaos.
"kita bergerak ke yang berikutnya!"
Instruksi Impian jelas dan tim bergerak menuju tubuh dark elf lainnya. IKILUA, Alice, dan Togay sempat bingung dan tetap bergerak mengikuti yang lainnya.
Keadaan saat ini, tidak dapat membuat mereka rileks dan dengan santainya menanyakan apa yang sedang terjadi. Penjelasan hanya dibutuhkan belakangan dan tindakan tidak boleh sembrono dengan kepungan monster yang begitu banyak.
"IKILUA, dewi Alice, gunakan ramuan ini untuk mengisi kembali bar yang telah berkurang"
Togay membagi ramuan yang diperlukan kepada IKILUA dan Alice. Level mereka yang masih rendah jika dibandingkan makhluk-makhluk di tempat ini membuat kesehatan dan stamina mereka berkurang drastis.
Ramuan kesehatan dan stamina untuk IKILUA dan tambahan ramuan mana untuk Alice. Ramuan-ramuan yang di berikan oleh Togay adalah tingkat atas, sehingga kualitasnya lebih baik dari yang dimiliki IKILUA dan Alice sendiri.
Dengan persediaan yang bagus dari Togay, mereka dapat mengikuti pergerakan yang lainnya dan tidak berubah hanya untuk menjadi beban saja.
"selanjutnya! orang terakhir di ruangan ini"
Sepertinya waktu yang dibutuhkan lebih singkat kali ini. Mungkin jika dilihat dari kemampuan, dark elf yang memegang pedang besar lebih hebat dari pergerakan yang ditunjukan saat ini.
Kemungkinan energi Chaos yang berada ditubuhnya dan telah bergejolak adalah hasil dari kemampuan tubuh yang berbeda itu. Hal yang sempat dipikirkan oleh Impian dan tidak diperdulikan lagi saat ini.
Hasil adalah segalanya, jika dapat diselesaikan olehnya, maka pemikiran lain sudah tidak perlu. Maka dari itu, meski situasi masih genting, terlihat senyuman jelas di wajah Impian.
Akhirnya, tubuh terakhir dari dark elf ditempat ini telah dipulihkan dan bergabung dengan yang lainnya. Menghabisi para monster yang memenuhi ruangan.
"kita bergerak, tuan Impian akan menunggu di pintu masuk, biar aku dan Teleri yang keluar dan membawa tubuh dark elf di luar kedalam ruangan. Sisanya akan melindungi tuan Impian di pintu masuk dalam"
""mengerti!""
""serahkan pada kami""
Para dark elf yang telah di pulihkan sebelumnya menjawab instruksi dari Istina. Sedangkan Impian dan yang lainnya hanya mengangguk menangapi.
Setelah instruksi diberikan, tim bergerak menuju pintu masuk.
__ADS_1