INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 152 : ARAHAN IMPIAN


__ADS_3

"kemana bocah itu pergi?"


Gerald yang sedang fokus mengeliminasi monster agar lebih unggul dari Impian, menyadari keberadaan Impian yang tiba-tiba menghilang. Padahal baru saja mereka berdua bersaing untuk mengeliminasi monster yang ada di tempat yang sama dan berdekatan, tetapi keberadaan Impian tiba-tiba saja menghilang.


"tolong bantuannya paman"


"serahkan pada kami"


"kami akan menjaga tubuh anda"


"mm!"


Impian telah kembali ketempat linkaran sihir teleportasi yang dibentuknya di dekat keempat pendeta Lorena berada. Impian kembali duduk ditempatnya dan dipulihkan oleh dua pendeta Lorena.


"hmm? ada yang aneh"


Pergerakan monster-monster berlevel rendah pada kumpulan monster yang sedang dihadapi terlihat berbeda. Monster-monster itu, tidak seagresif seperti sebelumnya.


Diawal monster-monster ini menyerang, mereka menyerang seakan tidak perduli perbedaan kemampuan mereka dengan lawannya. Mereka menyerang seakan tidak ada hari esok untuknya, tetapi sekarang, mereka bergerak seperti melarikan diri dari lawannya yang terlihat jauh lebih kuat dari mereka.


Monster-monster itu berlarian kesana kemari menghindari pertempuran, bahkan monster yang memiliki level cukup besar, bertarung menghindari orang yang memiliki level diatasnya dan lebih menargetkan para pemain yang levelnya masih berada dibawah mereka.


Impian masuk kedalam mode roh-nya. Dalam mode ini, penglihatan Impian menjadi lebih sensitif terhadap jalur mana yang ada di sekitar dan di udara.


Mengamati sekitar, terdapat beberapa titik yang terdapat gumpalan mana. Entah itu dari mana biasa hingga mana Ether yang terkait satu sama lain dari jarak 1,5 sampai 5 km dari tempatnya berada.


Gumpalan mana itu berada di berbagai titik di belakang monster-monster hutan yang menyerbu. Seperti seseorang yang sedang menggunakan kemampuan-nya.


Mungkin itu bukan sihir ataupun kemampuan besar dari cara mana itu bergerak, tetapi terlihat berbeda dengan mana yang bergerak dari orang-orang di sekitar tempat ini. Dengan adanya mana Ether yang ada, hal itu dicurigai oleh Impian sebagai dalang-dalang atas kejadian monster yang menyerbu.


Tidak ada lapisan mana Ether ditubuh monster sebelumnya meskipun mana Ether dilihat oleh Impian ditempat yang dituju IKILUA dan dua penatua yang diduga sebagai dalang dibalik semua ini, jadi Impian tidak tahu apakah para monster sudah kembali seperti semula atau tidak. Apakah IKILUA dan dua penatua elf berhasil menyelesaikan tugas mereka atau tidak.


Akan tetapi, satu yang dirasa oleh Impian yang sensitif terhadap kehidupan dan mana karena kelas-nya, monster-monster itu telah kembali dalam akal sehat mereka.


Impian langsung berdiri dari tempatnya-


"tuan Impia-"


"BERHENTI MEMBURU MEREKA!"


Teriakan tiba-tiba Impian yang menggunakan mana untuk mengeraskan suaranya bergema di seluruh pertempuran. Teriakan keras itu, mengalihkan seluruh orang yang sedang bertarung melawan monster.


"MONSTER SUDAH TIDAK MENYERANG!. HANYA TEKAN MEREKA KEMBALI KE HUTAN!. PERGI KEARAH 105.67.714 KEARAH TIMUR! PERGI KEARAH 107.218.721 KEARAH TIMUR LAUT! PERGI KEARAH 208.821.63 dan 205.821.72 KEARAH UTARA!. PERGI KEARAH 162.781.51 KEARAH BARAT LAUT! PERGI KEARAH 75.192.612 KEARAH BARAT!. DALANGNYA ADA DISANA!"

__ADS_1


Sembari berteriak dengan keras, Impian berlari mengelilingi medan pertempuran. Dirinya tidak berhenti dan terus berteriak disetiap tempat.


"apa yang dia bicarakan!?"


"seorang pemain berani memerintah kami!"


"berhenti membuat kekacauan teman!"


Beberapa pemain berteriak karena Impian berteriak ditengah pertempuran. Tentu saja, monster-monster hutan ditempat ini masih ramai dan exp yang bisa diambil dari monster-monster ini akan sangat besar, karena banyaknya pemain yang ikut bertempur dan dapat membantu.


"BERHENTI MEMBURU MEREKA! MONSTER SUDAH TIDAK MENYERANG!. HANYA TEKAN MEREKA KEMBALI KE HUTAN!. PERGI KEARAH 105.67.714 KEARAH TIMUR! PERGI KEARAH 107.218.721 KEARAH TIMUR LAUT! PERGI KEARAH 208.821.63 dan 205.821.72 KEARAH UTARA!. PERGI KEARAH 162.781.51 KEARAH BARAT LAUT! PERGI KEARAH 75.192.612 KEARAH BARAT!. DALANGNYA ADA DISANA!"


Impian sendiri tidak memperdulikannya dan terus berteriak disepanjang area pertempuran. Teriakan itu bergema disepanjang area. Empat pendeta Lorena yang memulihkan Impian juga mengikutinya dari belakang.


"bukankah dia orang yang ada dibalik siaran langsung waktu itu?"


"jangan menghayal teman!"


"kami tahu kamu terkenal, tapi jangan membuat ide-ide aneh!"


Sangkalan dan penghinaan dilancarkan kepada Impian yang terus saja berteriak. Memang wajar saja jika tidak ada yang percaya, karena tempat ini masih dipenuhi oleh monster-monster hutan.


Bukan itu saja, meski monster hutan menjauhi NPC-NPC berlevel tinggi, tetapi beberapa monster kuat masih menargetkan para pemain yang memiliki level dibawah mereka. Akibatnya, pemain-pemain ini tidak mempercayai perkataan Impian yang mengatakan bahwa para monster telah kembali ke akal sehat mereka.


"tim satu dan dua! pergi kearah timur 105.67.714! tim tiga, empat, dan lima! PERGI KEARAH 107.218.721 TIMUR LAUT!"


"tim enam dan tujuh! tekan monster kembali kehutan!"


""siap tuan!""


"para tuan dwarf dan tuan beastman! targetkan monster yang menuju arah pertempuran pusat agar tidak mengganggu pertempuran disana!"


Berbeda dengan para elf yang langsung mengikuti arahan Impian. Beberapa pasukan tim dikerahkan dan berikan arahan untuk menempati misi mereka.


"apa kamu yakin mempercayai kata-kata bocah itu?"


Seorang lelaki dwarf tua yang sepertinya memimpin timnya di daerah sini bertanya kepada pemimpin elf itu yang memimpin pasukan elf di daerah timur.


"kamu dapat mempercayai kata-katanya tuan Dodorio. Jika kamu perhatikan pergerakan monster-monster ini juga sudah tidak seagresif sebelumnya dan hanya menargetkan para penjelajah dunia yang lebih lemah dari mereka"


Pemimpin elf tersebut menjelaskan kepada lelaki tua dwarf itu yang dipanggil dengan sebutan Dodorio.


"bukan tentang monster-monster yang ada disini. Aku sudah mengetahui bahwa monster-monster ini telah memiliki akal sehat mereka kembali, tetapi aku mempertanyakan arah yang diberitahukan bocah itu dan kamu mengirim beberapa pasukanmu kesana"

__ADS_1


"ah, mengenai itu... karena orang itu spesial bagi kami dan dirinya berteriak tanpa henti. Jika tindakannya sampai seperti itu, maka kami harus mempercayainya"


Sembari tersenyum, pemimpin elf tersebut memberitahu Dodorio. Dodorio melihat keadaan sekitar dan melihat para beastman yang mengikuti perintah bahkan beberapa mengikuti tim elf tepat kearah yang Impian beritahukan tanpa bertanya terlebih dahulu seperti dirinya.


"sepertinya hanya aku saja yang tidak tahu apa-apa disini"


Sembari tersenyum dan membelai jenggot abu-abunya, Dodorio berkata entah itu untuk dirinya sendiri atau kepada kapten elf dihadapannya.


"dengar dwarf! ikuti perintah kapten Falael!"


""Wooooaaaaa!!""


Dengan begitu, tidak ada satupun NPC yang mengabaikan kata-kata Impian apalagi mencemooh-nya. Mereka bergerak sesuai arahan dan kata dari Impian yang diteruskan kepada pemimpin regu mereka.


"apa!? kenapa para NPC mendengarkan orang itu!?"


"bukankah dia hanya seorang pemain!?"


Setiap pemain yang mencemooh Impian dan tidak mendengarkannya terkejut akan situasi yang ada. Tidak ada satu-pun NPC yang tidak mendengarkan Impian sama sekali, semuanya bergerak sesuai instruksi yang diberikan Impian.


Tentu saja, berbeda dengan para pemain yang pintar dan berbakat. Tidak ada satu-pun dari mereka yang mengejek Impian dari awal dirinya berteriak dan berkeliling area.


Mereka diam dan mengamati keadaan terlebih dahulu. Setelah instruksi jatuh kepada bawahan pasukannya, nyaris seluruh pemain ini pergi mengikuti pasukan yang menuju arah yang Impian teriakan.


Beberapa menit sebelumnya, tepat ketika Impian mulai berteriak dan berlari mengelilingi area pertempuran.


"hey! mau kemana kamu!"


"apa kamu tidak dengar! catat stiap arah yang diteriakan orang itu!"


Sembari berlari, pemain yang menggunakan senjata tombaknya berteriak kepada temannya.


"apa kamu mempercayai orang itu!? dia memang terkenal karena siaran langsung dua hari lalu, tapi apa yang dia katakan saat ini terdengar absurd!"


"pikirkan, saat siaran langsung kemarin, dia menjadi pusat dari semua event ini. Lalu lihat empat orang yang berlari bersamanya, mereka adalah pendeta tingkat tinggi dari Lorena, kamu bisa lihat sendiri bagaimana para NPC nanti akan menanggapi. Kamu akan tahu bahwa perkataannya tidak bisa dianggap hanya bualan semata"


Hal tersebut sama dengan setiap arah tempat pertempuran berlangsung. Teriakan kata-kata Impian bergema disetiap langkah dirinya berlari.


Akan selalu ada ejekan dan hinaan dari para pemain sekitar dan para NPC yang menanggapi kata-kata Impian dengan serius. Lalu akan ada rantaian pergerakan yang terjadi dengan para pemain yang mengikuti NPC.


"apa maksud-mu 'nak?"


Gerald datang mendekati Impian yang berteriak-teriak disetiap tempat.

__ADS_1


"paman"


"apa kamu akan mengabaikan taruhan kita dan menyerah?"


__ADS_2