
Dengan kebiasaan para pemain yang berburu secara berkelompok dalam satu party, posisi mereka telah telah di tentukan di dalam kelompok. Saat ini, kelompok Impian memiliki pemain - pemain dengan level lebih dari seratus. Posisi yang harus di tempati mereka di dalam kelompok party, telah di ketahui sejak lama.
Akibatnya, koordinasi untuk menentukan posisi mereka masing - masing sudah tidak di perlukan. Pengalaman banyak yang telah mereka lalui, sudah di pahami dengan baik dari setiap masing - masing orang yang ada.
Jackfruit yang mengamati lingkungan dungeon untuk mencari perangkap dan kedatangan monster, berdiri paling depan. RonaldoMessi dan Togay, berdiri di belakangnya.
RonaldoMessi yang menjadi tanker utama dan Togay yang menjadi tanker kedua, karena perbedaan level yang mereka miliki.
Impian, Michel, dan pemain dengan kapak besar yang memiliki nickname Redbullos, berada di belakang RonaldoMessi dan Togay. Karena mereka damage dealer bertipe mele, mereka akan menyerang setelah monster yang ada di tahan terlebih dahulu oleh para tanker.
Kemudian Alice, Reynold, dan seorang penyembuh yang memiliki nickname Sarah, berada di belakang Impian. Sedangkan posisi paling belakang, IKILUA berada di posisi ini.
Serangan yang di miliki IKILUA memiliki jangkauan paling jauh, selain itu, menjaga penyihir dan penyembuh kelompok dapat di lakukan olehnya. Kelas yang di miliki IKILUA, dapat menggunakan senjata dagger jika di butuhkan, sehingga selain dapat menyerang jarak jauh, IKILUA juga dapat melindungi pemain kelompok mereka yang memiliki pertahanan paling rapuh.
Perjalanan cukup lancar, dengan Jackfruit yang menonaktifkan jebakan yang ada. Beberapa jebakan seperti tanaman rambat yang menjerat, atau tanah yang tiba - tiba lonsor, merupakan jebakan yang ada di dalam dungeon ini.
"tujuh monster terlihat di depan!"
Tiba - tiba, Jackfruit berteriak di depan. Setiap orang menyiapkan senjata mereka. Bersiap menghadapi monster yang muncul.
Saat setiap orang sedang bersiap diri, setiap orang kaget dan mata mereka tertuju ke arah Impian.
Senjata Impian telah berganti menjadi busur. Awalnya, senjata yang di pegang Impian adalah sebuah pedang dan satu pedang lagi tergantung di pinggangnya. Impian bahkan telah bertindak lebih dulu sebelum Jackfruit memperingati mereka.
"bersiaplah tanker!"
Impian melepas tujun anak panah yang telah di lapisi mana. Satu persatu anak panah di lepaskan dengan cepat. Melihat tindakan Impian, Togay melangkah lebih maju kedepan.
RonaldoMessi yang melihat Togay telah bersiap lebih dulu ketimbang dirinya, ia akhirnya mengerti apa yang ingin di lakukan Impian. RonaldoMessi juga ikut melangkah lebih depan untuk bersiap dengan kedatangan monster.
Akhirnya, yang lainnya mengerti apa yang ingin di lakukan Impian. Karena hanya ada tujuh monster dan lebihbsedikit di banding mereka, dan monster yang ada hanyalah seekor mob sebelum menghadapi monster penjaga lantai ataupun bos, ketimbang memilih untuk mengejar mereka, Impian memutuskan untuk memancing monster yang ada untuk bergerak ke arah mereka.
*Shu! Shu! Shu!
Setiap anak panah melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kawanan monster. Setiap anak panah yang di lesatkan Impian sangat cepat dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk melepaskan ketujuh anak panah.
Suara deruan anak panah yang di lesatkan juga sangat keras. Melaju membelah angin dan membuat deru keras dari laju anak panah tersebut.
*Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb! Jleb!
Setiap anak panah mengenai target monster tepat di kepala mereka. Satu panah untuk satu monster, dan seluruhnya mengenai tepat di kepala mereka.
Tubuh monster yang terkena anak panah Impian, jatuh dan berubah menjadi butiran cahaya kecil. Dikarenakan jarak mereka yang cukup jauh, angka kerusakan yang muncul di tubuh monster tidak dapat di lihat.
Setiap orang terkejut melihat hasilnya. Bahkan Impian sendiri, yang melepaskan serangan, tampak tercengang dengan hasilnya. Monster berlevel seratus, di kalahkan hanya dengan satu serangan anak panah saja!
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
__ADS_1
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
[Donkicorn telah terbunuh]
[anda mendapatkan-
....
Satu persatu pemberitahuan sistem muncul atas pembunuhan setiap monster yang ada. Monster seperti monyet bertanduk dengan beberapa tanaman rambat yang menyelimutinya telah di kalahkan dengan satu serangan tepat di kepala mereka.
"apa!? apa!? apa, apa, apa!?"
"tetap saja! bukankah itu luar biasa!?"
Meski yang lainnya juga terkejut atas hasil yang telah di lakukan Impian, Jackfruit berteriak heboh dan di marahi oleh Michel.
"woah! hanya satu serangan dari Impian!"
"jadi ini kekuatan dari ksatria Saintess hah?"
"lihat!? benar bukan? serahkan saja pada Impian"
Bahkan Togay malah membanggakan Impian setelah mendengar pujian lain dari Alice dan IKILUA.
"hahaha, aku juga terkejut, kukira mereka tidak akan mati dari serangan tadi"
"kalau begitu, kita lanjutkan saja dengan serangan Impian pada monster mob hingga mencapai penjaga lantai!"
Jackfruit mengusulkan tindakan mereka selanjutnya setelah melihat apa yang bisa di lakukan oleh Impian.
"setuju disini"
"setuju...!"
"setuju, agar lebih cepat dan mempercepat waktu"
Satu persatu dari mereka, bahkan menyampaikan persetujuan mereka dengan usulan Jackfruit.
"tidak masalah, tapi anak panah yang kubawa tidak sebanyak itu. Kalian lupa bahwa aku seorang pemain jarak dekat?"
__ADS_1
Sekali lagi, mereka tercengang atas kata - kata Impian. Karena tindakan sebelumnya, mereka melupakan bahwa senjata yang di gunakan Impian pada awalnya adalah pedang.
"Iki, berikan anak panah yang kamu punya kepada Impian!"
Setelah mendengar itu, Alice berkata dan meminta IKILUA untuk menyerahkan anak panah yang ia miliki.
"ah, benar, IKILUA seorang pemanah! anak panah yang kamu bawa tidak sedikit benar?"
"ya, ya. Tunggu"
Setelah menyerahkan anak panah yang di miliki di inventory-nya kepada Impian, kelompok kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Sama seperti sebelumnya, Jackfruit berada di depan dan men-nonaktifkan jebakan yang dapat di temukan. Hanya saja, setiap Jackfruit melihat monster yang dapat di lihatnya, anak panah telah melesat dari Impian sebelum dia dapat memperingati kelompok terlebih dahulu.
Setiap saat Jackfruit akan memberitahu monster yang di lihatnya, anak panah sudah melesat. Kejadian berulang terus - menerus seperti itu.
"hey! berikan aku tugas untuk memberitahu terlebih dahulu!"
"kamu sudah bekerja pada jebakan yang ada, jangan mengeluh! lagi pula ini menjadi lebih cepat dengan cara seperti ini"
Sekali lagi, Michel memarahi Jackfruit yang selalu bertindak berlebihan di dalam kelompok.
"kalian seperti pasangan saja yang saling mengingatkan"
"siapa yang mau sama orang serius sepertinya! jangan asal bicara Impian!"
"sama di sini! dan hanya aku yang mengingatkan tingkah buruknya, bukan sebaliknya!"
Meski candaan sesekali terjadi, kelompok tetap melanjutkan perjalanan mereka menyusuri dungeon Greates Land. Hanya ada monster - monster seperti monyet ataupun kera yang dapat ditemui.
Level dari Impian dan Togay juga telah naik satu. Perbedaan yang sangat besar dari level monster dan mereka berdua, membuat exp yang ada bertambah sangat banyak.
Selain itu, monster - monster di dalam dungeon, sudah di ketahui para pemain bahwa exp yang di berikan lebih banyak dari monster yang ada di luar. Hanya saja, selain persyaratan yang ada, dungeon juga memberikan penalti kematian bagi pemain, lebih besar ketimbang di dunia luar.
Hingga akhirnya, mereka tiba di mana tempat di depan mereka, memiliki berbagai berbagai akar besar yang melilit satu sama lain dan melingkari satu tempat itu saja. Seperti sebuah arena yang telah di siapkan oleh alam.
"kita sampai di tempat penjaga pertama"
Mendengar kata - kata yang telah di ucapkan oleh Jackfruit, hal itu telah memastikan mereka sampai di ujung lantai satu dari dungeon Greates Land. Mereka telah tiba di tempat penjaga lantai pertama.
"siapkan senjata bertipe api kalian!"
IKILUA menyebutkan dan memerintah kepada mereka. Atas pengalaman yang telah di lalui, ia mengetahui kelemahan elemen dari penjaga lantai.
"baiklah.... ayo kita maju pria gemuk!"
RonaldoMessi mengajak Togay, dimana mereka berdua adalah seorang tanker dari kelompok party ini. Mendengar itu, Togay mengikuti RonaldoMessi untuk mendekat ke arah bos penjaga lantai pertama.
Tubuh bos dapat terlihat, dengan tubuh yang seperti kingkong, memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Dari tingginya saja, monster bos itu memiliki tinggi hingga mencapai lima meter.
Bulunya yang berwarna hijau dan dua tanduk yang menjulang di kepalanya, monster tersebut terlihat sangat seram. Apalagi, berbagai tanaman rambat yang terlihat menyelimuti di berbagai bagian tubuh launnya. Bahkan di punggungnya, terlihat seperti beberapa pohon tumbuh dari sana.
...Great Weald Kong [Elder]...
...Level : 110...
...HP : 8762000/876200...
Dengan level yang tinggi dan jumlah HP yang di miliki hampir mencapai 9 juta, Monster tersebut merupakan momok yang cukup mengerikan bagi pemain yang ingin membersihkan lantai pertama dungeon Greates Land. Hanya ada sepuluh dari mereka, meski musuh hanya ada satu, tetapi monster tersebut adalah makhluk penjaga lantai.
__ADS_1
Dengan title-nya sebagai penjaga lantai, pertahanan yang di miliki juga pasti sangat tinggi, tidak mungkin hanya jumlah HP-nya saja yang sangat besar. Dengan pergerakan RonaldoMessi dan Togay yang telah bergerak, menandai pertarungan mereka yang telah di mulai.