INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 63 : JENDRAL DAN BANDIT


__ADS_3

Beberapa saat sebelum rombongan dari iring - iringan Saintess keluar dari kota Timan.


"kamu terlambat Bulldog"


"ada beberapa gangguan dalam perjalanan"


Di dalam sebuah ruangan bawah tanah, beberapa orang telah berkumpul. Dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh mereka, tidak di ketahui satu indentitas-pun yang dapat terlihat dari penampilan mereka.


"kami juga telah mendapat pekerjaan tambahan"


"apa yang kamu katakan Owl?"


"beberapa anggota klien kita telah tertangkap, mereka membuat permintaan untuk pengalihan"


"apakah targetnya rombongan 'berlian'?"


"benar"


"apa kamu gila!? apa kamu tahu jika kita menyentuh 'berlian', apa yang bisa menimpa kita!?"


Setelah mendengar ucapan dari salah satu temannya yang di panggil dengan nama 'Owl', orang berjubah hitam itu berteriak mempertanyakan kepurusan yang telah di ambil.


"tenanglah 'Crow'..."


"apa maksudmu dengan tenang!?"


"dengarkan penjelasannya dulu"


Orang yang di panggil dengan sebutan 'bulldog' memotong dan menengahi perseteruan yang ada.


"katakan! jika alasannya tidak masuk akal..."


"tujuan kita adalah mengulur waktu 'berlian' benar?"


"ya, lalu?"


"tidak akan ada perubahan rencana yang ada, kita tidak akan langsung turun tangan seperti yang sudah kita persiapkan. Semua akan di lakukan oleh monster - monster itu"


"baik, lanjutkan"


"klien kita sendiri yang akan bertindak di tengah kerusuhan yang terjadi. Apapun masalah yang akan menimpa mereka, kita akan lepas tangan"


"bagai mana jika mereka tertangkap!? bukankah mereka akan mengarahkan kepada identitas kita"


"huh! tidak mungkin, bahkan kamu sendiri tidak mengetahui satupun identitas kita di sini"


"tenang saja 'Crow'... kita tidak turun tangan langsung, dan tujuan kita tetap di garis"


Mendengar hal itu, orang berjubah hitam yang di panggil denga sebutan 'Crow' tidak menyuarakan pendapatnya lagi.


"bagaimana denganmu? masalah apa yang kamu hadapi?"


'Owl' berbicara dan bertanya ke arah 'bulldog'.


"orang - orang dari dunia lain, mereka selalu mengikuti kemapun aku pergi. Sudah berkali - kali aku menghabisi mereka, tetapi mereka selalu saja kembali"


"ya, konsep kematian tidak ada pada mereka, kamu harus menjadikan mereka tumbal agar mereka tidak kembali hidup lagi"


"tidak di kota ini, 'berlian' sedang ada di sini"


"ah, maafkan aku, aku melupakan hal itu"

__ADS_1


"kalau begitu kita kembali ke topik, bagaimana dengan 'giok' yang kamu kejar?"


...----------------....


Di sisi lain, pada kedalaman hutan di luar kota Timan. Sebelum perkumpulan orang - orang berbaju hitam berkumpul.


Jendral pasukan dari kerajaan Moscard yang tengah melarikan diri, saat ini sudah memiliki banyak pengikut di sekitarnya.


Awalnya hanya terdapat beberapa orang yang menemaninya, tetapi jika di lihat, lebih dari 100 orang dapat terlihat di sekitarnya berada.


"lapor jendral! Kelima pemimpin tertangkap, yang melakukannya adalah pemimpin ksatria suci kerajaan Lorena, Saron Arterick"


"apa!? bukankah sudah ku perintahkan untuk berhati - hati dalam bertindak!? Saintess sedang dalam perjalanan dari ibu kota, mereka pasti melewati jalan menuju kota Timan, bukankah sudah kubilang untuk menjauh dari jalan raya!?"


Jendral berteriak atas laporan anak buahnya yang baru saja di sampaikan.


Tujuan mereka dari awal adalah mengumpulkan pasukan tentara bayaran dan akan bertindak di saat pasukan kerajaan Moscard bergerak untuk mengambil alih kota mereka yang telah di rebut aliansi elf.


Entah mengapa, pergerakan jendral saat ini telah berubah menjadi komplotan bandit di sekitar kota Timan.


"bagaimana nasib mereka yang tertangkap? apakah mereka di bawa ke kota Timan?"


"benar jendral, mereka di bawa oleh rombongan Saintess memasuki kota"


"Panggil Hidjack dan Kenopi! suruh mereka menemuiku, cepat!"


"baik jendral!"


Bawahan tersebut berlari keluar ruangan.


Tempat jendral berada sendiri seperti gua yang telah di tata sebagai tempat tinggal mereka sementara. Itu adalah gua yang berada di tengah - tengah kedalaman hutan 'Awan Hijau', beberapa kilometer dari kota Timan.


Jendral dan para pasukannya di larang untuk memasuki kota kerajaan suci Lorena. Akibatnya, mereka membuat tempat mereka sendiri di kedalaman hutan.


"ada apa jendral?"


Kedua orang yang telah di panggil datang menemui jendral di dalam ruangannya. Sang jendral telah bersiap dengan pakaian biasa tanpa embel - embel perlengkapan prajurit yang di kenakan.


"Hidjack, kamu adalah pedagang benar?"


"itu benar pemimpin"


Berbeda dengan orang yang di panggil dengan nama Kenopi, Hidjack merupakan seorang pedagang yang telah bekerjasama dengan jendral. Orang itu juga memanggil sang jendral dengan sebutan pemimpin dari pada sebutan pangkat yang di miliki.


"dan kamu dapat memasuki kota Timan dengan mudah. Bawa aku dan Kenopi memasuki kota, jika hanya beberapa jam saja, tidak akan masalah bagimu bukan"


"akan sedikit susah dengan adanya Saintess di kota, tetapi aku akan mengusahakannya"


Sang jendral dan Kenopi bersiap dan tidak mengenakan satupun perlengkapan prajurit mereka. Mereka hanya mengenakan pakaian orang biasa di tubuh mereka.


Hidjack merupakan pedagang yang dapat keluar masuk kota Timan dengan mudah, tetapi jendral sendiri yang bersama pasukannya tidak dapat melakukan hal tersebut.


Untuk masalah kebutuh mereka, Hidjack akan melakukan tugas penyaluran dari kota Timan dengan pasukan jendral. Wajah sang jendral dan pasukannya telah di kenali oleh penjaga kota Timan, sehingga mereka akan kesulitan memasuki kota.


Jendral yang mengetahui hal itu, meminta Hidjack membawanya memasuki kota dengan menyamar sebagai bagian orang dari pedagang Hidjack.


Apa yang di katakan jendral 'beberapa jam saja' adalah kata untuk mereka tidak bertemu penjaga - penjaga kota Timan.


"perlihatkan identitasmu!"


"silahkan pak"

__ADS_1


Hidjack yang telah tiba di depan gerbang masuk kota Timan di periksa oleh penjaga.


"ah, kamu dari perusahaan dagang Cember"


"haha benar pak, saya salah satu orang perusahaan"


"siapa mereka? tunjukan juga tanda pengenal-"


"ah, maaf pak, mereka adalah orang - orang yang telah di sewa oleh perusahaan kami. Mereka orang desa, ini surat perijinannya pak, anda bisa melihat sendiri"


Penjaga tersebut memeriksa surat yang di berikan oleh Hidjack.


Setelah memeriksa kebenaran surat tersebut, penjaga gerbang mempersilahkan mereka memasuki kota.


Setelah Hidjack membawa jendral dan Kenopi ke sudut kota, mereka sampai pada bangunan yang memiliki papan nama Cember di atasnya.


"kita sampai jendral"


Sang jendral bersama Kenopi turun dari kereta kuda.


"baiklah, cari informasi dari pegawaimu mengenai teman - teman kita yang tertangkap dan tunggu kami di sini. Kenopi, ikuti aku"


"baik jendral"


"baik pemimpin"


Jendral bersama Kenopi pergi menyusuri kota. Cara mereka bertindak sangat hati - hati. Banyak penjaga kota berpatroli di setiap tempat, di karena Sang Saintess sedang berada di kota ini.


"akan sulit untuk mencari informasi jika seperti ini, kita akan berpisah untuk mencari informasi prajurit kita yang tertangkap"


"baik jendral, kalau begitu, saya akan ke arah sini"


Mereka berdua berpisah menuju tempat yang berbeda. Sang jendral mencari informasi di setiap bar dan restoran di sekitar kota.


Akan sulit jika mencari informasi langsung ke kediaman Saintess berada saat ini. Apa lagi bertanya langsung pada prajurit - prajurit yang ada di sekitar kota, wajah mereka telah di ketahui, sehingga jendral hanya dapat mencari informasi di daerah umum saja.


Beberapa jam berlalu dengan pencarian informasi mereka.


Saat ini, sang jendral tengah duduk terdiam di ruangan. Tempat itu merupakan salah satu ruangan yang di miliki dari perusahan Cember.


Hanya ada mereka bertiga saja saat ini. Mereka bertiga diam membisu. Tidak ada satu-pun dari mereka yang bersuara.


"jendral, aku mengikutimu karena keuntungan dari kerjasama yang kita lakukan. Jika keadaan berubah ke arah yang tidak di inginkan, kita tidak bisa melanjutkan kerjasama kita lebih jauh"


"aku mengerti, kalau begitu bantu aku untuk yang terakhir"


Jendral, Kenopi dan Hidjack telah mengumpulkan informasi keberadaan teman - teman mereka yang tertangkap.


Tidak hanya tuduhan telah di jatuhkan pada teman - teman mereka yang tertangkap, bahwa mereka adalah seorang bandit, tetapi identitas mereka sebagai prajurit kerajaan Moscard juga telah di ketahui.


Teman - teman mereka yang tertangkap tidak di jatuhi pengurungan kota Timan, tetapi penahan atas nama Saintess pemimpin kerajaan Lorena dan di bawa bersama mereka.


Atas tanggapan Jendral, mereka di bawa untuk di jadikan saksi dalam pertemuan tiga pemimpin yang akan datang. Sang Saintess kemungkinan membawa mereka untuk memperberat kesalahan yang di miliki oleh kerajaan Moscard.


Saat ini, kemajuan dari gerakan damai yang berlangsung masih menemui titik buntu. Kerajaan Moscard masih berusaha untuk mengembalikan kota H'rden, kembali ketangan mereka.


Tetapi dengan prajurit mereka yang tertangkap, tidak hanya melarikan diri dari kota, memasuki wilayah kerajaan lain tanpa laporan, dan yang paling parah, sebagai bandit yang melakukan kejahatan pada anak dan pasukan penjaga dari pemimpin kota kerajaan lain.


Hal itu dapat memberatkan kerajaan Moscard lebih jauh dan kembalinya kota mereka yang telah terubut akan semakin kecil.


Mengingat hal ini saja, kesalahan yang di buat oleh jendral dan pasukannya, sudah sangat besar.

__ADS_1


"aku dapat memperkenalkan-mu pada perkumpulan 'pakaian hitam' jika kamu mau"


__ADS_2