INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 165 : KEBENARAN AWAL


__ADS_3

"bukan berarti kami tidak bersyukur, dapat kembali ke alam dan berkumpul melihat anggota keluarga, teman, ras kami bahkan setelah kematian. Tuan Impian... setelah melihat berapa banyak kematian dari keluarga kami yang jatuh, kegemberiaan itu berubah menjadi rasa pahit. Apakah kami... telah dibinasakan seluruhnya..."


Jumlah orb yang berkumpul dari ras dark elf memang tidak bisa dianggap biasa. Hampir seluruh area di pusat ini dipenuhi oleh kumpulan orb berwarna cokelat yang mewakili ras dark elf.


Mereka yang telah mengumpulkan anggota mereka diseluruh medan tempur telah berada di sini. Anggota mereka yang memulai peperangan ini karena dimanipulasi oleh kelompok berjubah hitam hanya tersisa beberapa, itu juga hanya mereka yang telah dibebaskan dari pengaruh energi Chaos oleh Impian.


Sisa dari mereka telah tumbang karena pemaksaan pengumpulan mana Ether oleh kelompok berjubah saat pembukaan portal Asmodius. Tidak ada satu-pun dari mereka yang selamat.


"dimasa depan, hati ini telah dikuasai oleh balas dendam semata. Tidak ada cara bagi kami yang telah melewati kehidupan untuk melakukannya. Dengan menjadi kekuatan anda, setidaknya hal itu menjadi harapan bagi kami bisa melakukan tindakan terhadap mereka, meski diwakili oleh anda. Kami mohon, tolong terima kami"


Impian tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kejadian di depannya, rasa emosi yang diturahkan oleh para dark elf memang sangat pahit.


Seluruh kelompok mereka, baik teman maupun keluarga mereka telah menjadi korban manupulasi kelompok lain hingga hampir tidak tersisa. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa bahkan setelah mengetahui dalam keadaan setelah kematian mereka.


"huh..."


Impian menghela nafasnya dan mengulurkan tangannya-


"maukah kalian menjadi kekuatan-ku?"


""kami menerima!""


Ketiga dark elf yang dalam wujud roh-nya menjawab bersamaan atas pertanyaan Impian. Perlahan-lahan memudar dan terpecah, terserap ketubuh Impian. Begitupula dengan seluruh orb cokelat yang berada disini, mereka memudar dan terpecah, kemudian menuju tubuh Impian.


"tanggung jawab lain, ya?"


Impian mengucapkan kata-katanya dengan ekspresi yang suram sambil mengadah keatas. Menerima setiap roh yang telah tumbang selain ras elf.


"kenapa muka-mu seperti itu? bukankah mereka mengatakan kau bebas melakukan apa yang kau inginkan bocah?"


Suara Origin terdengar saat Impian mengeluhkan dan menunjukan ekspresi seperti itu.


"ya, tapi hati ini tidak bisa diajak kerjasama"


"aku tidak mengerti, tetapi.. jubah jiwa memang bagus, sayangnya memiliki kondisi"


"kondisi?"


"itu karena terbuat dari kumpulan jiwa yang kau serap. Jubah jiwa, menjadi memiliki kehendak sendiri, begitu salah satu jiwa yang membentuknya tidak menginginkan, jubah jiwa tidak akan terbentuk"


"begitu ya... yah..."

__ADS_1


"apa kau tidak kecewa?"


Impian hanya mengangkat bahu atas penjelasan yang diberikan oleh Origin dan tidak menanggapinya lebih.


...----------------...


Upacara yang dilakukan para elf itu bagaikan seremonial perpisahan untuk teman seperjuangan mereka. Tidak ada satu-pun dari setiap para prajurit bahkan para pemain yang mengganggu upacara serah.


Mereka terhanyut dalam suasana yang ditunjukan para elf. Baik itu guguran pohon ataupun melodi acapela yang mereka mainkan.


Begitu hening, hingga kelopak bunga terakhir dari pohon putih yang tumbuh jatuh dari tangkainya....


"kita kembali"


Astaresee mengucapkan kata-katanya begitu upacara perpisahan selesai dilakukan.


"SAATNYA BERPESTA DARI KEMENANGAN KITA!!"


Teriakan keras Doranda setelah mendengar kata-kata Astaresee menggema kesetiap telinga yang hadir.


""AAAAUUUU!!!""


Tidak lama kemudian, teriakan kegembiraan dari setiap prajurit yang ada pecah.


...----------------...


"Origin.. apa kau mendengarku?"


Seluruh orang telah kembali ke kota Cilvsi. Pesta telah diadakan dan semua orang ikut berpartisipasi.


Impian sendiri sedang duduk sendiri, memisahkan dari yang lain. Dirinya sedang menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak elf yang sedang berbincang dengan setiap perwakilan kerajaan.


"apa yang ingin kau bicarakan?"


Origin yang selalu melihat dan memperhatikan Impian dari tempatnya menanggapi kata-kata Impian.


"bisakah kamu memberitahu masa lalu? aku akan memutuskan kedepannya, apa yang akan aku ambil"


"hooh~ apa kau berubah pikiran setelah melihat kejadian saat ini?"


Sejak awal, setiap tindakan Impian tidak memandang ataupun bersimpati dengan setiap peristiwa di dalam INK START FANTASI. Bertindak tanpa tekanan, apalagi memikirkan jalan peristiwa yang ada jika tidak ada kaitan dengan dirinya.

__ADS_1


Perdebatan panjang saat berada di tempat Origin, hanya perspektif dirinya yang memandang dari luar tanpa mengetahui kejadian yang dilaluinya sendiri. Setelah mengalami peristiwa ini, Impian merenungkan diri dan bertanya kepada Origin atas masa lalu yang ada.


"ya, aku akan merubah gaya bermainku. Sepertinya dengan kamu memilihku sebagai avatar-mu, peristiwa kedepannya akan menjadi lebih rumit. Mereka dapat bertindak bahkan tidak memperdulikan hidup mereka sendiri, bahkan sampai mengorbankan kehidupan kelompok lain sampai memanipulasinya hanya untuk membuka jalan. Apa yang mereka cari? apa yang mereka ingini? dan bagaimana pandangan mereka terhadap penghuni dunia ini?"


"bukankah sudah jelas-"


"bukan pengetahuan umum yang ingin aku dengar, tapi kejadian sebelum kamu membentuk pelindung benua utama. Setelah mengetahui keberadaan Pine dan Diaval, kamu memiliki orang-orang kuat disampingmu, kenapa memisahkan diri? Mahkluk dibalik portal itu tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan kalian, jika mempertahankan diri, kurasa dengan kalian itu cukup. Yang lebih membuatku kepikiran, adalah pergerakan mereka yang berada didunia Chaos, terlihat seperti pergerakan putus asa. Mereka sudah mengetahui bahwa makhluk terkuat mereka tidak bisa melewati portal, tetapi kenapa mereka masih mengirim pasukan mereka terus-menerus selama tiga hari penuh, hingga portal tertutup sepenuhnya. Saat berada dibalik portal itu, mereka bahkan sudah mempersiapkan pasukan mereka seutuhnya, seperti ingin melakukan pertempuran habis-habisan. Kenapa? harus ada alasan dibalik itu semua..."


Origin menceritakan semua. Awal mula perang yang berlangsung antara dua kubu.


"Aku bukanlah makhluk yang maha segalanya. Aku tidak mengetahui seluruh kejadian di dunia ini"


Berawal dari kata-kata pertama Origin. Dirinya mengakui bahwa dia bukanlah makhluk yang dapat melakukan apapun.


Origin memberitahu Impian lebih detail dari sewaktu pertama kali mereka bertemu. Intinya adalah seperti ini :


Pertama, kejadian itu bermula dari seseorang yang berada jauh di benua utara. Seorang magician yang haus akan kekuatan telah menemukan gerbang menuju dunia lain.


Hal itu telah terlambat diketahui, dan gerbang itu telah terbuka, menuju dunia yang berisi makhluk-makhluk kuat yang berada jauh ditingkatan orang-orang biasa di dunia ini. Awal bencana yang menghubungkan dunia ini dengan ke-enam dunia berbeda yang ada.


Awal mula, dunia yang terhubung dari gerbang penghubung dunia hanya menghubungkan satu dunia, yaitu dunia Chaos. Sebuah kerajaan disana berafiliasi dengan dunia itu dan pengetahuan serta perkembangan kerajaan berkembang lebih pesat semenjak mereka menerapkan kerja sama itu.


Entah apa yang terjadi, perang saudara pecah dan kekacauan terjadi di dalam kerajaan itu. Seorang penduduk kerajaan tersebut melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan orang sebelumnya yang membuka gerbang antar dunia.


Sayangnya, gerbang yang dibuka adalah gerbang dunia Deity yang menjadi rival dari dunia Chaos. Perang akhirnya pecah antara dua kubu yang memiliki dukungan yang berbeda.


Kedua, sisi Origin sendiri berada jauh di benua selatan. Sisi sebaliknya dari tempat peperangan itu sendiri.


Origin mengetahui kejadian perang itu, tetapi dirinya tidak memperdulikan apa yang terjadi disana, jika ingin turut serta-pun, situasi yang telah terjadi sudah terlambat. Peperangan sudah terjadi dan kekacauan yang disebabkan kerajaan tersebut telah meluas.


Ketiga, Origin yang telah mengetahui keberadaan dunia lain sejak dirinya menemukan tubuh Pine, merasa hanya masalah waktu sebelum seluruh dunia terhubung dengan dunia ini. Origin dan seluruh pengikutnya telah mempersiapkan diri untuk bertahan jika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi pada wilayah mereka.


Hanya pada wilayah mereka, benua selatan yang ditinggali oleh Origin dan pengikutnya saja. Itu apa yang dipikirkan oleh Origin seorang, dimana dirinya berada dan tidak dapat bergerak sedikitpun dari tempatnya karena dia merupakan sebuah pohon raksasa.


Persiapan diri untuk mempertahankan dan bersiap dari hal-hal yang akan terjadi kedepannya. Intervensi yang tidak menguntungkan jikalau dunia terhubung dan makhluk-makhluk tidak dikenal itu menyerbu mereka.


Keempat, pemikiran itu bentrok dengan beberapa pemikiran bawahannya. Beberapa pemikiran dengan rasa tanggung jawab karena mereka memiliki kekuatan yang lebih besar harus melindungi mereka yang bertempat tinggal di dunia yang sama dengan mereka, beberapa pemikiran yang merasa harus menghentikan hal tersebut di pusatnya sebelum meluas dan menjadi masalah yang lebih besar.


Cara pandang kedua kelompok itu lebih besar dengan jumlah dari orang-orang yang mengikuti pemikiran Origin sendiri. Tidak ingin bertindak dan tidak ingin ikut campur urusan pihak lain adalah apa yang dipilih oleh Origin.


Dikarenakan Origin yang tidak mengambil sistem kepatuhan mutlak pada bawahannya, konflik kecil yang dikarenakan sekedar perbedaan pendapat dan dapat dikatakan hanya masalah kecil, lama-kelamaan menjadi konflik besar. Orang-orang yang merasa bertanggung jawab dan ingin membantu masalah ditempat yang jauh dari mereka, di ujung dunia, memilih memisahkan diri dengan Origin.

__ADS_1


__ADS_2