
"jangan membuatnya merasa tidak nyaman penatua Zulana. Biarkan dia merasa nyaman disini"
Sang raja memperingatkan orang tua elf tersebut yang di panggil dengan nama Zulana. Sembari berdiri dari singgasananya, sang raja elf mendekati Impian.
"selamat datang di kerajaan Onteral, Impian"
"terimakasih telah menyambut saya, Yang Mulia. Saya telah datang atas permintaan anda"
[Quest undangan raja Ferendir diselesaikan]
[mendapatkan title [teman dari ras elf]]
[mendapatkan title [Tamu kehormatan raja elf]]
[mendapatkan ketenaran kerajaan Onteral +15000]
[mendapatkan ketenaran dunia +1000]
[mendapatkan exp +450000]
[level up!]
Setelah saling berganti salam, pengumuman sistem yang menyatakan penyelesaian quest dari raja elf terselesaikan. Tidak hanya mendapatkan dua title dan ketenaran yang bertambah, tetapi perolehan exp yang di dapat membuat Impian naik satu level.
"jangan merasa tidak nyaman dengan sikipnya, penatua Zulana adalah orang yang merawat 'Tree of Life' sepanjang hidupnya, jadi tolong dimengerti atas sikapnya"
Raja elf menjelaskan kepada Impian siapa orang tua itu.
"ah, tidak apa-apa Yang Mulia. Salam penatua Zulana, nama saya Impian, dan disebelah saya IKILUA, teman saya"
"Yang Mulia Ferendir telah menceritakan semua tentangmu. Senang bertemu denganmu 'nak"
"bukankah yang selalu bersamamu memiliki badan lebih besar?"
"dia berada diluar, tuan Alcaves dan nona Istina tidak memberitahu kepadaku untuk hanya membawa satu orang bersamaku"
"salam Yang Mulia nama saya IKILUA, semoga alam menyertai dan selalu memandu anda"
Saat sang raja bertanya orang yang selalu mendampingi Impian, kemudian di jelaskan alasan tersebut oleh Impian, IKILUA menyapa sang raja dengan adat ras elf. Sembari membungkuk dengan menaruh tangan kanan di dada dan mengucapkan doa kepada alam.
"semoga alam menyertai dan memandu-mu. Senang rasanya ada yang mengetahui salam kami dari anda"
Setelah salam singkat dari pihak raja dan Impian, raja membawa Impian dan IKILUA berkeliling dan melihat-lihat fasilitas perawatan dan peremajaan dari pohon besar yang menjadi icon bangsa ini. Gedung fasilitas berada tepat di belakang istana dimana fasilitas tersebut mengelilingi danau besar yang menjadi sumber penopang kehidupan 'Tree of Life'.
Danau tersebut sangat luas, jika berdiri di pinggiran danau tersebut, orang dapat menyalahpahami bahwa itu bukanlah danau, tetapi laut yang menjulang tanpa batas. Ada banyak penatua dan muridnya yang mendiami tempat ini.
"ini merupakan danau Insania, memiliki banyak mana yang melimpah terkandung di dalamnya"
Penatua Zaluna berbicara sesaat Impian dan yang lainnya tiba disamping danau. Sembari menikmati pemandangan danau dengan air yang jernih hingga dasar danau dapat terlihat dan luasnya danau yang membentang dapat menjernihkan pikiran saat ini.
"ada apa Impian?"
__ADS_1
IKILUA melihat tingkah Impian yang tidak biasa. Seakan dia sedang asik sendiri dan matanya tidak tertuju pada pemandangan danau, tetapi tubuhnya sendiri.
"jangan mengganggunya saat ini"
"biarkan dia fokus pada dirinya"
Raja dan penatua Zuluna berbicara kepada IKILUA yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Impian. Seakan posesi saat ini, merupakan sesuatu yang pentung bagi Impian.
Mengatakan tersebut, beberapa penatua yang ikut bersama rombongan mengeluarkan catatan mereka dan mengamati Impian saat ini. Seakan mereka mempelajari tubuh Impian.
Sisi Impian sendiri, seakan mana stream yang keluar terus-menerus dari danau Insania, mengalir masuk kedalam tubuhnya. Perasaan dari kekuatan dan mana yang terisi dan mengalir didalam tubuh, memenuhi perasaan Impian.
[Mana +10]
[Vitalitas +1]
[Intelegent +1]
[Mana +10]
...
...
Sejalan dengan aliran mana dan aura yang memasuki tubuh Impian tanpa henti dari danau Insania, pengumuman dari prom sistem muncul satu persatu tanpa henti. Seakan tidak di ketahui akhir batas dari aliran itu, pengumuman sistem terus berlanjut tanpa henti.
Mendapat tambahan stat dari aliran yang memasuki tubuh Impian secara tiba-tiba, tubuhnya mulai mengalami efek samping. Perasaan kesemutan di sekujur tubuh merayap tanpa henti.
Akhirnya muka yang dimiliki Impian menunjukan akan rasa ketidak nyamanan. Mimik muka bahagia dan senang akan kekuatan yang mengalir dan memasuki tubuh secara terus-menerus, perlahan berubah dan semakin menderita.
Hingga akhirnya, Impian mengerang dan merasakan rasa sakit yang menghampiri. Tubuhnya menunduk dan erangan akan rasa sakit yang tidak bisa ditunjukan pada bagian tubuh mana, karena seluruh tubuhnya-lah yang merasakan rasa sakit itu, berteriak semakin keras.
"...Aaaarrrgggghhhhh....."
"Impain!"
Melihat perubahan sikap Impian yang menghawatirkan, IKILUA panik dan ingin bertanya, membantu apa yang sedang terjadi padanya. Akan tetapi, raja elf dan pebatuan Zulana menghentikan IKILUA.
"jangan mengganggunya 'nak, jika tidak akan semakin berbahaya"
"apa yang kalian lakukan padanya!?"
"kami juga tidak menyangka akan hal ini 'nak"
"itu bukan kami, tetapi danau Insania dan dirinya-lah yang sedang bertindak"
"tetapi tidak akan terjadi hal seperti ini jika kalian tidak mengundangnya ketempat ini!!"
Perdebatan terjadi antara IKILUA dan para penatua elf serta raja elf. Posisi para elf yang dimarahi dan ditekan oleh IKILUA hanya bisa berpasrah diri dan merasa bersalah.
Mereka-lah yang membawa Impian ketempat ini karena rasa keingintahuan dan rasa penasaran mereka sendiri. Terjadi hal yang tidak di inginkan dan tidak dapat berbuat apa-apa pada Impian, karena berpotensi tinggi akan membuat Impian semakin menderita, membuat mereka, para elf, semakin tertekan.
__ADS_1
Sisi Impian sendiri yang telah duduk dan meronta memegangi dada-nya, muncul berbagai pembuluh darah yang terlihat menonjol dan akan meledak kapan saja. Urat-urat syaraf yang terlihat telah menggambarkan seberapa menyakitkan hal yang di alami Impian.
[Bertahanlah 'nak, jangan sampai tidak sadarkan diri]
Suara yang tidak asing, tiba-tiba terdengar dikepala Impian. Itu adalah suara Origin yang berkomunikasi lewat telepati langsung kedalam pikiran. Suara akrab yang sudah cukup lama tidak terdengar untuk Impian.
Tiba-tiba, perlahan cahaya redup berwarna kehijauan muncul keluar dari seluruh tubuh Impian. Prom sistem akan penambahan stat yang berlangsung secara terus menerus, berubah dan menjadi pengurangan nilai.
[Mana -10]
[Vitalitas -1]
[Intelegent -1]
[Mana -10]
...
...
Tubuh Impian yang mengalami beban kelebihan tubuh karena kekuatan dari luar yang tiba-tiba terus-menerus memasuki tubuh, perlahan-lahan menjadi normal. Rasa sakit yang di alami pada seluruh tubuh, perlahan menghilang.
Erangan yang keluar dari mulut Impian, perlahan - lahan mengecil dan gerakan tubuh dari rasa sakit yang ditunjukan, mulai menjadi tenang. Aura dan mana yang memasuki tubuh Impian, tidak lagi merembes dan mendobrak masuk.
Aura dan mana yang keluar dari danau Insania memang masih berlangsung, tetapi saat ini, hal itu tidak lagi memasuki tubuh Impian. Aura dan mana yang keluar dari danau Insania, hanya mengitari tubuh Impian yang terlihat seperti menyelimuti tubuhnya.
"Impian!"
Melihat Impian yang telah kembali normal, IKILUA mendekati tubuh Impian.
"kena-"
Tetapi, sekali lagi, sebelum IKILUA lebih dekat pada Impian, sekali lagi ia dihentikan oleh para penatua elf. IKILUA yang ingin berteriak dan memprotes, menghentikan kata-katanya saat melihat apa yang dilakukan oleh para penatua kepada Impian.
"akan berbahaya untuk-mu jika mendekat, aura dan mana stream danau masih belum tenang. Biar kami yang bertindak"
"selaraskan alirannya!"
"arahkan untuk searah jarum jam"
"fokus untuk tidak membentur satu sama lain!"
Para penatua lain telah bertindak sigap pada aliran aura dan mana yang membanjiri tubuh Impian. Mereka bertindak seakan bahwa mereka bertanggung jawab atas yang terjadi menimpa Impian.
Mereka saling berpadu dan menginstruksikan sesama masing-masing. Seakan mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan saat ini. Mana yang paling terbaik untuk tindakan yang dilakukan bagi Impian.
"aliran stream sudah tenang dan tubuh anak itu telah kembali normal, saat ini kita baru bisa bertindak. Meski begitu, masih harus berhati-hati pada aliran stream, itu bisa melukai tubuh anak itu dan kami sendiri"
"kita harus bertindak dengan penuh sangat hati-hati. Biarkan para penatua yang mengambil tindakan. Mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan"
Penatua Zulana dan raja elf Ferendir menjelaskan kepada IKILUA yang terlihat panik. Mereka tidak bisa sembarang bertindak begitu saja saat ini.
__ADS_1
Aliran stream yang keluar dari danau, biasanya diserap oleh 'Tree of Life', pohon besar yang menjulang tinggi di sebelah danau. Akan tetapi, aliran itu saat ini memasuki tubuh Impian dengan sendirinya.
Itu bisa sangat berbahaya bagi para elf sendiri jika menerimanya, dan tubuh Impian sendiri karena aliran yang memasukinya secara terus menerus. Akibat dari dua hal buruk yang dapat terjadi, mereka, para elf, hanya bisa mengamati pada awalnya dan bertindak sangat hati-hati saat ini.