INK START FANTASY : Impian

INK START FANTASY : Impian
CHAPTER 173 : AKAN KUBERIKAN KAU NASIHAT


__ADS_3

Baru saja memasuki permainan, Impian langsung dikerumuni oleh pemain-pemain hebat. Tidak hanya itu, tetapi mereka juga saling berebut untuk mendapatkan perhatian Impian, waktu yang dimiliki Impian sendiri.


Bukan saja mereka dikategorikan pemain-pemain terbaik di Kerajaan Suci Lorena, tetapi mereka juga termasuk dalam dua guild paling terkenal yang ada di Kerajaan Suci Lorena.


Guild Blue Protocol, adalah guild di Kerajaan Suci Lorena dengan pencapaian poin guild tertinggi dalam seluruh Kerajaan Suci Lorena. Sedangkan guild Meteorid, berada tidak jauh dari Blue Protocol dalam pencapaian poin guild tertinggi di Kerajaan Suci Lorena, hanya selangkah dibawah guild Blue Protocol, hanya saja, guild Meteorid adalah guild dengan jumlah anggota terbanyak dari seluruh guild yang ada di Kerajaan Suci Lorena, dan itu merupakan keunggulan dalam kemampuan kelompok mereka yang tidak bisa dianggap remeh.


Tidak jauh berbeda dengan nama-nama besar kedua guild tersebut, anggota kelompok yang tidak berafiliasi dengan guild manapun, terkenal dengan nama kelompok mereka dengan sebutan Maha7 atau biasa dengan sebutan 7 keajaiban pemain dalam server Asean. Membumbungkan tinggi nama mereka meski tanpa bantuan guild sama sekali, Bolang dan teman-temannya memiliki reputasi sejajar dengan kedua nama dari guild terbaik di Kerajaan Suci Lorena.


"Apa yang kalian inginkan dariku?"


Mencurigai masalah yang ada, Impian bertanya dengan ketidak senangan diwajahnya. Baru saja memasuki permainan, sudah tiba-tiba dikerumuni oleh banyaknya orang di sekitar dirinya.


Tentu saja, Impian tidak mengetahui nama-nama besar dibalik title yang mereka sanding.


Yang Impian pelajari sebelum memasuki permainan, hanyalah tata sistem dari permainan yang terkhusus dalam Kerajaan Suci Lorena, serta hukum dan pengetahuan umum yang perlu diberi perhatian khusus dalam sistem INK START FANTASI. Tidak mencari tahu lebih jauh maupun lebih lanjut dari pencapaian yang para pemain dapatkan.


Apalagi, minimnya interaksi Impian dengan para pemain disekitarnya semenjak dirinya memasuki permainan. Dikarenakan tujuan Impian sejak awal dalam memainkan INK START FANTASI hanyalah kesenangan dan pergerakan bebas yang dijanjikan game kepada para pemain dan hal tersebut yang dicari Impian.


"bukankah kami sudah memberitahumu baru saja!? Yang kami butuhkan adalah kehadiran dari waktumu. Hanya sebentar saja"


Volvik, dengan penampilan seperti seorang barbarian dari perlengkapan yang dipakaian dan merupakan ketua dari guild Meteorid menjawab Impian dengan ketidak senangan. Pertanyaan itu, yang dilontarkan Impian, adalah jawaban dari permintaan yang dijawab dengan pertannya ulang yang seakan menghiraukan inti dari permintaan Volvik sendiri.


Kata-kata dari Impian yang bertanya kepada orang-orang di depannya, termasuk Volvik, menyenggol harga dirinya sebagai pemimpin salah satu guild terbesar dalam sebuah kerajaan dan telah memiliki nama besar dari para pemain yang ada. Seakan nama besar itu tidak dianggap oleh Impian sendiri dan tidak memperdulikannya.


"tolong abailan orang barbar ini. Seperti yang dikatakannya, kami ingin meminta waktu anda dan memberikan pertukaran karenanya. Atau bisa dibilang, kelompok kami sendiri, ingin memberikan sebuah penawaran kepada anda"


Meski ada jedan beberapa detik keheningan setelah Volvik berbicara, Holive kembali berbicara dan memecah jeda sesaat itu dan menegaskan keinginan mereka.


Tentu saja, saat Impian bertanya yang merupakan hal yang sudah diketahui sebelumnya, wajah seluruh orang mengerut dan ketidak senangan itu ditunjukan. Setelah melihat Volvik yang menjawab pertanyaan Impian, Holive mengendalikan emosinya dan menjawab sopan kepada Impian.


Hal yang dilakukan Impian, adalah hal yang menyinggung harga diri mereka. Nama besar serta posisi yang telah mereka raih diantara para pemain sudah cukup membuat para pemain yang ada merasa iri untuk dapat didatangi oleh para pemimpin guild ini, apalagi didatangi untuk diminta dalam pertemuan empat mata.


Hanya sekedar disapa atau diberikan perhatian dari para pemimpin guild ini, sudah memberikan perasaan senang maupun puas diri bagi para pemain awam biasa. Memang sudah sebesar itulah pencapaian yang telah diraih orang-orang ini.


Akan tetapi, hal yang ditunjukan Impian sendiri, ketidak senangan itu, yang seakan aktivitasnya telah terganggu orang mereka sendiri dan bertanya seakan mengabaikan tindakan mereka, ditunjukan saat ini. Holive yang sudah seperti pemain veteran dan memiliki nama besarnya sendiri, mengendalikan emosinya dan menjawab dengan sopan kepada Impian.


Mendengar kata-kata Holive, Impian memandangnya dan mendengarkan jawaban darinya. Setelah mendapatkan jawaban dari Holive, Impian kemudian memandang Bolang yang juga datang disebelah para pemimpin guild ini.


Sebelum Impian juga ingin menanyakan kebutuhan Bolang dan kelompoknya sendiri, Bolang langsung berkata kepada Impian-


"ah, kami juga ingin meminta hal yang sama dengan orang ini. Kuharap anda dapat meluangan waktu anda dan menerima keinginan kami yang ingin memberikan penawaran kepada anda"


Mendengar kata-kata Bolang, keduan anggota guild Blue Protocol yang berada dibelakang Holive memperlihatkan ketidak senangannya, karena Bolang menyebut Holive dengan panggilan 'orang ini' tanpa embel-embel title dibelakangnya, tetapi tidak berbuat lebih jauh untuk menjaga muka Holive, pemimpin guild mereka yang berada didepan mereka.


"kalau begitu katakan saja, aku ada disini"


"bajingan ini...!"


"maaf sebelumnya, tetapi bisakah kita berbicara ditempat lain, setidaknya tempat yang lebih nyaman untuk berbicara"


"tidak baik kita berbicara sambil berdiri dengan orang sebanyak ini. Akan lebih baik kita berbicara sambil duduk ditempat yang nyaman tuan Impian"


Mereka merasa tidak senang, khususnya kelompok Volvik dan anggota guild Meteoridnya. Mereka adalah orang-orang besar dan telah memiliki nama disandingkan nama mereka yang seharusnya memiliki wibawa tinggi, tetapi Impian mengabaikan mereka dan menyatakan segera menyuarakan keinginan mereka ditempat tanpa memiliki suasana yang tepat.


"ada apa ini? Apa yang kamu lakukan dengan banyak orang?"


Seorang pemain gendut datang dan tiba-tiba bicara.


"Togay!, darimana saja kau? Kenapa kau bersama prajurit dan pendeta?"


Yang datang menghampiri dan bertanya adalah Togay. Bersama dengan Dowen si dark elf yang memutuskan mengikuti Impian, mereka berdua datang dengan dua prajurit dan pendeta Lorena.


"yah, maaf, aku baru datang, dan aku bertemu mereka disekitar sini, ingin menemuimu tetapi menahan diri karena kau tampak sibuk dengan orang-orang ini"


"maaf tuan ksatria suci Impian. Karena kami takut mengganggu anda, jadi kami putuskan untuk menunggu"


Ksatria berambut pirang yang mengatakan penjelasannya kepada Impian.


Posisi yang Impian pegang saat ini sangat tinggi diantara orang-orang kerajaan Lorena, sehingga prajurit-prajurit Lorena akan bertindak hati-hati didepannya. Melihat ksatria suci Saintess, Impian, yang sedang berbicara dengan beberapa orang dihadapannya, mereka menunggu dan berusaha tidak mengganggu Impian dengan urusannya saat ini.


"ah, kalian ingin bertemu denganku? Tidak masalah, katakan saja ada apa?"


Mendapat persetujuan dari Impian sendiri, prajurit itu mengungkapkan keperluannya kepada Impian.


"Bapak Uskup Barte ingin meminta pertemuan dengan anda dan mengharapkan kehadiran segera tuan Ksatria Suci Impian di istana. Kami bertugas untuk mengawal tuan ke istana. Kami berencana untuk menunggu urusan tuan Ksatria Suci selesai terlebih dahulu"

__ADS_1


Mendengar jawaban dan penjelasan dari prajurit tersebut, para pemain dihadapan Impian terdiam tercengang. Kepentingan dari orang yang ingin bertemu Impian adalah orang-orang teratas dari kerajaan Suci Lorena, tetapi prajurit tersebut masih bertindak menghormati Impian agar tidak mengganggunya dari urusan sepele atas mereka.


Bapak uskup Barte adalah orang yang memiliki posisi tertinggi hanya satu dibawah Saintess dalam kepengurusan gereja yang memiliki keinginan pertemuan dengan Impian, tetapi prajurit tidak memprioritaskannya dan memilih menunggu untuk urusan Impian sendiri selesai. Bukankah itu berarti posisi Impian sangat tinggi hingga kepentingannya sendiri lebih di prioritaskan oleh prajurit padahal orang dengan posisi tinggi di kerajaan membutuhkannya.


Melihat kejadian yang ada, seluruh pemimpin guild besar ini hanya bisa terdiam dan tercengang mengetahui kenyataan yang ada. Apalah daya mereka yang tidak seberapa dalam hal posisi di dalam kerajaan jika dibandingkan dengan orang nomer satu dalam kepengurusan gereja di kerajaan suci Lorena.


Kemudian Impian memandang orang-orang yang ada di depannya dan melakukan sesuatu pada tampilan layar transparan di hadapannya.


"aku sudah meminta pertemanan pada kalian, akan aku hubungi nanti jika aku ada waktu"


Setelah mengucapkan itu, Impian kembali pada prajurit dan pendeta.


"ayo antar aku menemui bapak uskup Barte, pimpin jalannya"


"sesuai perintah anda tuan!"


Dan Impian pergi begitu saja meninggalkan para pemain dan dua pemimpin guild terbesar di kerajaan suci Lorena di tempatnya.


"bangsat! Sombong sekali dia!"


Volvik yang merasa diperlakukan tidak mengenakan oleh Impian menyemburkan kata-kata kasarnya begitu siluet Impian sudah tidak terlihat.


"hey orang besar, hentikan dengan sikap arogan dan harga dirimu yang tidak berguna itu. Akan aku beri sedikit nasihat kepadamu, mungkin kau bisa menganggapnya informasi gratis"


Mendengar ucapan Bolang, Volvik yang tengah marah saat ini melotot dan memperlihatkan ancamannya kepada Bolang. Bolang tidak gentar dengan apa yang ditunjukan Volvik dan meneruskan kata-katanya-


"Kau sudah merasa besar hanya dengan posisi yang telah kau capai saat ini!? Jangan bercanda... Apa yang telah kau capai tidak ada apa-apanya dibandingkan orang itu. Kau ingin memperlihatkan taringmu di depan orang itu? Huh! Hal yang lucu yang pernah aku lihat!"


"APA KATAMU!!"


Tidak hanya Volvik, tapi seluruh pemain anggota guild bawahannya memperlihatkan ketidak senangan atas kata-kata Bolang. Mereka memperlihatkan senjata mereka yang diacungkan kepada Bolang sendiri.


"tolong beri tahu, apa yang anda maksud?"


Mendengar ucapan Bolang, Holive juga menjadi penasaran dan meminta penjelasan lebih.


"apa yang telah kalian capai memang sudah luar biasa bagi pemain biasa. Menjadi guild yang berdiri di jajaran paling atas sebuah kerajaan. Tapi! Hanya itu saja!"


Apa yang salah dengan pencapaian itu?


Kata-kata Bolang seakan merendahkan mereka, tetapi mereka menunggu, kata-kata lanjutan yang akan diucapkan Bolang dan tidak terbawa emosi.


"sudahi kata-kata merendahkanmu! Apa hanya itu yang ingin kau ucapkan!?"


"apa kau tau apa saja yang sudah dicapai orang itu!?"


Volvik meraung mendengar ucapan Bolang, karena apa yang dia ungkapkan sedari tadi hanya kata-kata merendahkan saja, tetapi saat pertanyaan kembali dikatakan oleh Bolang, dirinya melanjutkan bicara sebelum dipotong oleh yang lainnya.


"pertama! Kota perdamaian saat ini, hasil dari pertempuran kerajaan Moscard melawan kerajaan elf Onteral dan aliansi! Kota yang telah diduduki elf selama peperangan, diserahkan untuk diduduki ketiga kerajaan dalam upaya perdamaian dan orang itu adalah orang yang ditunjuk sebagai pemegang kota itu oleh ketiga pemimpin kerajaan. Kalian yang hanya memimpin beberapa pemain dibelakang kalian, bahkan tidak dianggap seberapa dengan dirinya yang sudah memimpin sebuah kota"


Kedua pemimpin guild itu memang mengetahui bahwa kota perdamaian telah didirikan, bekas dari kota h'rden sebelumnya, tetapi mereka tidak memeriksa lebih jauh mengenai siapa nama yang memegang atas kota tersebut. Sebab tidak mungkin seorang pemain biasa akan ditunjuk sebagai pemilik kota yang tidak ada sangkut pautnya dalam perang.


"kalian boleh memeriksanya sendiri jika tidak mempercayai. Kurasa nama pemilik kota akan tercantum di bangunan balai kota"


Mereka memang menunjukan ketidak percayaan itu dalam ekspresi mereka, tetapi Bolang menekankan kata-kata sederhana yang bisa dibuktikan oleh mata kepala mereka sendiri.


"Kedua! Aku tidak tahu apa kalian ikut serta dalam perang besar di kerajaan elf sebelumnya atau tidak-"


"jangan meremehkan kami! Tentu saja kami ikut dalam pertempuran disana"


"Tidak mungkin kami melewati event sebesar itu. Memang benar dirinya dapat menggerakan pemain dalam jumlah besar dan pusat dari acara itu adalah dirinya, tetapi! itu hanya karena dia yang mendapatkan quest itu lebih awal! Itu tidak membuktikan apapun!"


Kedua pemimpin guild itu memotong kata-kata Bolang, bahkan sebelum dirinya dapat menyelesaikan kalimatnya.


Itu adalah peristiwa beberapa hari lalu saat pertempuran melawan penghuni dunia Chaos yang berada di wilayah kerajaan Onteral. Kejadian yang terjadi tepat di wilayah tetangga kerajaan Onteral dan merupakan peristiwa besar, tentu saja guild Blue Protocol dan Meteorid akan berpartisipasi karena jaraknya yang tidak jauh dan dapat dicapai dalam waktu dekat.


"kalau begitu bukankah seharusnya kalian sudah tau!? Apa saja yang bisa dilakukan orang itu!? Atau kalian hanya berfokus pada pertempuran di pusat melawan monster Chaos!?"


Kata-kata itu tidak bisa dibantah oleh kedua pihak. Mereka memang terfokus pada pertempuran diwilayah pusat, hanya karena monster disana memiliki level-level tinggi dan exp besar yang akan diberikan, selain itu, pertempuran berlangsung tanpa mereka perlu turun tangan secara langsung, karena bantuan dari NPC-NPC hebat berada tepat di pusat pertempuran dan tugas mereka mengalahkan para monster akan lebih mudah.


Hal itu seperti mereka 'digendong' dalam menaikan level mereka oleh NPC-NPC ternama. Kejadian yang tidak bisa mereka tolak dan menerima dengan senang hati tanpa memerlukan efort lebih.


Mereka hanya baru tahu, bahwa diluar pertempuran pusat, masih terdapat pertempuran lain yang tidak kalah sengitnya. Hal itu hanya baru diketahui setelah portal terakhir tertutup dan mereka tidak bisa membantah kata-kata Bolang karenanya.


"sudah-ku duga, kalian terfokus disana tanpa mengetahui kejadian disekitar kalian... Orang itu, didalam pertempuran, menggerakan dan memerintah seluruh prajurit yang ada. Seorang pemain biasa mencoba untuk hal itu, hal yang konyol benar? Tapi apa yang terjadi? Tidak satupun prajurit yang ada mengabaikan, apalagi membantah kata-kata orang itu, bahkan Gerald, beastman dengan nama besar yang merupakan salah satu dari delapan jendral terkuat kerajaan beastman, diperintah oleh dirinya!"

__ADS_1


Baik Holive dan Volvik ingin mengucapkan sesuatu, tetapi kata-kata mereka tertahan dalam mulut mereka yang setengah terbuka.


"apa kalian pikir itu hanya karena quest yang dia pegang!? Memerintah seluruh pasukan!? Bahkan hingga sang delapan jendral dari beastman!? Jika kalian berpikir seperti itu, maka salahkan kebodohan otak kalian itu!"


Sekali lagi, Bolang mencemooh mereka atas kata-katanya, tetapi, meski kesal mendengarnya, mereka tidak bisa membalas sedikitpun.


"hal itu benar ketua guild... Aku melihat sendiri para dwarf berkordinasi dan mendengar perintah orang itu. Hal yang tidak mungkin jika dirinya dapat berbuat sejauh itu hanya karena quest yang ada"


Avile, wakil ketua Blue Protocol angkat bicara dan memberitahu ketua guild-nya.


Saat perang melawan makhluk Chaos yang berada di pusat pertempuran, setiap orang yang ada baru mengetahui area pertempuran di tempat lain dan ikut serta dalam berpartisipasi. Jadi, saat makhluk-makhluk undead monster yang ada masih belum dapat dimusnahkan sepenuhnya, disanalah prajurit dwarf yang paling berperan aktif bersama prajurit lainnya, dan mereka dikoordinasikan pergerakannya oleh Impian sendiri, karena Impian-lah orang yang akan menuntaskan pekerjaan mereka diakhir dan para pemain yang baru saja tiba ditempat kejadian, melihat dan mengetahui hal ini.


"hah! Bahkan bawahanmu dapat berpikir lebih baik"


"...lalu apa yang ketiga?"


"kau mengakuinya? Jika kalian bisa memerintah beberapa pemain dari anggota kelompok-mu, dia bisa memerintah pasukan NPC bahkan dari kerajaan lain! Dari perbedaan level kemampuan yang kalian perintah saja sudah terlihat, dan kalian ingin bersikap sombong di depan orang itu!?"


Bolang tidak menjawab pertanyaan Holive yang bahkan telah mengetahui kekalahan informasi yang mereka punya, malah kembali mencemooh Holive dari kata-katanya. Holive tidak membalas dan diam, menunggu Bolang menjawab pertanyaan darinya, karena Bolang memberikan informasi mengenai Impian gratis tanpa pertukaran dan dapat dijadikan pembelajaran untuk dirinya dan kelompoknya.


"Terakhir! Dan bukankah itu sudah menjadi hal yang jelas! Apa pangkat yang sudah orang itu capai di kerajaan ini!?"


Kali ini Holive dan Volvik diam dan tidak menjawab Bolang dan memilih menunggu. Mereka mengakui dan merasa bahwa informasi yang mereka miliki jauh dibawah Bolang.


Mereka memilih menunggu, karena jika mereka menjawab, mereka hanya akan kembali dicemo'oh balik oleh Bolang karena pengetahuan minim yang mereka miliki. Melihat tidak ada yang menjawab, Bolang kembali mengucapkan kata-katanya-


"apa!? Jangan bilang informasi yang kalian miliki tentang orang itu hanya dari berita yang tersebar? Pemain yang mengikuti pawai Saintess dalam perjalanannya menuju pertemuan tiga pemimpin di Kota H'rden!?"


Melihat raut wajah yang ditunjukan kedua anggota guild tertinggi di kerajaan Suci Lorena, Bolang menghela nafas.


Impian adalah pemain yang namanya baru saja naik. Tidak ada jejak yang terlihat yang ditunjukannya dalam setahun INK START FANTASI telah berlangsung.


Artinya, Impian sendiri diketahui hanyalah pemain baru yang baru saja namanya terangkat kepermukaan. Tentu saja, informasi yang akan digali untuk dirinya tidak akan terlalu detail, karena namanya hanya baru-baru ini terangkat dan tidak mungkin pencapaian-pencapaian besar seperti yang Bolang katakan tertaut dalam langkahnya, apalagi dirinya hanyalah pemain baru yang baru saja memainkan INK START FANTASI.


Untuk informasi yang beredar tidak akan mengulik lebih jauh tentangnya, kecuali orang-orang seperti Bolang yang akan mencarinya sendiri. Apa yang dicapai Impian hanya berlangsung dengan waktu yang sangat singkat, untuk mengetahui sepenuhnya Impian yang merupakan pemain baru akan menyulitkan jika tidak ada niatan dalam mengetahuinya seperti Bolang sendiri.


"HAHAHA tidak disangka, padahal kalian berada di satu wilayah kerajaan yang sama tetapi tidak mengetahuinya"


"..apakah itu sebabnya kamu memanggilnya 'tuan' sebelumnya?"


Bolang tertawa keras mengetahui keadaan yang ada dan terlihat lucu baginya. Mencurigai itu, Holive bertanya kepada Bolang.


"Ksatria Suci Impian, apa kamu tahu apa artinya itu!? Kata-kata panggilan dari prajurit sebelumnya yang disematkan kepada orang itu! Hal yang baru saja terjadi!"


Holive dan Volvik merenung sejenak dan seperti sambaran petir saat memikirkan apa yang mereka pikirkan.


"...jangan bilang, itu adalah gelar ksatria suci Saintess.."


"bukan hanya nama panggilan yang disematkan, tetapi 7 ksatria terkuat kerajaan suci Lorena"


"ksatria yang berada dibawah langsung Saintess, orang nomer satu di kerajaan Suci Lorena!"


Holive dan Volvik saling membalas atas apa yang mereka pikirkan dikepala mereka. Mengetahui kebenaran yang ada, kepala mereka benar-benar kesemutan hanya dari memikirkan karenanya.


"padahal kalian memegang gelar dua guild terkuat di Lorena, tetapi informasi ini tidak kalian dapatkan!? Apa kalian tidak bertanya pada setiap prajurit yang ada? Betapa bodohnya..."


...----------------...


Setelah menyampaikan setiap kata kepada ketua serta anggota dua guild terkuat Lorena, Bolang dan kelompoknya meninggalkan mereka dan pergi kearah lain.


"apa tidak apa-apa kamu mengungkapkan seluruh informasi mengenai orang itu kepada mereka secara gratis?"


Goriela berbicara kepada Bolang yang dirasa olehnya sedikit aneh, tidak seperti Bolang biasanya.


Bolang memang orang terpintar di kelompok mereka dan pengumpul informasi yang dipercaya oleh anggota kelompoknya sendiri, tetapi tidak seperti biasanya, jika tidak ada pertukaran yang setara, Bolang tidak akan mengungkapkan informasi apapun pada pihak lawan. Hal yang berbeda dengan saat ini, dimana dirinya mengungkapkan semua yang dia tahu mengenai Impian kepada pihak lain dengan gratis.


"tidak, tidak, dengan apa yang sudah aku lakukan, kita telah mendapatkan apa yang kita butuhkan sebagai pijakan saat ini di kerajaan ini. Yah, meskipun itu masih sebuah pertaruhan"


"apa yang dia maksud, adalah kita telah mendapatkan pernyataan yang kongkrit tentang pihak kita yang lebih hebat dalam pengumpulan informasi ketimbang dua guild terkuat di Lorena"


Xeper memotong dan menjelaskan lebih lanjut kata-kata Bolang kepada Goriela.


"Tidak hanya itu, kurasa dengan tindakan Bolang, mereka akan merasa berhutan kepada kita. Kita bisa memanfaatkan hal itu dimasa depan nanti"


"oh... Karena mereka merupakan kekuatan besar yang ada di kerajaan ini?"

__ADS_1


"tepat! Benar begitu Bolang?"


"Hahaha, sebenarnya aku bertindak jauh karena orang itu juga membuat permintaan pertemanan pada dua ketua guild itu. Yah, karena sekarang aku mengaguminya, aku bertindak mengikuti dia yang terlihat ingin berhubungan dengan kedua guild itu"


__ADS_2